
Kediaman Sogama
Saat ini para pelayan kediaman Sogama sedang mengadakan kerja bakti karena ingin mengadakan acara penyambutan cucu pertama keluarga Sogama.
"kau tahu, aku merasa kasihan dengan gadis yang ada dikediaman itu"
Mendengar ucapan dari pelayan itu "husst, kau tidak tahu saja kenapa dia bisa diperlakukan seperti itu"
Gadis itu terkejut "apa dia si Minami yang sombong itu"
"iya, kenapa, kau tahu kan dia itu sangat sombong jadi menurut ku dia pantas mendapatkan ini"
Saat itu pembicaraan mereka didengar oleh seorang perempuan tua
"apa kalian tidak ada pekerjaan haah"
Mendengar perkataan itu kedua pelayan yang tadi bergosip pun terdiam
"maaf maafkan kami nyonya"
perempuan itu bersedekap dada "lakukan tugas kalian dengan baik"
kedua pelayan itu mengangguk dan setelah mengatakan itu perempuan tua itu pergi.
sedangkan disebuah bangunan Minami hanya bisa menunggu orang itu
"dimana kau kenapa kau tidak datang juga" ucapnya lirih
flashback
Sesampainya dibelakang kediaman Sogama Minami pun turun dari gendongan pria berjubah hitam itu
"dimana kita"
Orang itu menjawab dengan datar
"ditempat yang membuat mu nyaman, setidaknya untuk sementara"
Mendengar itu Minami menatap penuh tanya
"lalu apa yang harus ku lakukan disini, kau tahu aku tidak terbiasa dengan orang asing"
__ADS_1
Mendengar ucapan dari wanita itu pria itu pun memutar bola matanya malas
"apa kau ingin terbunuh di istana itu, kalau kau mau silahkan saja, aku tidak ingin membantumu lagi"
Saat itu juga pria itu hendak pergi namun "tunggu kau mau kemana"
Orang itu pun berbalik dan berkata "aku akan melihat situasi, dan kau bersikap baiklah disini" setelah mengatakan itu ada seorang pelayan datang
"lihat itu adalah pelayan dirumah ini" setelah mengatakan itu pria itu pun menghilang
"apa yang akan aku lakukan disini"
Tidak lama seorang pelayan datang kearahnya, saat itu orang dengan pakaian sama juga ada bersama dengan pelayan
Saat itu orang itu pun "bawa dia ke kediaman yang sudah ku persiapkan"
Minami terkejut "kalian ingin membawa ku kemana"
pelayan itu pun menjawab dengan datar "orang itu mengantarmu kesini"
gadis itu langsung mengerti "iya iya dia yang mengantarku kemari, apakah kau pelayan yang dikirim orang itu"
mendengar pertanyaan dari Minami pelayan itu memutar bola matanya
Setelah mengatakan itu pelayan pun pergi
Minami pun melihat keadaan tempat yang ia tempati
"ternyata tidak buruk juga, haah akhirnya aku bisa bebas dari penjara itu"
Tanpa perempuan itu tahu seseorang menyeringai kearahnya
Sedangkan minami kini mengistirahatkan tubuhnya "tunggu saja Kanoko aku akan kau buat membayar semua ini"
flashback end
Tanpa terasa air mata gadis itu menetes
"di mana anda kapan anda kembali hiks" ucapnya
Saat itu Lenting mendengar "heh, sepertinya ada yang sedang mengharapkan seorang pangeran berkuda heh, tapi orang itu sepertinya dia tidak tahu orang yang dibantunya ini orang paling licik"
__ADS_1
Saat itu Minami pun mendengar dan terkejut
"kau!! kau siapa kau berani mengatakan ini padaku" ucapnya berteriak
Lenting yang mendengar itu tertawa
"lihat dia sudah mulai gila kan"
para pelayan saling pandang sedangkan Minami yang berada didalam terus menggedor gedor pintu itu
"teriak saja yang kencang heh tidak akan ada yang akan menolong mu"
"kau lihat saja nanti kalian semua akan hancur jika orang itu datang kalian semua akan berlutut dikaki ku untuk memohon kepadaku"
Mendengar itu Lenting tertawa "hahaha, Minami bukankah ini adalah hukum karma, kau dulu menertawakan aku, karena aku waktu itu adalah seorang pelayan sedangkan kau saat itu putri bangsawan heh tapi lihat lah langit mampu membolak balikan kedudukan lihat lah dirimu terkurung didalam sana, bagaimana rasanya"
braakk braakk
Suara gedoran kembali terdengar "kau!! buka!! buka pintunya!!"
"ayo kita pergi, jangan hiraukan wanita tidak waras ini itu" ucap Lenting acuh .
setelah mengatakan itu Lenting pun pergi di ikuti oleh para pelayan.
Sedangkan di istana saat ini Nalila sedang bersama para dayang
"yang mulia ada apa, dari tadi saya lihat anda termenung saja, apakah anda sedang gelisah"
Mendengar pertanyaan itu Nalila tersenyum
"tidak Chita, aku hanya khawatir kalau kaisar dalam bahaya"
chita bingung lalu ia pun bertanya dengan penuh hati hati
"maksud anda dalam bahaya apa yang mulia"
Nalila menunduk sejenak "apa kau lupa tadi hampir saja aku yang mulia kaisar dan juga shira ketahuan"
"yang mulia jangan terlalu khawatir saya yakin kak shira bisa melakukan ini, dia tidak akan mengkhianati anda dan yang mulia" ucap Chita
tidak jauh dari tempat itu Kanoko memperhatikan Nalila
__ADS_1
"aku tahu kekhawatiran mu lila, tapi aku yakin jika ini adalah jalan satu satunya untuk membongkar semuanya"
bersambung