Tergoda Pesona Mr Cassanova

Tergoda Pesona Mr Cassanova
79. Victor dan Nasihatnya


__ADS_3

Seperti yang Jeff katakan tadi siang, dia saat ini mengantarkan Bila ke rumah Bundanya. Tak ada pilihan lain karena Bila tak ingin ikut dengannya.


Dia juga akan khawatir jika meninggalkan Bila sendirian di rumah. 


"Emang kamu mau ke mana?" tanya Bunda Erina. 


"Mau ke rumah Victor bentar Bunda. Ada yang mau Jeff omongin. Tapi Bila gak mau ikut. Jadi Jeff titip bentar ya," jelasnya. 


Bunda Erina mengangguk. "Emm Ayah belum pulang Bun?" Jeff seperti sedang mencari keberadaan pria paruh baya itu. 


"Belum. Kayanya dia pulang larut malam ini. Kenapa?" tanya Bundanya. 


Jeff menggeleng dengan senyuman di wajahnya. "Enggak Bun. Cuma tanya aja. Habisnya gak keliatan," kekeh Jeff. 


Sementara Bila sedari tadi hanya diam memperhatikan percakapan dua orang itu. 


Mood-nya sangat jelek setelah kedatangan wanita bernama Laras itu ke rumah mereka. 


"Kamu kenapa sih kok diam aja?" Bunda Erina yang merasa aneh dengan sikap putrinya akhirnya bertanya. 


"Nggak apa-apa Bun. Emang gak ada yang mau diomongin aja." Bunda Erina mengangguk paham. 


"Ya sudah Bun, kalau gitu Jeff berangkat dulu ya. Nanti Jeff balik lagi buat jemput Bila." 


"Hhmm hati-hati di jalan. Jangan ngebut!" Bunda Erina memperingatkan menantunya. 


"Iya Bunda. Sayang, aku pergi dulu ya." Jeff mendekati istrinya dan mengecup singkat kening gadis itu."


Bila tak menjawab, dia hanya mengangguk malas menanggapi suaminya. 


Setelah berpamitan dengan Bunda dan istrinya, Jeff segera pergi dari sana.


"Bunda tau loh ada yang terjadi. Kenapa Sayang?" Bunda Erina mendekati putrinya berharap dia mau cerita. 


Namun lagi-lagi Bila menggeleng. "Iya Bun, emang ada yang terjadi sama kita sekarang. Tapi Bila gak mau bilang sama Bunda atau ayah. Biarin Bila sendiri yang kelarin ini semua," ucap Bila. 


Jawaban dewasa yang dilontarkan putrinya itu membuat Bunda Erina mengangguk dan tersenyum bangga. 


"Kalau itu pilihan kamu Bunda gak keberatan. Tapi ingat, kalau kamu cape dan udah ngerasa gak sanggup lagi buat lakuin sendiri, ingat Bunda sama ayah masih ada."


Bila mengangguk. Ini sudah menjadi keputusannya, biarkan dia menyelesaikan ini sendiri dulu. 


Jika sudah diluar kemampuannya dia akan meminta bantuan orang-orang terdekatnya. 


"Bila ke atas dulu ya," pamitnya yang kemudian diaggukki oleh bundanya. 

__ADS_1


**** 


Sementara itu Jeff beru saja tiba di rumah Victor. Kedua orang tuanya ada di rumah. Mereka sedang berkumpul. 


"Tan, Om, sehat?" sapa Jeff ketika pria itu baru saja tiba di sana. 


"Baik. Ke mana aja nih jarang main ke sini?" tanya Ayahnya Victor. 


"Jeff sering main kok, Om aja yang gak ada di rumah. Iya ka?" Jeff meminta pertolongan pada Victor agar mengiyakan ucapannya. 


"Gak tau, gue gak merasa kedatangan lo."


Spontan tangan Jeff memukul kepala Victor karena temannya itu tak bisa diajak kerjasama. 


Kedua orang tua Victor yang menyaksikan itu hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. 


"Ya udah. Kita ke atas dulu ya," pamit Victor kepada kedua orang tuanya. 


Setelah mendapatkan izin, mereka pergi ke kamar Victor, lebih tepatnya di balkon kamarnya. 


"Jadi, kenapa lagi?" tanya Victor saat mereka tiba di sana. 


Sebelum Jeff menjawan pertanyaan Victor, dia menyalakan satu batang rokok dan menghisapnya. 


