Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 35


__ADS_3

Sesampainya di istana mereka semua menyambut Kanoko dan Nalila .


Semua orang disana takjub melihat perilaku yang ditunjukkan oleh kaisar mereka


"Aku tidak menyangka kalau yang mulia bisa selembut ini memperlakukan seorang wanita" ucap gantetsu


Teman yang disamping mengangguk


"yaa kau benar, selama ini penilaian ku salah, ku kira yang mulia tidak akan berlaku lembut pada seorang wanita karena, yang aku tahu beliau itu dingin kasar dan tidak pernah mau menyentuh wanita, tapi lihat beliau" sambil menatap Kanoko menurunkan Nalila dari kuda bahkan dengan lembut pria tampan itu menggandeng tangannya seakan didepannya itu bebatuan agar tidak jatuh, padahal lantainya tidak ada bebatuan.


"Aku merasa bahagia akhirnya yang mulia mendapatkan cinta sejatinya"


Mereka kini masuk kedalam istana, disana para dayang sudah menunggu dan memberi hormat


"yang mulia" ucap mereka serempak


"hn perkenalkan ini Nalila, dia adalah permaisuri ku" mendengar itu Lila menatap Kanoko lalu berkata


"Siapa yang permaisuri anda" semuanya terkejut akan pertanyaan Nalila namun ternyata hajime


"Benar yaa, kapan yang mulia mengatakan jika anda adalah permaisurinya"


Mendengar itu Kanoko pun berjalan dengan perlahan dan itu membuat Lila otomatis juga mundur


"Apa yang kau katakan sayang, bukan kah aku sudah mengatakan jika kau adalah istri ku" ucapnya sambil terus berjalan mendekati gadis itu.


Sedangkan para dayang langsung menunduk, mereka rasa jika apa yang mereka lihat tidak pantas.


"Yang mulia, apa yang anda lakukan" ucapnya panik.


Ada sedikit rona dikedua pipi Nalila.


"Apa yang ku lakukan, tentu saja menghampiri mu" ucapnya santai.


"Tapi apa kau tidak malu, lihat mereka melihat kita" ucapnya pelan dan Kanoko hanya menatap pelayan sekilas.


"Aku tidak peduli" mendengar itu Nalila semakin tidak enak


"Baik baik lah saya memang istri anda, tapi" jedanya


"hn tapi apa"


Sambil menatap malu malu "anda kan belum melamar saya" dan tanpa diduga Kanoko berlutut sambil meraih satu tangan gadis itu.


Saat melihat itu pelayan bahkan hajime terkejut


itu baru mereka apa lagi Nalila yang saat ini diperlakukan semanis ini oleh Kanoko.

__ADS_1


"Kekasih ku Nalila, mau kah kau menjadi istri ku, ibu dari anak anakku dan ratu ku saru satunya didalam hidup" tanyanya


Nalila yang mendengar itu tanpa sadar meneteskan air mata.


"Yaa mungkin ini terlalu dadakan, tapi sayang aku sudah menunggu mu terlalu lama apakah kau menerima ku"


Nalila menggenggam tangan Kanoko sambil berkata


"Yaa yang mulia , aku menerima mu sebagai suamiku dengan sepenuh hati dan aku akan terus berada di sisimu akan menjadi teman mu saat kau ingin berkeluh kesah dan aku akan mendukung semua keputusan mu yang mulia"


Mendengar itu Kanoko langsung memeluknya sedangkan para dayang tersenyum bahkan ada yang bersorak gembira.



"Akhirnya yang mulia menerima yang mulia kaisar sebagai suaminya" ucap Chita


Saat itu seorang gadis menatap Nalila


"anda yang mulia permaisuri" sambil berlutut Nalila terkejut saat melihat gadis itu


"Hei, kau tidak perlu seperti ini nona" sambil berusaha membantu gadis itu untuk berdiri


"Nona kau tidak perlu berlutut yaa" ucap Nalila lembut


Nalila dan Kanoko pun menjelajah istana


Mendengar itu Kanoko tersenyum "benarkah"


Nalila mengangguk "iya, kau tahu saya mengira istana kegelapan adalah istana yang mengerikan namun lihat" sambil memandang hamparan yang mana didalamnya banyak pelayan dan juga disemua tempat sangat mewah


"tunggu, aku seperti pernah melihat mu", mendengar itu Liana tersenyum sumringah


"Tapi aku tidak ingat dimana" sambil berusaha mengingat wajah gadis itu


"Yang mulia, kita memang tidak pernah bertemu tapi mungkin sukma anda yang menemui saya" Kanoko yang mendengar itu cukup terkejut


"Apa yang kau katakan, dimana kau bertemu dengan Lila" tanya sang kaisar penasaran


"maafkan hamba yang mulia, saya lupa memberitahu anda" ucapnya takut


Mendengar itu tatapan Kanoko pun datar namun menuntut


"Memberi tahu apa"


Lila yang mendengar nada bicara yang berubah


"Yang mulia bisakah anda jangan seperti ini, toh dia tidak berbuat salah"

__ADS_1


Mendengar itu Kanoko mengulangi pertanyaan


"Apa yang ingin kau beritahu"


Liana sambil menunduk menjawab


"Saat kami ditugaskan untuk membersihkan kamar pribadi yang mulia, tanpa sengaja saya melihat sebuah lukisan"


Nalila pun masih diam sedangkan Kanoko tertunduk


"Kenapa kau bisa melihat lukisan itu, dan kenapa kau tidak mengatakannya haah!!"


bruukk


"maaf maafkan saya, saya telah lancang" ucap Liana sambil berlutut


"Lukisan," sambil menatap Kanoko


"Lukisan siapa yang mulia"


"itu adalah lukisan mu, kau tahu saat kita sama sama loncat dijurang api itu aku tidak menghapus kenangan kita, dan saat aku ingin mengenangmu aku membuat sebuah lukisan dirimu"


mendengar itu nalila merasa bersalah dan memeluk Kanoko


"maafkan aku yang mulia karena ke egoisan ku kau hiks menjadi " ucapannya terhenti dan Kanoko langsung memeluknya


"tidak ini bukan salahmu sayang" ucapnya menenangkan.


Sedangkan dilain tempat tepatnya di istana lain


"Aku dengar nona Minami dikurung di istana bawah tanah"


"Apa!!, memangnya apa kesalahannya" ucap salah satu dayang


"Ku dengar gadis itu ketahuan memilki rencana untuk menggulingkan kaisar"


Mendengar itu Yosaka terkejut. "Apa, Minami di penjara"


"Tapi yang mulia itu memang sangat cerdik, beliau bisa tahu kalau ternyata putri seorang perdana menteri itu memiliki niat selicik itu hih mengerikan"


Yosaka pun pergi sambil tersenyum


"Aku sudah menduga, jika putraku tidak bisa dibodohi dengan mudah"


**ayo vote dan bom like


jangan lupa baca karya ku Dendam Dan Kutukkan**

__ADS_1


__ADS_2