
"Non, makanannya sudah siap," teriak Bi Inah dari luar kamar Bila.
Bila yang terkejut kelimpungan mencari bajunya yang sudah berserakan di lantai begitu pula dengan Jeff.
"Cepat pakai bajumu," ucap Bila pada Jeff yang malah mencari bajunya dengan santai.
"Iya Bi sebentar." Bi Inah yang telah mendapatkan jawaban dari Nonanya langsung kembali ke bawah.
Jeff menuruti perintah Bila. Dia memakai bajunya dan membereskan kekacauan yang terjadi di kamar Bila.
"Mandi dulu gak ya?" Bila meminta pendapat Jeff.
"Enggak usah. Lama, nanti Bi Inah curiga," jelas Jeff.
Bila mengangguk. Mereka akhirnya turun untuk makan. Bi Inah masih di sana sedang mencuci barang-barang kotor yang dia gunakan memasak tadi.
"Bibi udah makan?" tanya Bila saat dia tiba di sana.
"Belum Non." Bi Inah menjawab sambil terus melanjutkan pekerjaannya.
"Ya udah ayo makan bareng," ajak Bila.
"Enggak Non. Duluan aja, nanti Bibi makan kalau udah selesai kerja." Bila tak bisa memaksa Bi Inah. Akhirnya dia mengangguk.
Bila dan Jeff makan duluan. Mereka makan dalam diam. Lelah? Tentu saja, kalian tahu sendiri kegiatan apa yang sebelumnya mereka lakukan hingga kelelahan.
Setelah selesai dengan urusan perut mereka, keduanya kini beristirahat di ruang tamu. Bila menyandarkan kepalanya ke bahu Jeff.
"Ngantuk?" tanya Jeff. Saat ini hari memang sudah mulai malam.
Bila mengangguk. Jeff mengelus surai Bila yang bersandar padanya. Film yang sejak tadi tayang di televisi sepertinya hanya sebuah pajangan karena keduanya tak mengikuti film itu sama sekali.
"Kalau begitu tidur. Aku akan pulang," ucap Jeff.
"Jangan!" Bila yang mendengar Jeff akan pulang, spontan Bila terbangun dan menatap Jeff memohon.
"Sudah malam Bil. Gak enak sama tetangga kalau aku masih di sini malam-malam."
"Terserah. Lagi pula yang digosipkan tetangga itu benar. Aku melakukannya denganmu," kekehnya. Pengakuan polos Bila itu membuat wajah Jeff memerah karena malu.
__ADS_1
Laras sering mengucapkan kalimat vulgar padanya, tapi jika Bila yang melakukannya rasanya sangat berbeda. Dia merasa menjadi pria yang paling polos saat ini.
Jeff menghela napas. "Sekarang aku pulang. Besok kita ketemu lagi kan di sekolah," bujuk Jeff.
Bila menunduk, dia belum ingin berpisah dengan Jeff. Tapi pria itu memaksa untuk pulang.
"Ada apa ini?" Sebuah suara bariton menginterupsi kedua insan itu. Mereka berdua menengok ke arah suara.
"Ayah? Jeff mau pulang, tapi Bila masih ingin dia di sini," adu Bila.
Jeff memejamkan matanya erat. Sepertinya kali ini dia yang akan kalah karena Bila memiliki Ayahnya di sini.
Ayah Bila melihat jam yang melingkar indah di pergelangan tangannya. Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, bahkan sudah lebih lima menit.
"Bil, besok lagi. Besok kan kalian masih bisa bertemu. Sekarang sudah malam, biarkan Jeff pulang," ucap Ayahnya.
Jeff menganga. Dia tak menduga jika Ayah Bila akan membela dan menolongnya agar bisa pulang.
Bila merenggut dan menyerah dengan terpaksa. Dia tahu apa konsekuensi yang akan diterimanya jika dia melanggar keputusan Ayahnya.
Akhirnya Jeff berpamitan pada Bila dan Ayahnya.
Bila masuk ke kamarnya untuk tidur mengabaikan Ayahnya yang masih ada di sana setelah Jeff pergi.
****
Pagi ini Bila tak keluar kamar, padahal Bi Inah sudah dua kali memanggilnya.
