
Hari ini Bila sudah boleh kembali ke rumah. Mereka membawa Azka ke rumah mereka. Rumah sebesar ini akhirnya akan bertambah penghuni walau masih bayi.
Sepanjang jalan, Bila tak bicara. Rasa kecewa gadis itu tentu saja masih ada, apalagi ketidakhadiran Jeff ketika dia melahirkan adalah karena wanita lain.
“Sayang, aku pergi dulu ya,” pamit Jeff. Baru saja mereka tiba dan Jeff sudah akan pergi lagi.
Bila hanya mengangguk karena terlalu lelah untuk bertanya ke mana pria itu akan pergi.
Pada akhirnya sekarang Bila kembali sendirian di rumah sebesar ini, dengan putranya.
Sementara itu Jeff pergi untuk menemui seseorang. Dia akan memastikan sesuatu dengan tak mengatakan terlebih dahulu pada orang itu jika Jeff akan datang.
Dia melajukan mobilnya dengan cepat tapi masih hati-hati. Jeff sangat tak sabar melihat kenyataannya.
Tibalah dia di sebuah rumah yang dia datangi kemarin. Rumah Laras. Jeff beregegas masuk ke dalam rumah itu bahkan tanpa mengetuk pintu lebih dulu.
Laras terlonjak saat melihat Jeff yang tiba-tiba masuk ke sana. “Kamu kenapa sih?!” sentak Laras karena dia sangat terkejut.
“Kamu benar hamil, kan? Biar aku lihat.” Jeff hendak menyingkap baju yang dikenakan Laras, namun dengan cepat gadis itu mencekal tangan Jeff.
“Kamu gila? Masih belum percaya?” tanya Laras dengan emosi. Laras pergi dari hadapan Jeff untuk ke kamarnya. Ada sesuatu yang ingin dia perlihatkan pada pria itu.
“Tuh kamu liat sendiri!” Laras melempar sebuah foto ke dada Jeff saking kesalnya. Sebuah foto berwarna hitam putih nampak oleh netra Jeff.
Dia mengambil poto yang jatuh ke lantai itu dan memperhatikan setian detail yang ada di sana.
“Janin?” tanya Jeff. “Kamu masih ngira aku bohong?” tanya Laras. Di foto itu juga tertera nama Laras.
“Puas kamu?” tanya Laras dengan sedikit meninggikan suaranya.
Jeff hanya mematung terdiam. “Oke kalau kamu emang beneran hamil, tapi setelah kamu lahirin anak itu, aku mau kita lakuin tes DNA,” ucap Jeff.
Laras kesal tak habis pikir dengan keinginan Jeff yang ini dan yang itu. “Terserah apa maumu,” jawab Laras. Dia sudah terlalu lelah dengan semuanya.
__ADS_1
“Oh ingat, jangan lupa kirim aku uang. Aku perlu buat kepentingan anakmu,” lanjut Laras. Jeff tak mendengarkan gadis itu. Dia memilih pergi dari sana karena kesal tak mendapatkan apa yang dia inginkan.
“Sialan!! Aku gak ngerasa pernah berhubungan badan dengannya tanpa pengaman,” umpat Jeff saat dia sudah keluar dari rumah Laras.
Dia berpikir sejenak di dalam mobil tentang apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Namun saat ini pikirannya buntu, dia tak bisa memikirkan cara apapun lagi.
Karena sudah terlalu lelah, akhirnya Jeff memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Di rumah, Bila sedang menyusui Azka.
“Udah pulang?” tanya gadis itu basa-basi. Namun setelah kejadian kemarin, Bila menjadi tak terlalu banyak bicara. Dia lebih banyak diam.
“Udah, bentar aja kok.” Bila mengangguk dan melanjutkan apa yang sedang dia lakukan tadi tanpa mempedulikan apapun yang akan Jeff lakukan.
“Biar gantian aku yang jaga Azka. Kamu istirahat aja,” tawar Jeff, dia mendekati Bila yang sedang duduk menyandar di ranjang dan Azka yang ada dalam pangkuannya.
“Gak perlu. Aku masih kuat kok,” ucapnya. “Nanti Keisya sama Stevani mau ke sini, tolong bukain mereka pintu aja.” Jeff akhirnya mengalah. Dia mengangguk dan pergi dari kamar.
