Tergoda Pesona Mr Cassanova

Tergoda Pesona Mr Cassanova
22. Making Love


__ADS_3

Suasana di ruangan Jeff sekarang ini terasa sangat mencekam. Bila yang melipat kedua tangannya di depan dada dengan mata yang menyala-nyala.


Sementara Jeff sendiri duduk menunduk di hadapan Bila seperti sedang diadili.


"Jadi, siapa dia?" tanya Bila berapi-api. Dia merasa sangat kesal ketika melihat nama perempuan yang menelpon Jeff.


"Dia mantan kekasihku," jawab Jeff. Tak ada alasan baginya untuk berbohong saat ini.


"Kalau mantan, kenapa masih telpon-telpon," ucap Bila dengan suara merajuk. Dia bahkan menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.


"Aku gak tahu. Udah ah, sini-sini jangan marah." Jeff membujuk Bila agar gadis itu tak merajuk lebih lama.


"Gak mau. Aku lagi marah ya!" kesal Bila. Dia menolak uluran tangan Jeff dan memilih untuk berpaling dari pria itu.


"Demi Tuhan aku gak ada hubungan lagi sama dia." Jeff kembali berusaha meyakinkan kekasihnya.


"Kalau dia ambil kamu lagi dari aku gimana?" tanya Bila.


Jeff menghela nafas panjang. "Gak bakal, aku pastiin itu."


"Janji?" tanya Bila memandang Jeff dengan tajam.


Jeff mengangguk. Dia yakin tak akan kembali pada mantan kekasihnya itu.


"Oke." Akhirnya Bila luluh dengan bujukan Jeff.


Jeff kembali mendekati Bila dan merangkul pinggang gadis itu sebelum mengecup singkat bibirnya.


"Ihh ini di sekolah." Bila menjauhkan Jeff darinya setelah Jeff berhasil mengambil satu kecupan singkat darinya.


"Gak apa-apa. Toh ini juga di ruanganku," jawab Jeff. 


**** 


Sore ini seperti yang telah dijanjikan oleh Bila dan Jeff, mereka pulang bersama ke rumah Bila.


Orang tua Bila malam ini tak pulang. Jadi, dia meminta Jeff untuk menemaninya di rumah.


Bila tahu di rumah ada Bi Inah dan Mang Parman, tapi kedua orang itu tak bisa diajak bermain karena sibuk dengan pekerjaan mereka.


Itulah alasan kenapa Bila lebih memilih mengajak Jeff ke rumahnya.

__ADS_1


"Bila pulang!" seru Bila ketika memasuki rumahnya yang tentu saja sepi.


"Non udah pulang?" Bi Inah bertanya sekedar berbasa-basi. Namun pandangan wanita paruh baya itu mengarah pada orang di samping Bila.


"Walahh Masnya guanteng banget ya," serunya dengan semangat.


"Bibi tau aja kalau sama yang ganteng," sindir Bila.


"Tau dong. Non mau makan apa?" tanya Bi Inah setelahnya.


"Emm, kamu mau makan apa?" Bila malah bertanya pada Jeff.


"Aku makan semua masakan kok. Kamu aja yang pilih." Bila terlihat sedang berpikir menu apa yang ingin dia makan.


"Bila mau opor ayam Bi," ucapnya semangat. Bi Inah tersenyum sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Oke Non, makanan akan segera meluncur." Bi Inah beranjak dari sana untuk menyiapkan makanan yang diminta majikannya.


Sementara itu Jeff dan Bila naik ke kamar Bila untuk beristirahat.


Pandangan Jeff berputar mengitari seisi kamar. Kamar yang didominasi warna merah muda itu sangat mudah ditebak jika pemiliknya adalah seorang gadis yang manis.


Rapi dan ceria. Itulah kalimat yang terlintas dalam otaknya setelah dia melihat kamar Bila.


"Mau, tapi mau sama kamu." Mengambil sebuah kesempatan dalam kesempitan. Jeff memeluk Bila dari belakang dengan erat.


Dia menyimpan kepalanya di pundak Bila, mengendus dalam aroma gadis itu.


"Ih lepasin dulu. Aku mau ganti baju," ucap Bila sambil berusaha melepaskan pelukan Jeff.


Jeff sempat terlepas sebelum kemudian dia menarik kembali Bila ke dalam pelukannya. Kali ini Jeff memeluk Bila dari depan.


"Sebentar. Aku cape," lirih Jeff. Bila yang awalnya akan menolak pada akhirnya juga mendekap Jeff dan mengelus punggung pria itu.


