
Setelah acara pengangkatan itu kini Nalila berada di kediamannya bersama dengan Kanoko.
"sayang maafkan aku kau harus melakukan ini"
Mendengar itu Nalila tersenyum "yang mulia anda tidak perlu minta maaf, anda tidak salah yang mulia"
Kanoko "tapi aku malah membawamu dalam masalah, gara gara wanita tua itu"
Sedangkan ditempat kediaman Sogama
"lihat wanita sombong ini, bisanya hanya menyusahkan saja bukan" tunjuk Lenting.
"kau kau tidak bisa berbuat seperti ini Lenting" teriaknya
Lenting "hahaha tidak bisa katamu, dengar ini Minami aku yang sekarang bukan aku yang bisa kau injak seperti dahulu" sambil menarik rambut gadis itu
sraaakkk
"aaaakkkk sakiiiitttt" Minami menjerit kesakitan namun sepertinya Lenting tidak merasa iba sama sekali
"sakit kau bilang, apa kau lupa kau bukannya mencengkram leherku saat aku tidak sengaja menabrak mu waktu itu"
Sedangkan Minami terdiam namun air matanya mengalir .
"kau tidak usah menangis karena tidak ada satu orang pun yang akan menolong mu" ucap Lenting
Dari kejauhan Kuroiki menatap datar bahkan dingin
"heh, ini baru permulaan Tachimi, aku akan membuat putri kalian ini merasakan apa yang aku dan Lenting rasakan akibat hinaan mu dahulu" setelah berkata seperti itu ia pun pergi.
sedangkan dikediaman Tachimi sendiri sang ayah aka mishugi malah mengundang banyak tamu
"aku yakin tidak lama lagi akan ada yang ditendang dari istana" ucap Mishugi
Orang orang itu pun saling pandang namun tidak ada yang berkomentar
"siapa yang anda maksud" tanya orang yang ada dihadapannya
"wanita itu, siapa namanya selir Tsuyu, bukankah dia selir yang mulia Kanoko" ucap Mishugi tidak suka.
"selir Tsuyu" ucap menteri keuangan memastikan
Mishugi "Iya siapa lagi gadis yang sudah merebut perhatian yang mulia kaisar"
"kalian tahu putriku eh maksud ku yang mulia permaisuri Kyun harus berbagi suami pada seorang wanita rendahan"
Semua yang ada disana terdiam namun dua orang yang ada di sana menggeleng kan kepala
'Yang anda hina itu adalah permaisuri kami, dan dia berhati mulia, sedangkan putri mu hanya menginginkan kekuasaan saja'
"hahahaha, kau tahu, tidak akan ada yang bisa merebut kasih sayang yang mulia terhadap permaisuri kyun"
Mendengar itu menteri yang lain pun berkata
"yaa memang untuk itu tidak bisa diganggu gugat, tapi urusan yang mulia memilih seorang selir tidak ada seorang pun bisa menentangnya kan bahkan anda sendiri tidak bisa kan" ucapnya santai
mendengar itu Mishugi menatap tajam
"Apa yang kau katakan haah, aku tidak berani"
Sedangkan orang itu tertawa
"sudah sudah jangan bicarakan itu lagi lebih baik kita bersenang-senang" kata sahabat disebelahnya
"iya kita minum minum dahulu sebelum kita melakukan tugas negara"
Kembali di istana malam pun tiba Nalila kini bersama para dayang dan juga shira si Minami palsu.
__ADS_1
"ayo dimakan" perintahnya
Mendengar itu semua yang ada disana terkejut
"yang mulia apa yang kau katakan kami makan semua ini"
Nalila mengangguk
"tapi kami tidak bisa yang mulia kami semua hanya dayang dan pelayan kami tidak pantas" ucapanya terputus saat
"kalian turuti perintah perintahnya" seseorang muncul dan menghampiri Nalila
para dayang dan pelayan langsung bangkit dan memberi hormat pada Kanoko .
"yamg mulia" ucap mereka serempak
Nalila pun juga berdiri hendak memberi hormat namun
"permaisuri ku, duduk lah, bukankah kau juga lapar dan kalian ikut lah makan malam dengan kami"
mereka semua pun makan bersama dan inilah yang tidak pernah ia rasakan karena saat ia menjadi putra mahkota saat waktu makan malam ia hanya makan di kediamannya saja tidak ada kebersamaan didalam hubungannya dengan ayah dan ibu nya
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
flashback
Saat itu malam tiba dan seorang anak sekitar umur 12. tahun anak itu kini sedang ditemani oleh seorang pria
"yang mulia saatnya makan" ucap pria itu
Anak itu hanya berwajah datar dan ia tidak merespon perkataan dari orang yang menyuruhnya makan
"nanti saja paman, aku sedang tidak lapar" akhirnya anak itu berkata juga.
orang itu pun berkata lagi "jika yang mulia tidak makan nanti yang mulia akan sakit"
Anak itu adalah Kanoko saat dia masih berumur 12 tahun dia adalah putra mahkota namun ternyata gelar yang ia sandang tidak membuatnya bahagia .
