Tergoda Pesona Mr Cassanova

Tergoda Pesona Mr Cassanova
57. The Day


__ADS_3

Waktu satu minggu terasa begitu cepat. Mungkin karena mereka menjalaninya dengan tenang. 


Hari ini adalah hari di mana Jeff dan Bila menikah. Mereka mengadakan pernikahan di ruang terbuka. 


Tak banyak yang mereka undang, hanya orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman-teman Tuan Harla dan juga dari keluarga Adhinata. Teman-teman Jeff dan juga Bila mereka undang, namun hanya teman-teman dekat mereka aja. 


"Jangan tegang gitu dong," ucap Stevani pada Bila saat mereka ada di ruang khusus di mana Bila dandan. 


"Gimana gak tegang? Ini gue mau kawin!" kesal Bila. 


"Nikah, bukan kawin!" timpal Keisya. 


"Iya itu maksud gue. Terserah lah!" Bila kesal dan juga gugup.


Ditambah dua sahabatnya itu yang sangat menyebalkan. 


Sementara itu di ruang ganti Jeff, pria itu sedang berbicara dengan teman-temannya juga. 


"Udah kawin aja nih anak," ucaptemannya. 


"Iyalah. Gue gak kaya lo yang cuma hamilin anak orang ya!" ucap Jeff. 


Mereka terus berbicara sambil bergurau hingga tiba saatnya mereka memulai acara. 


Acara demi-acara sudah mereka lewati dan tak terasa sekarang Bila dan Jeff sudah jadi sepasang suami istri. 


"Congrats ya Bil. Semoga lo bisa lebih bahagia dari sebelumnya," ucap Stevani. 


"Iya, selamat juga buat lo." Keisya juga ikut menimpali. 


Satu persatu tamu undangan yang ada di sana mengucapkan selamat kepada mereka. 


"Akhirnya setelah berbagai macam guncangan, lo bisa nikahin dia juga." Sekarang Victor yang berbicara. 


"Thank's udah dukung gue dan bantu gue buat dapetin dia." Jeff mengucapkan terima kasih pada Victor sambil merangkul pinggang Bila yang ada di sampingnya.


Bila tersenyum memandang Jeff. Acara pernikahan sederhana mereka sudah selesai. 


Tamu undangan satu persatu sudah mulai pulang dan sekarang di sana hanya tersisa keluarga dari Bila dan juga Jeff saja. 


"Kalian sekarang tidur di rumah kita aja dulu. Rencananya mau pindah ke apartemen Jeff, kan?" tanya Tuan Harla. 


Ya malam ini mereka akan tidur di rumah Bila dan besok pagi mereka baru bisa pindah ke apartemen. 


"Iya, malam ini kita tidur di rumah dulu," jawab Bila.


Setelah berbenah, mereka pulang ke rumah masing-masing dengan Jeff yang pulang ke kediaman Harla. 

__ADS_1


"Akhirnya, kita bisa sepusnya bobo bareng," ucap Jeff. 


Dia memeluk Bila dari belakang saat gadis itu membuka perintilan yang ada di rambutnya. 


Terpaksa Bila menghentikan kegiatannya dan mengelus tangan Jeff yang ada di perutnya. 


"Iya. Makasih," ucap Bila. Jeff mengerutkan keningnya. "Makasih buat apa?" tanya Jeff tak mengerti. 


"Buat segalanya dan juga makasih buat jadi suami aku." Ada rasa menggelitik dalam perutnya ketika dia mengatakan itu.


Jeff mengangguk dan mengecup pipi Bila sebelum kemudian kecupannya itu makin turun menuju leher jenjang Bila. 


"Udah ah, aku mau mandi." Bila melepaskan pelukan Jeff saat dirasa suasana semakin berbahaya. 


"Kok gitu sih? Kan aku lagi kangen-kangenan," protes Jeff. 


"Ih kita kan udah barengan dari pagi tadi dan ini udah malam. Masa masih kangen sih?" Apa yang dikatakan Bila memang benar, tapi yang Jeff katakan juga bukan sebuah kebohongan. 


Dia memang merindukan istrinya itu. Setiap saat dan di manapun dia selalu merindukannya.


"Yaudah iya sana mandi." Walaupun dengan terpaksa, akhirnya Jeff melepaskan Bila. 


