
Lanjutan flashback
matsumoto terus berlari sampai ia menabrak
seseorang
bruukk
"maaf maaf aku..." ucapannya terputus saat tahu siapa yang ia tabrak
"ayah"
"kau, kenapa bisa ada di sini, seharusnya kau ada ditempat putra mahkota"
Matsumoto menghela nafas lega saat tahu yang ia tabrak adalah ayahnya
"ayah aku hampir ketahuan"
Mendengar itu Mishugi mengerinyit
"apa yang kau lakukan putra ku"
mendengar pertanyaan itu Matsumoto "aku tadi keruang perpustakaan untuk mencari tahu informasi tentang kerajaan, namun saat sudah sampai disana ada seseorang memergokiku"
Mishugi menatap tajam putranya
"itulah kebodohan mu, ayah sudah bilang jangan terburu-buru kau harus menjadi kepercayaan yang mulia putra mahkota terlebih dahulu, setelah itu baru kita cari kelemahannya"
mendengar itu Matsumoto mengangguk,
sedangkan yosaka sangat bahagia karena putranya akan menjadi seorang calon kaisar
Sang ayah raja kedua pun juga senang dan tidak berhenti hentinya memuji sang cucu.
"kau telah memberikan seorang cucu yang sangat tampan permaisuri Ayaka, kau tahu ayah sangat bangga dengan adanya Kanoko,kelak kerajaan kegelapan adalah kerajaan paling besar di dunia sihir"
Mendengar itu Yosaka dan Ayaka tersenyum
"ayahanda terlalu memuji, putra saya masih perlu belajar dari kakeknya, bukan begitu Kanoko sayang"
Kanoko mengangguk "iya kek saya masih membutuhkan bantuan kakek untuk menjadi raja yang baik"
Raja kedua tersenyum "cucuku apa lagi yang harus ku ajarkan lagi padamu, kau sudah menguasai semuanya yang ku ajarkan bahkan kau telah melampaui ayahmu itu"
Kanoko menggeleng "itu tidak benar kakek saya masih di bawah ayahanda dan juga kakek" ucap nya merendah
"jadi saya mohon untuk terus bimbing saya"
Mendengar itu raja kedua dan Yosaka saling pandang dan pada akhirnya sang kakek mengangguk
Keesokan harinya adalah acara ulang tahun sekaligus pengukuhan Kanoko sebagai calon kaisar masa depan .
Dan disana banyak sekali pelayan wanita cantik sedang menunggu untuk dipilih sebagai pelayan pribadi namun
"yang mulia apakah dari mereka ada yang anda pilih untuk menjadi pelayan pribadi anda"
Kanoko menatap para gadis itu dengan datar saat itu ada seorang gadis cantik menatapnya penuh kekaguman
"yang mulia saya Minami Tachimi " ucapnya lembut
Mendengar itu Kanoko hanya diam acuh namun "lalu apa peduliku, apakah aku tadi bertanya siapa kau"
Mendengar itu Minami terdiam sedangkan para gadis tertawa melihat Minami dipermalukan
"lihat dia sok kecantikan sih ternyata yang mulia tidak menatapnya sama sekali"
para gadis pun tertawa dan mengiyakan, sedangkan Minami malu luar biasa.
Saat itu seorang langsung menunduk ke arah Kanoko
"bagaimana yang mulia apakah dari mereka"
Kanoko menjawab dengan tegas "tidak ada suruh mereka keluar semua"
Mendengar itu para gadis yang ada di kediaman itu terkejut dan ada yang tidak percaya.
"suruh mereka keluar dari sini"
Mendengar itu orang itu pun menyuruh para gadis itu keluar
"kalian semua keluar" ucap pelayan itu
"tapi apa alasannya yang mulia tidak memilih kami"
pelayan itu pun menatap gadis yang berani mendebatnya itu.
