Tergoda Pesona Mr Cassanova

Tergoda Pesona Mr Cassanova
96. Meminta Maaf


__ADS_3

Waktu terus berlalu dan kini Jeff sudah benar-benar sembuh. Selama ini Laras masih terus menerornya dengan datang ke sekolah atau bahkan ke rumah mereka.


Perbuatan Laras itu sebenarnya sesalu diperhatikan oleh Melinda, adiknya. Selama ini dia sering membuntuti Laras karena dia tahu jika dibiarkan tak akan baik.


Saat ini Melinda sedang berada di depan rumah Jeff. Hari minggu ini dia bertekad untuk bertemu dengan gurunya itu. Dia tidak sendiri tentu saja. Raveno selalu menemaninya.


“Lo yakin mau lakuin ini?” tanya Raveno pada kekasihnya. Sebenarnya Raveno agak kurang setuju karena ini bukan urusan Melinda. Tapi karena Melinda mengatakan Laras itu kakaknya maka dia juga harus bertanggung jawab atas perbuatan gadis itu.


“Aku yakin. Seenggaknya aku mau minta maaf sama mereka,” ucap Melinda yakin. Dia mengenal Bila dan dia juga mengenal Jeff. Kakaknya hampir merusak rumah tangga mereka dan Melinda merasa tak enak hati dengan hal itu.


Mereka masuk ke halaman rumah Bila dan Jeff. Dua orang itu berdiri di hadapan pintu dengan gugup.


Tangan Melinda terangkat untuk menekan bel. Tak menunggu waktu lama, seorang gadis muda yang dia kenali membuka pintu.


“Melinda?” tanya Bila, kemudian gadis itu mengalihkan pandangannya pada satu orang lagi yang ada di samping Melinda. “Raveno?” Dua orang yang merasa dipanggil itu hanya mengangguk dan tersenyum.


“Hhhmm,” jawab Raveno. Sebenarnya dia masih agak canggung jika bertemu dengan Bila. Tapi dia tak mungkin terus seperti itu.


“Ayo masuk,” ajak Bila. “ Siapa, Yang?!” Terdengar suara pria yang berteriak dari dalam rumah yang mereka yakini itu adalah suara Jeff.


Mereka tiba di ruang tamu bersamaan dengan Jeff yang juga menghampiri mereka ke sana dengan Azka dalam gendongannya.


“Kalian?” tanya Jeff. “Silahkan duduk,” lanjut Bila mempersilahkan kedua orang itu untuk duduk.


Bila pergi ke dapur hingga di sana menyisakan Jeff, Raveno dan Melinda. “Ada apa?” tanya Jeff tanpa basa-basi.


“Pak, boleh nanti saya ngomongnya kalau udah ada Bila?” pinta Melinda yang kemudian diangguki oleh Jeff.


Bila datang dengan minuman di tangannya. “Silahkan minum. Kalau gitu aku tinggal ya.” Bila hendak pergi dari sana karena dia pikir kedua orang itu datang untuk menemui Jeff.

__ADS_1


“Bil, Mel mau bicara sama kamu juga,” cegah Melinda saat Bila hendak pergi dari sana. Bila berbalik dengan ekspresi yang sedikit bingung. Tentu, dia merasa tak sedekat itu dengan Melinda, lalu apa yang ingin gadis itu bicarakan dengannya?


“Jadi?” Jeff kembali bertanya karena merasa penasaran dengan topik yang akan dibicarakan oleh Melinda.


“Kalian kenal orang bernama Laras?” tanya Melinda. Jeff dan Bila saling berpandangan karena mereka merasa terkejut dengan pertanyaan Melinda.


“Gimana kamu tau?” tanya Bila pada akhirnya. “Laras adalah Kakak Mel.” Lagi-lagi ucapan gadis itu membuat Jeff dan Bila terkejut untuk kedua kalinya.


“Mel datang ke sini buat minta maaf. Mel minta maaf atas nama kakak Mel. Mel tau dia suka recokin hidup kalian. Maaf karena Mel baru tau belakangan ini.”


Melinda menunduk dalam, dia takut kedua orang yang ada di hadapannya itu memarahinya.


“Jadi kamu adiknya Laras?” tanya Jeff memastikan jika saja dia keliru dengan penuturan Melinda beberapa saat lalu. Namun, sepertinya dia benar karena beberapa saat setelah itu, Melinda kembali mengangguk.


