Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
chapter 49


__ADS_3

Setelah menemui kaisar, Mishugi merasa ada yang disembunyikan oleh Kanoko saat itu .


"suamiku aku sangat kasihan dengan yang mulia permaisuri, kau tahu putri kita tidak pernah mendapatkan perhatian pada yang mulia dan sekarang hatinya terluka kerena yang mulia ternyata mengangkat seorang selir dari keluarga rendahan"


mendengar itu Mishugi jadi teringat ucapan sang anak yang menangis karena tersakiti oleh sang kaisar.


"kau benar istri ku, tapi siapa yang berani menentang keinginan kaisar"


Mishugi "kita harus cari tahu siapa gadis yang dijadikan isteri kaisar"


"yaa kau benar suamiku dengan begitu kita dengan mudah menjatuhkan gadis itu dan membuatnya diusir dari istana"


Tanpa mereka tahu kalau seseorang mendengar percakapan itu


orang itu 'Coba saja kau ingin mengusir. yang mulia permaisuri, maka putrimu lah yang akan menerima itu penderita' merasa informasi yang ia dengar sudah cukup ia pun pergi dari kediaman Tachimi.


Seseorang berjubah hitam sedang berdiri


"kenapa lama sekali, apa dia ketahuan" khawatir


Tidak lama kemudian orang yang ia tunggu pun datang "bagaimana, apa yang kau dapat"


Orang itu menunduk "tuan Mishugi berencana ingin mencari tahu tentang yang mulia permaisuri Tsuyu, dan dia ingin mencari kelemahan beliau dengan begitu Mishugi dapat mengusir yang mulia dari istana"


"apa hanya itu, mungkin saja Mishugi membuka kartu utamanya" tanya jubah hitam


"Tidak semudah itu tuan, kecuali pelayan Misaki itu kita muncul kan barulah dia akan menunjukkan taringnya atau" ucapan orang itu terhenti


"atau apa"


"atau putri kesayangannya itu lah yang harus kita gunakan"


Orang berjubah hitam itu berfikir sejenak tidak lama orang itu menyeringai


"Aku bisa saja melakukan itu pada si putri Tachimi, tapi aku akan melakukan secara perlahan"


Ditempat lain yang jauh Yosaka dan sang istri menikmati kebersamaan mereka disebuah tempat


Oh iya mereka berada didunia manusia karena mereka mendapatkan informasi jika dunia manusia yang dulu mereka pikir kejam ternyata baik karena Yosaka mendengar informasi dari seseorang.


flashback


"ku dengar yang mulia Kaisar Kanoko mengangkat seorang selir"


"benar, kau tahu gadis itu sangat cantik, bahkan permaisuri kyun saja kalah cantik dengan selir Tsuyu"


Saat itu yosaka yang mendengar berucap


"apa yang kau katakan itu benar, kalau kaisar mengangkat seorang selir"


Orang orang yang ada disana terkejut


"yang mulia" ucap mereka serempak


"apa benar yang mulia kaisar muda mengangkat seorang selir" tanyanya lagi.


"itu benar yang mulia" ucap salah satu pelayan pria


"tapi kenapa putra kita tidak mengundang kita suamiku" tanya Ayaka


Yosaka "entahlah sayang apa mungkin putra kita masih marah"


Mendengar itu sang istri pun menunduk


"seharusnya kita membiarkan dia memilih calon pendamping nya sendiri"


Yosaka "kau benar sayang, gara gara egoku aku hampir kehilangan putra kita, tapi lebih baik biarkan dia mengangkat seorang selir itu, dengan begitu dengan adanya gadis itu bisa merubah sifat dingin putra kita"


Pelayan itu pun berkata lagi


"tapi yang saya dengar jika selir Tsuyu berasal dari dunia manusia"


Mendengar itu pandangan Yosaka menajam


"Apa yang kau katakan dari dunia manusia"


Pelayan itu menunduk "jadi gadis itu adalah manusia, bagaimana bisa Kanoko menikahi seorang manusia" tidak percaya


pelayan "maaf yang mulia kalau saya. lancang tapi tidak semua manusia sana jahat, ada juga yang baik, contoh nya yang mulia selir Tsuyu"


Yosaka membuang muka sambil berkata


"bisa saja dia hanya sok baik dihadapan putra ku"