"nona" sambil menatap gadis itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"siapa kau berani sekali dengan ku haah!!, apa kau putri bangsawan" mendengar ucapan dari orang itu gadis itu menunduk takut
"dengar ini, jika yang mulia tidak memilih kalian berarti kalian bukan yang di inginkan oleh putra mahkota"
"jadi, silahkan pergi dari tempat ini"
__ADS_1
Mau tidak mau para gadis itu pun keluar dari kediaman sang putra mahkota namun masih ada satu orang yang masih bertahan disana
pelayan itu menatap gadis itu sambil bersedekap dada
"nona apa kau tidak dengar apa yang mulia katakan"
gadis itu menatap tajam, "apa kau tidak tahu siapa aku"
Mendengar ucapan berani dari gadis itu pelayan itu pun menghampirinya
"siapa kah kau gadis sombong"
Mendengar itu Minami menatap tajam
"heh, kau bilang aku gadis sombong, dengar aku ini adalah putri dari klan terkemuka"
mendengar itu si pelayan terkejut "oh kau itu putri Minami"
Minami mengangguk dan pelayan itu langsung berlutut
"maaf maafkan aku, aku tidak tahu jika anda adalah putri perdana menteri"
Mendengar itu Minami pun langsung pergi begitu saja sedangkan pelayan itu masih menunduk
"dasar rendahan" setelah mengatakan itu Minami pergi begitu saja
Sedangkan dikediaman Tachimi Matsumoto sedang bersiap siap dengan baju prajuritnya
"ingat ini nak kau harus bisa membuat putra mahkota bersimpati padamu dengan begitu kau akan mendapatkan kepercayaan"
Mendengar itu Matsumoto mengangguk dan setelah itu ia pun pergi menuju istana saat ia melihat sebuah tandu yang ternyata didalam nya ada sang adik
saat tandu diturunkan Minami keluar dan langsung memeluk sang kakak
"kakak" Minami memeluk sang kakak
"adikku" Matsumoto membalas pelukan sang adik
"bagaimana rasanya berada di istana" tanya sang kakak
Mendengar itu Minami melepasliarkan pelukan sang kakak
"heh, aku sebal sekali dengan sikap yang mulia"
Matsumoto "memangnya apa yang dilakukan oleh putra mahkota"
Minami menjawab dengan kesal "dia menolak seluruh wanita yang disediakan oleh kerajaan"
"kakak tahu dia berkata kalau dia tidak butuh pelayan wanita"
'ada yang aneh, tidak mungkin yang mulia menolak wanita wanita cantik itu, pasti ada sesuatu'
Saat itu Minami melanjutkan ucapannya
"dan aku semakin kesal dengan sikap pelayan putra mahkota"
Mendengar kata pelayan ia teringat orang yang memergokinya semalam
"pelayan"
Minami mengangguk "kau tahu pelayan itu sangat sombong dan saat dia tahu siapa aku barulah aku bisa membungkam mulutnya itu"
Matsumoto "memangnya apa yang dia katakan padamu"
"dia menghinaku dan mengatakan jika aku adalah gadis yang sombong padahal kak dia itu yang sombong baru pelayan saja belagu"
mendengar itu Matsumoto semakin ingin membungkam mulut yang berani menghina adik tersayang nya
"sudah kau tenang saja, aku yakin suatu saat nanti putra mahkota akan menjadi milikmu"
mendengar ucapan sang kakak Minami terkejut sekaligus senang
"benarkah kakak, Kanoko eh maksudku putra mahkota akan menjadi milikku"
Matsumoto mengangguk
"tapi kak aku harus bisa masuk ke dalam istana baru bisa mendapatkan yang mulia"
Mendengar itu Matsumoto membenarkan ucapan sang adik
"kau percaya pada kakak kan" tanyanya
Minami mengangguk
"kalau begitu masuk lah kedalam ibu dan ayah menunggu mu"
Sedangkan di istana saat ini raja kedua bersama fukasa menteri biro kehakiman mereka sedang berbincang bincang
"ku dengar istri mu sedang mengandung"
