Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 78


__ADS_3

"Dia sudah meninggal"


Mendengar ucapan itu Harana sangat terkejut dan tidak percaya


"kau pasti bohong, putri kita adalah minami" ucapnya tidak percaya


"baik jika kau tidak percaya" sambil menyeret sang istri Mishugi pun membawa ke sebuah gubuk


Dan tidak lama seorang perempuan tua muncul dari dalam gubuk itu


"siapa yang datang" ucapnya


sambil tertatih berjalan menghampiri sang tamu


"siapa kalian, kenapa kalian ribut ribut didepan rumah ku"


Mendengar itu Harana langsung menatap tajam "eh ini disebut rumah, ini seperti kandang sapi"


Mendengar cemoohan itu si pemilik rumah pun menatap tajam harana


"hei kau, jika ini adalah kandang sapi bagimu nyonya mengapa kau datang kesini" ucapnya lantang


Mishugi yang mendengar itu pun langsung menghampiri perempuan tua itu


"Nyonya tolong maafkan perkataan istri ku"


"kau tahu perkataan istri sudah menyakiti ku"


Mishugi menatap sang istri

__ADS_1


"harana kau harus meminta maaf pada ibu ini" ucapnya tegas


Mendengar itu Harana pun juga menatap sang suami


"Apa kau bilang, aku harus minta maaf pada dia heh aku tidak akan mau"


Mendengar penolakan itu perempuan tua itu pun menyeringai "aku tidak butuh permintaan maaf mu karena orang sombong seperti kalian itu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan"


Mendengar ucapan dari perempuan tua itu harana terkejut


"apa yang kau katakan haah berani sekali mengatakan itu pada kami"


Nenek "kenapa aku tidak berani, kau itu hanya manusia biasa sedangkan aku adalah imortal"


Harana menggeleng tidak percaya akan. ucapan perempuan tua itu


"Tidak!! tidak mungkin aku adalah imortal sama seperti mu kan suami ku"


"suamiku kenapa kau diam, katakan jika yang dikatakan nya itu tidak benar"


Mishugi masih tetap diam ia tidak kuasa mengatakan yang sebenarnya, namun kebenaran tetap lah kebenaran


"kenapa kau diam, hiks jadi benar kalau aku memang manusia" ucapnya sambil menangis


"yaa kau memang manusia, apa kau lupa jika kita menikah karena paksaan, dan aku juga sebenarnya terpaksa menikahimu"


Mendengar itu harana hanya bisa terduduk disebuah bangku kecil


"kenapa kau baru mengatakannya sekarang hiks jadi kau juga pura pura mencintai ku"

__ADS_1


Mendengar itu Mishugi menatap kearah lain


"menurut mu, aku mencintaimu heh kau salah besar" sambil menatap dengan tajam


"sampai kapan pun aku tidak akan mencintai mu karena didalam hatiku masih ada dia"


Harana sangat terkejut mendengar ucapan sang suami ia tidak menyangka jika suaminya masih memendam perasaan pada wanita lain


Memang benar jika saat sebelum pernikahan Mishugi mencintai seorang wanita, wanita yang sangat sederhana namun sangat cantik


Bahkan kalah cantik dengan dirinya, namun impiannya untuk bersanding dengan gadis itu pupus saat dia harus berjodoh dengan Harana.


"Kenapa, bukankah seharusnya kau sudah tahu jika sampai kapan pun aku tidak akan pernah melupakan ini, kau juga sangat menyukai yosaka kan"


Harana terkejut mendengar ucapan Mishugi, namun batin nya mengiyakan


Mereka berdua sama sama ditinggal orang yang mereka cintai


"Kenapa kau diam, benarkan apa yang kukatakan kalau kau tidak bisa melupakan pria itu"


Harana terdiam, namun ia pun kembali bertanya "lalu dimana anak itu yang katanya anakku heh dia itu pasti bukan anakku, anakku itu Minami"


Mendengar itu perempuan tua yang sejak tadi menonton perdebatan mereka pun angkat bicara


"Minami itu anak mu heeh, apa kau buta dia itu bukan anakmu, dia anak iblis"


mendengar itu Harana dan Mishugi pun terkejut bersamaan


"Apaaaa!!!"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2