Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 81


__ADS_3

Mendengar perkataan sang istri Kanoko menutup matanya, dia tahu tidak mungkin mengurung istri tercintanya dalam istana


"sayang kau tahu diluar sana sangat berbahaya apa lagi musuh kita saat ini sedang memata matai kita"


mendengar itu Nalila menunduk sedangkan Kanoko yang melihat istrinya sedih pun menghampiri dan memeluknya


"sayang aku tahu kau ingin sekali keluar tapi" ucapannya terhenti saat


"yang mulia, suamiku aku tahu kekhawatiran mu dan aku paham akan hal itu"


Mendengar ucapan itu Kanoko tersenyum lega


"terima kasih sayang kau sudah memahami kekhawatiran ku"


Nalila menggeleng "suami ku kau adalah raja dihatiku apa yang kau katakan selama itu kebaikan aku akan menurutnya"


Melihat kemesraan itu lenting pun tersenyum ia juga begitu bersyukur sudah mendapatkan hati Kuroiki yang begitu mencintai nya


Flashback


Saat itu seorang gadis cantik sedang menyiram tanaman di kebun istana dengan beberapa gadis lain


"Lenting, kau tidak apa kan saat putri tachimi itu mendorong mu"


Lenting menggeleng "kalian tenang saja aku tidak apa"


Tidak lama seorang pemuda menatap dari kejauhan, tidak lama seseorang menyentuh pundaknya


"hayoo apa yang kau tatap" ucap orang itu


Pemuda itu langsung menatap dengan datar


"apa sudah puas haah meledeknya"


Orang yang ditanya hanya tertawa garing

__ADS_1


"hahaha, habisnya kau menatap gadis yang disana sampai seperti itu"


Pemuda itu bernama kuroiki pemuda yang menjabat sebagai ketua prajurit memutar bola matanya malas


"Sudah selesai meledek nya, dari pada kau main surat kaleng untuk bicara dengan gadis waktu itu kan"l


Tidak lama putra mahkota Kanoko pun menghampiri mereka berdua


"sedang apa kalian berdua"


Keduanya terkejut saat mendengar suara tegas dari belakang mereka


"yang mulia" ucap mereka serempak sambil memberi hormat


"Sedang apa kalian di sana" tanya Kanoko sekali lagi


Keduanya terdiam sejenak tidak lama salah satu diantara keduanya ada yang menjawab


"kami sedang berpatroli yang mulia"


"patroli katanya, jelas jelas yang dilakukannya adalah menatap secara diam diam" ucapnya pelan


Kanoko yang mendengar itu hanya diam dan tidak mempermasalahkan, karena apa mereka juga pasti memiliki memiliki privasi .


"hn, lakukan tugas kalian dengan baik"


keduanya mengangguk "baik yang mulia kami akan melakukan tugas dengan baik" ucap Kuroiki


Setelah itu Kanoko pun pergi dan tinggallah mereka berdua


"heh kenapa kau berbohong haah, jelas tadi kau sedang menatap Lenting kan" tanya sang sahabat


Kuroiki menatap datar "dengar ini yaa sahabat ku yang paling kepo, tanpa aku mengatakan yang sebenarnya yang mulia putra mahkota itu tahu apa yang kita lakukan"


mendengar itu sang sahabat Yakimara pun terkejut "apa maksud mu jika yang mulia tau apa yang kita lakukan, bukankah yang mulia tidak ada disini kan tadi"

__ADS_1


"yang mulia memang tidak ada di sini, tapi jangan remehkan kekuatan beliau" mendengar itu Yakimura makin penasaran dengan sang kaisar


Yakimura "iya beliau juga disebut reinkarnasi pangeran zeming"


Tidak lama seorang gadis bersuara "ternyata tidak hanya perempuan yaa namun laki laki juga bisa bergosip yaa"


Mendengar itu yukimura pun menatap tajam


"heh setidaknya kami tidak membicarakan keburukan orang yaa, kami ini sedang membicarakan putra mahkota kita yang hebat itu"


kedua gadis itu saling pandang


"memangnya apa yang mulia menunjukkan kehebatan didepan kalian, aku rasa itu tidak mungkin kan Lenting, setahuku yang mulia itu sangat menjaga ketentraman istana"


Lenting mengangguk sambil menatap Kuroiki dan Kuroiki pun balik menatap Lenting


sedangkan Liana dan yukimura pun dengan perlahan pun mundur "seperti nya kita akan mengganggu mereka lebih baik kita pergi" ucapnya pelan


mendengar itu pandangan keduanya terputus dan Lenting pun langsung menunduk lain halnya Kuroiki


"heeh apa yang kalian lakukan"


Dengan santainya yukimura pun berkata


"aku dan Lia tidak mau jadi obat nyamuk"


Mendengar itu lenting pun tersenyum malu sedangkan liana menggeleng kan kepala karena melihat sikap kedua pria didepannya yang seperti anak kecil


"sudah sudah ayo kita pergi jangan ganggu mereka"


Mereka berdua pun pergi, sepeninggalan mereka "apa yang dikatakan Yuki itu tadi em.."


Lenting pun langsung mengangguk "aku tau kok kita tidak bisa berbohong pada yang mulia, karena meskipun kita berusaha menyembunyikan hubungan kita pasti cepat atau lambat hubungan kita akan diketahui oleh yang mulia Kanoko"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2