
Kanoko terus menatap sang permaisuri dan ia melangkah dengan perlahan sedangkan Nalila tidak menyadarinya
Namun para dayang yang ada disana pun langsung menunduk hormat, dan saat itu chita ingin memberi tahu namun dihentikan olehnya.
"chita, apa tidak apa apa jika aku ikut dalam membantu yang mulia"
Saat itulah Kanoko langsung menyeletuk
"kau sudah membantu ku permaisuri"
Mendengar itu Nalila pun berdiri dan langsung memberi hormat
"yang mulia maaf saya tidak tahu jika anda ada disini"
Mendengar ucapan dari Nalila, Kanoko tersenyum "sejak kapan anda disini" tanya nya lagi
Kanoko "sejak kau bilang kalau kau mengkhawatirkan ku"
Para pelayan pun langsung meninggalkan mereka berdua, sedangkan Nalila menatap bingung
"loh kalian mau kemana" namun chita dan lain hanya menunduk dan pergi sambil tersenyum tidak jelas.
"kenapa mereka pergi" tanya Nalila bingung
Kanoko pun membawa Nalila untuk berjalan jalan "aku tahu kekhawatiran mu sayang, kau takut jika aku gagal kan"
Nalila menunduk, Kanoko mengelus kepalanya
"kau tenang saja kita pasti bisa melaluinya"
Saat itu mereka berdua menikmati pagi bersama sedangkan para dayang saling bergosip
"benar kan kalau mereka itu pasangan sejati"
para dayang lain menyetujui itu
"Tapi selama tuan perdana menteri dan juga nyonya harana itu masih disini aku yakin kebersamaan mereka pasti akan diganggu oleh mereka"
Mendengar ucapan dari Chita para dayang pun khawatir "kau benar Chita, tapi yang mulia akan melindungi permaisuri kita dengan sekuat tenaga"
__ADS_1
Saat ini harana sedang berada di kediamannya namun sepertinya ada yang dia fikirkan
"aku rasa ada yang janggal dengan yang mulia"
Saat itu seorang pelayan datang membawa sebuah nampan
"nyonya apa yang anda fikirkan" saat itu Harana tersentak
"tidak ada, oh iya kau bisa minta salah satu pelayan untuk mengawasi putriku"
mendengar itu sang pelayan pun heran
"mengapa anda meminta mengawasi yang mulia permaisuri"
Harana terkejut dan langsung menggeleng
"aku hanya khawatir dengan keadaan beliau"
Harana menatap pelayan itu "kau tahu beliau selalu sendirian bahkan saat ini ada saingan karena yang mulia kaisar mengangkat seorang selir rendahan"
Tidak lama seorang pria tampan datang
"ibu" panggilnya dengan bahagia
"nak apa kau sudah menemui yang mulia permaisuri Kyun"
Mendengar itu Matsumoto menepuk jidatnya
"astaga ibu aku lupa"
Harana menggeleng "nak kau tahu kan, kau mendapatkan posisi ini semua karena adik mu"
Mendengar itu Matsumoto memutar bola matanya malas
"ibu, adikku itu masuk ke istana atas usaha kalian berdua dan aku mendapatkan kedudukan ini karena aku sudah mendapatkan kepercayaan yang mulia kaisar"
Saat itu Mishugi pulang dan disambut oleh sang istri
"suamiku kau sudah pulang"
__ADS_1
Mendengar itu Mishugi memutar bola matanya malas
"kau tidak perlu sok perhatian" setelah mengatakan itu Mishugi pun langsung masuk ke dalam
Mendengar ucapan datar dari suaminya harana terkejut "kenapa dia, apa dia sedang banyak pikiran, tidak biasanya dia bersikap seperti ini pada ku" ucapnya pelan
Sedangkan matsumoto seakan tidak peduli ia pun langsung pergi begitu saja.
"anak itu kenapa selalu bersikap seperti itu"
Dilain tempat seorang pria dengan pakaian kumuh sedang duduk disebuah pertokoan
"ternyata ini dunia manusia" setelah mengatakan itu tiba tiba seseorang menghampirinya
"anda sedang menunggu siapa" tanya orang itu
Orang berbaju kumuh itu menatap si penanya itu dengan pandangan curiga, namun tidak lama ia mengeluarkan sebuah lukisan
"apa kau pernah melihat orang seperti yang ada dilukisan ini"
Orang itu menatap dengan seksama, namun tidak lama ia menggeleng
"maaf tuan saya tidak pernah melihat orang yang ada dilukisan itu"
Orang kumuh itu tersenyum "yaa sudah kalau begitu" sambil menyimpan kertas lukisan itu kedalam kelepek bajunya
Saat itu ia hendak beranjak namun "tuan tunggu anda mau kemana"
Orang itu menjawab "saya harus mencari orang itu sampai dapat"
manusia itu merasa jika orang itu tidak memiliki tempat tinggal "tuan saya akan membantu anda mencari, tapi lebih baik anda ikut dengan saya"
mendengar itu orang berpakaian kumuh itu curiga namun si manusia itu dengan cepat berkata "tenang saya bukan orang jahat, saya tulus akan membantu anda"
Orang kumuh itu menggeleng "tidak bukan itu saya hanya merasa tidak enak telah menyulitkan anda"
Manusia itu menggeleng "tidak tuan saya ikhlas menolong anda, ayo ikut saya"
orang itu meminta pria kumuh itu ikut bersamanya
__ADS_1
'aku tidak menyangka ternyata didunia yang kejam ini masih ada manusia yang baik hatinya'
bersambung