
Ayo bom Like nya sebelum membaca
"Apa maksudmu"
Orang itu masih berlutut didepan kaisar
"Saya memang diminta untuk menggagalkan acara penobatan dan sekaligus pernikahan anda"
Mendengar itu Kanoko pun berekspresi dingin
"Lalu, apa keuntungan yang kau dapat dengan melakukan ini harta apakah orang itu akan memberimu harta atau apa" tanya Kuroiki
"Saya hanya diberi" sambil mengeluarkan sekantung yang ada di balik kelepek pakaiannya.
"Aku akan memberikan kan ini kepadamu" ujar Kanoko menunju sebuah peti berukuran sedang yang berisikan koin perak.
Melihat itu orang dikenal sebagai penjaga perbatasan itu pun terkejut.
"i ini untuk saya yang mulia, tapi uang sebanyak ini anda.." orang itu tidak bisa berkata kata saat melihat untuk pertama kalinya uang dimatanya.
"bagaimana apa kau mau"
Mendengar itu orang itu langsung mengangguk
"Yaa aku mau aku mau" saat itu ia hendak mengambil peti namun.
Kuroiki langsung menjauhkan peti dari pria itu
"eetss ada syaratnya"
Pria itu terkejut namun tetap bertanya "apa syaratnya"
Kanoko lah yang berbicara "Katakan siapa yang memerintahkan mu melakukan ini"
Pria itu langsung menjawab yang memerintahkan adalah Yang mulia Minami , kaisar"
Mendengar itu Kanoko menatap Kuroiki
"Apa yang ia minta padamu"
Pria itu terdiam sejenak "dia minta agar aku menghancurkan acara ini tapi saya tidak bisa melakukannya"
Saat itu datanglah Nalila dengan pakaian pengantinnya dan membuat semua orang disana tercengang kagum.
Yang mulia" ucap mereka serempak kecuali Kanoko
"Yang mulia, ada apa dan kenapa dia berlutut seperti itu"
Kanoko langsung menarik calon istrinya kebelakang punggungnya
"Tenang dan diam kita akan segera tahu sayang"
Kanoko pun menatap orang itu kembali dan berujar "lanjutkan"
Orang itu mengangguk dan kembali melanjutkan ucapannya
"Dia akan membayar saya dengan sekantung uang dan jujur saya memang membutuhkan uang"
Mendengar itu Kanoko Hajime dan Kuroiki pun saling tatap
__ADS_1
"Aku akan berikan ini, tapi kau harus lakukan sesuatu untuk ku"
Mendengar itu orang itu mengangguk
"Saya akan melakukan apa pun perintah anda"
"Bagus sebentar lagi adalah acara pernikahan ku dengan Lila, dan kau tahu acara ini akan dihadiri oleh Mishugi dan istrinya"
Orang itu mengangguk
"Sekarang kau ku tugaskan mencari tahu siapa mata mata Mishugi"
Kuroiki langsung menatap Kanoko
"Yang mulia, saya tahu mata mata Mishugi, tapi" mendengar itu Kanoko terkejut mengerinyit heran.
"Apa yang kau katakan Kuro" pemuda itu menundukkan kepalanya
"Sebenarnya saya saya" Kanoko yang sudah kehilangan kesabaran pun menarik kerah pakaian kuro dengan kasar
"Cepat!! katakan apa yang kau ketahui"
Melihat calon suaminya hendak meluapkan amarah, Nalila memegang lengan Kanoko sambil berkata
"Yang mulia tenang lah" ucapnya lembut
Mendengar itu cengkeraman Kanoko sedikit melonggar
"Kuroiki, apa kau adalah mata matanya Mishugi" tanyanya pelan.
Kuroiki mengangguk perlahan dan saat itu mengetahui jika Kuroiki adalah mata mata Mishugi amarah Kanoko kembali memuncak
Dasar pengkhianat kau!!"
"Aku tidak menyangka mempunyai teman seorang pengkhianat seperti mu!!" teriak Kanoko
Nalila yang melihat suaminya yang sangat marah Nalila berusaha menghentikannya
"Yang mulia , sudah sudah"
Hajime"yang mulia tolong tenangkan diri anda, saya mohon"
Mendengar ucapan paman dan Nalila
"Apa kalian, ingin membela seorang pengkhianat seperti dia haah"
"Bukan begitu yang mulia, saya hanya ingin anda dengarkan penjelasan darinya dahulu"
Saat itu Kanoko agak tenang disamping Nalila
Saat itu orang yang disuruh oleh Minami itu mengangguk melirik kearah Hajime
"Ingat apa yang tadi kukatakan padamu tadi buat gadis Tachimi itu percaya jika kau berhasil membuat pernikahan ini gagal"
Mendengar itu orang penjaga perbatasan sebut saja Akahito mengangguk namun
"Saya akan mengatakan itu padanya"
Dan saat itu hajime memberikan peti kecil yang berisi perak kepada Akahito
__ADS_1
"Terimakasih tuan terima kasih" ucapnya sambil memberi hormat kepada hajime .
"Tolong sampaikan kepada yang mulia Kanoko dan yang mulia permaisuri bahwa aku sangat berterima kasih atas kebaikan ini, saya do'akan beliau berdua selalu langgeng sampai maut memisahkan mereka" do'a Akahito.
Hajime tersenyum "iya akan aku sampaikan terimakasih mu dan kau tenang saja kami akan melindungi mu jika suatu saat mereka tahu tentang ini"
Akahito terkejut ternyata pemikirannya tentang sang kaisar yang katanya berhati bengis dan kejam itu hanya omong kosong.
Buktinya Kanoko memberinya koin perak kepadanya
"Tuan sekali lagi saya berterima kasih pada anda sudah mau percaya apa yeng saya katakan"
Hajime mengangguk
"Kalau begitu saya undur diri dahulu" Hajime pun mengangguk
Setelah itu hajime kembali masuk kedalam dan saat itu melihat Kuroiki langsung diobati oleh seorang tabib
"Kuro maafkan aku, aku sebenarnya tidak sengaja" ucap kaisar
"Yang mulia ini saya lakukan kerena aku yakin bukan hanya dia saja yang diutus, tapi saya melihat seorang lagi yang memata matai kita"
Mendengar itu Kanoko terkejut
"Apa kau bilang, jadi Mishugi menurunkan mata mata yang sebenarnya"
"Tuan anda benar benar tidak apa" tanyanya gadis manis
"Yang mulia anda tidak perlu khawatir saya baik baik saja"
Saat itu seseorang datang dan berkata
"Semua persiapan sudah siap dan acara bisa kita mulai"
Saat itu Hajime langsung "mari yang mulia kaisar kita harus bersiap siap"
Sedangkan Nalila juga saat ini didandani oleh para dayang
"Anda sangat cantik yang mulia" ucap Chita
"Kau terlalu memuji Chita"
"Lah apa yang saya katakan ini adalah kebenaran"
Saat itu terdengar suara "Yang mulia permaisuri telah tiba"
Mendengar itu Kanoko menatap sambil tersenyum sedangkan Nalila berjalan dengan anggun sambil menunduk.
Saat sudah sampai di altar Kanoko mengulurkan tangan dan menggandeng tangannya
Pemberkatan pun terjadi
"beri hormat pada dewa"
"Dan yang terakhir kalian menunduk saling menghormati"
Setelah acara itu Kanoko pun mencium kening sang istri
__ADS_1
"Akhirnya kau menjadi milikku Lila sayang"
bersambung