Tergoda Pesona Mr Cassanova

Tergoda Pesona Mr Cassanova
33. Bertemu Denganya, Lagi


__ADS_3

Awalnya Raveno menyangkal pernyataan adiknya yang mengatakan jika Bila sedang mengandung. Tapi entah mengapa, ucapan adiknya itu kini terngiang-ngiang dalam ingatannya.


"Gak mungkin kan ya?" tanyanya pada dirinya sendiri berusaha meyakinkan jika ucapan adiknya itu tidak benar.


"Kalau iya, siapa yang lakuin? Dia kan gak punya pacar waktu sekolah," ucapnya.


Sekelebat bayangan ketika Bila selalu bersama dengan Jeff terlintas begitu saja.


"Gak, gak mungkin dia orangnya." Raveno bangkit dari posisi tidurnya. Dia segera mengambil ponselnya yang berada di saku celananya.


Pria tampan itu segera mengetikan sesuatu di sana. "Ciri fisik wanita hamil." Itulah yang dia ketik dalam kolom pencarian.


Rasa penasarannya semakin menjadi kala melihat gambar orang yang hamil di ponselnya.


"Kalau dilihat-lihat, posturnya memang mirip. Tapi..."


Raveno terus menggulir ponselnya membaca sebuah artikel yang memberitahukan ciri-ciri wanita hamil.


"Berat badan bertambah, payudara membesar," ucap Raveno membacakan apa yang dia lihat.


Pandangannya beralih ke depan sedikit berpikir. "Kenapa tadi gue gak lihat *********** ya?" Sebuah pertanyaan konyol yang membuat dirinya terlihat bodoh saat ini.


"Ahh bodo amat! Gue gak peduli! Lagian siapa yang berani hamilin dia!!" Raveno membanting ponselnya ke kasur tanpa mengembalikan pencarian itu.


Dia beranjak, membuka bajunya dan pergi ke kamar mandi.


Di lain sisi, Bila membuka coat yang dia kenakan. Kaos yang dia gunakan terlihat longgar. Sengaja dia menggunakannya untuk menyamarkan kehamilannya.


"Semoga dia gak curiga," desisnya. Dia berdiri di depan cermin yang memperlihatkan badannya.


Perutnya memang belum begitu besar, tapi jika dilihat telanjang pasti akan sangat ketara.


"Hai anak Mommy, gak sabar ya mau ketemu Mommy?"


Bila mengelus perut telanjangnya yang buncit. Dia tersenyum lembut. Ada sedikit rasa bangga pada dirinya.


"Kamu tau gimana manjanya Mommy dulu? Tapi karena kehadiran kamu, akhirnya Mommy belajar mandiri. Sudah tiga bulan kita tinggal bersama dan kita bisa lewatin ini semua. Semoga kedepannya kita bisa terus bareng kaya gini ya," curhatnya.

__ADS_1


Hari-hari hanya anaknya yang bisa dia ajak berbicara mengingat dia tak mengenal siapapun di sana. Ada seorang tetangga yang sangat baik padanya, tapi Bila tak bisa berbicara banyak dengannya karena terhambat bahasa.


"Kita mandi dulu." Setelah berucap demikian, Bila pergi ke kamar mandi. Dia harus membersihkan badannya apalagi dia habis dari luar.


****


Sungguh tak terasa, sudah terhitung satu minggu Jeff di Korea dan dia masih belum bisa melupakan bayang-bayang Bila.


Gadis itu terus muncul dalam mimpinya belakangan ini dan memarahinya habis-habisan.


"Demi Tuhan, lebih baik kamu datang padaku dan memarahiku daripada kamu pergi seperti ini."


Keringat membasahi pelipisnya. Jeff baru saja mimpi buruk namun tak lebih buruk dari ditinggalkan Bila.


Pria itu mengusap pelipisnya dan sedikit memijatnya. "Ini tidak berhasil. Sebaiknya aku pulang," ucapnya.


Dia beranjak dari ranjangnya untuk mandi. Tak perlu waktu lama untuk itu. Setelah selesai dengan urusannya, Jeff mengambil jaket yang cukup tebal.


"Satu hari lagi. Aku akan keluar sekarang dan pulang besok," ujarnya.


