
Selesai bercerita Harana menatap putrinya
"nak maka dari itu ibu mohon bertahan lah disini kalau perlu kau harus bisa buat selir Tsuyu itu tidak betah di istana"
Mendengar itu Minami pun mengangguk"kau tenang saja ibu, aku akan buat gadis itu merasa dineraka"
Tanpa Harana tahu jika putrinya lah yang kini berada di neraka.
πππππ
Sedangkan Minami yang asli kini dia sangat gelisah orang yang ia suruh tidak juga kembali
"kemana dia, kenapa sampai sekarang tidak ada kabar" ucapnya gelisah
Tidak lama seorang wanita cantik datang
"heh, lihat seorang mantan permaisuri menumpang di rumah pelayanannya, hahaha lucu sekali" ucapnya sombong.
Mendengar itu Minami pun menatap dan terkejut
"k kau"
"yaa aku, siapa lagi yang mu li a eh bukan bukan sebutan apa yang pantas untuk mu mantan per mai su ri" perempuan itu sengaja mengejek Minami karena dahulu gadis itu telah mengejeknya
flashback
seorang gadis sedang menyiram tanaman saat itu putri perdana menteri itu lewat yaa siapa lagi kalau bukan Minami dari keluarga Tachimi
"heh itu bukannya putri perdana menteri kan"
"iya, ternyata dia sangat cantik" ucap yang lain
Mendengar pujian itu Minami pun menjadi bangga heh tentu saja aku lah yang paling cantik dan pantas untuk bersanding dengan putra mahkota"
Saat itu para pelayan pun menunduk saat gadis itu lewat, namun tanpa sengaja Lenting menabraknya. dan air tumpah mengenai pakaian Minami
"aduh" pekik gadis itu "maaf maaf nona saya tidak sengaja" ucap Lenting
"hei kau, apakah kau tidak tahu dia adalah putri yang paling berpengaruh di negeri ini" ucap salah satu pelayan.
"a aku tahu, itu maka dari itu aku minta maaf padanya" Lenting pun menghampiri gadis itu
"nona maafkan aku, sungguh tadi aku tidak sengaja" mendengar itu Minami yang sejak tadi diam pun tersenyum miring
"kau ingin dapat maaf dari ku" tanyanya
Lenting mengangguk
"heh mudah saja, kau harus berlutut dikaki ku" ucapnya menyeringai
Mendengar itu Lenting berani menatap gadis angkuh itu
"nona saya tahu saya salah, tapi sampai kapanpun saya tidak akan pernah berlutut pada siapa pun" ucapnya berani
Mendengar itu Minami pun tertawa sinis
"huh!!, seorang pelayan rendahan seperti mu sombong juga rupanya heh" sambil mencengkeram leher gadis itu
"aku bisa melakukan apa saja untuk membuat mu ditendang dari istana ini" ucapnya sombong
__ADS_1
"saya tidak takut dengan ancaman anda nona, karena bagi saya, saya disini untuk melayani bukan seperti anda , yang hanya bisa pamer karena anda seorang putri dari seorang perdana menteri, padahal anda tidak bisa berbuat apa apa kan"
mendengar cemoohan itu Minami pun meradang
"apa yang kau katakan haah!!" teriaknya dan ia pun hendak menampar Lenting namun
greepp
"aaakkkh siapa yang..." ucapannya terputus saat "k kau" terkejut
"hn" ucap Kanoko dan saat itu Kuroiki membantu Lenting
"kau tidak apa apa" tanyanya khawatir
Gadis itu menggeleng Minami masih berusaha untuk melepaskan cengkraman pemuda itu namun ia tidak bisa .