“Kenapa jadi kamu yang minta maaf?” tanya Bila tak mengerti. “Karena Mel ikut ngerasa bersalah dengan sikap Kak Laras,” jawab Melinda.


Namun Melinda menggeleng. “Kalau nanti Kakak saya menemui Bapak lagi, cukup abaikan aja Pak. Dia sendiri yang bilang sama saya kalau dia deketin Bapak karena uang. Apalagi saya udah tau kalau Bapak beristri.” Melinda merasa menyesal dengan sikap Kakaknya.


Sebenarnya Jeff sudah tidak terkejut dengan itu karena beberapa kali gadis itu meminta uang padanya. Awalnya dia ingin menutupi sikap Laras yang seperti itu dari adiknya, namun siapa sangka justru adiknya yang mengatakannya sendiri.


“Sekali lagi saya minta maaf atas nama Kakak saya. Setelah ini saya akan berbicara dengan Kakak saya agar dia gak ganggu kalian lagi,” ucap Melinda.


Bila dan Jeff mengangguk. Sebenarnya ketika mereka memilih pulang ke rumah mereka dan belajar mengurus Azka sendiri, mereka sudah diteror oleh Laras.


Tapi itu juga yang menjadi penguat bagi mereka untuk saling terbuka dan saling percaya satu sama lain.


“Oke lupakan itu biar kita yang urus,” jawab Jeff. Pandangan pria itu sekarang menuju pda Raveno. Dia sangat ingat bagaimana dulu Raveno dekat dengan Bila.


“Kamu ngapain di sini?” tanya Jeff aneh karena sedari tadi pria itu hanya diam seribu bahasa.

__ADS_1


“Nemenin dia, Pak,” jawab Raveno singkat. Agak aneh sebenarnya berbicara lagi dengan mantan saingannya. Tapi demi mengantar Melinda, akhirnya dia setuju.


Jeff memandang Raveno tak mengerti dengan apa yang dikatakan pria itu. “Dia pacar saya,” lanjut Raveno.


Bila terbelalak namun lain halnya dengan Jeff yang hanya mengangguk lega. Itu artinya, Raveno tak akan lagi mengganggu kehidupan pernikahannya. Mungkin lebih tepatnya bukan mengganggu, tapi membuat Jeff gelisah.


“Kalian pacaran?” tanya Bila terkejut. Melinda mengangguk mengiyakan pertanyaan Bila.


“Sejak kapan?” Bila kembali bertanya karena penasaran. Setau dia, saat dia baru saja menikah dengan Jeff, Raveno masih menemuinya sendiri dan seolah mengharapkan gadis itu.


Tapi apa ini? Tiba-tiba pria itu sudah memiliki kekasih?


“Yang, apa sih!” sentak Jeff saat mendengar pertanyaan istrinya itu. “Kalian gak usah jawab, istri saya emang kadang kepo sama urusan orang,” timpal Jeff sebelum Melinda atau Raveno menjawab pertanyaan Bila.


Bila memanyunkan bibirnya, apakah ada yang salah dengan pertanyaannya? Dia hanya ingin tau saja.


“Kalau gitu kita pamit dulu karena emang udah gak ada yang perlu dibicarain lagi,” ucap Raveno yang sudah tak betah berada di sana.


Jeff mengangguk, akan lebih baik jika mereka cepat pulang. Dia hanya berjaga jika saja istrinya itu berubah pikiran dan ingin dengan Raveno.


Melinda dan Raveno bangkit dari duduknya. “Makasih karena udah mau datang ke sini dan bicarain ini,” ucap Bila saat mereka hendak pergi.


Melinda mengangguk dan akhirnya mereka benar-benar pergi dari sana. Dalam perjalanan Melinda mulai sedikit penasaran.


“Kamu kenal sama Bila?” tanya Melinda sedikit berteriak karena takut Raveno tak mendengar pertanyaannya.


“Kenal,” jawab Raveno singkat. Hening untuk sesaat. Melinda kira Raveno akan bercerita seberapa kenal pria itu pada Bila tapi yang dia dapat hanya sebuah keheningan.


“Rav, lanjutin dong!!” sentaknya karena gemas.

__ADS_1


__ADS_2