
...🌺Lanjutan flashback 🌺...
saat ini Yosaka berada di ruangan Kanoko
"jadi ayahanda, ingin aku berpisah dengan Lila"
"Lila, gadis itu bernama Nalila" tanya sang ayah memastikan
"yaa ada apa"
"kau saat itu masih sangat muda, saat itu sahabat ku tuan fukasa adalah seorang perdana menteri sebelum Mishugi namun ada sebuah kejadian yang membuatku menuduhnya berkhianat"
mendengar itu Kanoko diam dan masih mencerna ucapan sang ayah
Kanoko "lalu"
"saat itu dia langsung diusir dari istana namun belum pencopotan jabatan Fukasa menghilang"
Kanoko "menghilang, bukankah dia diusir tentu saja dia akan pergi bukan" tanya nya
yosaka "itu benar, tapi bukan aku yang mengusir nya"
Kanoko "siapa, kalau bukan ayah, yang paling berkuasa di negeri kegelapan kan ayah"
Yosaka menggeleng "kau salah putraku yang berkuasa saat itu adalah kakek mu raja ke dua"
"raja ke dua bukankah beliau sudah tidak ada"
Yosaka terdiam "beliau ada disini, dan sekarang ada dihadapanku"
Kanoko semakin dibuat bingung
"apa maksudmu ayah ada dihadapan mu, dimana dia" tanya Kanoko lagi.
Yosaka mendekat ke arah Kanoko
"kau lah orangnya"
Mendengar itu Kanoko "hahahaha hahaha ayahanda apa kau bercanda"
"tidak putraku kau masih ingat cerita legenda raja iblis yang mencintai seorang bidadari, pangeran Zeming adalah kakek mu sampai diakhir hidupnya dia menceburkan diri bersama dengan gadis yang ia cintai"
Mendengar itu Kanoko tahu orang yang dibicarakan adalah dirinya.
"Ayahanda, bukankah kakek sebenarnya belum jadi raja beliau mengakhiri hidupnya saat itu"
Yosaka "yaaa tapi saat itu kakek berhasil diselamatkan tapi hati dan jiwanya tidak putraku saat kakek buyut menikah dengan nenekmu dia tidak pernah menyentuh nenekmu sama sekali tapi entah bagaimana ceritanya nenek buyut mu hamil"
mendengar cerita itu Kanoko sudah mengerti
"lalu apa hubungannya dengan tuan fukasa"
Yosaka menghela nafas "apa kau yakin jika Nalila mu itu adalah seorang manusia atau reinkarnasi yang mulia putri Adhura"
Mendengar itu Kanoko terkejut
"jadi ayah tahu jika Nalila adalah Adhura"
"iya nak dia sangat suci, kau tahu dia seperti menteri yang menyinari kerajaan kita"
Mendengar itu Kanoko tersenyum
Sang ayah sangat terkejut melihat senyuman putranya untuk pertama kali
"benar rupanya"
"apanya ayah yang benar"
Yosaka "gadis itu lah yang bisa membuat mu tersenyum"
"ayahanda, kau tahu seribu wanita cantik mengelilingi ku aku hanya mencintai Nalila seorang"
yosaka tahu jika Kanoko akan berbuat sama seperti kakek nya
"Ayah kalau kau masih ragu kenapa ayah tidak mencoba ke dunia manusia"
Mendengar ucapan sang anak yosaka terkejut
"apa yang kau katakan putraku, kau memintaku ke dunia manusia yang jahat itu, tidak"
Kanoko terus berusaha membujuk sang ayah agar pergi kedunia manusia
Sedangkan dikediaman persik nalila dan si nenek sedang bercengkerama
__ADS_1
"cucuku, apakah kau bahagia bersama yang mulia"
Nalila tersenyum "iya nek, tapi" ucapanya terhenti
"tapi apa sayang" ayaka merasa jika gadis dihadapannya ini sedang memikirkan sesuatu
"yang mulia apa yang anda fikirkan" tanya nenek itu lagi
"sebenarnya saya sangat merindukan nenek, tapi saya takut jika saya meminta izin pada yang mulia"
"memangnya nenek anda ada dimana"
mendengar pertanyaan itu Nalila menunduk
Saat itu Kanoko dan sang ayah melihat interaksi mereka
"Ayah lihat mereka, padahal ibu menyamar tapi permaisuri ku memperlakukan sangat baik tidak membedakan orang itu asing atau tidak"
Yosaka teringat akan sesuatu
"sayang, lalu dimana Minami, bukankah dia akan membahayakan permaisuri mu itu"
"kenapa ayah apa kau mengkhawatirkan gadis licik itu" tanya Kanoko dengan nada tidak suka
Yosaka memang tidak menyukai gadis Tachimi itu bahkan terkesan sangat membencinya
"nak ayah bukannya mengkhawatirkan gadis itu , kau tahu saat kau pergi aku baru tahu niat dibalik perjodohan mu dengan gadis Tachimi itu"
Kanoko "apa maksud ayah"
"yaa waktu kau pergi mereka membicarakan sesuatu dan kebetulan aku mendengar semuanya"
Kanoko diam, dan menunggu ayahnya melanjutkan ceritanya
"dia ingin mendapatkan anak dari mu, dan kau tahu kan apa maksud ku selanjutnya"
"hn, dari awal aku sudah tahu"
Mendengar itu Yosaka menatap sang anak
