
Jam sembilan malam Ilyas barus saja sampai di rumahnya. Ia segera menuju kamarnya karena ingin menjelaskan apa yang terjadi siang tadi kepada Maysa.
Ceklek...
Ilyas membuka pintu kamarnya, ia mengerutkan keningnya saat melihat ranjangnya telah kosong.
" Sayang." Ilyas masuk ke dalam sambil memanggil Maysa.
Tidak ada sahutan, Ilyas segera keluar kamarnya menuju kamar Kavin.
Ceklek ceklek..
Pintu terkunci dari dalam membuat Ilyas tidak bisa membuka pintunya. Ia tahu jika Maysa sedang marah saat ini.
Tok.. Tok..
" Sayang." Panggil Ilyas sambil mengetuk pintu.
Tidak ada sahutan dari dalam.
Tok tok...
" Sayang Mas pulang." Ucap Ilyas mencoba mengetuk pintunya kembali namun tetap tidak ada sahutan.
Tidak mau mengganggu tidur anak dan istrinya, dengan berat hati Ilyas kembali ke kamarnya. Ia segera mandi lalu berbaring di ranjangnya. Mungkin karena kecapekan ia langsung terlelap begitu saja.
Pagi hari Ilyas membuka matanya, ia menatap keluar jendela yang sepertinya sudah siang. Ia menoleh ke arah jam yang menempel di dinding yang menunjukkan jam tujuh pagi.
" Astaga aku kesiangan." Ucap Ilyas segera beranjak.
Ilyas menoleh ke kanan ke kiri mencari baju gantinya namun tidak ada.
" Itu berarti Maysa tidak kembali ke kamar ini. Atau jangan jangan dia pulang ke rumah orang tuanya? Tidak.. Ini tidak boleh terjadi, aku harus segera menyusulnya ke sana." Ujar Ilyas.
Ilyas segera mandi lalu keluar dari kamarnya. Ia mengecek kamar Kavin yang nampak masih terkunci, itu berarti Maysa memang tidak ada di rumah.
Ilyas mengendarai mobilnya dengan kecepatan kencang menuju rumah tuan David.
Tiga puluh menit ia sampai di sana. Ilyas segera turun dari mobil lalu menuju pintu rumah mertuanya yang sudah lama tidak ia kunjungi.
Ting tong...
Ceklek...
Nyonya Melodi membuka pintunya.
" Pagi Ma." Sapa Ilyas menyalami mama mertuanya dengan takzim.
" Pagi nak Ilyas, silahkan masuk!" Ucap nyonya Melodi.
Keduanya masuk ke dalam lalu duduk di sofa ruang tamu.
" Ada perlu apa nak Ilyas pagi pagi ke sini? Apa Maysa dan Kavin baik baik saja?" Tanya nyonya Melodi menatap Ilyas.
Ilyas sangat terkejut mendengar pertanyaan mama mertuanya, ia berpikir Maysa berada di sini namun ternyata ia salah.
" Semuanya baik baik saja Ma, kebetulan aku lewat sini jadi aku sekalian mampir melihat keadaan Mama sama papa. Apa kalian baik baik saja?" Ilyas balik bertanya.
" Alhamdulillah kami baik baik saja. Mau minum apa Nak?" Tawar nyonya Melodi.
" Tidak usah Ma, aku hanya sebentar saja. Kalau begitu aku permisi." Ucap Ilyas.
__ADS_1
" Baiklah hati hati." Sahut nyonya Melodi. Ia tidak menahan menantunya karena tahu jika menantunya orang super sibuk.
Ilyas keluar dari rumah mertuanya dengan kecewa. Ia masuk ke dalam mobilnya lalu meninggalkan rumah mertuanya.
" Kalau Maysa dan Kavin tidak ada di sini, lalu mereka kemana? Aku telepon Aska dia bilang Maysa juga tidak di sana, sebenarnya kamu pergi kemana sayang? Kenapa nomer kamu tidak bisa di hubungi? Maafkan Mas yang telah membuatmu kecewa ataupun sakit hati. Tapi seharusnya kamu mendengarkan penjelasan Mas dulu sayang." Monolog Ilyas.
Ya.. Ilyas menelepon Aska setelah ia memerintahkan Aska untuk melihat keadaan Maysa kemarin siang, Aska bilang Maysa baik baik saja dan akan segera pulang ke rumah. Saat Ilyas pulang kantor, ia kembali menelepon Aska untuk menanyakan keberadaan Maysa karena nomer Maysa tidak aktif, Aska bilang jika Maysa berada di rumah Ilyas. Itu sebabnya Ilyas berpikir jika Maysa pulang ke rumah orang tuanya.
" Jangan jangan Aska sengaja berbohong padaku makanya ponsel Maysa dan Kavin di matikan. Awas aja sampai itu terjadi Aska, aku tidak akan memaafkanmu. Kau membuat semuanya menjadi tambah rumit saja." Gerutu Ilyas.
Ilyas kembali mengendarai mobilnya menuju rumah Aska. Sampai di sana ia turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah Aska.
" Aska." Teriak Ilyas memanggil Aska.
Tidak ada sahutan, rumah nampak sepi. Sayup sayup terdengar orang tertawa dari taman belakang. Ilyas segera menghampirinya, ia tersenyum saat melihat Maysa bersama keluarganya sedang duduk bersama di sebuah gazebo. Ia berdiri di depan pintu mengamati aktifitas mereka.
