Tergoda Pesona Mr Cassanova

Tergoda Pesona Mr Cassanova
51. Cek Kandungan


__ADS_3

Seperti yang telah Bila katakan kemarin, akhirnya Bila benar benar menginap di apartemen Jeff dan hari ini seperti yang Jeff katakan mereka akan pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa kandungan Bila.


"Kayaknya gak usah deh, aku yakin anak aku sehat," ucap Bila. Dia sedikit takut karena memang dia sangat anti dengan dokter ketika dia sakit pun.


"Nggak bisa, kita harus tetap cek kandungannya biar yakin kalau anak kita itu sehat," jawab Jeff.


Bila mengerucutkan bibirnya ketika keinginannya tidak dikabulkan.


"Ih kok ngambek sih?" Jeff mancolek bibir Bila yang maju sambil menggoda gadis itu.


"Aku gak mau periksa." Bila mencoba kembali melakukan diskusi dengan Jeff.


"Enggak. Kalau itu yang kamu mau aku gak akan kabulin karena ini juga demi kebaikan kamu dan bayi kita jadi kamu harus tetep periksa," jelas Jeff.


Dan pada akhirnya Bila memang tidak bisa menang melawan Jeff. "Ya udah ayo cepat mandi." Bila kesal.


"Ayo kamu dulu yang mandi." Ya, mereka baru saja bangun tidur dan belum melakukan kegiatan apapun.


Bila mengangguk dan bangkit dari tidurnya dia menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Untuk baju, tenang saja baju Bila sebagian memang sudah ada di apartemen Jeff.


Beruntunglah dulu Jeff meminta Bila untuk menyimpan sebagian bajunya di apartemennya karena Jeff tahu Bila akan sering berada di sana.


Sementara Bila mandi, Jeff menyiapkan baju gadis itu dan juga tak lupa membereskan tempat tidur mereka.


"Akhirnya semua perjuangan gue gak sia-sia," ucap Jeff.


Pria itu termenung setelah selesai dengan urusannya Akhirnya setelah berbagai macam perjuangan untuk mendapatkan Bila kembali, gadis itu kembali hanya karena dia jatuh sakit.


"Kalau aku tau kamu bakal kembali karena aku sakit, udah dari dulu aku sakitin diri aku," ucapnya acak. Entah kenapa dia berfikir begitu. Mungkin karena dia sangat mengharapkan Bila kembali padanya.


"Bilang apa kamu?" Bila datang dengan wajah marahnya.


"Enggak." Jeff tersenyum seolah tak terjadi apapun.


"Aku denger semuanya ya. Kalau kamu lakuin hal bodoh itu, aku gak bakal mau balik sama kamu," ucap Bila kesal.


"Gak gitu, Sayang. Sekarang kan kamu udah di sini, jadi aku gak akan macem-macem." Jeff berusaha memberi pengertian pada kekasihnya.

__ADS_1


Bila hanya diam memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Jeff sebelumnya.


"Sana kamu mandi," ucap Bila dingin.


Bukannya pergi ke kamar mandi, Jeff malah memeluk Bila dengan erat. Beruntunglah dia sudah berpakaian dengan lengkap.


"Apaan sih? Sana mandi, katanya mau kr dokter, nanti keburu siang." Bila mencoba untuk melepaskan pelukan Jeff.


"Bentar aja. Aku lagi kangen sama kamu."


Akhirnya Bila membiarkan apa yang Jeff lakukan. Dia membalas pelukan kekasihnya itu sembari mengusap punggung Jeff dengan lembut.


"Udah. Sana mandi." Dirasa cukup, Bila melepaskan pelukannya dan menyuruh Jeff untuk segera mandi.


Jeff pergi mandi sementara Bila bersiap-siap. Dia juga membuat sandwich untuk sarapan mereka.


Memang tak ada bahan makanan lagi, hanya itu yang ada.


"Aku benar-benar gak akan maafin kamu kalau sampai kamu nyakitin diri sendiri," ucap Bila sambil menuangkan susu ke dalam gelas.


Dia terus saja mendumel karena ucapan Jeff itu.


"Iya maaf. Lagian aku juga asal sebut. Aku gak akan lakuin hal itu."


"Awas aja kalau kamu sampai lakuin yang engga-enggak."


