Tergoda Pesona Mr Cassanova

Tergoda Pesona Mr Cassanova
51. List Pertanyaan


__ADS_3

Kantin sekolah terlihat sangat ramai saat ini. Jam istirahat pertama memang sangat banyak siswa dan siswi yang mementingkan perut mereka untuk diisi.


Tak hanya siswa dan siswi, guru-guru juga tak jarang yang datang ke kantin untuk makan atau hanya sekedar nyemil.


Seperti Jeff saat ini, dia berjalan seperti tengah mencari seseorang. Ya, dikala orang lain datang ke sana untuk makan, pria itu datang ke sana untuk mencari kedua teman Bila.


"Stevani!" seru Jeff saat dia melihat objek yang sedang dicarinya.


Stevani yang mendengar namanya dipanggil segera menolehkan kepalanya. Dia yang sedang mengantri terlihat sedikit kebingungan.


"Eh Pak Jeff, ada apa?" tanya Stevani. "Pesan dulu aja. Saya tunggu di sana." Jeff menunjuk meja kosong yang berjarak tak jauh dari sana.


Stevani mengangguk sebelum kemudian dia kembali fokus pada antriannya yang tak main-main.


Jika kalian mengira Stevani sendiri, maka jawabannya tidak karena Keisya juga berada di sana dan sedari tadi hanya memperhatikan percakapan Jeff dengan Stevani.


Tak lama setelah Jeff duduk di sana, Stevani dan Keisya juga datang ke sana. "Ada apa, Pak?" tanya Keisya setelah dia tiba di sana.


"Kalian udah ketemu Bila?" tanya Jeff. Bukan apa-apa, dia hanya ingin tahu saja.


"Sudah. Tapi katanya dia gak mau ketemu sama Bapak," jawab Stevani sedikit dengan nada menyebalkan. Dia tidak tahu jika Jeff sekarang sudah kembali bersama dengan Bila.


Jeff terkekeh. "Benarkah? Apa yang dia bilang?" Sengaja Jeff balik menggoda muridnya itu.


"Dia bilang takut ketemu Bapak, jadi gak mau ketemu Bapak." Jeff mengangguk saat mendengar penjelasan Keisya.


Sebenarnya dia tersenyum puas ketika mendengar itu. "Tapi sayangnya tadi malam dia nginep di apartemen saya," ucap Jeff bangga.


"What??!!" Keduanya berteriak dengan keras hingga pandangan seisi kantin mengarah pada mereka.


"Ssttt kenapa ribut sih?" kesal Jeff yang mendengar kedua anak itu berteriak.


"Masa sih Bila mau nginep? Orang dia sendiri aja gak mau ketemu Bapak," ujar Stevani.


"Ya gimana lagi, orang dia emang tidur sama saya semalam."


"Kok bisa? Gimana ceritanya?" Keisya bertanya penasaran.


"Kalian tanya aja sendiri sama dia." Jeff berucap sombong.

__ADS_1


Sebenarnya kedatangannya ke kantin hanya untuk menanyakan itu pada teman Bila. Tapi sepertinya saat ini ada hal lain juga yang mau dia tanyakan.


"Kalian tau kedekatan Bila sama Raveno?" Entah mengapa dia tiba-tiba mengingat hal ini dalam otaknya.


Keisya dan Stevani terlihat berfikir untuk sesaat. "Enggak. Mereka cuma teman kan?" Bukannya mendapatkan jawaban, Jeff malah mendapatkan pertanyaan lagi.


"Justru karena saya gak tau makanya saya tanya kalian."


"Ya kita juga gak tau. Kan selama ini Bila malah ilang."


Benar juga apa yang dikatakan Stevani. Mereka lebih lama tak bertemu Bila dibanding dengan bertemunya.


"Ya sudah. Kayanya gak ada gunanya saya nanya kalian." Setelah berkata demikian, Jeff beranjak dari sana dan memilih untuk kembali ke ruangannya.


Sementara itu Keisya dan Stevani menganga melihat kelakuan gurunya yang satu itu.


"Kayanya dia sakit deh," ucap Keisya saking herannya yang kemudian dianggukki oleh Stevani.


"Tapi lo percaya gak kalau tadi malam Bila tidur di apartemen dia?" Stevani bertanya pada Keisya.


