
Malam harinya Mishugi pun dengan tergesa gesa mendatangi kediaman Kartana
Karta pun membuka pintu dan dengan wajah panik Mishugi berkata "ayo kita menikah"
Dan ucapan itu membuat karta dan kedua orang tuanya terkejut "nak ini bukan perkara mudah pernikahan harus dipersiapkan secara matang dan kau harus mempersiapkan mahar"
Setelah mengatakan itu tiba tiba matsui dan istrinya pun muncul dan itu membuat Kartana terkejut
"nyonya dan tuan"
"yaa karta,kami datang hendak melamar mu"
Mendengar penuturan itu karta terkejut
"maaf sebelumnya bukankah kau akan di jodohkan dengan Harana"
Mishugi pun menunduk dan mengangguk
"lalu untuk apa kalian kau ingin meminangku jika kau akan menjadi milik orang lain " ucap gadis itu merasa jika dirinya dipermainkan
Mishugi menggeleng "kau salah jika mengartikan aku seperti itu Karta"
Dengan mata berkaca kaca "lalu apa tujuan mu menikahiku sedangkan kau juga akan menikah gadis itu kau tahu aku tidak mau berbagi hiks"
Mishugi mencoba memberikan penjelasan namun karta karena marah dan sakit hati jika dia dipermainkan
"kau lebih baik menikah dengan harana itu lupakan aku"
Mishugi "itu tidak mungkin karta kau adalah gadis yang paling aku cintai"
Karta "bohong!! kau menyetujui untuk menikah dengan Harana itu lalu kau juga ingin menikahiku"
"tapi yang harus kau tahu aku terpaksa menikah dengan harana"
Mendengar itu Karta dan kedua orang tuanya terkejut
"apa yang kau katakan kau dipaksa menikah dengan Harana tapi kenapa kau harus terpaksa" tanya gadis itu tidak percaya
Mishugi menatap sang ayah "tanyakan pada nya"
Karta menatap Matsui dan juga istrinya
__ADS_1
"paman apa yang dikatakan Mishugi itu"
Matsui "nak sebenarnya ada sebuah rencana besar yang sedang kami jalankan oleh karena itu kyuta aku mohon kau beri penjelasan pada putrimu bahwa jika dia memang mencintai putra ku maka harus menerima ini"
Kyuta menatap sang anak "nak ayah tanya padamu apa kau mencintai Mishugi"
Kartana mengangguk "iya ayah aku sangat mencintainya, tapi untuk berbagi suami aku tidak mau"
Mishugi pun menghampiri gadis itu dan berkata
"tidak ada yang bisa membagi cinta pada 2 wanita Karta aku menikahi harana hanya formalitas saja tidak lebih"
"jadi aku mohon percayalah pada ku kita akan menikah malam ini"
Mendengar itu Karta pun terkejut "apa yang kau katakan malam ini kita menikah"
Mishugi mengangguk dan tidak lama mereka pun mempersiapkan pernikahan
Dilain tempat harana saat ini sedang memilih milih pakaian yang hendak ia pakai karena ia akan bertemu dengan calon suaminya siapa lagi kalau bukan Mishugi
"pakaian mana yang cocok yaa" sambil memilah milah gaun, saat itu sang ibu
Mendengar itu Harana tersipu malu dan ia pun berusaha untuk menyembunyikan rasa bahagianya itu dengan cara menyangkalnya
"apa sih bu, kau tahu nanti malam Mishugi ingin mengajak ku untuk bertemu"
"ooh jadi putri ibu harus berpenampilan secantik mungkin agar calon suaminya lebih terpesona"
Mendengar itu Harana menunduk dan kini sang ibu pun membantunya berdandan agar sang anak semakin lebih cantik lagi
Dan tidak lama acara dandan men dandan selesai
"wah putriku sangat cantik"
Harana pun menatap dirinya dipantulan cermin
"kau benar ibu aku serasa berbeda"
...Penampilan Harana...
__ADS_1
Sedangkan di kediaman karta saat ini berlangsung nya pernikahan, yaa walaupun pernikahan itu sangatlah sederhana namun penuh dengan kebahagiaan
"dengan ini aku nyatakan kalian sebagai suami istri" ucap sesosok yang di jadikan penghulu
Setelah acara pernikahan itu tiba tiba Mishugi pun membelah diri dan untung saja. mereka sudah berada dalam kamar
Karta yang melihat suaminya ada 2 pun tentu saja terkejut
"suamiku mengapa kau ada 2"
namun Mishugi yang sebenarnya tersenyum
"kau tenang saja dia ku tugaskan untuk menemui harana karena tadi siang saat ke dua orang tuaku datang aku berjanji untuk bertemu tapi kau tahu aku tidak mencintainya namun aku ingin buat dia tersiksa akan pernikahan yang dia jalani"
Karta sebenarnya merasa kasihan dan bertanya tanya
"Mishugi kenapa kau sangat membenci gadis itu apa dia pernah berbuat salah dengan mu"
Mishugi pun menatap sang istri "kau bertanya kenapa aku sangat membencinya karena ayahnya itu sombong sekali"
Mishugi pun meminta bayangannya untuk pergi untuk menemui gadis itu, bayangan itu pun menghilang
Sedangkan kini Harana sampai ketempat yang sudah dijanjikan namun tempat itu sangat sunyi ia pun menengok kanan dan kiri namun tidak ada orang sama sekali
"dimana Mishugi katanya akan menemui ku di sini tapi mana"
Tidak lama bayangan yang ditugaskan oleh Mishugi pun muncul dibalik pohon tidak lama
"apa kau sudah lama menunggu ku"
Harana terkejut mendengar suara itu "kenapa kau baru datang" ucapnya setengah kesal
Mishugi bayangan pun tersenyum
"maafkan aku tadi aku sibuk"
Harana pun mengangguk mencoba memahami dan ia pun tidak merasa curiga
namun tanpa sepengetahuan harana diam diam Mishugi mengeluarkan sebuah pedang dan.....
bersambung
__ADS_1