Dengan santai Jeff masuk ke dalam caffe itu dan memesan sebuah minuman. Dia juga memesan beberapa makanan untuk dinikmatinya.


Tak banyak yang dia lakukan di sana. Hanya memakan makanan yang dia pesan dan melihat suasana sekitar. Entah karena ini adalah hari kerja, namun suasana di sini terlihat sangat sepi.


Hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang. "Tidak buruk," ucapnya saat makanan itu masuk ke dalam mulutnya.


Dalam caffe itu juga hanya ada beberapa orang. Kebanyakan anak remaja yang sedang mengerjakan tugas atau sebagainya.


Dentingan bell membuat Jeff mengalihkan pandangannya pada pintu masuk. Tubuhnya kaku saat melihat siapa yang datang ke sana.


"Bila," lirihnya. Selama ini dia mencari gadis itu dan tak kunjung menemukannya. Namun saat ini dia berhasil menemukan orang yang selama ini dicarinya tanpa sengaja.


Sementara itu orang yang baru saja masuk kedalam caffe dengan seorang pemuda ini sedang memesan minuman.


Jeff belum menghampiri gadis itu. Dia akan melihat apa yang dilakukan Bila di sana. Sorot rindu dari matanya terlihat sangat kentara.


"Kamu masih sama," ucapnya saat dia melihat Bila yang tersenyum lembut. Setelah Bila mendudukkan dirinya di sebuah kursi, Jeff beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Dia menghampiri Bila dengan percaya diri. "Bila," panggilnya. Mendengar namanya dipanggil, Bila mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang memanggilnya.


Tubuhnya membeku saat matanya menangkap sosok pria yang selama ini dia rindukan sekaligus dia benci dalam waktu bersamaan.


Ekspresi wajah Bila yang awalnya terkejut segera dia berubah menjadi kembali datar.


"Siapa ya?" tanya gadis itu. Tubuh Jeff membeku saat Bila tidak mengenalinya. Bagaimana bisa kekasihnya itu tidak mengenalinya sama sekali.


"Ini aku Jeff. Aku kekasihmu," ucap Jeff dengan panik.


"Maaf mungkin Anda salah orang." Jeff dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku yakin ini kamu. Kamu tidak ingat aku?" tanya Jeff. Dia berusaha memegang tangan Bila yang berada di atas meja.


Namun dengan cepat gadis itu melepaskan genggaman tangan Jeff di tangannya. "Maaf aku tidak mengenalimu."


Setelah berkata demikian, Bila kembali fokus pada pemuda yang ada dihadapannya. "Oke, open your book," ucap Bila pada pemuda itu.


Ya, itu memang benar. Dia Salsabila Auristela. Dia sengaja berpura-pura tidak mengenali Jeff.


Pemuda yang ada dihadapannya itu segera membuka buku seperti perintah Bila. Bila hanya mengacuhkan Jeff yang masih setia berdiri di sampingnya.


"Tidak. Aku mohon dengarkan aku dulu. Aku yakin ini kamu. Kamu jangan seperti ini aku minta maaf," ucap Jeff.


Bahkan saat ini pria itu sudah berlutut di hadapan Bila dengan air mata yang hampir meluncur. Bila menghela nafasnya dan berusaha menenangkan dirinya walaupun sangat kentara tubuhnya saat ini bergetar hebat.


"I'm sorry can you wait for me a moment? I'll be back quickly," ucap Bila pada pemuda yang ada dihadapannya. "Okay," ucap pemuda itu.


Bila mengalihkan fokusnya pada Jeff. Dia menggandeng tangan Jeff dan membawa pria itu untuk menjauh dari sana.


"Aku benar, kan?" tanya Jeff ketika mereka sudah agak jauh dari pemuda itu. "Kamu Bila, aku benar, kan?" Jeff kembali mengulang pertanyaannya.


Bila tak bisa lagi mengelak. Dia menghela nafasnya dalam dan mengangguk. Dengan cepat Jeff menarik Bila kedalam pelukannya.


Tak ingin lagi rasanya dia melepaskan gadis itu. "Kembalilah, aku mohon." Bila mendorong tubuh Jeff dengan pelan dan menggeleng.


"Aku tidak bisa." Dunia Jeff seakan runtuh ketika dia mendengar jawaban Bila.

__ADS_1


__ADS_2