Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 86 (Pandangan pertama)


__ADS_3

Penampilan harana sangat menawan dengan gaun yang sangat indah dengan rambut yang bergerai indah dengan aksesoris yang sangat indah pula.


Namun tidak dengan tatapannya yang begitu kosong sedangkan dilain tempat Mishugi dengan kedua orang tuanya datang kekediaman Harana dan kini mereka sampai dirumah itu


"selamat datang di kediaman kami" ucap Ryuta sang tuan rumah langsung menyambut kedatangan keluarga Mishugi


Mereka pun duduk Matsui dan Ryuta pun berbincang bincang dan kini istri dari Ryuta Dara kini menghampiri Karui "dimana putri mu"


Karui pun tersenyum "tunggulah sebentar lagi"


Dan tidak lama muncul lah seorang gadis yang didampingi beberapa pelayan


"itu dia Harana"


Dara pun terpesona menatap kecantikan Harana


"cantik sekali"


Sedangkan harana diam namun tanpa sengaja menatap kearah Mishugi ia pun terpana melihat ketampanan pemuda itu


'Siapa dia ,tampan sekali' innernya


Sang ibu yang melihat sang anak menatap pria itu pun menatap dara' dan keduanya tersenyum


"ayo Mishugi duduklah didamping harana" ucap sang ayah


Mishugi menatap Harana datar namun mau tidak mau dia harus melakukannya demi memuluskan rencana nya


Mereka pun makan bersama sesekali Harana menatap kearah Mishugi


dan itu membuat kedua keluarga diam diam tersenyum sedangkan Mishugi yang ditatap pun merasa risih


"kenapa kau menatapku seperti itu, apa ada yang salah dengan penampilan ku" tanyanya


Harana menggeleng, Mishugi pun bingung "lalu ada apa dan kenapa kau menatapku seperti itu"


Saat harana hendak menjawab tiba tiba sang ibu dara lah yang sudah menjawabnya


"karena kau tampan anak muda"


Mendengar itu muka Harana pun memerah


"ibu apa yang kau katakan aku tidak akan berkata seperti itu"


"Tapi tanpa kau mengatakan kau ingin memujinya kan" ucap sang ibu


wajah Harana semakin memerah sambil tersenyum malu


sedangkan Mishugi hanya diam dan menatap penuh tanya


'Dia yang akan menjadi istri ku, heh masih cantik kan Kartana , tapi aku harus cari tahu apa tujuan dari Ryuta menjodohkan putrinya dengan ku dan apa kalau dia juga adalah manusia, heh ini sangat menarik, aku bisa memanfaatkan ini untuk mengancamnya suatu saat nanti' innernya menyeringai


Mereka pun selesai makan dan mereka kini berada diruang tengah Ryuta dan matsui pun mulai membicarakan hal yang serius

__ADS_1


"Bagaimana, apakah putramu tahu tentang perjodohan ini" tanyanya


Matsui mengangguk "iya dia tahu, tapi" dia menjeda ucapannya


dan itu membuat Ryuta was was ia takut rencananya untuk menjodohkan putrinya dengan sang panglima gagal total.


sedangkan matsui yang melihat raut wajah Ryuta gugup pun tersenyum


"namun dia ingin pernikahan ini dilakukan sederhana saja dan dia meminta waktu satu bulan"


Mendengar itu Ryuta pun mengeriyit heran dan bertanya tanya 'kenapa Mishugi meminta waktu selama.itu'


Namun ia tidak bisa berbuat apa apa karena itu adalah permintaan dari Mishugi sendiri.


