
Di Kediaman Sogama
Saat ini adalah hari keluarga dimana Kuroiki menyambut kehamilan Lenting yang pertama.
"akhirnya kita akan memiliki keturunan istri ku"
Lenting mengangguk "apa kau senang"
Kuroiki tersenyum "tentu saja sayang kau tahu aku sudah lama menanti kan ini dan akhirnya dewa mengabulkan nya"
Lenting pun duduk disebuah ranjang bersama dengan sang suami
"apakah anda akan memberitahu yang mulia kaisar dan permaisuri"
"tentu saja sayang pasti aku akan memberitahu kan berita bahagia ini pada yang mulia"
Saat ia berdiri Lenting menahannya "tunggu, apakah anda akan memberi tahu keadaan gadis tidak tahu diri itu pada kaisar"
Kuroiki baru ingat jika semalam ia bertemu dengan kaisar yang menyamar sebagai pria jubah hitam.
"beliau sudah mengetahuinya, untuk apa lagi memberitahu soal keadaannya heh gadis itu bisa besar kepala, seharusnya yang kita khawatirkan saat ini adalah bagaimana kalau sampai Mishugi tahu jika selama ini yang menjadi permaisuri Kyun adalah shira"
"shira, shira pelayan dari istana ibu suri" tanyanya memastikan
"iya, dia dipilih saat ibu suri dan Kaisar Yosaka mengetahui rencana jahat perdana menteri dan juga Harana"
"Saat itu Minami sudah diboyong ke istana dan aku juga mendengar jika yang mulia kaisar Yosaka mendengar percakapan itu" sambungnya.
Lenting "jadi begitu, jadi yang mulia Yosaka mengetahui ini"
Kuroiki mengangguk "maka dari itu kita harus menutupi ini sampai yang mulia kaisar sendiri membongkarnya"
Sedangkan minami saat ini tubuhnya sangat lemah ia pun berusaha menggunakan kekuatannya namun tetap tidak bisa karena walaupun dia dari keluarga bangsawan namun kekuatan dari klan Tachimi masih kalah jauh dengan klan yujira.
"bagaimana ini, aku tidak mau terus tersiksa disini hiks ayah ibu hiks tolong aku"
Saat itu seorang datang
kreett
orang itu menyodorkan sebuah nampan berisi makanan
"kenapa kau datang kesini"
pelayan itu menatap datar namun berkata
"seharusnya kau bersyukur kau masih hidup sampai sekarang"
Minami terkejut dengan ucapan pelayan itu
"apa maksudmu, kenapa dia tidak membunuh ku saja"
mendengar ucapan dari Minami pelayan itu tersenyum remeh
"membunuh mu, kau mau minta untuk dibunuh,
heh mudah sekali sedangkan kau masih memiliki kesalahan"
"apa yang kau katakan aku memiliki kesalahan, seharusnya kaisar Kanoko yang harusnya berfikir dia lah yang malakukan ini pada ku"
pelayan itu menatap tajam "dengar ini nona kau berani sekali menyalahkan yang mulia kaisar" pelayan itu pun menaruh nampan itu dengan kasar
"makan itu, dan ingat ini baik baik jangan pernah menyalahkan kaisar Kanoko dan permaisuri Tsuyu, karena kebaikan mereka berdua lah kau masih hidup sampai sekarang"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu pelayan pun pergi sedangkan Minami terdiam membisu.
