Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 77


__ADS_3

Kanoko meninggalkan kediaman persik namun sebelum.itu "tolong jaga tempat ini jangan sampai ada seorang pun masuk kedalam kecuali aku atau dayang yang memang bekerja untuk permaisuri"


Para prajurit dan juga Kuroiki pun mengangguk


"baik yang mulia kami akan menjaga tempat ini seketat mungkin"


Setelah itu Kanoko dan juga beberapa pengawal pun meninggalkan istana persik


Sedangkan diaula semua menteri sudah berkumpul "apa yang harus kita lakukan, bagaimana jika yang mulia menanyakan tentang itu, apa kau masih ingat jika setengah dari upeti itu kita pakai untuk kita"


mendengar itu Kanoko menatap Mishugi


"lalu dimanakah putra mu" tanyanya datar


Mendengar itu Mishugi terkejut karena saat sang anak diajak untuk ikut dalam pertemuan dia menolak . pertemuan itu


"dia ada kesibukan yang mulia, jadi dia memohon maaf karena tidak dapat hadir dipertemukan kali ini"


Mendengar itu Kanoko curiga namun dia tetap tenang seakan tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh anak dari musuh dalam selimut ini


"hn, kalau begitu tak apa" ucapnya datar


namun ia menggunakan kekuatan batinnya berbicara pada Kuroiki


"*Seperti nya ada yang disembunyikan dari pria ini"


"Kuroiki, kau bisa cari tahu tentang ini*"


mendengar itu Kuroiki mengangguk pelan


Sedangkan Mishugi ia teringat akan kejadian tadi pagi ia seakan seperti tertimpa batu karena rahasia yang ia simpan terbongkar oleh putra nya sendiri .


flashback

__ADS_1


"Nak kita hari ini ada pertemuan dengan kaisar"


Matsumoto pun memutar bola matanya malas dan berkata "ayah kau itu adalah perdana menteri kan jadi kaulah yang akan menghadiri itu, bukan aku"


mendengar itu Mishugi sangat terkejut "apa yang kau katakan nak bukankah kau ingin rencana kita berhasil"


mendengar itu matsumoto menatap sang ayah


"bukankah ayah yang berambisi ingin menjadi kan aku sebagai pengganti mu"


"nah itu kau sudah tahu, nak kau tahu adik mu sudah menjadi ratu dan ayah mau kau menjadi pengganti ayah sebagai perdana menteri"


mendengar itu Matsumoto pun menatap tajam sang ayah


"ayah salah jika aku menginginkan posisi itu, kau tahu apa yang aku inginkan"


Sang ayah pun menunggu ucapan Matsumoto


Betapa terkejutnya Mishugi mendengar keinginan sang anak


"apa kau gila haah, kau tahu adikmu saja harus bersusah payah mendapatkan posisi dan kau sekarang menginginkan posisi kaisar lalu adikmu bagaimana"


Matsumoto seakan tidak peduli dengan sang adik ia pun berkata


"aku tidak peduli akan hal itu dan lagi pula minami bukan adik kandung ku"


Saat berkata demikian tanpa mereka sadari jika harana mendengar percakapan mereka


"apa yang mereka katakan, ini, ini tidak mungkin" ucapnya pelan dan ia pun menghampiri keduanya


"apa yang kau katakan haah, apa benar jika minami bukan putri ku hiks" tanyanya sambil menangis


Mendengar itu Mishugi dan Matsumoto terkejut

__ADS_1


"i ibu" ucap Matsumoto terkejut


Sedangkan Mishugi ia lebih terkejut karena rahasia yang ia simpan selama 20 tahun terbongkar


"kenapa, hiks apa kalian akan mengelak dengan semua ini" ucapnya dengan suara meninggi .


Mishugi "istriku bukan begitu, aku tidak bermaksud menyembunyikan ini"


mendengar itu Harana tersenyum sinis


"apa kau bilang, kau tidak ingin menyembunyikan ini, lalu apa haah kau tahu anak itu sudah dewasa dan sampai dia mendengar ini apa pasti dia akan hancur hiks"


Mendengar itu Mishugi pun terdiam sedangkan matsumoto dia hanya diam bahkan tidak menunjukkan kekhawatiran sama sekali .


"sayang aku tahu ini cepat atau lambat pasti akan terbongkar maka dari itu kita menjadi kan nya ratu negeri ini agar hidupnya lebih terjamin"


Mendengar itu harana menatap tajam "apa yang kau katakan haah, jika dia bukan putri kita untuk apa kita menjadi kan anak itu sebagai ratu haah, lalu dimana anak kita yang sesungguhnya, haah di.mana dia kau. kau tidak mungkin membuangnya kan suami ku"


Mendengar itu Mishugi pun menatap tajam


"apa kau gila haah!!, mana mungkin aku membuang putriku sendiri" ucapannya marah


"lalu dimana dia hiks kau menyembunyikan putri kandung kita dimana" tanyanya dengan tidak sabaran


"dia dia sudah meninggal"


**bersambung


maaf yaa lama karena ide belum ada


vote dan like nya yaa


sampai jumpa di chapter selanjutnya**

__ADS_1


__ADS_2