
Mishugi terdiam dan pertemuan tetap dilanjutkan dengan perasaan kacau, karena hatinya dipenuhi pertanyaan akan gadis bernama Aiko itu
'Siapa gadis, itu apa benar dia adalah putriku yang sebenarnya' ucapnya dalam hati
Sedangkan Kanoko yang tahu akan ucapan batin Mishugi pun diam diam menyeringai
'Sebentar lagi, semuanya akan jelas siapa putrimu itu' inner Kanoko
Sedangkan dikediaman kuroiki ada sebuah bangunan yang tidak terpakai dan disana ada seorang gadis berpakaian putih lusuh dan tidak terawat sambil menangis
"hiks sampai kapan aku di sini dimanakah orang itu yang katanya menjanjikan sebuah kebebasan hiks"
Mendengar itu Kuroiki menyeringai
"tunggu lah sampai kau tua sekali pun orang itu tidak akan datang" ucapnya pelan
Saat itu seorang penjaga datang menghampiri
"tuan, bolehkah saya bertanya"
Kuroiki mengangguk sebagai jawaban
penjaga "tuan sebenarnya ada apa dengan gadis itu sudah 6 bulan.dia di sini, dan sangat mengenaskan"
Mendengar itu Kuroiki tersenyum remeh "kau bilang dia mengenaskan heh bersyukur lah kalau saat ini masih hidup, aku malah berniat ingin membunuhnya"
Sang penjaga terkejut akan ucapan tuannya
"kau pasti bertanya tanya kenapa aku bersikap demikian karena gadis tidak tau diri itu membuat ku dan Kanoko terhina"
penjaga yang ada di sana terkejut
__ADS_1
"Yang mulia kaisar pernah diperlakukan tidak sopan"
Kuroiki mengangguk, sedangkan para penjaga yang bertugas disana pun terkejut
"ini tidak bisa dibiarkan, gadis itu harus diberi pelajaran agar tau tata krama"
Dan disetujui semua orang disana, "kalau begitu kami kembali bertugas dan urusan gadis itu biar kami yang akan menanganinya"
Setelah mengatakan itu para penjaga pun pergi
'permainan akan dimulai yang sesungguhnya Minami, aku tahu siapa yang kau sebenarnya'
Kuroiki kembali menyamar sebagai jubah hitam "kita lihat apa yang akan kau lakukan gadis iblis"
Tidak lama Kuroiki pun menghilang
Sedangkan ditempat lain Lenting bersama dengan sang permaisuri, mereka kini berada di halaman belakang.
"Yang mulia, dari mana anda mendapatkan ide ini" tanya Lenting
"aku hanya mengisi waktu luang dan melihat kain ini seperti tidak terpakai namun masih bagus"
Lenting mengangguk "anda benar yang mulia kain ini masih bagus apa lagi kini ditangan anda malah jadi indah, karena anda beri hiasan"
Nalila tersenyum "kau bisa aja, lihat ini aku hanya menyulam nya saja karena aku memiliki beberapa hiasan yang aku buat saat masih di bumi"
Lenting kagum akan sang permaisuri karena perbuatan gadis manis itu dia tidak pernah menyusahkan orang lain
"nah sudah jadi" ucap nalila sambil memperlihatkan kain yang tadi disulapnya Lenting pun terpesona
"Yang mulia indah sekali kain itu apa lagi kalau dibuat pakaian" belum juga selesai
__ADS_1
"kau benar kain kain ini bisa dibuat sebagai pakaian dan nanti bisa dipakai buat sebagian rakyat yang kurang mampu"
Saat itu Kanoko yang mendengar nya tersenyum
"Tapi ini benangnya tidak cukup yaa"
Saat itu lenting "sebenarnya aku ada benang tapi dirumah yang mulia, bagaimana kalau aku ambil dulu"
Mendengar itu nalila pun "tunggu aku akan ikut sekalian jalan jalan"
Namun sebelum mereka keluar dari dalam istana persik Kanoko sudah berdiri didepannya
"mau kemana permaisuri ku" tanyanya datar
mendengar pertanyaan itu nalila dan Lenting langsung menunduk
"yang mulia" ucap Lenting langsung mundur, nalila yang melihat itu langsung menghampiri suaminya
"Suamiku, boleh kah aku keluar istana"
Kanoko "sayang untuk apa kau keluar hm apa yang ingin kau cari"
"suamiku aku ingin mengambil benang dirumahnya Lenting sekalian aku ingin jalan jalan"
Mendengar itu Kanoko menatap sang istri kesayangan
"nalila, diluar sangat berbahaya sayang kau tahu banyak orang mengincar mu"
Mendengar itu ia jadi teringat akan ucapan Kanoko saat masih dialam manusia
"anda pernah mengatakan itu yang mulia tapi siapa yang mengincarku"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan itu Kanoko menutup mata dan
bersambung