
Saat ini Kanoko berada di jendela saat itu Nalila yang melihat nya terkejut
"yang mulia, anda kenapa ada disini"
Kanoko langsung memeluk Nalila dan itu membuat gadis manis terkejut
"suamiku ada apa, kenapa anda berpakaian seperti ini" tanyanya, Nalila sangat khawatir karena saat Kanoko pergi gadis itu tidak tahu .
"maafkan aku sayang" mendengar itu Nalila yakin jika pasti ada yang membuat suaminya itu resah.
"ayo masuk dulu, dan ganti pakaian mu" Nalila langsung menariknya masuk kedalam kamar
"yang mulia lebih baik anda bersihkan dulu tubuh anda" ucap Nalila
mendengar itu Kanoko menatap sang istri
"yang mulia saya tidak marah, saya tahu anda pergi tanpa pamit pasti ada alasannya"
Kanoko terkejut saat mendengar ucapan sang istri "kenapa kau bisa mempercayai ku sampai seperti ini lila"
Nalila tersenyum sambil membantu Kanoko memakai pakaiannya
"karena aku tahu anda tidak akan menyembunyikan sesuatu dari hamba tanpa ada alasannya"
Kanoko "aku pergi ke tempat orang yang ingin menghancurkan hubungan kita"
mendengar itu Nalila terkejut "menghancurkan kita, apa maksud anda yang mulia"
Kanoko diam namun membawa Nalila dalam pelukannya
"dia lah dalang dari kejadian ini" mendengar ucapan sang kaisar yang penuh dengan teka teki membuat Nalila sangat penasaran
siapa yang dimaksud oleh yang mulia dan kenapa bisa membuat yang mulia sekhawatir ini'
"yang mulia anda lebih baik istirahat dan oh iya aku sudah menyiapkan makanan" sambil mengambil nampan
Kanoko menatap nampan itu "kau yang membuatnya sayang"
"iya yang mulia, maaf kalau tidak sama dengan makanan yang ada di istana"
Kanoko "tidak sayang ini lah makanan yang aku rindukan kau tahu saat aku berada ditempat mu makanan ini lah yang paling enak"
Mendengar pujian dari Kanoko nalila tersenyum malu
"anda bisa saja, ayo yang mulia dimakan nanti keburu dingin"
Kanoko pun mulai memakan makanan yang diberikan oleh Nalila
sedangkan dikediaman Tachimi saat sedang sunyi karena semua penghuni rumah itu sedang tidur dan kini harana sedang tidur bersama sang suami aka Mishugi
namun ternyata saat ia tertidur
...Alam Mimpi...
Seorang wanita paruh baya sedang berjalan jalan
"dimana ini, kenapa aku bisa ada di.." ucapannya terputus saat melihat seorang gadis sedang duduk di atas tanah
"hiks hiks"
harana terkejut mendengar tangisan gadis itu
'siapa gadis itu, kenapa dia ada disini' innernya
harana pun berusaha menghampiri gadis itu namun tidak lama ada seseorang
__ADS_1
"cepat bawa dia!!" ucapnya dengan tegas
gadis itu berusaha untuk menolak
"tidak!! tolong lepaskan aku!!"
"heh, kau itu bukan putri bangsawan, kau itu adalah wanita yang ingin menghancurkan yang mulia"
Gadis itu menggeleng "tidak, itu tidak benar!!"
Harana yang melihat pun bingung "siapa gadis itu tapi" ucapannya terhenti
"tidak tidak mungkin itu Minami, saat ini Minami pasti sedang bersama kaisar, yaa tidak mungkin gadis itu adalah Minami"
namun tidak lama terdengar suara yang begitu keras
ctaaarrr
"aaakkkhhh"
ctaaarrr
"aaakkkhhh"
"ampun hiks ampuni aku tuan jangan siksa aku" ucapnya
namun kedua orang itu hanya menyeringai
"kau ingin kami tidak menyiksa mu"
gadis itu mengangguk "i iya tolong tuan jangan siksa aku tuan"
kedua orang itu saling pandang dan tidak lama mereka berdua mengangguk
"baiklah kami tidak akan menyiksa mu"
"tapi kau harus melakukan sesuatu untuk kami"
Mendengar itu Minami pun mengangguk dan saat itu tidak jauh dari tempat gadis itu dicambuk harana menatap dengan penuh penasaran
"siapa sebenarnya gadis itu dan kenapa dia disiksa oleh mereka"
Saat itu tidak lama seseorang datang dengan menggunakan jubah hitam
"kau ingin kami tidak mencambuk mu kan , mudah saja"
Minami "aku akan melakukan apa saja asal kalian tidak mencambuk ku lagi"
saat itu tidak lama "apa yang kalian lakukan haah!!"