"Gak tau sih. Tapi gak nutup kemungkinan sih."


Sebenarnya sangat lama hingga makanan mereka datang. Tapi tak terasa karena mereka berbicara dengan Jeff.


Sementara itu Jeff kembali ke ruangannya dengan jawaban yang sangat tak memuaskan. Tapi kali ini dia tak ingin mempermasalahkan hal itu.


Biarkan dia menikmati waktunya dengan Bila. Dia akan menganggap waktunya dengan Bila saat ini adalah pengganti tiga bulan lebih dia kehilangan gadis itu.


****


Sebuah rumah yang sudah tak asing bagi Jeff. Rumah sahabatnya yaitu Victor. Kemarin dia mendengar Bila datang ke apartemennya dengan Victor, tapi Jeff sama sekali tak melihat pria itu ketika dia terbangun.


Tok tok


Jeff mencoba mengetuk pintu rumah Victor. Ayahnya yang seorang dokter sudah dapat dipastikan tidak ada di rumah pada jam ini.


Begitupun dengan Ibunya yang juga seorang perawat. Lain halnya dengan sang putra, Victor. Pria itu adalah content creator yang saat ini pasti ada di rumah.


Dan benar saja, tak lama pintu terbuka memperlihatkan Victor dengan kaos hitam dan juga celana pendek kesayangannya.

__ADS_1


"Baru bangun lo?" tanya Jeff ketika melihat penampilan pria itu.


"Hmm, masuk." Victor mempersilahkan Jeff masuk.


Wajahnya itu sangat ketara jika dia baru saja bangun dari tidurnya.


"Apa?" tanyanya saat Jeff baru saja mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu.


"Lo ada tamu tuh di tawarin minum, bukan malah ditanya sinis kaya gitu," kesal Jeff.


Victor terdiam untuk sesaat sebelum kemudian dia menguap lebar. "Lagian lo datang ke sini kenapa harus di jam-jam rawan kaya begini sih? Lo kan tau sendiri ini jam tidur gue."


Jeff menghela nafas. Dia memang sudah sangat tahu luar dalam sahabatnya itu. Tapi kapan lagi dia harus datang ke rumah Victor mengingat dia juga sibuk dengan pekerjaannya.


"Lo kira lo bos gue sampe gue harus ikutin jadwal lo cuma mau ketemu lo doang?" sentak Jeff tam terima.


"Ya udah. Lo mau apa ke sini?" tanya Victor. Dia mengabaikan permintaan Jeff tentang minuman itu. Dia lebih tertarik dengan maksud kedatangan pria itu ke rumahnya.


"Kemarin lo datang ke apartemen gue bareng Bila?" tanya Jeff pada akhirnya.


Victor mengangguk. "Sekarang lebih penting dia ya ketimbang gue," sindir Victor. Pasalnya Jeff lebih memilih memberitahu Bila tentang apartemennya dibandingkan memberitahunya.


"Apaan?" tanya Jeff bingung.


"Sejak kapan lo punya apartemen sampai gak ngasih tau gue?" tanya Victor. Jeff tersenyum canggung.


"Sorry, gue gak ada niat buat sembunyiin ini. Tapi emang belum sempat aja gue kasih tau lo." Jeff mencoba mencari alasan.


Sebenarnya memang bukan alasan juga karena dia memang berniat akan memberitahu Victor. Hanya saja dia belum menemukan waktu yang tepat.


"Terus kalau sama Bila lo sempat?"


"Bukan gitu. Waktu itu kan gue bawa dia ke apartemen. Lagian kalau bawa cewe ke rumah, bakal kabur tuh cewe liat hancurnya rumah gue."


Victor terdiam sejenak. "Iya juga sih," jawabnya singkat.


"Terus lo kok bis tau rumah Bila?" tanya Jeff curiga.


"Gue bukan orang bodoh yang gak bisa nyari alamat rumah orang. Orang-orang gue banyak, jadi kalau cuma buat cari tahu alamat rumah dia gampang buat gue. Lagian lo yang bikin khawatir, bikin janji tapi pas di telpon gak nyaut," jelas Victor panjang lebar.

__ADS_1


__ADS_2