Fukasa mengangguk "benar yang mulia istri saya memang sedang hamil"
Mendengar itu ayaka yang kebetulan berkunjung pun terkejut dan tersenyum
__ADS_1
Saat itu yosaka yang melihat sang istri ada dikediaman sang ayah menghampiri
"kenapa kau berada disini permaisuri ku, apakah didalam ayah ada tamu"
Ayaka langsung menunduk "suami ku kau juga kemari"
yosaka menjawab "aku sedang berjalan jalan dan melihat mu ada disini, apa yang kau lakukan, mengapa kau tidak masuk ke dalam dan kenapa wajahmu begitu bahagia "
Ayaka tersenyum "yang mulia anda tahu apa yang ku dengar kalau kazani sedang mengandung"
Mendengar itu Yosaka mengerinyit
"kazani istri Fukasa, hamil" memastikan
"iya yang mulia, aku berencana jika anak dari kazani perempuan maka dia lah yang akan menjadi pendamping putra kita"
Yosaka menatap sang istri "tapi istri ku anak itu belum lahir, bagaimana kita bisa tahu kalau dia itu perempuan"
Mendengar itu Ayaka tersenyum "apa kau meremehkan kemampuan ku"
Yosaka menggeleng "tidak aku tidak berkata seperti itu sayang hanya saja kau dapat kabar ini dari mana"
Ayaka "aku tanpa sengaja mendengar pembicaraan ayah dengan tuan fukasa"
Yosaka langsung membawa istrinya masuk ke dalam dan "selamat untuk mu tuan fukasa" tiba tiba
Dan sontak saja membuat Fukasa langsung berdiri
"yang mulia Kaisar, yang mulia permaisuri"
keduanya mengangguk
"tuan Fukasa anda duduk lah"
.
"ternyata ada permaisuri Ayaka, ayo kemari lah menantuku"
fukasa "jadi anda sudah tahu kalau istri saya sedang mengandung"
Yosaka "bukan aku yang tahu tapi permaisuri ku sudah mengetahuinya"
Ayaka " tuan tolong jaga istri anda dengan baik"
Tak jauh dari tempat itu Mishugi mencengkram tangannya karena dari ia mendengar pembicaraan kaisar dan permaisuri
"tidak akan ku biarkan putra mahkota bersanding dengan anak rendahan itu, mereka harus aku singkirkan"
Setelah mengatakan itu Mishugi pun pergi
Kembali ke tempat kediaman raja kedua
"yang mulia kalau begitu saya undur diri"
raja kedua mengangguk dan saat itu fusaka pergi tersisa lah raja kedua raja yosaka dan permaisuri
Mereka pun masuk kedalam dan duduk bersama
"ayaka ayahanda ingin bertanya padamu"
Ayaka "silahkan ayah"
Raja kedua "apa kau sudah tahu jenis kelamin bayi yang dikandung istri Fukasa"
Ayaka mengangguk "sudah ayah" dan sontak membuat kedua pria itu menatap terkejut
Yosaka "kau tidak mengatakannya tadi"
ayaka tersenyum lalu raja kedua kembali bertanya "apa benar jika bayi yang dikandung kazani adalah perempuan"
"benar ayahanda"
raja kedua "jadi kau berencana menjodohkan putra mu dengan anak yang belum lahir"
Ayaka mengangguk
"nak dia belum lahir, di kerajaan kita masih ada wanita cantik untuk putra mahkota"
Ayaka menunduk "saya mengerti ayah tapi saya sebagai seorang ibu, saya berusaha mengerti perasaan putra saya"
Mendengar itu Yosaka mengerti, "aku tahu apa yang kau fikirkan istri ku, baiklah kita akan menunggu anak itu lahir"
Mendengar itu Ayaka sangat senang sedangkan raja kedua
"putraku apa yang kau katakan apakah kalian ingin menunggu anak yang belum lahir itu,dan kau mendukung nya"
Yosaka menjawab "yaa ayah, aku percaya pada istri ku, apa ayah lupa siapa istri ku"
Raja kedua terdiam ia tahu siapa ayaka sebenarnya "terserah kalian"
Sedangkan saat ini sangat bahagia ia pun kini beranjak menuju kediamannya namun saat di pertengahan jalan ia bertemu dengan seorang
"kau disini rupanya"
__ADS_1
**bersambung
vote dan komentarnya yaa🤗🤗🤗**