Kedua orang itu pun terkejut dan langsung menunduk
saat itu gadis itu pun berusaha menghampiri pria berjubah hitam
"tuan hiks bukankah anda berjanji untuk menolong saya, t tapi apa yang anda lakukan hiks, anda telah membohongi saya hiks" ucapnya sambil menangis
sraaakkk
lelaki itu tidak segan menarik rambut gadis itu hingga membuat gadis itu menjerit sejadi-jadinya
"aaaakkkkhhh sakiiiittt"
"teriak teriak lah, memang ada yang mendengar mu hm, tidak ada
"dengar ini, siapa kau berani bilang aku pernah berjanji padamu haah, apa kau sadar ayahmu saja telah mengingkari janji heh ayahmu itu sangat licik"
__ADS_1
mendengar nama ayahnya Minami terkejut
"a apa yang dilakukan oleh ayahku" tanyanya sambil menahan rasa sakit
Kuroiki sambil tersenyum remeh "kau bertanya, apa yang di lakukan ayahmu" sambil menunduk Kuroiki pun melanjutkan ucapannya
"ayahmu, lah pelaku pembunuhan itu"
jeder!!!
Minami sangat terkejut mendengar ucapan lelaki itu sedangkan harana juga sangar terkejut ia pun menghampiri
"TIDAK!!! itu tidak mungkin" teriaknya namun sepertinya mereka tidak mendengarkan teriakan Harana
"itu tidak mungkin ayah tidak akan melakukan itu!!"
Orang yang disamping Kuroiki pun menyeletuk
"heh, ayahmu memang malakukannya, kalau kau tidak percaya kau bisa tanya pada ibumu, oh kau tidak bisa menemuinya kan. aku lupa hahaha"
Minami pun menangis "hiks kenapa kalian melakukan ini hiks
mendengar suara itu Harana terus berusaha memanggil anaknya namun tetap tidak ada yang merespon
"Kenapa suara ku tidak mereka dengar, Minami anak ku, kau kenapa harus begini hiks'
Tidak lama, Kuroiki pun membuka penutup kepalanya "aku tidak akan merasa puas sebelum kau merasakan apa yang kami rasakan saat ayahmu menindas kami, dan kau tahu ayahmu itu adalah dalang dari semua ini, dan kau yang akan membayarnya"
Mendengar itu Harana pun ingin menyelamatkan namun ada sebuah sinar yang menghalanginya
"apa ini kenapa aku tidak bisa menentukan putriku hiks jangan lakukan ini" ucap nya
Saat itu harana sangat terkejut saat melihat siapa yang melakukan penyiksaan ini
"jendral Kuroiki"
...kembali ke dunia nyata...
saat itulah Harana terbangun "MINAMII" teriaknya dan itu membuat Mishugi ikut terbangun
"Harana ada apa" tanyanya khawatir
"suamiku putri kita dalam bahaya" ucapnya sambil menangis
mendengar itu Mishugi memutar bola matanya malas "kau itu, kenapa percaya seperti itu putri kita baik baik saja dan tidak mungkin dia terjadi apa apa kau itu terlalu khawatir"
Harana menggeleng "tidak suami ku, aku melihat nya di siksa oleh seseorang dan kau tahu siapa pelakunya"
Mishugi diam dan menunggu ucapan dari harana selanjutnya
"dia disiksa oleh Kuroiki jendral perang kerajaan"
mendengar itu Mishugi malah tertawa
"hahahaha, kau itu terlalu percaya yang namanya mimpi, dengar lah ini istri ku kenapa kau tidak lihat sendiri dengan kekuatan mu"
Saat itu harana mengeluarkan kekuatan namun saat itu ada sebuah penghalang yang sudah terpasang di istana dan itu membuat harana tidak bisa melihat bagaimana keadaan sang anak.
"bagaimana apakah kau sudah tenang atau bagaimana" tanya Mishugi lagi.
"aku tidak bisa melihatnya, sepertinya istana dipasang sebuah pelindung agar orang luar tidak bisa menerobos dengan mata batin"
Mendengar itu Mishugi pun terkejut
"kenapa yang mulia melakukan ini"
__ADS_1
bersambung