Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 55


__ADS_3

Kanoko saat ini sedang memeriksa petisi kerajaan dan saat itu seseorang datang dan menunduk hormat


"yang mulia"


"hm, kau pasti membawa kabar" tanyanya tanpa melihat


"yang mulia sepertinya perdana menteri dan anak buahnya memulai melancarkan aksinya"


Mendengar itu Kanoko mengalihkan pandangannya dari surah petisi itu


"lalu, apakah mereka tetap melakukan penggelapan hasil upah rakyat lagi"


Orang itu mengangguk "maaf yang mulia saya tidak dapat melakukan apa apa" ucap orang itu ketakutan


Tiba tiba Kanoko memberikan sebuah buku


"ambil ini" sambil memberikan buku itu.


"yang mulia buku kosong?, untuk apa ini" tanya orang itu.


"kau tetap lah berpura-pura berpihak padanya"


Mendengar itu ia pun bingung kenapa yang mulia memintanya berpihak pada orang seperti Mishugi.


"yang mulia saya tidak ingin melakukannya"


Kanoko terdiam "kau harus melakukannya tuan Akihito"


"baiklah jika yang mulia sangat mempercayai saya, akan saya lakukan sesuai dengan kemampuan saya"


Kanoko mengangguk "berhati hatilah"


Akihito mengangguk dan ia pun pergi dari hadapan Kanoko


sedangkan Kuroiki "yang mulia sudah saatnya kita lakukan rencana kita, atau menunggu dari mata mata kita yang saat ini menyelidiki perdana menteri dan juga anak buahnya"


"kita akan menyerangnya secara sembunyi sembunyi terlebih dahulu, dan tugas mu terus cari tahu kelemahannya"


Akihito mengangguk, setelah itu dia pun keluar dari ruang kerja Kanoko


'Aku harus cari tahu kelemahan si tua bangka itu, tapi mungkin hanya ada satu cara, tapi bagaimana cara ku menemukan paman itu' innernya


Saat itu Nalila yang berada didepan pintu ruangan pun merasa khawatir


'yang mulia pasti saat ini banyak pikiran'


namun saat ia hendak berbalik "sayang, masuk lah"


Nalila memandang sang suami "anda sedang banyak pikiran kan"


Kanoko tersenyum lalu membawa Nalila masuk keruangan kerja nya.

__ADS_1


"disini sangat sunyi kan"


Nalila diam namun ia bisa merasakan jika tempat ini sangat sunyi dan mencengkam


"yang mulia boleh kah saya menemani anda"


"tentu sayang kau boleh menemaniku, kau tahu aku sangat mengharapkan kau datang, tapi aku yakin kau tidak menyukai tempat seperti ini"


Nalila menggeleng "tidak yang mulia, kemana pun anda berada saya akan ikut kemanapun"


Sedangkan ditempat lain Minami berada disebuah ruangan yang sangat sederhana bagaimana dia bisa ada di sana


flashback


Setelah kejadian hampir ketahuannya kuroiki minami kini dikurung sebuah ruangan


"bukaaa" teriaknya namun tidak ada yang gubrisan dari luar.


"bagaimana cara ku bisa keluar dari sini"


namun tidak lama ia mendengar sebuah percakapan


"kau dengar Si Tan pelayan dari keluarga Tachimi"


"yaa dia ditangkap karena ketahuan hendak menyakiti yang mulia permaisuri Tsuyu"


mendengar itu Minami terkejut, ia tidak percaya jika pelayan itu


"aku tidak tahu karena saat gadis itu ditangkap banyak para dayang mengerumuni istana persik"


sedangkan didalam Minami "istana persik, apa yang mulia menyiapkan khusus buat gadis pelakor itu heh"


kembali lagi diluar para penjaga pun melanjutkan ucapannya "kau tahu permaisuri yang sekarang beda sama yang dulu"