Flashback


Saat ini Ryuta matsui dan Mishugi sedang duduk santai di ruang tengah


"jadi sebenarnya ada apa ayah dan paman memanggil ku" ucapnya basa basi


keduanya saling pandang


"begini apakah kau sudah memiliki seorang tambatan hati" jedanya mendengar itu Mishugi menatap sang ayah dan di angguki oleh Matsui


"memangnya ada apa paman"


mendengar pertanyaan itu Ryuta sedikit tidak enak


"jika kau belum memiliki kekasih mau kah kau menikah dengan putriku harana"


"paman, bukankah nona Harana sudah memiliki kekasih hm, siapa itu yang mulia yosaka"


Mendengar Ryuta dan Harana menunduk, melihat itu Mishugi pura pura merasa bersalah


"oh maaf, maafkan saya, saya sudah mengungkit ungkit hal yang.dilarang"


Melihat kelakuan sang putra yang memang di sengaja ini membuat Matsui agak malu tapi mau bagaimana ia harus bertebal muka untuk saat ini karena ia memang ingin membuat putranya berjodoh dengan putri dari jendral Ryuta.


"maafkan putra ku nak dia memang tidak tahu kalau kau pernah menjalin hubungan dengan yang mulia kaisar" ucapnya


Ryuta merasa malu karena hubungan yang dimaksud adalah hubungan sepihak karena yosaka tidak pernah mencintai putrinya itu


Sedangkan Harana terdiam menunduk, namun tiba tiba Mishugi pun mendekat kearah harana lalu berbisik


"apa kau bisa melupakan yang mulia"


Harana yang mendengar itu sedikit tersentak, sambil menatap "apa yang kau katakan"


Mishugi menyeringai "apa yang ku katakan, kalau kau ingin tahu maka temui aku malam ini" bisiknya


Setelah mengatakan itu Mishugi pun pergi, namun saat itu ia melihat sang ayah berbincang bincang


Ryuta yang melihat pun langsung bertanya

__ADS_1


"kau mau kan nak menikahi putri paman"


Mishugi pun menatap sang ayah


"baiklah paman tapi aku mau pernikahan ini harus dirayakan dengan mewah, melebihi yang mulia kaisar apakah kau sanggup"


Mendengar itu Ryuta sangat terkejut ia tidak menyangka kalau Mishugi meminta mahar darinya. Ia tahu kaum imortal memiliki adat seperti itu


Namun hanya orang tertentu saja yang melakukan itu


Tapi baru kali ini ada orang yang meminta mahar darinya, Mishugi menatap penuh misterius


"baik lah aku kabulkan itu, tapi nak bisakah kau bisa setia pada putriku"


Mendengar pertanyaan itu Mishugi pun menatap sang ayah dan ia kembali menatap Ryuta


"hm baik aku akan turuti kemauan anda, namun anda juga harus ingat apa pun yang saya lakukan dengan putri anda tidak ada urusannya dengan anda lagi"


Ryuta pun mengangguk sedangkan Mishugi menyeringai


'Kau salah jika menyerahkan putrimu padaku , kita lihat apakah putrimu yang dibangga banggakan ini tahan denganku atau menyesal'


Flashback off


Tidak lama kemudian mereka pun berpamitan pulang, namun sebelum pulang


"jadi pernikahan akan dilaksanakan 1 bulan lagi dan ingat permintaan dari putraku "


Ryuta dan sang istri mengangguk sedangkan Harana bingung dengan ucapan calon mertuanya itu


"ibu, ada apa kenapa paman berkata seperti itu" tanyanya pelan


Sang ibu hanya mengangguk, namun Mishugi pun menatap gadis itu


"ingat malam ini" ucapnya pelan


Mendengar itu Harana menunduk merona malu namun pada akhirnya mengangguk .


Setelah itu rombongan Mishugi pun pergi sedangkan Harana terus menatap luar sang ibu yang melihat itu pun tersenyum


"apa kau jatuh cinta pada pemuda itu putriku"


Harana menunduk namun wajahnya merona saat nama Mishugi disebut


Lain halnya dengan Mishugi sendiri dia pun menatap sang ayah


"aku sudah menuruti permintaan mu dan sekarang giliran mu menuruti permintaan ku ayah"


Mendengar itu Matsui mengangguk pasrah


"hm baik lah tapi ingat pernikahan mu dengan Kartana jangan sampai ketahuan oleh keluarga Fujiki karena tujuan kita belum selesai ingat itu baik baik" ucap sang ayah memberi peringatan


Mishugi pun mengangguk "kau tenang saja gadis fujiki itu akan kubuat bertekuk lutut dihadapan ku"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2