Bi Inah tak menaruh curiga karena memang dia berpikir Bila masih tidur.
"Non, ayo sarapan," ucap Bi Inah dari luar kamar Bila. Sementara itu Bila masih di kamar memegangi perutnya yang terasa kram dan mual di waktu yang sama.
Bila berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Bi Inah yang mendengar derap langkah yang terlampau cepat akhirnya masuk ke kamar Bila tanpa ijin.
"Non, Non di mana?" tanya Bi Inah. Pandangannya memutar mencari keberadaan sang majikan saat dia sadar Bila tak ada di ranjangnya.
Suara orang muntah tertangkap oleh indera pendengar Bi Inah. Wanita paruh baya itu segera berlari ke arah kamar mandi saat dirasa majikannya ada di sana.
"Non Bila!" teriaknya saat melihat Bila kini sudah terbaring tak sadar di lantai kamar mandi.
__ADS_1
Bi Inah kelimpungan karena Tuan dan Nyonyanya sedang tak berada di rumah.
"Mang Parman! Mang!" teriak Bi Inah sambil berlari ke luar untuk mencari orang yang baru saja dia teriakan namanya.
"Ada apa? Kenapa Bi?" tanya Mang Parman yang juga berlari dari arah luar rumah.
"I-itu, N-non Bila…" Saking paniknya, Bi Inah sampai tak bisa berbicara dengan benar.
"Kenapa Non Bila?" tanya Mang Parman. Bukannya menjawab, Bi Inah malah kelimpungan karena panik.
Mang Parman yang tak sabar, akhirnya memilih pergi ke kamar Bila untuk melihatnya sendiri diikuti oleh Bi Inah.
"Non!" Mang Parman juga ikut terkejut ketika melihat Bila sudah terbaring di lantai kamar mandi.
" Telepon Nyonya dan Tuan cepat!" perintah Mang Parman sambil menggendong Bila untuk segera dilarikan ke rumah sakit.
Kali ini Bi Inah dengan sigap mengambil ponsel yang ada di saku celemeknya, beliau menghubungi Tuan dan Nyonya untuk mengabari keadaan putri mereka.
"Tuan, Non Bila pingsan di kamarnya. Sekarang saya dan Mang Parman akan membawa Non Bila ke rumah sakit," ucap Bi Inah saat telepon sudah tersambung.
"Baik Tuan." Bi Inah segera mencari kontak bernama Jeff di ponsel Bila setelah mendapatkan perintah dari Tuannya.
"Halo Den, ini Bi Inah. Bibi tadi menemukan Non Bila pingsan di kamar mandi. Bibi sudah menelpon Tuan tapi Tuan bilang katanya suruh menelpon Aden saja karena Tuan sedang sibuk di kantornya. Sekarang Bibi dan Mang Parman akan membawa Non Bila ke rumah sakit."
Setelah selesai menjelaskan keadaan yang terjadi bila mendengarkan jawaban dari Jeff dengan seksama.
"Baik Den, Bibi tunggu di rumah sakit."
Bi Inah memutus sambungan telepon dan segera menyusul Mang Parman ke mobil untuk segera menuju ke rumah sakit.
"Cepat Bi." Mang Parman sudah siap untuk mengendarai mobilnya dan Bila berada di belakang dengan tubuh yang berbaring.
Bi Inah naik di bagian belakang mobil untuk menjaga Bila agar tidak terjatuh, mereka berangkat menggunakan mobil dengan sedikit laju.
Sesampainya di sana Bila segera ditangani oleh Dokter karena masih belum siuman. Tak lama setelah Bila masuk ke dalam ruangan untuk diperiksa, Jeff datang dengan tergesa-gesa wajahnya terlihat panik setelah mendapatkan kabar dari Bi Inah.
"Bagaimana keadaan Bila Bi?" Tanya Jeff setelah sampai di hadapan Bi Inah.
"Bibi belum tahu Den, barusan dokter masuk untuk memeriksa keadaan Non Bila," jawab Bi Inah.
__ADS_1
Jeff mondar-mandir layaknya setrikaan karena panik dia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Bila.
"Keluarga Nona Bila?"