
"Tuan boleh saya bertanya sesuatu" tanya Nalila tiba tiba.
Mendengar itu Kanoko yang duduk disebuah bangku panjang dihalaman itu pun mengangguk
"Apakah saya pantas menjadi istri anda, apa lagi saya hanyalah manusia biasa dan saya bukan putri bangsawan, saya rasa saya tidak cocok untuk itu" ucap Nalila sambil menunduk
Mendengar itu Kanoko menggeleng
"Tidak, kata siapa kau tidak cocok menjadi istriku, justru akulah yang takut, kalau kau tidak mau dan menolak ku sayang kau tahu, aku ini kejam, berhati dingin dan aku orang yang tidak segan segan menyakiti orang yang tidak mau mengikuti kemauanku, perintah ku " ucapnya panjang lebar.
Mendengar penjelasan dari kekasihnya Nalila agak terkejut
"Apa ! anda memiliki sifat seperti itu, tapi tuan saya rasa anda adalah orang yang lembut dan penyayang"
"hahaha hahaha, Lila kau itu polos sekali, kau bisa bisanya berfikir sepositif itu sayang," sambil berusaha meredakan tawanya
melihat tawa pemuda itu untuk kesekian kalinya membuat Nalila terpesona
"Anda sangat tampan jika terus tertawa dan tersenyum tuan" puji gadis itu.
"Jadi aku tidak tampan jika aku tidak tersenyum" datar.
Nalila tergagap saat mendengar pertanyaan datar dari Kanoko
"b bukan begitu tuan" menunduk takut
Melihat ketakutan diwajah Lila Kanoko pun memeluknya
"Sayang, hei aku tidak marah, ini lah yang aku suka dari mu , kau tidak memandangku sebagai seorang raja tapi kau menilaiku dengan apa yang ada di diriku"
"Tuan, seandainya tuan bukan seorang raja apakah anda mau hidup seperti ini"
Mendengar pertanyaan itu Kanoko kembali tersenyum
"Ini yang aku inginkan, kau tahu aku sempat menolak tahta ini tapi ayahanda selalu memaksaku untuk memimpin kerajaan"
Mendengar hal itu Nalila sebenarnya takut dia merasa perkataan Kanoko membuatnya bimbang akan hidup di istana tapi saat ia teringat akan pesan sang nenek
Flashback
Saat ini Nalila sedang mencuci pakaian tiba tiba dari arah belakang
"Cucuku, apa yang sedang kau kerjakan" tanya sang nenek
"oh nek ini juga sebentar lagi selesai" ucapnya sambil sambil membawa pakaian pakaian itu untuk dijemur.
"Tunggu cucuku" sang nenek menghentikan langkah Lila
"ada apa nek" tanyanya bingung
Choi memang nampak gelisah
"Cucuku, nenek boleh bertanya sesuatu"
Mendengar itu Nalila pun mengangguk
__ADS_1
"apa kau mencintai yang mulia kaisar" tanyanya
Mendengar itu ada sebersit rona merah di pipi gadis itu
"Nenek sudah tahu jawabannya kalau cucuku ini memang menyukai pemuda itu iya kan" ucap Choi dengan nada menggoda .
Mendengar itu Nalila semakin tertunduk malu
"nenek , aku aku tidak tahu tapi saat tuan ada di dekatku aku merasa ..." dia tidak meneruskan
"Cucuku, nenek hanya berpesan padamu terus lah berada disamping yang mulia kaisar dan teruslah rendah hati jika kau diangkat sebagai permaisuri dan berperilaku lah yang sopan terhadap semua orang orang yang ada di istana itu, kerena dengan begitu nenek yakin kau bisa beradaptasi di istana itu" nasehat nenek.
"Nek, apa aku bisa bertahan di istana itu, nenek tahu aku saja tidak pernah ke sana dan tidak mungkin aku bersama yang mulia terus , aku mungkin akan menyusahkan yang mulia" ucapnya khawatir.
Tiba tiba suara seseorang menginterupsi
"Jangan takut yang mulia , di istana nanti anda tidak pernah sendirian karena anda tahu di sana pasti ada yang akan menemani anda" ucap yuki.
"Apa aku nanti tidak menyusahkan kalian, dan nanti apa aku bisa melewati tata cara di istana, ku dengar di istana tata caranya sangat susah"
Mendengar itu Yukichan tersenyum
"Itu tidak benar yang mulia, tata cara istana tidak susah mungkin kita butuh usaha sedikit jika kita yakin bisa pasti akan berhasil, dan saya yakin anda mampu yang mulia" ucapnya memberi semangat.
'Saya yakin anda mampu yang mulia nalila, karena anda berbeda dengan gadis sombong itu , anda memiliki aura seorang pemimpin dan bukan hanya itu andalah yang cocok mendampingi beliau' ucapnya dalam hati
flashback off
"Tuan, jika anda sudah diminta oleh ayah anda menduduki tahta berarti beliau sangat mempercayai anda dan anda tidak boleh meruntuhkan kepercayaan itu anda harus menerimanya dengan hati yang ikhlas dan buktikan kepada seluruh dunia bahwa anda adalah raja yang baik dan juga tegas dan saya yakin sikap anda yang katanya kejam dan dingin itu lambat laun akan hilang orang akan bilang jika anda adalah raja yang baik hati dan bijaksana" ucap Nalila lembut.
