
Setiap orang punya kehidupannya masing-masing. Begitu juga dengan anak berusia tiga tahun itu.
Azka Adhinata, umurnya yang masih belia membuat orang-orang yang bertemu dengannya tak jarang merasa gemas padanya.
Tangan-tangan kotor orang dewasa itu mencubit pipinya, mengusap rambutnya da kegiatan lain yang membuat anak itu gerah.
"Lagi lucu-lucunya ya kalau umur segini," ucap salah seorang tetangga Bila. Wanita paruh baya itu bernama Bu Sigit, istri Pak RT.
"Ahahah iya, Bu. Saking gemasnya, saya juga suka cubitin pipi dia."
Ternyata bukan hanya orang lain yang melakukan penganiayaan pada anak tiga tahun itu, tapi Mommynya sendiri juga melakukannya.
Azka sering kali menangis untuk menghentikan orang-orang itu, namun bukannya berhenti orang-orang itu malah selalu bergantian menggendongnya.
"Suaminya lagi kerja ya?" tanya Bu Sigit yang diangguki oleh Bila.
"Iya Bu. Dia sibuk banget belakangan ini," jawab Bila.
"Dengar-dengar, suaminya gak lagi ngajar di sekolah? Padahal pasti ngajarnya seru tuh," timpal Bu Dewi yang sama juga tetangganya.
Orang-orang dewasa itu terus saja membicarakan pekerjaan yang membuat Azka bosan.
Dia memukul-mukul pelan dada Mommynya agar segera pergi dari sana. Tapi entah bodoh atau polos, Mommynya itu justru semakin bersemangat menjawab semua pertanyaan ibu-ibu itu.
"Iya Bu. Dulu kerja di sekolah. Tapi dua tahun kebelakang dia keluar. Dia lebih milih lanjutin bisnis keluarganya." Bila menjelaskannya.
Ya, tepat dua tahun lalu Eyang Adhinata meninggal dan akhirnya Jeff yang mengambil alih perusahaan Kakeknya itu.
Sebenarnya Azka juga tidak mengerti dengan hal seperti itu, tapi dia selalu mendengar hal-hal aneh itu dari Mommynya.
"Saya pulang dulu ya, Bu. Kayanya anak saya udah ngantuk berat," ucap Bila pada Ibu-ibu itu.
"Iya silahkan. Kasian juga anaknya kepanasan."
Akhirnya Bila pulang setelah dia selesai bergosip dengan tetangganya itu.
Sesampainya di rumah, Bila menurunkan Azka dari gendongannya. "Akhh anak Mommy makin gede aja. Pegel banget pundak Mommy," ucap Bila.
Azka sangat tahu pasti Mommynya itu pegal. Ditambah dia yang akan memiliki adik dan masih berada di perut Mommynya pasti menambah beban wanita itu.
"Mmoommmy." Azka kecil sangat senang mengoceh seperti itu seolah mempermainkan sang Mommy.
Waktu berlalu hingga sore telah tiba di mana ini adalah waktunya Jeff pulang.
Sementara itu Azka masih betah dalam tidurnya.
__ADS_1
"Ayah pulang!!" serunya saat baru masuk rumah. Telinga Azka yang sangat sensitif sangat bisa menerima panggilan itu berbeda dengan Bila yang masih betah dalam tidurnya.
"Anak Ayah udah bangun? Mommynya aja belum bangun. Pinter banget sih," ucap Jeff saat dia sudah tiba di ruang keluarga.
Ya anak dan istrinya itu tertidur di ruang keluarga.
Tentu saja Azka kecil terbangun. Itu semua karena panggilan Jeff yang sangat nyaring.
Azka seolah kesal dengan ulah Ayahnya itu, dia memalingkan wajahnya menghadap arah lain agar tak melihat ayahnya.
Enak saja, setelah membangunkannya, pria yang berstatus sebagai ayahnya itu malah dengan santai mendekati Mommynya dan mengecup keningnya singkat.
"Noooo!!!" Azka berteriak seolah tak memperbolehkan Jeff mendekati Bila.
Teriakan Azka berhasil membuat Bila terbangun. "Kenapa, Sayang?" tanya Bila pada putranya.
Azka tak menjawab. Bila melihat ke arah sekitar dan agak terkejut melihat Jeff yang sudah ada di belakangnya.
