
Ayaka menatap choi dengan pandangan sedih
"jadi gadis itu bukan cucu mu nek"
nenek choi mengangguk .
Ayaka "lalu siapa cucumu, dan siapa yang membawanya pergi"
Nenek pun kembali menjawab "suaminya"
Ayaka tahu maksud nenek Choi
"tapi pasti mereka akan kembali menjenguk bukan"
"entah lah nona, saya berharap jika Lila dan suaminya mengunjungi saya, tapi mengingat tempatnya yang sangat jauh, dan pasti tidak mungkin ada waktu untuk mengunjungi saya karena suami cucu saya.." ucapannya terputus saat
terdengar suara langkah kaki dan saat Ayaka menoleh
"suamiku, kau" ia pun langsung menghampiri pria itu dan membantu membawa apa yang dibawa oleh Yosaka
"kau dapat kayu bakar ini dari mana nak" ucap choi terkejut
Yosaka tersenyum "aku mencarinya nek"
"tapi setahu ku aku dan yuki saja sangat sulit mencari kayu bakar itu, kami hanya memungut ranting yang ada di bawah pohon"
Mendengar itu Yosaka 'pasti hidup nenek ini sangat sulit , apa lagi cucu kesayangannya sekarang ada bersama putraku, pantas saja permaisuri Tsuyu sangat merindukannya dan sangat mengkhawatirkannya' inner ayaka
Yosaka "anda tidak perlu bingung, tadi saya menemukan sebuah batang pohon besar dan saya pun langsung memotong motongnya lalu saya bawa ke sin"
Saat itu Yukichan pun keluar dan langsung mengambil sebagian kayu bakar dan membawanya
"terima kasih paman, sudah repot repot membawa kayu bakar"
Yosaka mengangguk dan membawa kayu itu masuk ke dalam rumah saat itu ayaka langsung memberikan segelas air
Yosaka menerima air itu dan langsung meminumnya
"terimakasih istri ku"
💞💞💞💞💞
Sedangkan di dunia kegelapan seorang gadis dengan rambut terurai sedang menangis karena
__ADS_1
"Lihat wanita sombong ini, ternyata dia menumpang di rumah kediaman sogama yang dulu dia hina" ucap salah satu wanita bangsawan.
"hm, benar lihat orang tuanya bahkan tidak mencarinya"
"apa maksudmu tidak mencarinya"
Semua orang yang ada disana bergosip tentang keberadaan Minami yang menumpang ditempat sogama
"tentu saja tidak mencari karena orang tuanya sibuk menikmati harta, bahkan aku dengar istri dari tuan perdana menteri itu dulunya sangat tergila-gila dengan yang mulia raja ke tiga Yosaka, heh namun sayang yang mulia jatuh cinta pada permaisuri Ayaka"
"Boa, kau tahu kabar itu dari mana"
Gadis bernama boa itu tersenyum "aku tahu karena, apa kau tidak diundang acara pengangkatan selir Tsuyu, kau tahu aku aku melihat ada yang mulia permaisuri Minami disana, padahal kita tahu kalau Minami ada di klan Sogama" semua yang ada disana mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan boa
"iya yaa, eh tapi pasti ada alasannya kenapa yang mulia melakukan itu" ucap seorang gadis
Tiba tiba dari arah belakang "memang ada alasannya kenapa itu dilakukan"
Mendengar itu para gadis itu menunduk hormat "nona"
Gadis itu mengangguk "kalian lebih baik persiapan diri kalian kita akan menemui permaisuri Tsuyu, kalian tahu kan permaisuri Minami bukanlah permaisuri yang sesungguhnya"
Mendengar itu para putri bangsawan bertanya tanya "apa maksud anda nona bukankah Tsuyu"
"hei kau lancang sekali menyebut nama permaisuri seperti itu"
Mendengar itu boa pun merasa bersalah
"sa sa ya ti dak tahu nona, kalau selir Tsuyu itu adalah permaisuri kaisar kanoko yang sesungguhnya"
Gadis itu adalah Lenting, gadis pelayan yang menikah dengan seorang anak dari panglima kerajaan .
"sudah tidak apa apa, tapi nanti saat kita bertemu dengan yang mulia permaisuri kau harus minta maaf kepadanya"
Boa mengangguk "baik nona"
Namun seorang gadis menyeletuk
"maaf nona, boleh kah saya bertanya"
Lenting mengangguk "apakah ada sesuatu kenapa jika permaisuri Tsuyu adalah ibu negeri kita, mengapa dia harus berpura pura menjadi seorang selir"
Mendengar pertanyaan itu Lenting terdiam namun "yang jelas untuk kebaikan kerajaan dan. ingat untuk kalian jangan sampai rahasia ini bocor apa lagi sampai perdana menteri dan juga istrinya itu tahu, kalian akan mendapat hukuman berat dan aku yakin jika yang mulia kaisar sampai tahu aku..." ucapannya terputus saat
__ADS_1
"Ada apa ini istri ku, dan kenapa kalian ada disini"
"maaf tuan kami hanya penasaran dengan yang mulia permaisuri Tsuyu" ucap salah satu putri bangsawan itu
Kuroiki melirik sang istri, lalu ia menatap ke arah mereka "dari mana kalian tahu soal itu"
Para gadis itu menunduk takut "kalian tahu jika ini sampai didengar oleh musuh apa kalian bisa dituduh sebagai orang yang membuat permaisuri Tsuyu dalam bahaya', apa kalian tahu ini"
mereka pun menjadi terdiam dan tidak ada yang berani membicarakan soal itu lagi
"sayang apa kau akan menemui yang mulia permaisuri Nalila"
"iya suamiku, aku akan menemui beliau sebentar lagi"
Mendengar itu Kuroiki mengangguk
"kalau begitu kita akan pergi bersama, aku akan menemui yang mulia sambil menatap sebuah ruangan
"jangan sampai perempuan ular itu tahu,yaa"
Lenting mengangguk
"aku mengerti suamiku"
Setelah mengatakan itu Kuroiki pun pergi namun sebelum itu
"ingat ini kalian tahu perempuan itu sekarang ada diatas jangan sampai apa yang kalian omongkan tadi terdengar oleh nya"
Saat itu boa gadis yang memulai pembicaraan tadi mengeluarkan sebuah sinar
"tenang saja tuan ini adalah sihir pelupa ingatan" saat itu ia mengarahkan sihirnya kearah jendela yang kebetulan terbuka .
dan saat itu Minami yang sedang menyisir rambutnya itu
"mereka dengan kurang ajarnya membicarakan aku, lihat saja sebentar lagi aku lah ratu penguasa negeri ini, dan gadis itu akan aku lempar ke kandang singa hahaha" ucapnya sambil tertawa tiba tiba, sebuah sinar menghantamnya
bruukk
Minami terkulai tidak berdaya
Sedangkan dibawah boa tersenyum sudah selesai"
Melihat itu Kuroiki tersenyum puas
__ADS_1
"kerja bagus boa, kita lihat apa perempuan yang sombong tapi berkualitas rendahan itu bisa berkoar koar"
bersambung