__ADS_1


"benarkah ayahanda" tiba tiba seorang pria datang dan menyela pembicaraan sang ayah


"Daiko kau kenapa bisa ada disini bukankah kau harus membantu adikmu" ucap sang ibu


Daiko menghampiri sang ibu


"bunda apa kau ingin Kanoko bahagia" tanya sang putra


Ayaka mengangguk "tentu saja sayang, ibu mana tidak ingin anaknya bahagia pasti seorang ibu menginginkan anaknya bahagia"


Daiko "jika begitu biarkan Kanoko bahagia bu aku sangat yakin putri Nalila bisa membuat bahagia adikku"


Yosaka "apa katamu gadis itu bisa membuat nya bahagia"


Daiko "iya ayahanda saya melihat sendiri bagaimana yang mulia Kanoko sangat bahagia"


Yosaka terdiam Daiko melanjutkan ucapannya


"jika kalian masih tidak percaya," sambil mengeluarkan sebuah cahaya dan mereka bertiga melihat seorang pria dan seorang gadis cantik tertawa bersama dan disana juga ada seorang anak kecil ditengah mereka.


Tidak lama cahaya itu menghilang dan yosaka maupun Ayaka kembali ketempat mereka semula.


"aku tidak pernah melihat Kanoko sebahagia itu suamiku dan gadis sangat cantik dan penuh kelembutan" puji Ayaka


Yosaka setuju dengan ucapan istrinya


"kau benar istri ku tapi jika kita ingin tahu yang sebenarnya kita harus ke istana"


Mendengar itu Ayaka mengangguk "tapi bagaimana kita bisa masuk ke dalam istana suamiku kita tidak memiliki hak masuk ke sana"


Mereka pun menyamar sebagai sepasang suami istri tua renta dan mereka pun menghilang dari istana peristirahatan


"aku yakin ayahanda dan Ibunda pasti dapat melihat yang mana yang tulus yang mana yang tidak" ucap Daiko


Setelah mengatakan itu ia pun menghilang.


Tidak lama kedua orang itu pun sampai di gerbang istana kegelapan dan disana terdapat beberapa orang penjaga


"anda cari siapa" ucap salah satu penjaga


"kami hanya ingin beristirahat sebentar tuan"


Saat itu seorang wanita cantik bersama para dayang sedang berjalan jalan


Nalila tersenyum, namun tatapan teralihkan saat melihat sepasang suami istri tua sedang berdiri didepan gerbang istana


ia pun langsung menghampiri kedua orang tua itu, para dayang yang melihat Nalila keluar langsung mengejarnya


"yang mulia anda mau kemana" teriak para dayang


dan Nalila sampai didepan gerbang dan itu membuat para penjaga terkejut


"yang mulia" menunduk hormat


"tuan, kenapa kau membiarkan mereka diluar" ucap Nalila "tolong buka gerbangnya"


"tapi yang mulia mereka orang asing dan yang mulia kaisar melarang kami untuk membuka gerbang untuk orang asing" ucap penjaga


Nalila "tuan apakah anda tidak lihat mereka sangat kelelahan"


Mau tidak mau prajurit yang menjaga pun membuka gerbang


"nenek kakek mari masuk" kedua orang tua itu pun mengangguk


"terimakasih cucuku" ucap perempuan tua itu


"suamiku kau lihat ini kan istana kegelapan itu kan"


"kau benar istri ku, bukankah kerajaan ini begitu suram kan tapi lihat lah ternyata saat kita melihat yang sesungguhnya ternyata sangat indah"


"kakek nenek silahkan masuk" ucapnya lembut


"em cucuku apakah kami tidak merepotkan mu dan bagaimana jika permaisuri atau yang mulia kaisar tahu kau pasti akan dimarahi" ucap sang kakek.


Nalila menggeleng "kakek tenang saja, yang mulia kaisar dan permaisuri tidak akan marah kek, beliau pasti akan melakukan hal yang sama"


Yosaka dan ayaka saling pandang


'apakah gadis ini adalah selir Kanoko putra kita'


Yosaka mengangguk


Tidak lama Kanoko pun datang dan mengerinyit, saat itu ia datang bersama pengawalnya

__ADS_1


"yang mulia itu bukankah permaisuri Tsuyu"


Mendengar nama sang istri Kanoko pun terkejut dan langsung menatap kearah depan dan benar saja


"permaisuri ku" panggilnya


Mendengar panggilan itu Nalila menatap dengan pandangan terkejut terlebih lagi Ayaka dan Yosaka mereka juga sangat terkejut


"permaisuri?, lalu dimana Minami" bisik mereka berdua


Nalila "yang mulia"


"apa yang kau lakukan sayang, dan siapa mereka.." ucapannya terhenti saat melihat kearah kedua sepasang suami istri itu.