Mendengar nasehat itu Kanoko pun tersenyum dan ia membenarkan ucapan kekasihnya itu
"Baik lah permaisuri ku, aku tidak akan mengeluh lagi soal ini, aku akan menerima kedudukan ini sepenuh hatiku asalkan" Kanoko menjeda ucapannya
Mendengar ucapan Kanoko terhenti Nalila pun menatap
"Asalkan apa tuan"
Kanoko "Kau selalu berada disisi ku selamanya, dan menemaniku, membimbingku dan selalu ada bersama ku dalam menjalankan tahta ini, apakah kau mau" tanyanya sekali lagi
"Tentu tuan aku akan mendampingi mu selamanya" ucap gadis itu yakin.
Mendengar itu Kanoko bahagia dan memeluk Nalila.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Sedangkan didunia kegelapan Minami dan Kuroiki meninggalkan istana secara diam diam walaupun , tidak usah dengan cara seperti itu penjaga pun tidak akan menangkap mereka karena.... Ada sesuatu yang sudah orang itu rencanakan
"Apa kau yakin kita tidak akan ketahuan tuan, kenapa tempat ini sunyi sekali" ucap gadis itu sambil berjalan mengikuti Kuroiki.
"Aku tidak tahu yang terpenting kita bisa pergi dari sini terlebih dahulu" ucapnya sambil berlari
"Tuan bisakah kau jalannya pelan sedikit kau tahu kaki ku ini sakit, tidak bisa berlari lagi" ucapnya
Mendengar itu Kuroiki pun sebal
'Dasar gadis manja, jika kerena yang mulia ingin membawa nona Lila ke istana aku tidak akan sudi mengeluarkan orang ini dari tahanan , untuk apa aku repot repot membuatnya keluar jika dia bisa membusuk dipenjara bawah tanah heh! dasar gadis arogan , sombong sudah mau mati saja masih bisa sombong' innernya tersenyum
__ADS_1
Sambil menatap gadis yang kini ngos ngosan berlari
'Eh tapi rasanya orang tua gadis ini masih belum tahukan kalau putrinya diperlakukan seperti ini oleh yang mulia kaisar, bagaimana reaksinya yaa kalau sampai perdana menteri yang sombong itu tahu bahwa putrinya bukannya menjadi ratu malah menjadi tahanan seperti ini, hehe pasti seru nih' pikirnya ngawur .
Tiba tiba terdengar suara
Bruukk
Kuroiki pun menoleh dan melihat jika gadis itu terjatuh
"eh nona apa yang kau lakukan disitu haah apa kau tidak ingin pergi atau kau ingin tetap berada disini terkurung" tanya Kuroiki.
Mendengar itu Minami pun kesal, apakah pemuda ini tidak lihat jika ia tidak sanggup untuk berjalan
"Apa mata mu buta haah, aku sudah tidak sanggup berjalan lagi tuan, kaki ku tidak bisa bergerak" ucapnya.
Kuroiki pun memutar bola matanya malas
"Dasar gadis manja, lari begini saja sudah menyerah , tapi ingin sekali membalas dendam huh!"
Mendengar itu Minami menatap tajam
"Apa yang kau katakan tadi aku lemah!!, dengar yaa jika aku tidak seperti ini aku bisa melakukan nya sendiri aku tidak butuh bantuan mu" ucapnya sombong
"Oh kau tidak perlu bantuan ku, yaa sudah kalau begitu sampai disini saja" saat mendengar itu Minami pun kelabakan
"Tu tu tunggu tuan a aku tidak bermaksud begitu aku hanya asal bicara" ucapnya sambil berusaha menghampiri Kuroiki.
Melihat itu Kuroiki pun membuang muka, karena ia tahu gadis itu akan memohon kepadanya
"Tuan jangan tinggalkan aku kita hampir bisa keluar dari sini, kau sudah janji akan membantuku untuk menghancurkan Kanoko bukan" tanyanya pelan .
Mendengar itu tanpa gadis itu tahu kalau Kuroiki menyeringai
'Kena kau !! Minami lihat saja apa yang akan kulakukan padamu saat kita sudah keluar dari istana ini' ucapnya dalam hati
"Makanya, jangan sombong nona, kau itu seharusnya berterimakasih kepadaku, hanya aku lah satu satunya orang yang bisa mengeluarkan mu dari tempat itu" ucap Kuroiki sombong.
dan tanpa aba aba Kuroiki menggendong Minami
"A apa yang kau lakukan!!" pekiknya terkejut karena tubuhnya tiba tiba digendong oleh pemuda itu.
"Bukankah kau bilang jika kakimu sakit nona, jadi aku menggendong mu, kerena jika aku menunggu mu berjalan keburu penjaga datang dan melihat kita" ucap Kuroiki
sambil menggendong Minami , Kuroiki pun menghilang dan mereka pun keluar dari istana kegelapan.
'Dengan begini, untuk sementara nona Nalila akan aman berada di istana nantinya' inner kuroiki.
**ayo vote dan beri komentar kalian
jangan bosen yaa membacanya karya ku ini
jangan lupa baca karya ku yang lain
yang judulnya Dendam dan kutukkan beri komentar kalian yaa
__ADS_1
aku tunggu**