Tidak lama seorang wanita cantik datang kekediamanya "yang mulia permaisuri datang" ucap seorang penjaga
pria paruh baya yang menemani Kanoko pun langsung berdiri dan menunduk hormat
"yang mulia" ucapnya
Ayaka mengangguk dan beralih pada putra semata wayangnya
"putra ku, kenapa kau tidak mau makan"
Mendengar pertanyaan itu Kanoko menatap sang ibu "bu apakah ayahanda tidak punya waktu untuk putranya"
Ayaka terdiam sejenak dan tidak lama ia tersenyum "sayang ayahanda mu bukan tidak punya waktu, tapi dia adalah seorang raja dan seorang raja pasti mengutamakan rakyatnya sedangkan keluarga adalah no dua sayang dan itu hal yang lumrah setiap seorang pemimpin jadi sayang kau harus bisa memakluminya"
Kanoko masih dian, sang permaisuri pun melanjutkan ucapannya
"Dan kelak kau juga akan seperti itu sayang,"
Mendengar penuturan sang ibu Kanoko menatap sang "apa maksud Ibunda ,aku" tunjuknya diri sendiri
"iya sayang kamu adalah calon raja selanjutnya dan kau harus mempersiapkan dirimu untuk itu"
Kanoko "ibu bisakah jika aku menjadi orang biasa saja" saat itu sang ayah aka Yosaka pun datang
"yang mulia kaisar tiba!!"
Mendengar itu Kanoko pun menatap dan beranjak dan benar saja sang kaisar datang
"Ayahanda" Kanoko
__ADS_1
"yang mulia" Ayaka
mereka pun duduk bersama
"aku kira ayahanda tidak punya waktu untuk ku"
Yosaka langsung menatap sang anak.
Mendengar itu Ayaka pun langsung menyela
"yang mulia, anda jangan salah faham, putra mahkota hanya bercanda" ucap Ayaka mencoba mencairkan suasana yang agak tegang.
"apa maksudmu putraku,"
Kanoko "apa maksud ku, ayah, apa ayah tidak mengerti yang aku inginkan, aku menginginkan ayah perhatian padaku dan juga ibunda"
Mendengar itu Yosaka terdiam memang benar apa yang dikatakan sang anak
"kau benar nak ayahanda tidak punya waktu untuk mu, tapi sayang ayah melakukan ini karena ayah adalah seorang raja" mencoba memberi pengertian
"ayah tahu ayah bukan ayah yang baik untuk mu, tapi nak seorang raja harus menomor satukan rakyatnya daripada keluarga"
mendengar itu Kanoko menunduk
"sayang ayah tidak menyalahkan mu kalau ksu marah justru kau telah mengingatkan ayahmu ini untuk bisa berlaku adil" ucap Yosaka tersenyum
Sambil mengelus kepala Kanoko dia pun berkata "nak, saat kau menjadi raja jangan seperti ayahmu ini nak"
Kanoko "kenapa ayahanda" tanyanya heran
Yosaka pun menjawab "karena walaupun rakyat adalah no satu tapi keluarga lah yang menjadi penyemangat dan yang terpenting adalah wanita yang kelak menjadi istri kamu itu bisa membantu mu"
Mendengar itu Kanoko mengangguk.
flashback off
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Melihat Kanoko tidak makan hanya memandang istrinya dan juga orang orang yang begitu lahap memakan makanan
Nalila yang melihat suaminya tidak makan menatap "yang mulia mengapa anda tidak makan"
Mendengar itu Kanoko tersentak
"eh oh yaa aku akan makan sayang" dan ia pun mulai memakan makanan yang dia anggurin sejak tadi.
Sedangkan yang lain sudah selesai dan langsung merapikannya dan kini tinggallah mereka berdua
"yang mulia, apa yang sebenarnya anda fikirkan"l
Kanoko tersenyum "sayang kau ingin tahu apa yang sedang ku fikirkan"
Nalila mengangguk
"Aku mengingat masa lalu" ucapnya
Mendengar itu Nalila semakin penasaran
"jika boleh saya tahu masa lalu apa yang anda ingat"
Kanoko tersenyum dan itu membuatnya semakin sangat tampan
"aku akan memberi tahu mu tapi ada syaratnya"
"syarat, syarat apa yang mulia" tanya Nalila bingung
Mendengar itu diam diam Kanoko tersenyum jahil
__ADS_1
**bersambung
vote dan komentar kalian sangat saya butuhkan sebagai masukan saya**