Dia memilih menunggu kedua teman Bila itu di ruang tamu. Selain perlu memberikan Bila waktu sendiri, dia sendiri juga memerlukan waktu itu.
“Bapak, pantesan gak masuk. Ternyata anaknya udah brojol ya,” ucap Stevani saat Jeff baru saja membuka pintu untuk mereka.
“Yuk masuk.” Jeff tak begitu menanggapi apa yang dikatakan anak itu. Jeff membiarkan teman Bila itu masuk.
“Duduk dulu.” Jeff meninggalkan dua gadis itu dan pergi menemui istrinya. Dia akan memberitahu Bila jika kedua temannya itu sudah datang.
“Yang, teman kamu udah datang.” Bila mengangguk. Dia berusaha bangkit dari duduknya.
Jeff yang melihat istrinya tertatih, akhirnya membantu gadis itu. Dia memapahnya dengan Azka yang masih ada dalam gendongan Bila.
Berat badan Bila sedikit bertambah setelah dia melahirkan. Mungkin setelah dia benar-benar pulih, dia akan mencoba kembali menurunkan berat badannya.
“Bila!!!!” seru Stevani saat melihat Bila yang dipapah oleh Jeff. “Pucat banget muka lo,” ujar Keisya.
Bila hanya tersenyum. Setelah tiba di samping teman-temannya, Bila duduk di sana. Jeff juga ikut duduk. Dia tak mau terjadi apapun pada istrinya.
__ADS_1
Bila memandang Jeff yang malah duduk di sampingnya. “Ngapain kamu di sini? Mau ikut ngerumpi?” sindir Bila.
Jeff yang mendengar itu agak canggung. Dia mengusap bagian belakang kepalanya yang sama sekali tak gatal, kemudian tersenyum.
“Ya kali aja kamu perlu bantuan apapun, nanti aku yang bantu,” ucap Jeff mencari alasan.
“Ya udah, daripada kamu duduk di sini, mening kamu ambilin minum buat mereka,” ucap Bila.
Stevani dan Keisya yang mendengar itu sontak membulatkan bola matanya. Bagaimana bisa Jeff yang notabenenya guru mereka akan mengambilkan minum untuk mereka.
“Gak usah Bil!” cegah Keisya, “nanti kita ambil sendiri aja.” Mereka juga tak mau Jeff dendam dan berakhir nilai mereka yang rusak nantinya.
Bila mengangguk mengiyakan. “Jadi, aku diam aja kan di sini?” Jeff kembali bertanya karena takut salah.
“Hhmm.” Akhirnya Jeff benar-benar diam di sana memperhatikan percakapan istri dan temannya.
“Jadi, anak lo cewek atau cowok?” tanya Stevani. Dia berusaha melihat wajah sang bayi yang ada dalam gendongn Bila.
“Cowok, namanya Azka,” jawab Bila sambil memperlihatkan anaknya. Kedua temannya itu dia telah melahirkan karena tadi ketika Jeff pergi Bila memberitahunya lewat chat.
Dia memberitahu temannya itu untuk jaga-jaga jika saja Jeff pergi lama dan dia tak ada teman.
“Ehem, gue haus. Ke dapur dulu ya,” ucap Stevani. Sebenarnya dia tak begitu haus, tapi melihat tatapan Jeff yang tajam, spontan dia ingin minum.
Bila mengangguk. “Kalau gitu gue ikut deh.” Sekarang di ruang tamu hanya tinggal Jeff dan Bila.
Sama seperti sebelumnya, mereka hanya saling berdiam diri. Bila yang fokus pada putranya dan Jeff yang fokus menatap istrinya.
“Apa liat-liat?” tanya Bila. Sebenarnya dia tak tahu apakah Jeff benar-benar memandangnya atau tidak karena sedari tadi dia fokus pada putranya.
Tapi dia merasakan jika dia sedang dipandang. “Aku lagi liatin Azka kok, bukan kamu.” Jeff menyanggah ucapan Bila.
Bila terdiam mendengar jawaban suaminya. Sementara Jeff terkekeh karena dia berhasil menggoda Bila.
__ADS_1