"tidak ini tidak mungkin, tuan kenapa kau tidak datang hiks" ucapnya sambil menangis
Saat itu Lenting sedang berjalan jalan namu tidak lama ia mendengar isak tangis otomatis langkah Lenting dan membuat salah satu pelayan juga terhenti
"nyonya ada apa"
Lenting pun berusaha memastikan dengan bertanya pada pelayan itu "apa kau mendengar suara tangisan"
Gadis itu pun berusaha mendengar namun tidak lama memang terdengar suara isak tangis
"benar nyonya memang ini suara isakan tangis, tapi saya tidak tahu suara ini berasal dari mana"
Lenting terus berjalan sambil ia tiba ditempat ruangan yang tertutup
"heh, ternyata dari sini, suara itu berasal"
pelayan itu pun menatap penuh tanya
"kalau boleh saya tahu memangnya ini tempat apa nyonya, dan siapa orang didalamnya"
Lenting menatap pelayannya dengan tatapan curiga "kenapa apa kau ingin membebaskannya"
pelayan itu langsung menunduk dan langsung menggeleng "tidak nyonya saya tidak akan berani melakukannya"
Lenting langsung tersenyum "kau tidak perlu setakut itu Kimi, aku hanya bercanda saja, jadi kau tidak perlu seserius itu"
kimi pun bernafas lega Lenting pun melanjutkan ucapannya "kau ingin tahu siapa didalamnya"
Kimi mengangguk
"didalam ruangan ini ada mantan permaisuri"
Lenting mengangguk "kau tahu dia itu bukan permaisuri yang sesungguhnya, permaisuri yang sesungguhnya adalah nona Nalila"
mendengar nama Nalila kimi pun tersenyum
"nyonya, yang mulia nalila itu sangat baik, bahkan beliau memperlakukan para pelayan dan dayang itu seperti keluargnys, dia tidak pernah membedakan sama sekali"
Lenting membenarkan ucapan dari pelayanannya itu
"tidak salah jika yang mulia kaisar Kanoko begitu mencintainya, dan begitu memujanya"
Saat itu Lenting pun menarik kimi untuk pergi. dari tempat itu "ayo kita pergi dari sini"
mereka pun bergegas pergi
Sedangkan didalam Minami pun menghampiri pintu dan menggedor gedor pintu
**braakk
braakk**
"kalian!!!! tidak bisa menyamakan aku dengan perempuan rendahan itu!!" teriaknya
saat itu seorang penjaga yang mendengar itu pun membalas dengan berteriak "bisakah kau diam!!, apakah dengan kau berteriak ada yang akan menolong mu heh tidak akan ada!!"
Mendengar itu Minami terus saja berteriak
"kau kira aku percaya kata kata mu heh dia pasti akan datang"
penjaga itu menggeleng terus berjaga tidak lagi meladeni Minami yang menurutnya tidak waras.
__ADS_1
Di istana
masih didalam kediaman permaisuri kyun
"yang mulia, anda tenang saja biar ibu yang akan membuat rencana, tapi ibu mohon agar anda bersabar"
Minami palsu itu mengangguk "baiklah ibu aku akan menunggu mu"
harana "yang. mulia ibu mu ini harus pulang dan" sambil mengeluarkan sebuah benda.
"ambil ini"
minami mengambil benda itu "apa ini ibu"
harana "itu adalah sebuah jimat yang akan melindungi mu"
"yaa sudah ibu pulang dahulu ingat jaga diri mu baik baik" ucapnya lagi
Minami mengangguk, ia pun mengantar harana sampai didepan Istana salju
sedangkan Kanoko pun. juga selesai mengawasi shira
"yang mulia, ada apa"
Kanoko menatap sang istri "kau sudah tahu bukan rencana harana, yang ingin memisahkan kita"
Nalila mengangguk dan ia pun menggenggam tangan Kanoko "apakah anda khawatir"
Kanoko pun menggenggam balik tangan gadis manis
"aku semula sangat khawatir tapi melihat ekspresi mu yang tidak khawatir aku yakin kau percaya padaku"
Nalila pun memeluk Kanoko
"aku sebenarnya khawatir, tapi aku yakin suamiku memiliki sebuah rencana"
Mendengar itu Kanoko pun mencium pucuk kepala Nalila dengan lembut
"ayo kita lihat di istana salju" sambil menggenggam tangan Nalila mereka pun pergi ke istana yang dimaksud.
Sedangkan shira kini pakaiannya sudah terganti oleh pakaian biasa
"bagaimana ini, yang mulia" ucapannya terputus saat melihat Nalila dan Kanoko ada dihadapannya
"ada apa shira"
shira pun langsung menunduk hormat
"yang mulia kaisar, yang mulia permaisuri shira memberi hormat"
"shira, apa yang ada di tanganmu itu" tanya Kanoko langsung
"ini kata nyonya Harana adalah jimat untuk nona Minami" ucapnya sambil memberikan benda itu
Kanoko pun mengambil benda itu dan memeriksanya
"yang mulia benda itu" ucapan Nalila terhenti karena "ini hanya jimat biasa namun memiliki kekuatan melindungi"
Kanoko pun mengembalikan benda itu pada shira "benda ini sudah ku ganti dengan sihir memanipulasi jadi Harana dan Mishugi tidak akan mencurigaimu"
mendengar itu shira pun menunduk "terima kasih yang mulia kaisar"
Namun Kanoko merasa jika akan ada sesuatu yang akan terjadi namun ia belum bisa memastikan apa itu
__ADS_1
bersambung