Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 54 (Nalila dan Adhura)


__ADS_3

Kanoko terdiam sejenak "kau benar, aku yakin sekarang ada mata mata yang sedang memata matai kita" sambil menatap ke arah luar lewat ekor matanya


Ternyata dibalik pintu ada seseorang yang sedang mendengarkan mereka dan Kanoko mengetahui itu.,


"husst" Kanoko memberikan isyarat pada kuroiki


Sedangkan orang yang dari tadi menguping pun bingung 'kenapa, tidak ada suara mereka berbicara', saat itu ia hendak melihat tiba tiba


"dari pada berada di sana kenapa tidak masuk saja" ucap Kanoko lantang


Orang itu langsung terkejut dan dengan perlahan ia pun muncul dibalik pintu


"kau, pasti ada yang menyuruh mu kan"


Orang itu menunduk, Kuroiki menghampiri


"cepat jawab pertanyaan yang mulia"


orang yang dibentak itu pun semakin ketakutan


Kanoko mendekati orang itu


"Katakan dengan jujur tuan Yamamoto apakah yang menyuruh mu itu tuan Mishugi"


Mendengar itu Yamamoto terdiam dan tidak berani menatap kaisar


"heh sudah bisa aku tebak pasti si tua bangka itu"


"benar, beliau lah yang menyuruh ku"


Kuroiki pun mencengkeram kerah baju Yamamoto "heh beraninya kau memata matai kami, kau ingin cari mati didepan yang mulia" ucapnya marah


Yamamoto "tidak tidak saya tidak berani melakukan itu"


"lalu, apa, yang kau lakukan sekarang haah, kalau bukan memata matai untuk mencari informasi"


Kanoko yang melihat itu menatap datar


"lalu apa tujuan mu sebenarnya"


"saya memang diminta memata matai oleh tuan perdana menteri" mendengar itu


"benarkan yang mulia dia pasti diperintah oleh di tua itu" ucap kuroiki


"tapi saya melakukan ini dengan terpaksa" mencoba membela diri


"halah alasan kau berkata demikian supaya terbebas dari hukuman bukan"


Yamamoto pun mencoba menjelaskan pada Kanoko "yang mulia mungkin anda tidak percaya dengan saya tapi tolong dengarkan penjelasan saya"


Kanoko terdiam sejenak "baik lah katakan dengan jelas dan jangan sampai kau berbohong, dan jika sampai kau berbohong kau akan tahu akibatnya" ancam Kanoko


Sedangkan di istana persik nalila mengajak Lenting meminum teh.


"teh buatan anda sangat nikmat yang mulia"


Nalila yang dipuji tersenyum sambil menggeleng "kau terlalu memuji, ini teh biasa yang sering aku minum di dunia manusia, non eh maksudku Lenting" Nalila masih sangat canggung dengan status dirinya sebagai permaisuri negeri ini.


"saya tahu anda masih sangat canggung dengan semua ini, tapi yang mulia suatu saat anda akan terbiasa dan mampu membantu yang mulia kaisar"


Nalila "aku sebenarnya takut, jika akulah yang menjadi beban yang mulia"


Lenting tidak setuju dengan pemikiran Nalila


"tidak benar yang mulia, kau tahu yang mulia kaisar sangat bahagia saat mengetahui jika anda adalah reinkarnasi nona Adhura"


Nalila terkejut mendengar nama gadis itu ia jadi teringat saat Kanoko memanggilnya dengan sebutan Adhura.


flashback


Saat itu Kanoko sedang tertidur dan disana nalila menatapnya sambil tersenyum namun tiba tiba terdengar suara yang begitu lirih


"jangan pergi Adhura, jangan tinggalkan aku"


Mendengar nama yang sangat asing Nalila pun mendekati pemuda itu


"yang mulia" panggilnya pelan namun Kanoko tidak merespon malah tangan nalila digenggam oleh pria itu.


"jangan tinggalkan aku Adhura" ucapnya lagi.

__ADS_1


Nalila bingung siapa yang dipanggil oleh Kanoko namun tidak lama Kanoko terbangun


matanya menatap Nalila


"lila" panggilnya


"yaa tuan ini saya"


Kanoko "sejak kapan kau di sini Lila"


Nalila menjawab "sudah lama, maaf saya mendengar apa yang anda katakan" ucapnya sambil menunduk


Kanoko bingung "apa yang aku katakan, apakah aku bermimpi"


Nalila mengangguk, Kanoko kembali bertanya


"lalu apa yang ku katakan"


Nalila "saya mendengar jika anda menyebut nama Adhura, apakah dia adalah kekasih anda"


Mendengar pertanyaan itu Kanoko tersenyum dan itu membuat hati seorang Nalila begitu sakit , namun ia berusaha tidak menunjukkannya.


"yaa dia kekasih ku" mendengar itu membuat air matanya tanpa sadar mengalir dan itu membuat Kanoko langsung meraih tangan gadis itu.


"apa kau tidak ingin bertanya siapa gadis itu"


Nalila menunduk "untuk apa saya tahu, siapa gadis yang anda cintai"


Kanoko merasa gemas saat mendengar ada nada kesal saat gadis itu mengatakan bahwa ia tidak ingin tahu


Apakah dia boleh berharap jika Nalila sedang cemburu??