"maafkan ayahmu putra ku, gara gara aku kau menderita"
Kanoko menggeleng "tidak ayahanda mungkin ini sudah takdir kamisama"
"sayang"
Mendengar itu Nalila menunduk dan kemudian ia sangat terkejut
"yang mulia"
"sayang perkenalkan ini adalah raja ke tiga ayahanda Yosaka"
Mendengar itu Nalila langsung menunduk
"yang mulia, hormat saya"
Yosaka mengangguk tersenyum "kau sangat cantik dan baik"
"benar yang mulia dia sangat cantik dan juga baik hatinya" ucap Ayaka dan saat itu Ayaka merubah wujudnya seperti semula
Dan Nalila sangat terkejut "anda anda" ucapnya terhenti
"sayang kau tidak usah takut aku adalah ibu mu, ibu mertua mu"
"tapi saya saya tidak sopan pada anda ibu suri"
Ayaka "sayang kau jangan salahkan dirimu, kau tahu Ibunda dan ayahanda mu sengaja menyamar untuk melihat siapa yang membuat putra bungsu ku ini tersenyum"
Nalila menunduk
"dan ternyata putraku tidak salah pilih seorang gadis cantik seperti mu"
Kanoko tersenyum "ayah, dunia manusia tidak seperti yang kita fikirkan, selama aku tinggal disana nalila dan juga nenek choi memperlakukan ku dengan baik, dan yang membuat ku semakin mencintainya adalah dia mau menerima ku apa adanya" ucap Kanoko
"Sayang jaga dia dengan baik, karena dia gadis yang sangat baik dan kau sayang bersabarlah menghadapi suami itu yaa" sambil melirik ke arah Kanoko.
"memangnya aku menyusahkan begitu" sambil menatap kearah sang ibu.
Ayaka "bisa saja kan, kalau kau kasar pada putriku"
"ibu itu tidak mungkin, aku yang akan menjaga Lila dengan baik" ucap Kanoko yakin.
Yosaka dan Ayaka pun pamit "sayang jaga dirimu baik baik disini ayah dan Ibunda akan kedunia manusia"
__ADS_1
Mendengar itu Kanoko dan Nalila terkejut
"benarkah ibunda anda akan kedunia manusia"
"iya sayang, aku dan ibu mu akan pergi ke dunia manusia"
"ibu bisakah aku minta tolong kalau bisa" ucapannya terhenti saat yosaka mengelus pucuk kepala gadis itu
"Aku tahu apa yang kau inginkan nak, kau tenang saja aku akan sampai salam mu pada nenekmu dan berdoalah semoga suatu saat dia bisa di ajak kesini"
"benarkah ayahanda apakah nenek dan yuki bisa kemari"
Yosaka dan ayaka terdiam namun tidak lama kemudian dia tersenyum
"semoga saja sayang"
setelah mengatakan itu mereka pun menghilang
...🌺 Flashback off🌺...
Dan mereka kini berada di dunia manusia dengan pakaian kerajaan tapi bersyukurlah saat mereka sampai pada saat masih gelap.
"ini kah dunia manusia" tanya sang istri tidak lama seorang pria datang menghampiri.
"yang mulia, ini" orang itu menyerahkan sesuatu berupa segebok uang.
Yosaka menerima uang itu dan menatapnya bingung
"apa ini, dan untuk apa"
Kuroiki. "yang mulia, ini adalah uang, ini adalah alat untuk menukar dan membeli suatu barang"
Mendengar itu Yosaka mengangguk
"yang mulia, yang mulia ibu suri saya mohon kalian berhati hati, memang tidak semuanya manusia jahat, tapi ini buat berjaga jaga"
Setelah mengatakan itu ternyata ada sebuah rumah sederhana di dekat hutan.
"nek ini sudah malam, lebih baik anda istirahat"
Nenek choi mengangguk pada saat ia dan Yukichan masuk kedalam tiba tiba.
"nona boleh kah kami menumpang istirahat" tanya Yosaka
Yukichan menatap curiga namun tidak lama ia terkejut "yang mulia, kaisar yosaka dan permaisuri ayaka ada disini'
Saat gadis itu memberikan hormat ternyata Yosaka memberikan isyarat.
nenek choi pun terkejut
"kalian siapa dan habis dari mana"
Mendengar pertanyaan itu ayaka lah yang menjawab
"nek kami tersesat dan kami kehabisan bekal dan ongkos, em boleh kah kami numpang bermalam di sini satu malam saja"
Mendengar itu Yukichan dan nenek choi saling pandang
"tuan nyonya rumah saya sangat kecil dan hanya ada dua kamar apa tidak apa apa"
Yosaka dan ayaka saling pandang
"tidak apa, kami bisa tidur diluar"
namun Yukichan langsung menyela
"tuan dan nyonya bisa menggunakan kamar saya, nanti saya bisa tidur dikamar nenek"
"tapi nona" ucapan Ayaka terputus saat
"nyonya saya tidak apa apa , lebih baik anda berdua beristirahat"
Mereka pun saat ini berada didalam kamar sederhana
'suamiku apa kau tahan hidup ditempat yang sempit seperti ini"
Mendengar itu yosaka tersenyum
"asalkan itu bersama dengan mu dimana pun itu akan aku ikuti"
bersambung
__ADS_1