
Keesokan paginya harana bersiap menuju keistana untuk memastikan keadaan putrinya
"harana kau mau pergi ke istana dalam keadaan kacau seperti ini" tanya Mishugi
Harana pun menatap suaminya "apa kau tidak khawatir dengan putri mu"
Mishugi menatap tajam harana "kau masih mempercayai tahayul itu"
"tentu saja, aku harus memastikan putri ku baik baik saja"
Sedangkan di istana Minami palsu pun sudah bersiap dengan pakaian kerajaan karena ia merasa jika ibu dari gadis Tachimi ini akan datang.
flashback
Saat ini shira berada didapur kerajaan dan disana juga ada Liana
"apa yang kau fikirkan Shira"
sedangkan gadis itu menggeleng,namun sahabatnya ini tahu jika pasti ada sesuatu pada shira.
saat itu seorang dayang dari istana utama datang "shira, cepat ganti pakaian mu kau tahu nyonya Harana akan segera berkunjung"
setelah mengatakan itu pelayan istana pun pergi
"Chita bisakah kau membantuku"
Chita mengangguk dan segera menuju Istana salju tempat dimana Minami dahulu tinggal
...kediaman permaisuri kyun...
sesampainya kekediaman kyun shira pun. dengan cepat ia pun berganti pakaian
"aku bantu yaa" dan diangguki shira
"kau kali ini harus bisa menyakinkan perempuan tua itu"
Shira mengangguk "kau tenang saja"
setelah berdandan kini shira pun siap untuk menemui Harana.
saat itu Kanoko dan Nalila juga sudah mengetahui ini
"yang mulia, apakah tidak apa terus membohongi mereka, kau pasti tahu jika ini akan membuat dia akan menanggung ini"
Mendengar itu Kanoko tahu namun untuk saat ini inilah yang terbaik
penampilan Shira sangat cantik dan kini ia sedang duduk ditempatnya sambil meminum tehnya
flashback end
Saat itu di luar kediaman Harana datang
"beri tahu yang mulia kalau ibunya datang" sang dayang pun mengangguk
__ADS_1
Dan ia pun langsung memberi tahu Minami palsu atau shira
"yang mulia ibu anda berkunjung"
Mendengar itu sang permaisuri pun langsung berdiri "suruh beliau masuk"
Saat itu dayang itu pun langsung mempersilahkan masuk dan Harana langsung masuk
"putri ku kau" sambil menatap sang anak
"kau tidak apa apa kan, apakah kau terluka"
Mendengar pertanyaan itu shira atau Minami palsu itu bingung namun ia berusaha untuk tidak memperlihatkannya
"apa yang ibu katakan, aku baik baik saja"
Mendengar itu Harana tersenyum lega
"syukurlah kalau kau baik baik saja"
Minami "mari bu kita minum bersama" dan mereka pun duduk
"dayang tolong bawakan teh dan juga camilan"
Dayang itu mengangguk "baik yang mulia"
Sedangkan dikediaman istana persik Kanoko dan Nalila mengawasi shira dengan menggunakan cermin ajaib
"saya tidak tahu jika anda memiliki cermin ajaib" ucapnya kagum
Nalila pun terkejut mendengar pertanyaan sang suami "yaa saya menyukainya yang mulia, tapi kenapa anda menanyakan saya suka atau tidak" heran
Kanoko pun menutup kembali cermin itu dengan kekuatannya "karena kau menyukainya aku ingin memberikannya padamu"
Mendengar itu lila pun terkejut dan langsung berkata"tidak tidak, aku tidak mau yang mulia" tolaknya
Kanoko langsung menatap "kenapa kau langsung menolaknya"
Nalila "saya rasa, saya tidak pantas, menerima cermin sahabat itu, saya ini manusia"
Kanoko menggeleng "kau bukan lagi manusia, sayang, kau sama seperti ku makhluk abadi"
mendengar itu nalila terkejut
"apa maksud mu jika aku bukan manusia"
Kanoko pun menariknya agar mendekat kearahnya "apa kau tidak menyadari sesuatu lila"
Nalila semakin bingung "menyadari apa suamiku"
"kalau kau adalah pelindung negeri ini" ucap Kanoko
"itu tidak mungkin yang mulia" ucapnya tidak percaya
Kanoko "kau masih tidak percaya"
nalila menggeleng "bukan begitu yang mulia" belum juga selesai Nalila berbicara tiba tiba cermin itu bercahaya
__ADS_1
"yang mulia itu cerminnya bersinar" ucapnya terkejut
Mendengar itu Kanoko pun langsung menatap dan disana terlihat shira sedang bercengkrama dengan harana.
"ibu tidak perlu khawatir, aku baik baik saja"
mendengar itu harana menatap kearah sang anak "kau pasti sangat tertekan sayang, lihat lah dirimu sangat kurus"
mendengar itu diam diam Shira menyeringai
heh, kau tidak tahu saja jika putri mu yang asli kini lebih mengenaskan ketimbang diriku, heh aku ingin tahu rencana yang ingin dibicarakan oleh perempuan tua ini'
"sayang ibu, akan melakukan sesuatu agar yang mulia berbalik menyayangi mu"
"apa maksud ibu, mina tidak mengerti"
harana terkejut "bukankah kau mengharapkan kasih sayang dari yang mulia"
mendengar itu Minami pun menunduk
"iya bu, tapi aku sudah berusaha, tapi aku tetap kalah dengan selir Tsuyu itu"
Saat itu Kanoko pun menatap tajam kearah shira dan ia pun
'ingat akan tujuan kita shira'
mendengar itu shira pun mengangguk
'baik yang mulia'
Saat itu Harana yang melihat putrinya diam termenung "sayang" panggilnya
namun tidak ada jawaban dari gadis itu, ia pun berinisiatif menepuk pundak
"yang mulia, aku tahu apa yang kau fikirkan, maka dari itu kau harus bisa menyingkirkan selir rendahan itu"
mendengar itu shira terkejut 'apa, menyingkirkan permaisuri Tsuyu, dasar tidak tahu diri, aku yakin yang mulia kaisar mendengar ucapan dari wanita tidak tahu diri ini'
sedangkan Kanoko yang mendengar itu pun tanpa sadar mencengkeram tangan nya
"dia, berani sekali merencanakan itu!!" ucapnya tajam
Nalila pun yang melihat kemarahan sang suami pun mendekat
"yang mulia tenang lah, saya akan selalu berhati-hati dan lagi pula shira bukan Minami, jadi dia masih berpihak pada kita"
Kanoko pun memejamkan matanya untuk meredam emosinya yang hampir memuncak
"kau tahu istana ini penuh dengan tipu muslihat, bisa saja yang selama ini kau anggap teman bisa saja menusuk mu dari belakang"
mendengar itu Nalila menunduk "yang mulia, saya tidak tahu, saya tidak mengerti akan hal ini"
Kanoko mengelus pucuk kepalanya dan kembali berkata
"sayang aku tahu kau orang yang sangat baik, namun kau juga harus berhati-hati bisa saja shira terhasut oleh Harana"
bersambung
__ADS_1