"ada apa ini, kenapa kau bisa berurusan dengan nona Tachimi" Kuroiki bertanya pada Lenting
"aku tidak sengaja menumpahkan air ke pakaiannya, tuan, tapi saya sudah berusaha meminta maaf kepadanya" jelas Lenting
Mendengar itu Minami pun berkilah "bohong!!, dia tidak minta maaf malah dia hampir membuat saya jatuh yang mulia" ucapnya berbohong
Lenting "itu tidak benar yang mulia, saya sudah minta maaf pada nona tapi" ucapannya terhenti
"tapi, tapi apa" tanya sang putra mahkota
"dia menyuruh ku berlutut"
Mendengar itu Kanoko dan Kuroiki menatap minami "apa benar itu nona Tachimi"
Tidak!! itu tidak benar kalian bisa tanyakan pada para pelayan disini" ucap Minami dengan mata menatap tajam kepada para pelayan
namun jika diteliti tatapan Minami itu tatapan yang menyiratkan 'katakan pada mereka jika yang ku katakan itu benar'
pelayan yang ada disana mengangguk kaku
"i iya". namun jangan salahkan Kanoko yang tahu jika apa yang dikatakan oleh gadis Tachimi itu semua bohong
"Kalian itu dibayar gadis ini berapa haah, apakah dibayar sepeti emas atau jangan jangan kalian di ancam, karena aku tahu jika kalian itu sebenarnya berbohong mana mungkin dia berkata seperti itu" saat itu menatap seorang pelayan yang tadi diam saja
"kau dari tadi kau diam dan tidak bilang apa, kau pasti tahu permasalahan iniβ
pelayan itu mengangguk
Kanoko pun melanjutkan ucapannya
"Sekarang ceritakan semuanya jangan ada yang di tutup tutupi"
mendengar itu Minami berusaha menghentikan "yang mulia apa lagi yang harus diceritakan, aku tidak berbohong, pelayan rendahan ini sudah membuat saya seperti ini"
Kanoko pun menatap dari ujung kepala sampai ujung kaki gadis itu "memangnya apa yang dia lakukan hm apa dia membuat mu jatuh, tapi aku lihat tidak kotor pakaian mu cuma basah kan lalu gadis itu juga sudah minta maaf bukan"
Mendengar itu Minami terkejut "kenapa kau terkejut" tanyanya main main
"kalian semua, kalian itu bukan pelayan gadis ini" tunjuknya pada Minami
mendengar itu semua yang ada disana terkejut
"jadi tidak perlu takut jika gadis ini mengancam kalian"
__ADS_1
"dan kau katakan apa yang dikatakan gadis ini benar atau tidak" tanyanya lagi.
pelayan yang ditanya itu tidak lain adalah Arin teman Lenting
"saya memang melihat teman saya menabrak nona Minami, tapi dia tidak sengaja dan teman saya sudah minta maaf tapi " namun belum juga selesai Minami langsung menyela " sudah lah kau tidak perlu membelanya, kamu sama dia itu sama dasar pelayan rendahan!!" namun tiba tiba.
"jangan menghina seorang pelayan nona, coba kau fikir kalau tidak ada mereka bagaimana, apa kau mau tidak ada seorang pun membantu mu, apa kau tidak fikir siapa yang menyiapkan kebutuhan mu kalau bukan mereka" ucap Kanoko
Mendengar itu semuanya terdiam dan para pelayan merasa beruntung karena baru kali ini mereka merasa dihormati dan dibela oleh seorang putra mahkota.
"Dan untuk kalian jangan takut jika kalian benar, jangan pernah takut apa lagi takut pada gadis sombong ini" ucap Kanoko tegas
Dan untuk mu nona, aku bangga padamu kau berani melawannya, sesekali beri pelajaran gadis itu agar tidak menginjak injak harga diri orang"
Mendengar itu Lenting tersenyum
"Yang mulia anda tahu dari mana jika saya tidak bersalah"
Kanoko hanya diam namun Kuroiki lah yang menjawab "Lenting sudah lah lebih baik kita pergi nanti aku ceritakan"
"yang mulia kami berdua mohon pamit" ucap Kuroiki setelah mengatakan itu dan memberi hormat mereka berdua pun pergi.
Dan saat ini mereka berdua berada di belakang istana "kuro kenapa kau malah menarik ku" sambil berusaha melepaskan cengkraman pemuda itu
"kau itu bertanya nya juga nggak usah yang aneh aneh, apa kau lupa siapa yang mulia"
Mendengar itu Lenting pun menutup mulutnya
"astaga aku lupa kalau yang mulia adalah reinkarnasi kaisar kedua kan"
flashback end
"apa kau masih ingat, kau menghina ku sebagai pelayan rendahan dan lihat kau numpang dirumahku" sambil mencengkeram leher Minami
"aaakkkhh apa yang kau lakukan!!" teriaknya
Lenting "kau tanya apa yang kulakukan, aku melakukan apa yang kau lakukan dahulu padaku minami"
plaaakk
sebuah tamparan menyapa pipi Minami
"kau juga menyuruh untuk berlutut bukan"
plaaakk
bruukk
Minami mendapatkan tamparan untuk kedua kalian.
saat itu para pelayan hanya bisa menonton kerena sang ibu menghentikan untuk menolong Minami
"jangan ada yang menolong gadis yang tidak tahu diri itu" ucap perempuan paruh baya
"kalian pasti bertanya tanya kenapa aku bilang seperti itu" semua menunggu perempuan itu melanjutkan ucapannya
"karena wanita itu lah yang ingin menghancurkan pernikahan yang mulia kaisar kanoko dan permaisuri Nalila"
**bersambung
__ADS_1
terimakasih yang sudah baca karya ku ini
jangan lupa baca karya ku yang lain yaa**