Kanoko merasa ia harus menggodanya sedikit lagi untuk memastikan jika Nalila memang cemburu


"yaa mungkin saja kau mengenalnya"


Nalila menggeleng pelan "saya tidak mengenal gadis itu tuan, mengapa anda tidak mencarinya saja"


Mendengar itu Kanoko sudah dapat memastikan jika gadis itu cemburu padanya


Saat itu juga Nalila beranjak dari hadapan Kanoko namun tangannya malah digenggam


"tolong tuan lepaskan" saat itu Kanoko malah menarik gadis itu dan membuatnya terjatuh tepat dipelukkan pemuda itu.


Mereka pun saling tatap, dan saat salah satu dari mereka bangkit "maaf"


Namun Kanoko malah memeluknya


"kau tahu aku tidak perlu mencarinya"


"Apa maksudmu, apa jangan jangan" ucapannya terputus saat


Kanoko menciumnya secara tiba tiba membuat Nalila terkejut dan tak berani menatap lelaki didepannya


"kau cemburu pada ku iya kan"


Nalila menunduk "hak apa saya harus cemburu"


"kau memiliki hak sayang" mendengar itu Nalila memberanikan diri menatap Kanoko


"apa yang anda katakan tuan, saya memiliki hak atas anda, tapi hak apa jika hati anda sudah dimiliki orang lain"


Kanoko menatapnya dengan penuh kelembutan "hatiku sampai saat ini hanya dimiliki oleh satu orang saja"


Nalila bertanya tanya gadis mana yang sangat beruntung mendapatkan hati pria tampan ini


"siapa gadis itu tuan, apakah dia sangat cantik sampai anda tidak ingin berpaling darinya"


Kanoko kembali tersenyum gadis itu adalah seorang bidadari yang turun dari surga, yang mencintai seorang iblis seperti ku"


Mendengar kata iblis entah kenapa membuat sebagian dari dirinya tidak menyetujui ucapan pemuda itu


"anda bukan iblis, anda orang yang sangat baik"


Kanoko tersenyum "kau tidak tahu bagaimana sifatku yang sesungguhnya"


Mendengar itu Nalila bingung "jadi anda memiliki sifat yang saya tidak ketahui"


"kau akan tahu nanti" ucapnya datar

__ADS_1


Nalila "lalu siapa gadis itu, beri tahu aku"


"katanya kau tidak ingin tahu, kenapa seperti kau sangat penasaran" goda Kanoko


"yaa sudah tidak jadi" sambil beranjak pergi namun saat baru beberapa langkah terdengar sebuah suara "aku mencintaimu Nalila"


Mendengar pernyataan cinta secara tiba tiba membuat terkejut bahkan ia tidak berani membalikkan badannya karena terasa kaku


Dan saat itu Kanoko memeluknya dari belakang


"yaa orang itu, gadis itu adalah kamu lila"


flashback off


Mengingat itu Nalila tersenyum sendiri dan itu membuat Lenting yang sejak berada didepannya pun bingung.


namun tidak lama


"jadi beliau menganggap aku lah Adhura itu"


saat itu seseorang langsung bersuara


"bukan menganggap, tapi kau adalah Adhura"


Mendengar suara itu Nalila dan Lenting langsung berdiri dan memberi hormat


"yang mulia kaisar" ucap Lenting


"yang mulia, anda sejak kapan anda disini"


Kanoko menghampiri istrinya membuat Lenting pun dengan cepat undur diri


"kalau begitu saya undur diri, yang mulia permaisuri, jaga kesehatan mu"


Nalila mengangguk "kapan kapan mampir lah lagi"


"pasti yang mulia" setelah mengatakan Lenting pun keluar dari kediaman Nalila.


Dan kini tersisa mereka berdua


"maaf hamba benar benar tidak tahu jika anda ada disini"


Kanoko tersenyum dan membawa sang istri kedalam pelukannya.


"sayang apakah kau masih meragukan siapa dirimu sesungguhnya"


Nalila menggeleng "bukan begitu suamiku, aku hanya merasa sebagai seorang istri seharusnya aku bisa memahami sifat mu dan aku harus tahu apa yang kau tidak sukai"


Kanoko paham akan hal itu


"aku tahu apa yang kau rasakan sayang, aku sangat yakin kau akan mengerti situasi sekarang" ucap Kanoko


Nalila "tapi suamiku Adhura itu, apakah benar diriku ini adalah kekasih mu yang lalu,tapi kenapa saat aku berusaha untuk mengingatnya malah buram"


Kanoko menatap Nalila lalu berkata


"jangan dipaksa jika kau belum bisa mengingatnya, aku tahu akan sulit, tapi aku yakin kau bisa mengingatnya dan mampu melindungi kerajaan ini istri ku"


**bersambung


Terimakasih yang udah baca cerita ku


semoga tidak bosan yaa


jangan lupa baca cerita ku yang berjudul Keyla


sambil menunggu up**


...



...


**Semoga pada suka yaa


aku tunggu kalian disana yaa


sampai jumpa di chapter selanjutnya**

__ADS_1


__ADS_2