Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
chapter 34


__ADS_3

Saat ini Kanoko sedang menaiki kuda bersama Nalila dan saat ini mereka melewati hutan


"Yang mulia bolehkah saya bertanya" mendengar panggilan yang berbeda Kanoko diam


'Ada apa dengan Lila ku, kenapa panggilannya kepadaku berubah, apa yang membuatnya berubah' sambil berkuda ia memikirkan itu sedangkan Nalila yang tidak ditanggapi bingung


"Yang mulia apa yang anda fikirkan"


Kanoko menatap sambil menghentikan laju kudanya


"Ada apa sayang, kenapa kau merubah panggilan mu"


Nalila menunduk, "saya hanya merasa tak pantas tuan"


Kanoko menghembuskan nafas saat mendengar jawaban dari gadis manis ini


"Tak pantas apanya sayang" sambil memegang kedua pundak Nalila


"Kau adalah istri ku, kaulah yang aku inginkan tidak ada yang lain" sambil menatap curiga


"Apa kau tidak mempercayai ku,"


"Tidak bukan itu, aku hanya tidak ingin yang mulia malu"


Kanoko menggeleng sambil tersenyum


"Aku tidak malu sayang, malah aku bahagia akhirnya kita bisa bersama, kau tahu aku menunggu saat ini dan kamisama akhirnya mempertemukan kita"


Mendengar itu Nalila sangat bahagia


"Aku juga sangat bahagia, akhirnya orang yang saya impikan muncul dihadapan saya"


Kanoko memeluknya dengan erat


"kau mengimpikan ku, tapi kenapa kau tidak bilang" Nalila merasakan kenyamanan saat lelaki tampan itu.


"Saya kira , saya masih bermimpi" sambil menatap wajah tampan Kanoko


tiba tiba sebuah tangan menyentuh tangan Nalila dan mengangkat menyentuh pipi mulusnya


"Apa kau bisa merasakan apa ini mimpi atau kenyataan"


Nalila meraba pipi itu sambil memejamkan mata


"Ini kenyataan, ini benar anda" setelah mengatakan itu Kanoko kembali menaiki kuda dengan Lila dipelukkannya


Sedangkan di istana saat ini semua pelayan sibuk sibuknya karena sebentar lagi permaisuri sesungguhnya datang.


"Aku tidak sabar melihat bagaimana rupa permaisuri yang sangat dicintai yang mulia Kanoko" ucap salah satu prajurit yang menjaga gerbang .


"Ku dengar dia sangat cantik bak bidadari"


Sang penjaga kanan terkejut dan tiba seorang pelayan lewat


"hei, apa benar permaisuri kita cantik seperti bidadari" memastikan apa yang dia dengar


"Iya, kau tahu ada sebuah lukisan dikamar pribadi kaisar" dengan semangat gadis itu menceritakan apa yang ia dengar dari sahabatnya


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Dikediaman sogama saat ini Lenting bersiap siap menuju istana bersama ibu mertuanya


"sayang apa kau tidak membenci perempuan itu, kenapa kau dan Kuroiki malah membawa wanita sombong itu kemari" dengan nada tidak suka yang begitu kentara.


Lenting tersenyum mendengar celotehan sang ibu


"ibu kau tenang saja, aku yakin Kuroiki mempunyai sebuah rencana" sang ibu langsung menatap


"Rencana, rencana apa" sang ibu penasaran dan


Lenting menjawab dengan senyuman

__ADS_1


"oh iya ibu, kita harus ke istana kan" ucap sang menantu


saat itu dari minami mendengar percakapan itu langsung mencengkeram gaunnya saat mendengar jika ternyata permaisuri sesungguhnya telah datang membuat amarah memuncak


"Heh, permaisuri sesungguhnya, dia bilang, apa apa masih pantasan aku" ucapnya sombong


Sedangkan ditempat Kanoko dan Nalila saat ini sedang menaiki kuda


"Lila, kita akan terbang jadi pegangan yaa" mendengar itu


"Apa tuan terbang," Nalila mendadak ketakutan


"Tuan apakah benar kalau kuda ini bisa terbang" dia menanyakan ini karena dia ingin memastikan


Dia tersenyum "apa kau lupa pada saat kau pergi ke yang namanya sekolah itu, aku menjemputmu dan membawamu pulang dengan cara menghilang bukan"


Nalila mengangguk


Dan saat itu kuda yang ditumpangi mereka berdua pun terbang.


"aaaakkkhh" pekik gadis itu sambil memejamkan mata


"tidak usah takut aku ada didekatmu" ucap Kanoko menenangkan


Setelah itu Nalila yang kebetulan ada. dipelukkan sang kaisar merangkulkan kedua tangannya dipundak lelaki itu


"kalau kau takut, pejamkan saja matamu" setelah mengatakan itu tiba tiba kuda yang ditumpangi mereka berdua perlahan naik dan benar saja kuda itu pun terbang


Kanoko yang melihat gadis manis itu memejamkan mata tersenyum


"Lila, apa kau tidak tertarik melihat pemandangan disini"


Sedangkan yang ditanya menggeleng kencang


"Tidak tuan saya, saya takut" ia mengencangkan pelukannya


"Kau nanti akan menyesal loh, " ia sengaja mengatakan itu untuk menggoda Nalila karena ia tahu jika gadis ini akan semakin imut jika terus digoda


"Tuan saya saat ini takut, kenapa anda memaksa saya untuk melihat sekitar" ucapnya sebal


Mendengar permohonan itu Kanoko masih dengan senyuman ia pun berkata


"Maka dari itu aku ingin kau berlatih, kau tahu dikerajaan semua menggunakan sihir dan itu hal yang wajib" sambil mengendalikan kuda Kanoko terus membujuk agar kekasihnya mau membuka matanya.


