Tergoda Pesona Mr Cassanova

Tergoda Pesona Mr Cassanova
78. Kecewa


__ADS_3

Sepeninggalan Bila, Jeff memusatkan perhatiannya pada Laras. Jeff menarik gadis itu agar menjauh dari rumahnya. 


"Apa yang kamu lakukan?!" bentak Jeff. Dia murka pada Laras. 


"Aku mengatakan yang sebenarnya. Kalau kamu gak nafkahin aku, gimana sama anak kamu nanti?" tanya Laras. 


Jeff tak habis pikir dengan Laras. Dia sudah mengatakan jangan pernah muncul di hadapannya dan Bila tapi Laras malah sengaja datang ke rumahnya. 


"Selama ini aku mengirim beberapa barang padamu. Apa itu masih kurang?" tanya Jeff. 


"Barang-barang itu di luar uang pokok yang kau beri untukku." 


Jeff mengacak rambutnya jengah. Dia menyesal dengan janjinya dulu. Kenapa dia tak memberi Laras uang saja yang banyak lalu dia meminta agar gadis itu jangan pernah muncul di hadapannya lagi. 


"Oke, mau berapa?!" bentak Jeff pada gadis itu. 


"Untuk sekarang berikan seperti biasa kau berikan padaku." Laras mengulurkan tangannya menunggu Jeff memberika uang yang dia minta. 


Jeff dengan kesal mengambil dompetnya. Dia mengeluarkan uang seratus ribuan sebanyak sepuluh lembar. Beruntunglah saat ini dia memegang uang cash. 


"Puas?! Sekarang pergi dari rumahku dan jangan datang lagi!" perintah Jeff. 


Setelah menghitung uang yang dia dapatkan, dia pergi dari sana dan mengucapkan terima kasih.


"Astaga, apa yang harus aku lakukan setelah ini?" Dia mengacak rambutnya. 


Ingin masuk, dia masih takut dan tak tahu apa yang akan dia jelaskan pada istrinya tadi. 


Tapi masa dia akan diam di sana seterusnya. 


Setelah berbagai pertimbangan yang Jeff pikirkan akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke rumahnya. 


Terlihat Bila masih fokus dengan cuciannya. Ya setelah dia kembali ke dalam tadi, dia melanjutkan apa yang tadi sedang dia lakukan.


"Sayang." Jeff mencoba memelul Bila dari belakang. Tapi gadis itu tak menghiraukannya. Dia masih betah dengan kegiatannya. 


"Bisa kita bicara sebentar?" Kali ini nada bicara Jeff terdengar agak serius. 


Bila berhenti denga aktifitasnya. Dia membalikan badannya dan mentap Jeff dengan pandangan kecewa. 


"Jangan liat aku kaya gitu," ucap Jeff. Melihat Bila menatapnya dengan pandangan itu membuatnya sangat merasa bersalah. 


Jeff menarik lembut lengan Bila dan membawa gadis itu ke ruang keluarga.


"Maaf," lirih Jeff sambil menundukkan kepalanya. 

__ADS_1


Bila berdecak. "Aku tak butuh maaf dari kamu. Aku cuma butuh penjelasan," ucap Bila. Akhirnya dia mau juga berbicara. 


"Itu salah aku." Jeff benar-benar tak tahu harus memulainya dari mana. 


"Aku udah liat barang-barang yang kamu beli tapi barangnya gak sampai ke aku. Susu ibu hamil, baju hamil. Ke mana semua itu?" tanya Bila. 


"Dari mana kamu tau?" Jeff memandang Bila aneh. 


Tanpa menjawab, Bila hanya mengeluarkan bukti pembelian yang dilakukan Jeff. 


"Dari ini dan wanita tadi," jawabnya yang membuat Jeff terbelalak. Jadi, Laras sudah mengatakan sejauh mana? 


"Apa aja yang dia katakan?" Jeff mendadak khawatir. Dia tak ingin Bila tahu hal ini dari orang lain. 


"Kamu gak perlu tau apa yang dia bilang ke aku. Tugas kamu sekarang cuma harus jelasin semuanya."


Jeff kembali menunduk setelah mendengar hal itu. Mungkin dia memang harus menjelaskan semuanya. 


"Waktu itu, pertama kali kamu terima aku lagi, dia datang. Dia bilang dia hamil."


Bagai ada batu besar yang menghantam dadanya saat Bila mendengar kata hamil. Dia sangat berharap jika itu bukan milik Jeff. 


