Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 16


__ADS_3

Mereka akhirnya sampai rumah namun gadis manis itu tidak kunjung datang dan itu menambah kekhawatiran sang kaisar


Sang nenek yang melihat itu pun menghampiri Kanoko dan bertanya


"Tuan muda, mengapa anda begitu mengkhawatirkan Cucuku, jika memang anda begitu menyukainya aku tidak menghalangi mu tapi bukan kah kalian baru kenal tapi dari tatapan anda seakan cinta anda untuknya sudah begitu dalam, apakah apa yang saya katakan ini benar"


Mendengar itu Kanoko pun memejamkan mata sejenak kilasan tentang kebersamaan mereka dahulu pun kembali terulang.


Namun tidak lama mata pemuda tampan itu kembali terbuka dan menatap nenek Choi yang sejak tadi menatanya


"Apa yang kau katakan memang benar nek, aku memang baru mengenalnya tapi itu menurut mu dan itu benar, tapi yang anda tidak tahu adalah cucu anda adalah kekasih ku yang menghilang ribuan tahun yang lalu"


Mendengar hal itu Choi pun terkejut ia pun tidak mempercayai namun hal yang tidak ia duga pun terjadi Kanoko pun berubah dihadapan sang nenek



Dan saat itu Hajime yang melihat itu pun terkejut


"Yang mulia!!" ucapnya


Namun terlambat Choi melihat itu semua dan wajahnya pun menjadi pucat


"Se se be narnya k kau siapa" sang nenek masih berusaha mempertahankan kesadarannya


"Aku adalah raja negeri kegelapan, penguasa kegelapan, tapi kau tenang saja Choi aku tidak sejahat yang kau fikirkan atau yang dikatakan manusia, aku akan bersikap sebagaimana manusia bersikap kepadaku, dan untuk cucumu itu dia adalah reinkarnasi dari Adhura, gadis yang berasal dari negeri bidadari" jelas Kanoko.


Mendengar itu Choi pun terdiam ia pun tidak tahan dan akhirnya jatuh pingsan


Kanoko yang melihat itu hanya menatanya datar sedangkan Hajime dengan cepat menghampiri keduanya


"Haah, syukurlah beliau hanya pingsan, bisa gawat kalau dia mati" ucapnya pelan sambil bernafas lega.


"Yang mulia, kenapa anda memperlihatkan wujud asli anda padanya, kau tahu jika nenek ini mati ditempat bisa bisa yang mulia putri Adhura tidak akan mau menemui anda dan lebih parahnya lagi ia akan membenci anda"


Mendengar itu sang kaisar pun menatap sang nenek dan tiba tiba sebuah cahaya berwarna biru menyala ditelapak tangannya

__ADS_1


"Hn, aku tahu, tapi cepat atau lambat perempuan tua ini pasti akan tahu, jadi lebih baik aku memberi tahunya sekarang" sambil meletakkan telapak tangan yang bercahaya itu didahi sang nenek


"Tapi kau tenang saja ingatannya sebagian aku hapus jadi yang ia ingat adalah wujud ku bukan apa yang tadi kuucapkan"


Tidak lama kemudian sang nek pun sadar dan ia pun dengan cepat bangun dari pangkuan Hajime.


"Tolong, tolong jangan sakiti saya jangan lukai saya" ucapnya ketakutan


"Kau tenang saja aku tidak akan menyakiti mu tapi kau harus janji" Kanoko menghentikan ucapannya sejenak


"Nek, apapun yang kau lihat tadi tolong jangan beritahu Nalila, biar aku sendiri lah yang akan memberi tahunya, apa kau paham"


Choi pun mengangguk setuju


"Baik lah tuan saya tidak akan memberi tahu Lila tentang hal ini, tapi saya mohon jaga cucu saya dengan baik" pinta sang nenek tulus.


Kanoko oun tersenyum sambil berkata


"Itu sudah menjadi kewajiban ku nek..." belum selesai ucapan Kanoko tiba tiba pemuda itu memuntahkan darah segar di mulutnya


"Yang mulia!!!"


Melihat itu Hajime pun segera menghampiri Kanoko


"Pa man, a a ku baik baik sa ja" ter bata


Namun dalam hati Kanoko


'Lila' panggilnya


"Ceoat tuan bawa tuan muda kekamar" ucapnya


Hajime pun memapah Kanoko kekamar Nalila


"Apa nona masih lama nek" tanya hajime resah pada saat hendak menjawab terdengar suara

__ADS_1


"Nek aku pulang" ucapnya dari arah depan


"Itu Lila datang" ucap choi dan ia pun segera keluar


"Lila, cepat masuk lah tuan muda sangat membutuhkan mu"


Mendengar itu Nalila pun terkejut


"Apa!!! nek tuan muda, ada apa dengan tuan muda" ucapnya bingung .


Mendengar itu Choi pun langsung menarik tangan sang cucu untuk masuk kedalam


"Aku tidak bisa menjelaskannya Lila lebih baik kau lihat saja sendiri"


Sampai didalam kamar lila pun terkejut dan segera menghampiri Kanoko yang terbaring lemah


"Tuan hiks tuan, ada apa dengan mu" ucapnya sambil menangis


Hajime yang melihat itu pun bernafas lega akhirnya belahan jiwa tuannya kembali


"Akhirnya anda kembali nona" ucapnya sambil tersenyum


Lila pun menatap Hajime dan kembali menatap Kanoko


"Tuan, sebenarnya apa yang terjadi dengan tuan muda, mengapa beliau bisa muntah darah"


**bersambung


Hai aku kembali up


Terima kasih yang sudah membaca cerita ini


Oh iya aku juga ada cerita baru yang nggak kalah dengan cerita ini loh


judul nya Dendam dan Kutukkan nah cerita itu seperti nya sedikit menantang penasaran ayo cepat baca dan beri like dan komentar kalian yaa aku tunggu

__ADS_1


sampai jumpa**


__ADS_2