Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Promo Cerita Baru


__ADS_3

Kali ini bukan up dat tapi Arkan mau promosi novel baru cerita nya mengisahkan seorang ayah yang mencintai putrinya sendiri


Namun apakah kalian tahu kalau sebelumnya ada sesuatu dibalik itu Semua


Erlangga pria mapan. dengan umur 27 sudah menyandang title seorang ayah



......Penggalan Episode.....


Sebuah mension amat besar yang dihuni oleh sebuah keluarga kecil yaitu keluarga Imanuel.


Namun apakah ini bisa disebut keluarga, karena jika dilihat keluarga ini tidak merasakan kebahagiaan itu melainkan selalu ada pertengkaran didalamnya.


Sang kepala keluarga yaitu Erlangga Imanuel sekarang menatap wajah sang istri yang kini hendak menangis


"Kenapa hiks kenapa dimata mu aku selalu salah suamiku"


Mendengar itu Erlangga tersenyum remeh


"Kenapa kau bilang, apa kau lupa haah gara gara wanita licik seperti mu aku tidak bisa melanjutkan studi ku ke Amerika karena apa haah, karena aku harus menikah dengan mu" ucapnya cukup keras


Dan itu membuat seorang gadis cantik yang berada di kamar atas terkejut


"Ada apa lagi dengan mereka, kenapa setiap hari harus ada keributan" ucapnya sedih


"Kau tahu karena rengekan si tua bangka yang memaksa kita menikah kehidupan ku hancur" lanjutnya


Gadis itu menatap nanar ia sangat sedih melihat kedua orang tuanya selalu saja bertengkar dia pun berinisiatif turun mencoba melerai namun belum sampai dibawah ternyata Kerla ibu dari gadis itu menatapnya dan berusaha tersenyum


"Sayang kau sudah siap hendak pergi"


Mendengar itu gadis manis itu tahu jika ibunya sedang menahan tangis dan ia pun tersenyum


"Iya bu" sambil menatap sang ayah


"Ayah, ada apa, kenapa ibu sampai bisa menangis"


Erlangga langsung membuang muka dan enggan untuk menjawab , Kerla menghapus aur matanya


"Ah tidak apa sayang, tadi ibu hampir terjatuh dan utu yang membuat ayah mu marah"


Erlangga "Cih" berlalu pergi


Gea yang melihat itu hanya menggeleng tanpa mengatakan nya dia pun tahu kalau ibunya berbohong


"Kenapa ayah selalu bersikap kasar pada mu ibu" ucapnya pelan


Kerla menghampiri Gea mencoba memberikan paham padanya


"Sudah lah nak ibu tidak apa apa, kita berdoa saja semoga ayah mu bisa berubah"


Saat ini Gea sedang berjalan kaki menuju sekolah karena jarak sekolah dan rumah tidak terlalu jauh


Sambil memikirkan sikap ayahnya

__ADS_1


'Aku tidak mengerti sikap ayah, kenapa selalu kasar pada ibu, apakah ibu pernah melukai hati ayah' innernya


Tidak lama saat asyik memikirkan sikap ayah nya tiba tiba sebuah mobil mewah berhenti di hadapannya dan itu membuat nya terkejut


"Ayah"


Erlangga keluar dari mobil itu dengan pakaian kantornya


"Hn, masuk lah"


Namun Gea masih terkejut dengan pria dihadapannya


"Bukannya ayah, pergi kekantor"


Erlangga tersenyum, dan bukannya menjawab tapi malah menarik tangan gadis itu masuk kedalam mobil.


Erlangga melajukan mobilnya, keduanya terdiam tidak ada yang berbicara


"Sayang apa yang kau lamunkan"


Gea menggeleng pelan, tanpa melihat kearah Erlangga, wajahnya tertunduk takut


Erlangga melirik sekilas ia tahu kalau Gea nya ini mengetahui pertengkaran tadi pagi


"Benarkah, tapi sepertinya putri ayah yang cantik ini sedang memikirkan sesuatu"


Gea yang mendengar itu langsung menatapnya


"Kenapa tebakan ayah benar"


"Ayah, bolehkah Gea bertanya"


Tanpa melihat Erlangga mengangguk "tanyalah sayang"


Dengan menggenggam kedua tangan Gea mencoba menenangkan dirinya dari rasa takut


Mengerti jika anaknya ini takut Erlangga kembali berkata


"Tanyakan saja sayang, ayah tidak akan marah"


Gea kembali memberanikan diri menatap sang ayah


"Benarkah ayah tidak akan marah"


Erlangga kembali mengangguk


Gea mencoba menarik nafas


"Ayah, apakah ayah mencintai ibu Kerla"


Deg


Mendengar itu Erlangga terkejut tubuhnya mematung


"Kenapa selama ini selalu bersikap dingin pada ibu Kerla, memangnya apa yang pernah ibu Kerla lakukan sehingga ayah bersikap demikian"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu Erlangga terdiam sejenak, namun belum juga pria itu menjawab Gea berkata


"Maafkan Gea ayah, Gea tidak bermaksud ikut campur de..." ucapannya terputus


"Sayang, kau tidak perlu minta maaf, ini bukan salahmu" ucao Erlangga lembut sambil mengelus pucuk kepalanya


"Sayang, jangan pikirkan tentang pertengkaran tadi, yaa kau harus fokus dengan sekolah mu dan yang harus kau ingat adalah ayah sangat menyayangi mu ayah tidak mau karena masalah tadi sekolah mu jadi terganggu"


Mendengar itu Gea masih tidak puas kerena sang ayah sepertinya menyimpan sebuah rahasia


"Tapi kau belum menjawab pertanyaan ku"


Erlangga tersenyum ia tahu jika anaknya ini akan masih bertanya kepadanya


"Soal ayah yang mencintai ibumu itu kan"


Gea mengangguk


"Sekarang ayah akan bertanya padamu"


Gea menatap tidak mengerti


"bagaimana jika rasa cinta dan sayang ayah teralihkan dari mu, dan ayah lebih mementingkan orang lain dari kamu mau berbagi pada orang lain"


Mendengar itu Gea terdiam


'Harus berbagi kasih sayang pada orang lain , apakah ayah menyayangi orang lain selain aku' tanya nya was was


Gea menggeleng cepat


"Tidak tidak mau Gea hanya mau ayah menyayangi ku bukan orang lain titik"


Mendengar itu Erlangga tersenyum


"maka dari itu ayah hanya menyayangi mu tidak menyayangi siapa pun"


Gea yang mendengar itu menatap curiga


"benarkah ayah hanya menyayangi ku saja, ku kira ayah menyayangi orang lain" ucapnya cemberut


"Memangnya kau fikir ayah harus menyayangi siapa kalau bukan dirimu sayang"


Tidak terasa mereka sampai didepan sekolah Gea


"Yaa sudah cepat masuk nanti kau terlambat"


Gea mengangguk dan tidak lupa mencium pipi Erlangga


"nanti ayah akan menjemput mu sayang"


Gea mengangguk dan masuk kedalam gedung sekolah sedangkan Erlangga kembali melanjutkan laju mobilnya


'Aku tidak akan pernah membagi rasa sayang fan cinta ku kepadamu pada orang lain Gea hanya kau lah yang sudah menguasai hati seorang Erlangga Imanuel'


bagaimana kelanjutan ayo pantengin cerita Ada Apa Dengan Mu Ayah

__ADS_1


"


__ADS_2