Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 75


__ADS_3

Setelah mengatakan itu orang itu pun pergi dari tempat itu, namun Kanoko yang merasa jika ada orang yang sudah mendengar percakapannya.


"sepertinya ada yang mendengar pembicaraan kita"


Mendengar itu Nalila terkejut dan ia pun langsung menatap kearah luar


"siapa suamiku, dari tadi aku tidak melihat orang satu pun"


Kanoko terus menatap kearah luar dan Nalila yang melihat itu pun juga ikut khawatir


"yang mulia anda tidak perlu khawatir bukankah anda akan menjaga saya terlebih lagi dia sangat senang jika ayahnya mengelusnya" sambil menatap perut ratanya


"apakah saat aku mengelus perutmu anak itu senang" tanya Kanoko


Nalila mengangguk saat itu Kanoko mulai mengelus perut Nalila saat itu tersenyum


"kau belum bisa merasakan, tapi saat kau mengelusnya saya merasa janinnya sangat senang"


mendengar itu Kanoko pun mencoba mengelus perut Nalila lagi


"kau benar sayang aku merasa jika dia sangat menyukai ku"


Saat itu ada seorang tabib datang "yang mulia melihat itu Kanoko pun langsung menatap


"tabib tolong periksa keadaan permaisuri ku"


Mendengar itu Nalila langsung berucap "tunggu dulu" cegah Nalila


"yang mulia saya baik baik saja, tidak perlu" ucapannya terputus karena Kanoko langsung menyelanya "apanya yang tidak perlu, sayang ayo duduklah disini" pintanya


mau tidak mau nalila mengikuti kemauan sang suami, ia berbaring ditempat tidur.


tabib itu langsung memeriksa denyut nadi gadis itu dan tidak lama pemeriksaan pun telah selesai

__ADS_1


Sang tabib pun merapikan peralatannya Kanoko yang melihat itu pun dengan tidak sabaran langsung bertanya


"bagaimana keadaan istri ku dan juga bayinya"


Tabib itu menjawab "anda tidak perlu khawatir yang mulia yang mulia permaisuri hanya kelelahan"


Nalila yang mendengar itu pun menatap kearah suaminya "yang mulia dengar sendiri kan aku baik baik saja"


Kanoko "tapi kau selalu saja pucat dan kurang bertenaga sayang"


Nalila tersenyum lalu berkata "yang mulia saya baik baik saja kau terlalu khawatir"


Sedangkan tabib itu memberikan sebuah ramuan kepada Nalila


"yang mulia ini ada ramuan yang akan memperkuat janin anda"


Nalila mengangguk "terima kasih tabib"


Saat keluar ternyata ada orang diam diam mendengar percakapan Kanoko dan sang tabib


saat itu Kanoko yang tahu jika ada yang memata matainya pun langsung melemparkan sesuatu "tidak usah menguping keluar!!!"


Mendengar itu orang itu terkejut bukan main, ia pun berusaha untuk pergi namun sebuah pedang menghentikan acara kaburnya


bruukk


"apa kau ingin kabur haah" tanya sang kaisar orang itu pun ketakutan


greepp


Kanoko mencengkeram kerah orang itu


sedangkan orang itu sangat ketakutan ia pun sampai mengeluarkan keringat dingin

__ADS_1


"a aku ya yang mulia s sa ya sa saya hanya di s su ruh"


mendengar itu Kanoko yang sudah terlanjur marah pun tidak peduli karena orang yang ada didepannya ini adalah seorang mata mata.


namun mendengar jika ada yang menyuruh orang itu Kanoko pun menghentikan aksinya untuk memberi pelajaran


"siapa yang menyuruhmu, haah!!!"


Mendengar itu orang misterius itu terkejut namun mau tidak orang itu pun


"sa saya diperintahkan untuk mencari tahu tentang yang mulia selir Tsuyu"


mendengar itu Kanoko menatap tajam orang itu "siapa yang memerintah kan mu" tanyanya lagi.


Saat mendengar pertanyaan itu orang itu pun langsung menunduk


"kau tidak ingin menjawabnya"


orang itu menggeleng "bukan begitu yang mulia hanya saja..." ucapannya terputus


"kau ingin membodohi ku haah" ucapnya sambil menarik kerah baju orang itu.


saat itu didalam kamar Nalila yang sedang berbaring pun merasa terganggu "ibu dayang ada suara ribut ribut apa diluar" saat itu Nalila hendak bangun namun dayang yang ada disampingnya itu mencegahnya


"yang mulia anda tidak boleh bangun dulu" ucap sang dayang


Nalila menatap tidak mengerti "apa maksud ibu dayang"


"anda harus istirahat" belum juga perkataan sang dayang itu selesai Nalila pun langsung beranjak pergi.


"yang. mulia, yang mulia" panggil sang dayang namun Nalila tidak menggubris dan terus berlari sampai pada akhirnya


"yang mulia ada apa ini" ucap Nalila

__ADS_1


Dan saat itu lah pertengkaran pun terhenti "Nalila"


bersambung


__ADS_2