Namun, dia tak ingin memotong ucapan Jeff. Bila hanya diam menunggu pria itu melanjutkan ucapannya. 


"Dia bilang bayi itu anakku. Tapi sampai sekarang aku masih ragu, karena aku sama sekali belum pernah liat dia cek ke dokter kandungan. Waktu itu aku percaya begitu saja karena aku lagi bahagia banget kamu bisa terima aku lagi," jelas Jeff. 


"Dia minta sama aku buat nafkahin anak itu. Jadi dari dulu sampai saat ini aku kirim dia uang."


Air mata Bila tak bisa dibendung lagi. Dia menangis mendengar semua cerita Jeff. 


"Dan selama ini pula kamu berhasil bohongin aku," lirih Bila. 


Jeff menggeleng dengan keras. Dia menghampiri Bila dan memeluk gadia itu. 


"Enggak gitu, aku gak mau sakitin kamu lagi." Ucapan Jeff bergetar karena dia ketakutan. Dia tak ingin ditinggalkan lagi. 


"Terus ini apa namanya kalau bukan nyakitin?" Jeff mematung. Dia tak bisa menjawab, apa yang dikatakan Bila benar. 


Lagi-lagi dia menyakiti istrinya. "Maaf," lirihnya kemudian. 


"Oke lupain itu. Terus sekarang apa rencana kamu?" tanya Bila. 


Jeff diam. Dia tak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. 


"Aku gak tau. Aku bingung," jawabnya. 

__ADS_1


"Kamu mau lepasin aku?" Bila kembali bertanya. 


Jeff menggeleng dan menahan lengan Bila dengan kuat. Dia tak akan membiarkan gadis itu pergi lagi dari hidupnya. 


"Gak boleh. Aku gak bisa hidup tanpa kamu," ucapnya. 


Bila terkekeh miris. "Terus kamu mau lepasin dia?" Jeff juga terdiam ketika Bila menanyakan hal itu. 


"Tapi anaknya gimana?" tanya Jeff. Dia sangat bingung. Dia tak keberatan jika harus meninggalkan Laras karena dia memang tak mencintai gadis itu. 


Tapi anak yang ada dalam kandungan gadis itu, apa tidak apa-apa jika dia meninggalkannya. 


Bila menghela nafasnya. "Oke aku gak akan paksa kamu buat ninggalin dia. Aku juga gak akan pergi. Hanya satu yang harus kamu ingat, aku istri kamu dan dia bukan siapa-siapa." Setelah mengatakan hal itu Bila pergi dari sana. 


Jeff terdiam. Dia memandang kosong ke depan sebelum kemudian mengacak rambutnya. 


"Apa yang harus dilakukan?" Pertanyaannya sedari tadi yang tak kunjung mendapatkan jawaban. 


Sementara itu untuk mengalihkan perhatiannya, Bila melanjutkan aktifitas menyucinya. 


Dia sudah memutuskan tak akan banyak berpikir karena ini juga bulan-bulan yang rawan baginya. 


Dia tak ingin bayinya kenapa-kenapa. 


Jeff mengeluarkan ponselnya. Di saat seperti ini dia hanya akan meminta nasihat dari Victor, temannya. 


Perkataan dan pemikiran pria itu jarang meleset hingga dia akan meminta bantuan pria itu saja. 


"Halo, bisa ketemu?" tanya Jeff. 


"Ke rumah aja. Gue di rumah." Jeff mengangguk. 


"Oke nanti malam gue ke rumah." Jeff mematikan sambungan teleponnya. 


Jeff menghampiri Bila yang masih setia dengan kegiatannya. 


"Yang, malam nanti aku mau ke rumah Victor. Kamu mau ikut?" tanya Jeff pada istrinya yang dibalas gelengan. 


"Kenapa? Nanti kamu di rumah sendirian," ucapnya. 


"Aku bukan anak kecil Jeff. Aku bisa jaga diri aku." 


Jeff diam, apa yang dikatakan istrinya memang benar, tapi dia juga khawatir meninggalkan istrinya di rumah sendiri apalagi di malam hari. 


"Kalau gitu sebelum aku berangkat nanti aku antar kamu ke rumah Bunda ya biar ada temannya. Nanti pulang aku yang jemput. Aku gak akan pulang larut kok."

__ADS_1


"Terserah."


__ADS_2