Namun sepertinya usahanya kali ini gagal, tapi entah darimana sebuah pedang muncul dan menyerang mereka


**sraaakkk


sriiing**


"Pedang ini kenapa muncul" mendengar suara itu Nalila pun membuka sedikit matanya dan benar saja ada sebuah pedang yang menyerang mereka berdua


"Nalila pegangan yang erat" ucapnya


"Tuan tuan bagaimana ini, " ucapnya panik


Sambil menghindar dari pedang itu kanoko meminta Lila untuk membuka matanya


"Lila, buka matamu" ucapnya dan benar saja


"aakhh" teriak Kanoko dan saat itu Nalila membuka matanya


"Tuaan!!" pekiknya dan benar sebuah cahaya muncul melindungi mereka berdua


'Akhirnya kau berhasil mengeluarkan kekuatan mu sayang, yaa walaupun pun kau tidak sadar tapi ini adalah suatu kemajuan'


Dan benar saja pedang itu pun menghilang


"Tuan, anda tidak apa apakan" sambil menatap penuh kekhawatiran dan ia melihat lengan Kanoko terluka


"Astaga!!, tangan anda terluka" sambil menatap lengan yang berdarah .

__ADS_1


Ia pun mengeluarkan saputangan untuk membalut luka itu, sedangkan Kanoko menatap apa yang dilakukan.


"Apa kau khawatir kepadaku" sambil menatap gadis yang sedang membalut lukanya


"tentu saja saya khawatir" ucapnya tanpa sadar


Saat itu ia pun langsung menutup mulutnya dengan satu tangan dan tidak lama Kanoko pun tertawa


"Apa yang anda tertawakan tuan"


Kanoko menjawab sambil berusaha menghentikan tawanya


"Kau itu lucu sekali Lila" ucapnya yang masih tertawa


Mendengar itu Nalila pun bingung


"lucu? dari mananya tuan, apa kau tahu aku khawatir kalau pedang tadi menusukmu dan apa yang kukhawatirkan benar kan kau terluka" selesai membalut luka itu ia pun menatap tajam pemuda disampingnya


"Lila, kau tahu luka ini tidak seberapa" mendengar itu


"Apa yang anda katakan tidak seberapa, kau tahu jika tadi kau tidak menghindar pasti pedang itu sudah menusuk anda" ia berkata seakan nalila takut kehilangannya.


Kanoko menatap namun tiba tiba tangannya terulur "sudah jangan menangis" sambil mengusap air mata yang membasahi pipi Nalila


"Aku akan baik baik saja selama kau ada disisi ku" dan tidak lama dari bawah terdengar suara riuh riuh dan ternyata mereka sudah sampai di istana dan banyak sekali orang yang telah menunggu mereka.


"Lila, lihat itu adalah kerajaan kita" tunjuknya ke bawah dimana banyak orang menatap mereka


"Lihat itu yang mulia dan itu pasti yang mulia permaisuri" ucap salah satu orang dan mendengar jika raja mereka telah datang semua pun semakin riuh


"Benarkah, dimana" dan saat itu


"Lihat beliau ada diatas" pekik seseorang


semua pun menatap keatas langit


"Yang mulia!!" teriak mereka


Kanoko pun tersenyum kepada mereka untuk pertama kalinya


"Aku tidak menyangka akan seramai ini"


Mendengar itu Lila pun menatap penuh tanya


"Apa selama ini tidak seramai ini, tuan jika anda datang dari mana gitu"


Kanoko menggeleng "kau tahu dulu aku adalah raja yang dingin dan tidak tersentuh, bahkan Kuroiki saja sangat sungkan bicara kepada ku , hanya Hajime lah tang mau berbicara kepadaku"


Mendengar cerita itu Nalila pun membelai lengan Kanoko pelan.


"Tapi tuan saya percaya, anda adalah orang yang baik, dan aku yakin mereka juga sangat menyayangi anda , apakah anda lihat" sambil menatap orang orang itu


"Mereka menunggu anda, mendo'akan anda kembali dengan selamat" dan tidak lama kuda itu pun mendarat di gerbang istana dan benar saja semua orang pun tersenyum bahagia


"Yang mulia, akhirnya anda datang" sambil memberi hormat, kemudian orang itu pun


"hormat saya pada yang mulia permaisuri"


Nalila yang dipanggil pun menengok kearah Kanoko


"tuan, saya bukan permaisuri" belum selesai apa yang diucapkan oleh gadis


Kanoko pun langsung menyela "kau adalah permaisuri ku"


"Tapi saya bukan istri anda, lalu kenapa anda percaya diri mengatakan jika saya adalah permaisuri anda"


Mendengar perdebatan itu semua yang ada pun tersenyum


"Semoga dengan adanya nona cantik ini bisa mengubah sifat yang mulia yang dingin ini" doa semua orang


**bersambung

__ADS_1


jangan lupa bom like


dan jangan lupa baca karya terbaru saya dendam dan kutukkan**


__ADS_2