"Apa ada masalah?" tanya Bila pada lelaki itu.


Jeff menggelengkan kepalanya. Bila menghela nafas dalam. Bagaimana mungkin Jeff tak memiliki masalah jika pria itu baru saja mengeluh kelelahan.


Hanya sekitar lima menit Jeff memeluk Bila. Setelah itu dia melepaskan pelukannya dan membiarkan Bila mengganti bajunya.


"Tak mau aku gantikan?" goda Jeff dari luar kamar mandi.

__ADS_1


"Jeff!!" Bila berteriak marah dari dalam.


"Kenapa dia sangat lucu," desis Jeff. Dia mengelilingi kamar Bila melihat segala macam barang yang ada di sana. Mulai dari bingkai foto Bila dengan keluarganya hingga jam di atas nakas yang bermotif Hello Kitty.


"Sedang apa?" tanya Bila setelah selesai mengganti pakaiannya. Saat ini dia menggunakan hot pants dipadukan dengan kaos putih rumahan.


"So sexy," bisik Jeff. Perhatian pria itu kini sepenuhnya menjadi milik Bila. Bagaimana hormonnya tidak naik jika Bila memakai pakaian seperti itu.


Bila sedikit gugup dipuji seperti itu oleh kekasihnya. Jeff perlahan menghampiri Bila, menyentuh wajah gadis itu dengan lembut.


Perlahan jarinya turun ke arah bibir Bila yang penuh. Dia menyentuhnya dengan jarinya sebelum kemudian mengecupnya singkat.


Kecupan itu perlahan menjadi sebuah ******* yang kian menuntut. Bila membalas ******* itu. Ada gelenyar aneh di bagian pusat tubuhnya saat Jeff menghisap bibirnya.


"Eemm, Jeff nanti Bi Inah dengar," ucap Bila setelah dia berhasil melepaskan tautannya.


"Dia di bawah," jawab Jeff. Matanya sudah menggelap karena nafsunya yang menggebu.


Dia kembali meraih pinggang Bila dan kembali ******* bibir Bela. Bahkan kini gerakan Jeff mulai turun ke leher jenjang Bila.


Bila memejamkan matanya dan berusaha mati-matian menahan desahannya. "Ahh Pak." Bela akhirnya kehilangan kendali. Dia mengeluarkan desahannya ketika tangan Jeff mulai bergerilya ke area pusatnya.


Jeff menuntun Bila ke arah ranjang tanpa melepaskan tautannya. Dia mulai melepaskan satu persatu kain yang menutupi bagian tubuhnya begitupun dengan Bila.


"Jangan berteriak terlalu keras," bisik Jeff di telinga Bila yang membuat gadis itu meremang.


Bila menganggukkan kepalanya paham. Dia juga terbawa suasana, nafsunya sekarang sudah benar-benar ada di puncak.


Ranjang Bila ikut bergoyang ketika Jeff mulai menggerakkan tubuhnya dari pelan hingga lebih cepat.


"Aku sampai," ucap Jeff sambil menaikan tempo gerakannya. Di akhir pelepasannya Jeff mengerang cukup keras begitupun dengan Bila yang membuat Bi Inah di bawah sana heran dengan suara aneh dari kamar majikannya.


"Suara apa itu?" tanya Bi Inah bermonolog. "Malam-malam begini kenapa berteriak sih, bikin orang kaget saja," ucapnya sambil meneruskan acara memasaknya.


Sementara itu di atas sana, nafas sepasang kekasih saling bersautan setelah kegiatan panas mereka. 


"Kenapa aku sulit mengendalikan diri jika bersamamu," ucap Jeff sambil memandang Bila.


Bila tak menjawab pertanyaan Jeff yang satu itu. Dia memilih untuk menanyakan hal lain pada kekasihnya.


"Bagaimana kalau aku hamil?" tanya Bila dengan tatapan kosong memandang ke arah langit-langit kamarnya.

__ADS_1


Jeff mengalihkan atensinya pada Bila dan menarik Bila ke dalam pelukannya. "Jangan khawatir, aku akan tanggung jawab." Sebuah kalimat yang pasti akan menenangkan Bila. Bahkan jika itu gadis lain dalam pelukannya.


Bila mengangguk dan merasa tenang. Sudah dua kali dia berhubungan badan dengan Jeff, dan ini kali pertama pria itu tak mengenakan pengaman.


__ADS_2