"iya, kau benar permaisuri yang sekarang sangat baik teman ku bilang beliau itu menganggap semua yang ada di istana adalah keluarnya, beda dengan yang dulu sombong arogan hih bahkan aku saja malas melihat nya tapi permaisuri Tsuyu dia itu sangat cantik dan juga baik"


mendengar pujian itu Minami pun meradang


"kalian hanya terkecoh dengan wajahnya, aku lah yang pantas menjadi permaisuri kegelapan" teriak gadis itu


para penjaga yang mendengar itu pun tertawa


"hahahaha kau itu tidak waras yaa, perempuan seperti mu menjadi permaisuri yang mulia kaisar eh nona sepertinya benar apa yang dikatakan tuan muda kami kalau kau itu memang gadis tidak waras"


Mendengar dia dikatakan tidak waras minami tidak terima ia pun menggedor pintu itu


"apa yang kau katakan haah!!! aku bukan orang gila!!"


Mendengar itu para penjaga semakin tertawa


"memang ada orang gila mau mengaku dirinya gila haah"

__ADS_1


Saat itu Kuroiki lewat bersama dengan sang istri "ada apa ini"


mendengar itu para penjaga yang tadinya tertawa pun berhenti dan langsung menunduk


"apa yang kalian tertawakan" tanyanya lagi


"tuan gadis yang ada didalam itu berteriak teriak bahwa dirinya adalah permaisuri yang sesungguhnya kaisar kanoko, padahal yang mulia kaisar sendiri jika hanya permaisuri Tsuyu lah istri yang sesungguhnya"


mendengar itu Kuroiki mengangguk


"kalian benar, permaisuri Tsuyu adalah permaisuri yang paling cocok menjadi ibu negara ini"


mendengar itu Minami terkejut "i ini seperti suara laki laki yang waktu itu menolong ku, tapi kenapa dia seperti mendukung kaisar" ucapnya pelan namun tidak lama terdengar


"tuan muda siapa yang membawanya kemari, kenapa kita tidak menyerahkan nya pada perdana menteri Mishugi"


Kuroiki menyeringai tanpa menjawab saat itu Minami yang berada didalam mencoba menggedor pintu itu lagi


"tuan tuan tolong keluarkan aku dari sini"


mendengar itu Lenting yang dari tadi diam pun mulai bersuara


"heh teriak lah sekencang mungkin, sampai suara mu habis sekali pun tidak akan ada yang menolong mu"


Mendengar itu Minami terkejut


"kau, berani sekali kau, lihat saja jika orang itu datang kalian semua akan habis dan aku yakin kalian semua akan bersujud dikaki ku karena aku yang akan menjadi ratu yang sesungguhnya"


Mendengar itu Lenting tertawa remeh


"ratu yang sesungguhnya, oh jadi itu yang kau inginkan selama ini, jadi benar kau itu tidak mencintai yang mulia Kanoko tapi kau itu menginginkan kekuasaan heh pantas saja yang mulia tidak pernah menyukai mu"


"tidak itu tidak benar, aku mencintai yang mulia"


Lenting "heh, kau itu gadis bermuka dua kau bisa saja berwajah polos didepan kaisar yosaka tapi tidak bisa didepan yang mulia kaisar kanoko"


Lenting "penjaga jangan biarkan wanita gila ini keluar dari tempat itu dan ingat apa pun yang kalian dengar tidak perlu digubris, biarkan dia merasakan apa yang kita rasakan dahulu"


setelah mengatakan itu Lenting pun pergi


flashback end


Dan saat ini Minami sedang berharap pada laki laki yang menolong nya waktu itu


"kapan dia datang ke tempat busuk ini, heh orang yang ku kirim untuk menggagalkan pernikahan kaisar dengan gadis rendahan itu gagal, dasar tidak berguna" ucapnya kesal .


sedangkan para penjaga yang ada disana menggeleng kepala dan berfikir


'gadis ini benar benar tidak waras'


bersambung

__ADS_1


__ADS_2