"Kamu kapan pulang?" tanya Bila terkejut.
"Barusan. Azka aja bangun waktu aku datang. Kamu malah asik tidur," jawab Jeff.
"Kayanya aku kelelahan deh," timpal Bila.
Azka mencebikan bibirnya seolah mengejek sang Mommy.
"Emangnya kamu abis ngapain?" tanya Jeff. Yang dia tau, Bila tak dia perbolehkan melakukan halm berat apalagi yang sampai membuat gadis itu lelah.
"Gak abis ngapa-ngapain sih," kekehnya. Dia juga tak tahu kenapa bisa lelah padahal dia tak mengerjakan sesuatu yang berat.
"Maaf, aku belum masak loh. Mau makan sekarang?" tanya Bila. Karena asik tidur dia sampai tak sempat memasak.
"Gak usah. Nanti kita makan di luar aja. Sekalian aku juga mau jalan-jalan." Jeff menolak.
Azka tentu saja mendengar apa yang dikatakan Ayahnya itu.
Sepertinya lagi-lagi malam ini dia akan menjadi tumbal.
Dia sangat benci ketika harus bepergian di malam hari. Waktu tidurnya sangat terganggu.
Ketika dia sudah mengantuk dan sebentar lagi akan terlelap, suara teriakan orang di keramaian membuatnya kembali terjaga.
Kalian tak akan mengerti bagaimana tersiksanya seorang Azka jika jalan-jalan di malam hari.
Haruskah dia pura-pura sakit? Tidak itu tidak akan berhasil.
__ADS_1
"Ya udah mandi dulu sana. Atau mau pakai air hangat?" tawar Bila.
Lagi-lagi Jeff menggeleng. "Enggak, aku gerah. Jadi mau pakai air biasa aja."
Bila mengangguk sementara Jeff pergi ke kamarnya untuk membersihkan badan.
"Nah sekarang kamu juga mandi, ayo!!" seru Bila sambil menggendong Azka ke kamar mandi satunya.
Azka hanya diam pasrah, dia juga tan bisa menolak jika sudah seperti ini.
Hari mulai malam namun belum begitu larut. Saat ini dua sejoli ditambah satu anak kecil itu sudah ada di sebuah restoran yang menyediakan berbagai macam makanan dari berbagai negara.
Kalian bisa membayangkan betapa megahnya tempat ini.
"Kamu nanti Mommy pesenin biskuit aja ya."
Kalian lihat? Kedua orang tuanya memakan makanan khas negara-negara diluar sana dan Azka hanya memakan sebuah biskuit? Sungguk menyesakkan.
Azka juga ingin makanan enak, tapi sayang dia hanya dibelikan biskuit itupun hanya tiga buah.
Lengkap sudah penderitaannya malam ini.
"Abis ini mau main ke mana?" tanya Bila. Dua orang itu hanya asik berbicara berdua dan mengabaikan Azka yang masih sibuk menggigit biskuitnya.
Demi Tuhan biskuit ini terasa sekeras batu bagi Azka yang hanya hanya memiliki dua gigi di bagian depan.
"Susah Sayang?" Jeff bertanya ketika melihat sang putra yang sepertinya kesulitan memakan makanannya.
Azka tak menjawab, dia masih berusaha. "Pesan susu aja, nanti dihancurin biskuitnya," saran Jeff pada istrinya.
Akhirnya mereka benar-benar memesan susu dan menghancurkan biskuit itu.
Lihat? Bahkan kali ini lebih parah, Azka diminta untuk memakan bubur biskuit yang bisa dia pastikan terasa hambar.
"Nah kalau gitu kan anak Ayah gak kesusahan," ucap Jeff.
Mereka kembali makan dengan tenang setelah mengurus masalah Azka dan makanannya.
Lahap, mereka sama-sama makan dengan lahap kali ini.
Makanan mereha habis dan sekarang mereka harus membayar makanannya. Jeff pergi ke kasir sementara Bila menunggu di sana.
"Aduh, Sayang. Kok berantakan sih?" ucap Bila yang melihan terdapat noda biskuit di sekitar mulut Azka.
Tentu saja berantakan namanya juga anak kecil.
__ADS_1
Bila membersihkan wajah Azka hingga anak itu kembali terlihat tampan.
Inilah kisah keluarga kecil yang penuh kebahagiaan dari sudut pandang seorang Azka Adhinata.