Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 28


__ADS_3

Nalila melihat Kanoko yang terdiam dari tadi pun khawatir


"apa yang sebenarnya beliau fikirkan, kenapa beliau begitu nampak khawatir"


ia pun menghampiri pemuda itu


"Tuan, mengapa anda diluar, ayo masuk angin malam tidak baik untuk kesehatan" ucapnya


Mendengar itu Kanoko pun menatap gadis itu dengan ku, suatu saat nanti" tanya Kanoko penuh hati hati.


Sebenarnya pertanyaan itu sudah ia tanyakan sebelumnya tapi ia ingin sekali memastikan.


"bukankah anda sudah tahu jawabannya tuan"


Mendengar itu Kanoko pun tersenyum tulus , tidak lama muncullah sang nenek dan berkata


"Yang mulia bawalah cucu saya, tapi saya ingin minta satu hal" jedanya


"Apa itu"


"Jagalah Nalila, dia adalah cucu hamba satu satunya, dan saya mohon jika cucu hamba melakukan sebuah kesalahan tolong tegur dia, ajarkan dia bagaimana cara berprilaku di istana" jelas Choi


Mendengar itu Kanoko pun memegang pundak choi


"Anda tenang saja nek saya akan menjaganya dan soal tata cara istana aku sudah menyiapkan seseorang untuk mengajarinya" jelas sang kaisar


Mendengar itu nenek Choi bernafas lega


"Kalau boleh tahu, kapan kalian akan berangkat"


Mendengar pertanyaan dari sang nenek Nalila menjadi sedih


"Nek, apakah segitu inginnya aku pergi sampai sampai kau menanyakan kapan aku dan tuan pergi"


Choi pun menggeleng tidak setuju


"Sayang bukan begitu, nenek tidak bermaksud demikian" ucap sang nenek khawatir kalau cucunya tersinggung


"Nek tenanglah aku tidak marah, aku sebenarnya mengkhawatirkan mu, jika aku pergi siapa yang akan menjaga nenek"


"Benar yang mulia bagaimana dengan nenek Choi, kan mereka tinggal berdua, jika yang mulia membawa nona maka..." ucapan hajime terputus saat


"saya yang akan merawat nenek anda nona" ucap sesosok gadis sambil menunduk hormat


Sedangkan Nalila menatap penuh tanya


'Siapa wanita cantik ini'

__ADS_1


"Hormat hamba pada yang mulia" ucapnya dan kini beralih pada nalila


"hormat hamba pada pada permaisuri"


Mendengar kata permaisuri Nalila terkejut


"Apa yang kau katakan nona, kau. kau salah orang aku bukan" ucapannya terhenti saat


"Bukan salah orang Lila, kau adalah calon permaisuri ku" sela Kanoko


"Perkenalkan saya Yukichan yang ditugaskan yang mulia kaisar untuk menjaga nenek anda" ucapnya sopan .


Mendengar jika sang nenek ada yang menjaga bernafas lega


"Syukur lah, tapi, tapi bagaimana ..." ucapnya gadis itu kembali terputus


"cucuku kau tidak perlu khawatir pergilah bersama yang mulia" mendengar itu Nalila pun bingung namun


Yukichan "Anda tidak perlu khawatir yang mulia permaisuri, tetaplah dampingi yang mulia, kau tahu selama ribuan tahun beliau menunggu anda dan sekarang saat anda ada dihadapan beliau apakah anda tega membuat kaisar sedih"


Mendengar itu Nalila pun menatap sang raja dan ia kembali menatap Yukichan


"Kau benar nona" ucapnya pelan


Yukichan pun tiba tiba mendekati gadis itu


"Anda sangat mencintai yang mulia kaisar kan yang mulia" tanyanya sambil berbisik.


Melihat itu Kanoko menatap curiga dan menghampiri keduanya


"Ada apa ini, yuki, apa yang kau lakukan pada nalila" ucapnya tajam


Mendengar itu Yukichan menunduk takut


"tidak ada yang mulia saya tidak melakukan..." ucapnya terputus saat


"Tuan saya tidak apa apa dia hanya bertanya" ucap Lila


"Bertanya, bertanya apa"


"Itu, em ..." Nalila tidak berani menatap sang raja


"hn, ada apa lila" tanya Kanoko sambil menatap ekspresi malu malu gadis itu


"maaf yang mulia saya yang menjawab pertanyaan anda" ucap Yuki menyela


Mendengar itu Nalila pun

__ADS_1


"heh nona jangan" ucapnya sambil menegang tangan Yuki.


Sedangkan nenek choi dan Hajime tersenyum melihat Yukichan terus menggoda calon permaisuri kerajaan kegelapan ini .


"memangnya apa yang kau tanyakan" sang raja kembali bertanya


Mendengar pertanyaan itu Nalila mencoba menghentikan Yuki untuk memberi tahukan kepada sang raja .


"nona saya mohon jangan beritahu dia" pintanya namun


"Lila, ada apa, memangnya aku salah jika aku ingin tahu"


Nalila menggeleng "bukan bukan begitu tuan saya, saya hanya malu"


Mendengar itu Yuki tersenyum


"Yang mulia, anda tahu yang mulia nalila sangat mencintai anda, itulah yang saya tanyakan"


Mendengar itu Kanoko pun menatap mencari kepastian


"Lila, jawab pertanyaan ku apakah kau mencintaiku" tanyanya


Mendengar itu Nalila pun menunduk


"Lila tatap aku, dan jawab pertanyaanku apa kau benar benar mencintai ku" tanyanya lagi.


Nalila pun memberanikan diri menatap tepat dimata kelam pemuda itu


"Yaa tuan aku memang mencintai mu" ucapnya tanpa keraguan


Mendengar itu jawaban itu Kanoko tidak bisa lagi berkata kata hatinya sangat sangat bahagia


"terima kasih dewa terima kasih telah mengabulkan doa ku" ucapnya


Mendengar itu semuanya pun tersenyum haru


"Aku sangat senang akhirnya cucuku menemukan orang yang dia impikan" ucap Choi


"Saya juga begitu nek, selama ini hidup yang mulia penuh dengan kehampaan dan hati beliau begitu dingin, tapi sekarang beliau bertemu dengan tambatan hatinya, dan saya yakin hanya nona Nalila lah yang pantas menjadi permaisuri kerajaan kami" jelas Yukichan


Mendengar itu nenek Choi pun menatap keduanya


"Semoga kau bahagia nak" ucapnya pelan.


**🍥 bersambung 🍥


bom like

__ADS_1


dan komentar kalian akan aku tunggu


sampai jumpa dichapter selanjutnya**


__ADS_2