"Salah lagi gue," ucap Jeff sambil menghembuskan asap rokoknya. 


"Laras, dia datang ke rumah tadi dan Bila ada di sana. Dia udah tau semuanya." 


Victor mengernyitkan keningnya bingung. 


"Ya udah, tinggal jelasin ke dia kalau Laras itu cuma mantan lo. Selesai kan?" 


Semudah itu, lalu apa yang dipermasalahkan oleh Jeff? 


"Bukan itu. Kalau itu, gue juga gak akan sampai datang ke sini," jawab Jeff. 


"Lah, terus?" Victor dibuat semakin bingung oleh sahabatnya itu. 


"Waktu awal gue balikan sama Bila, dia juga datang. Saking bahagianya gue waktu itu gue sampai mengiyakan apapun yang dia bilang."


"Termasuk?" tanya Victor. 


"Termasuk pas dia bilang dia hamil anak gue dan dia minta gue buat nafkahin dia sama anaknya." 


Victor terbatuk tersedak ludahnya sendiri saat dia mendengar penjelasan Jeff yang satu itu. 

__ADS_1


"Lo gila?!!" bentak Victor saat dia berhasil mencerna apa yang dikatakan Jeff. 


Jeff mengangguk lemah. "Gue emang gila."


"Kalau udah gini, gimana caranya gue bisa bantu?" Victor merasa heran, kenapa temannya yang menikah tapi malah dia yang selalu kebingungan dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh temannya itu. 


"Gue mohon bantu gue gimana caranya biar Bila gak marah lagi," pinta Jeff. 


"Lo udah jelasin semuanya sama dia?" Jeff mengangguk mengiyakan pertanyaan Victor. 


"Apa kata dia?"


"Dia bilang terserah gue mau gimanapun. Tapi gue cuma harus inget kalau Bila istri gue sementata Laras bukan."


"Ya udah. Apa yang dibilang istri lo itu benar. Prioritaskan apa yang jadi prioritas lo. Sekarang gue gak bisa kasih saran lebih sama lo. Tapi apapun yang lo rahasiain dari istri lo, coba buat lebih terbuka lagi." 


Jeff mengangguk. Apa yang dikatakan temannya itu benar sekali. Mulai sekarang dia harus lebih terbuka pada istrinya agar tak lagi terjadi kesalah pahaman. 


"Gue gak bisa ikut campur terlalu dalam soal rumah tangga lo."


"Oke, makasih udah kasih gue saran. Tapi sekarang gue gak tau harus bujuk istri gue kaya gimana lagi." Jeff menengadahkan kepalanya dan memejamkan matanya.


Angin malam seakan membelai wajah pria yang sedang dilanda kebingungan itu. 


"Coba ajak dia bicara baik-baik. Gue yakin dia mau ngerti. Kesalahan besar lo waktu itu aja dia masih maafin aplagi sekarang kayanya dia udah bisa lebih tenang hadapin masalah."


Jeff memandang Victor mendengarkan saran pria itu dengan baik. 


"Hmm gue bakal usaha lagi nanti."


Mereka berdiam diri cukup lama. Hanya menghisap rokok mereka masing-masing hingga dua jam sudah berlalu. 


Jeff bangkit dari duduknya. Sudah waktunya dia pulang karena tak ingin meninggalkan Bila terlalu lama dan pulang terlalu malam. 


"Thank's ya. Gue harus pulang sekarang."


"Loh iya. Istri lo di rumah sendiri?" tanya Victor yang baru menyadari jika Jeff datang sendiri ke rumahnya. 


"Enggak lah. Gue titipin di rumah mertua gue. Gak tega gue ninggalin dia sendiri di rumah."


Victor mengangguk paham. Jeff berjalan menuju lantai bawah. Dia akan pulang dan berpamitan terlebih dahulu pada kedua orang tua Victor. 


"Om, Tan Jeff pulang dulu ya. Udah malam," ucap Jeff saat dia sudah tiba di hadapan orang tua Victor. 


"Loh kok pulang. Biasanya juga nginep." 

__ADS_1


"Iya kan sekarang Jeff udah ada istri, masa istri Jeff ditinggalin sendiri di rumah sih," kekehnya. 


Mereka semua terkekeh mendengar penuturan Jeff. Jeff pergi dari sana setelah dia mendapatkan izin dari orang tua Victor. 


__ADS_2