Sebenarnya dia memakai kemeja dan celana panjang. Setelah selesai mengantar Bila ke dokter kandungan, dia harus pergi ke sekolah untuk melaksanakan kewajibannya.


"Sarapan dulu." Bila duduk yang kemudian disusul oleh Jeff.


Mereka sarapan dengan tenang tanpa ada suara sedikitpun.


Setelah selesai sarapan, mereka segera pergi ke tempat yang telah mereka tuju.


****


Sepulang memeriksa kandungan Bila dengan hasil yang sangat baik, Jeff mengantar Bila pulang ke rumahnya.


"Hati-hati di jalannya. Jangan ngebut," perintah Bila pada Jeff yang hanya mengantar Bila sampai depan gerbang rumah saja karena dia takut Jeff akan terlambat.

__ADS_1


"Iya, nanti pulang dari sekolah aku mau ke rumah Victor dulu. Jadi kemungkinan aku gak bakal ke sini," ucap Jeff.


"Iya gak apa-apa." Setelah dia menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan, Jeff melajukan mobilnya pergi dari sana.


Bila masuk ke rumahnya setelah dia memberikan salam pada satpam rumahnya.


"Bila pulang," ucapnya sambil memasuki rumah.


Rupanya di ruang keluarga ada Ayah dan Bundanya. Bila sedikit bingung karena kedua orang tuanya itu ada di rumah.


"Loh, kalian kok ada di sini? Gak kerja?" tanya Bila heran. Gadis itu juga ikut mendudukan dirinya di samping Bundanya.


"Enggak. Kita kerja dari rumah hari ini," jawab Bundanya.


"Gimana Jeff?" Ayahnya bertanya. Bila sudah menduga orang tuanya pasti sudah tahu hal ini dari Bi Inah. Karena Bila memang mengatakannya pada Bi Inah.


"Dia baikan Ayah. Kemarin susah dihubungi karena dia sakit. Tapi sekarang dia udah bisa pergi ke sekolah kok," jelas Bila pada Ayahnya.


Tuan Harla mengangguk. "Jadi kamu udah mau terima dia lagi?" Kali ini Bundanya yang bertanya.


"Iya Bunda. Bila terima Jeff lagi. Kayanya Bila juga masih sayang sama dia," lirihnya.


Memang benar seperti itu adanya. Dia masih menyayanyi Jeff. Jika dia sudah benar-benar tak peduli dengan pria itu, mungkin Bila tak akan sekhawatir kemarin.


Kedua orang tuanya mengangguk. "Syukurlah kalau kamu udah balik sama dia. Bunda lega. Awalnya emang Bunda mau ngomong sama kamu kalau Jeff udah berusaha buat dapatin kamu balik dan mungkin sebaiknya kamu kasih dia kesempatan. Tapi tanpa Bunda ngomong rupanya kamu juga udah kasih dia kesempatan." Bunda Erina menjelaskannya dengan panjang lebar.


"Iya Bun. Bila juga sadar kalau anak yang ada dalam kandungan Bila juga perlu Ayah."


Akhirnya tanpa mereka ingatkan, Bila juga sudah berfikir sejauh itu. Syukurlah jika anaknya menyadari hal itu.


"Oh iya, kamu udah cek kandungan kamu?" tanya Ayahnya. "Kalau belum, hari ini kita cek ya," lanjutnya.


Bila menggeleng. "Gak usah Yah. Baru aja Bila pulang dari dokter kandungan sama Jeff, itu juga Jeff yang maksa."


Ketika mengingat jika Jeff memaksanya Bila menjadi kembali kesal.


"Baguslah. Kayanya Jeff emang cocok buat kamu yang keras kepala. Kalau Ayah yang maksa belum tentu kamu mau," kekeh Tuan Harla.


Bila malah makin kesal karena hal itu. Dia memajukan bibirnya. Rupanya kepulangannya ke rumah malah mendapat godaan dari Ayahnya.

__ADS_1


"Udah ah, Bila mau ke kamar aja. Ayah ngeselin."


Akhirnya Bila pergi ke kamar sambil menghentakkan kakinya karena kesal. Namun dia juga tak begitu keras karena dia masih mengingat ada nyawa lain yang ada dalam perutnya.


__ADS_2