Bila tersenyum karena telah berhasil menggoda pria yang saat ini telah berstatus sebagai suaminya. 


Namun meski begitu, Bila tak membatalkan niatnya untuk pergi membersihkan diri. 


Entah Bila yang mandi terlalu lama atau Jeff yang memang sudah mengantuk, pria itu tertidur di atas ranjang dengan posisi yang salah. 


Bantal yang ada di sana tak dia kenakan. 


Bila keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya yang sudah tidur terlentang. 


"Astaga! Kalau kaya gini gimana aku bida tidur?" tanya Bila. 


Ya. Semua kasur dikuasai oleh Jeff karena pria itu berada tepat di tengah-tengah kasur. 


Meski begitu Bila tak membangunkan suaminya. Dia akan mengenakan baju lebih dulu dan bersiap untuk tidur. Setelah siap nanti barulah dia akan membangunkan Jeff. 


Jeff menggeliat dalam tidurnya dan sepertinya ini adalah kesempatan bagi Bila. 


"Yang, bangun dulu. Kamu belum mandi," ucap Bila sambil mengguncang pelan tubuh Jeff. 


Jeff melenguh dan membuka sedikit matanya. 


"Hah kenapa?" Karena baru bangun, dia menjadi tak bisa mencerna apa yang dikatakan Bila barusan. 


"Mandi dulu, baru tidur lagi." Jeff terdiam untuk sesaat berusaha mengembalikan nyawanya. 

__ADS_1


Setelah benar-benar bangun, dia beranjak ke kamar mandi. Sementara Bila menyiapkan kasur mereka untuk tidur. 


Tak lupa gadis itu juga menyiapkan baju yang akan dikenakan oleh Jeff. 


"Gini ya rasanya punya suami." Bila tersenyum. Tersirat rasa bahagia dalam kalimatnya. 


Bila duduk dan menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang. Dia membuka ponselnya dan mengecek beberapa sosial medianya. 


Sebenarnya dia sudah sangat mengantuk, tapi dia tahan karena ingin menunggu Jeff. 


"Mata kamu udah merah. Jangan main ponsel terus." Suara bariton memecah keheningan. 


Rupanya suaminya itu sudah selesai mandi. Bila menyimpan ponselnya dan mengalihkan perhatiannya pada Jeff yang sedang mengenakan baju. 


"Iya ini juga sekalian nunggu kamu, kan bosen kalau gak sambil main apa-apa," jawab Bila. 


"Kenapa nunggu aku? Kalau ngantuk tidur aja." Jeff menghampiri Bila setelah selesai dengan urusannya. 


Dia menaiki ranjang setelah sebelumnya mematikan lampu kamar dan diganti dengan lampu tidur. 


"Gak mau. Aku mau nunggu kamu aja. Biar kita tidurnya barengan," jawab Bila. 


Jeff menarik Bila ke dalam dekapannya hingga posisinya mereka berbaring dengan Bila yang ada dalam pelukan Jeff. 


"Oke oke. Karena aku sekarang udah ada, kita tidur, oke?" Bila mengangguk dan berusaha memejamkan matanya. 


"Selamat malam, Princess," ucap Jeff kemudian mengecup singkat kening istrinya. 


"Selamat malam juga, Suami." Setelah menjawab Jeff, mereka berdua tertidur dengan posisi saling memeluk. 


Sekarang tak ada batasan lagi di antara mereka dan mereka berharap semuanya akan baik-baik saja. 


Semoga tak ada ujian besar lainnya yang akan memisahkan merek. Cukup tiga bulan kemarin mereka berpisah. 


Kita memang tak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Kita hanya bisa berharap dan berusaha. 


Malam semakin larut dan mereka tak tahu apa yang akan terjadi nanti. 


Bahkan karena kebahagiannya itu, Jeff sampai melupakan sesuatu. 


Sesuatu yang dia janjikan kepada seseorang. Sesuatu yang sebenarnya sangat salah dan itu bisa menjadi boomerang untuk dia dan Bila. 


Namun, saat ini biarkan mereka menikmati kebahagiaan mereka tanpa ada yang mengganggu. 


Kebahagiaan yang dimimpikan orang di luar sana dan membuatnya dengki. 


"Harusnya aku yang ada di posisi itu!"

__ADS_1


__ADS_2