'ayahanda dan ibunda ada disini, kenapa'


Yosaka menatap sang anak dengan pandangan bertanya


'Apakah dia gadis selir mu itu'


Kanoko mengerinyit 'selir, oh pasti kabar ini sudah sampai ke telinganya" heh hebat juga'


'jawab pertanyaan ku putraku apa benar jika gadis itu selir mu'


Mereka berbicara menggunakan batin sehingga tidak menimbulkan kecurigaan namun lain halnya dengan Nalila dia menatap sejak tadi suaminya saling bertatap muka dengan kedua orang tua itu.


"yang mulia maafkan aku, tidak izin terlebih dahulu kala aku membawa masuk mereka"


Kanoko mengerinyit "apa maksudmu sayang"


"aku tidak minta izin terlebih dahulu membawa mereka masuk, karena saat itu aku sedang berjalan jalan tiba tiba seorang penjaga berbicara dengan mereka saat itu aku mendengar mereka hendak beristirahat" ucapan Nalila terputus saat.


"tapi mereka menyuruh kami untuk pergi" tunjuk sang kakek pada para pengawal


mereka yang tunjuk pun menunduk


"yang mulia anda jangan salah faham bukankah anda sendiri meminta kami untuk tidak menerima orang asing"


Kanoko menatap kedua orang tuanya yang sedang menyamar dengan pandangan biasa


"kau benar, tapi jika mereka tidak berbahaya, kenapa tidak kau beri izin mereka sampai sampai istri ku turun tangan untuk membawa mereka untuk masuk"


"yang mulia kami tidak bermaksud begitu kami..." ucapan para penjaga terputus


"sudah sudah lah yang mulia, lagi pula mereka tidak apa dan yang mulia bolehkan mereka istirahat disini"


Kanoko terdiam sambil menatap kedua orang tuanya


"baiklah sayang, tapi jika mereka sampai membuat mu dalam..." ucapan Kanoko terputus saat "suamiku kau tenang saja mereka tidak mungkin menyakitiku"


Kanoko mengangguk. saat itu Ayaka langsung menghampiri Nalila


"kau cantik sekali cucuku, kau tahu aku ingin sekali memiliki cucu seperti mu tapi sayang dia sudah meninggal" sedih


Mendengar itu Nalila teringat nenek Choi


"nek kau tahu di dunia kami, dunia manusia aku juga tinggal dirumah bersama nenek, kau tahu nenekku seperti mu dia merawatku dengan baik, tapi saat ini aku tidak bisa merawatnya , karena yang mulia membawa ku bersama nya, aku juga kangen ingin bertemu dengan beliau tapi aku tahu" sambil menunduk.


"yang mulia kaisar sangat sibuk aku tidak mungkin meminta membawa ku ke dunia manusia"


Mendengar itu Yosaka dan Ayaka sangat tersentuh


'suamiku dia gadis yang baik, sangat jarang kita temui gadis yang seperti ini di negeri kita' ucap sang istri.


Yosaka mengangguk "sayang apa kita akan pergi ke dunia manusia untuk melihat kehidupan nenek dari gadis cantik ini' tanya sang istri.


"di sini dimana kamar mandinya" tiba tiba sang kakek bertanya


"kek akan saya tunjukkan" ucap jun salah satu pengawal


"hahaha maaf maaf tuan saya merepotkan anda"


Jun "tidak kek" setelah agak jauh tiba tiba sang kakek merubah wujudnya


"kau pasti sudah tahu kalau itu aku kan"


Jun "tentu yang mulia"


saat ini Kanoko berada dihadapan sang ayah


"apakah kau ingin memisahkan aku dengan permaisuri ku yang sesungguhnya ayahanda"


**bersambung

__ADS_1


flashback masih dilanjutkan dichapter depan**


__ADS_2