" Kak itu punyaku." Ucap Maysa merebut buah pir di tangan Aska.
" Eh ini punyaku, kamu bisa ambil yang lainnya." Ujar Aska.
" Nggak mau, aku penginnya makan buah pir Kak bukan yang lainnya." Sahut Maysa karena memang jauh pirnya sudah tidak ada lagi.
" Nanti aku belikan lagi." Ujar Aska.
" Nggak mau, aku maunya makan sekarang. Aku nangis nih!" Ancam Maysa seperti anak kecil.
" Om papi kasih buah itu untuk mommy, kasihan dedek bayinya nanti bisa ileran kalau sampai keinginan mommy tidak terpenuhi." Ucap Kavin menatap Aska.
" Oho ada pahlawan yang siap membela mommy rupanya. Kau hebat Kavin, jadilah pria yang selalu menjaga dan melindungi mommymu, jangan seperti daddymu yang hanya membuat mommymu sedih." Ucap Aska membuat Ilyas terkejut.
Ilyas ingin menghampiri Aska namun ucapan Kavin menghentikan langkahnya.
" Iya Kavin tahu kalau mommy lagi sedih, semalam mommy menangis sampai bantal mommy basah Om papi." Ucap Kavin.
" Iya benar." Sahut Kavin.
" Enggak lah Kak, aku cuma kelilipan aja tadi malam tapi Kavin mengira kalau aku menangis." Kilah Maysa.
" Mana ada kelilipan sampai bantalnya basah May? Sepertinya kau tidak pandai berbohong." Sahut Ercha.
Maysa hanya diam saja sambil menundukkan kepala. Hal itu membuat hati Ilyas mencelos.
" Aku tahu bagaimana perasaanmu May karena aku pernah ada pada posisimu sekarang ini. Yang sabar aja May, tunggu bang Ilyas menjelaskan semuanya. Kalau sudah jelas kau bisa mengambil keputusan. Aku merasa bang Ilyas tidak akan tega mengkhianatimu. Dia terlihat sangat mencintaimu May." Ucap Ercha.
" Iya Cha terima kasih, ucapanmu membuat hatiku merasa lebih tenang." Ucap Maysa di balas anggukkan kepala oleh Ercha.
Mereka kembali mengobrol sambil memakan rujak buah yang kemarin belum sempat Maysa makan. Maysa dan Ercha nampak lebih lahap memakannya di bandingkan yang lain.
" Daddy." Teriak Kavin saat melihat Ilyas berdiri di depan pintu.
Semua orang menoleh ke arahnya, dengan langkah tegap Ilyas menghampiri mereka semua.
" Pagi menjelang siang semua, masih pagi begini udah makan rujak aja." Sapa Ilyas.
Tapi tidak satu pun yang mau membalas sapaannya termasuk nyonya Alexa. Mereka nampak acuh dengan kehadiran Ilyas membuat Ilyas menghela nafasnya pelan. Ia duduk di samping Maysa yang masih kosong.
" Pagi sayang." Sapa Ilyas hendak mencium pipi Maysa namun Maysa keburu menghindar. Lagi lagi Ilyas hanya bisa menghela nafasnya saja.
" Pagi menjelang siang Daddy." Sahut Kavin menatap daddy tercintanya.
" Terima kasih sayang." Ucap Ilyas tersenyum pada Kavin.
__ADS_1
" Aku tahu aku salah, itu sebabnya kalian mendiamkan aku. Aku minta maaf! Terutama kepadamu Maysa." Ucap Ilyas menatap Maysa yang hanya menundukkan kepala.
" Mungkin kamu berpikir kalau aku telah mengkhianatimu ataupun pernikahan kita, tetapi aku sama sekali tidak melakukannya. Aku...
" Rega bawa Kavin ke dalam!" Titah Aska menghentikan ucapan Ilyas.
" Baik Mas." Sahut Rega.
" Kavin ayo main sama Aunti mami di dalam. Daddy sama yang lainnya mau membicarakan urusan orang dewasa. Ayo!" Ajak Rega mengulurkan kedua tangannya.
" Iya Aunti." Sahut Kavin.
Rega menggendong Kavin masuk ke dalam.
" Sayang." Ucapan Ilyas menggenggam tangan Maysa. Maysa hendak melepasnya namun Ilyas semakin mengeratkan genggamannya.
" Namanya Karina, dia salah satu partner bisnis Mas yang menawarkan kerjasama dengan keuntungan yang sangat besar. Kami berencana meluncurkan parfum yang sedang booming di berbagai kalangan saat ini. Kemarin dia membutuhkan bantuan Mas untuk mengaku sebagai kekasihnya di depan Fendi. Fendi adalah pria yang di jodohkan dengan Karina, namun Karina tidak menerima perjodohan itu karena Karina tahu kalau Fendi hanya mengincar hartanya saja. Kedua orang tuanya akan menyetujui keputusan Karina jika Fendi juga menyetujuinya. Itu sebabnya Karina meminta bantuanku, apalagi Fendi sama sekali tidak mengenal siapa aku." Terang Ilyas.
Maysa dan yang lainnya nampak diam saja.
" Awalnya Mas sudah menolak untuk membantunya, namun dia mengancam akan membatalkan kerja sama ini jika Mas tidak mau membantunya. Mas sudah terlanjur tanda tangan kontrak, jika sampai Karina membatalkan kerja sama ini maka perusahaan Mas mengalami kerugian yang sangat besar sayang. Mas tidak punya pilihan lain untuk menyelamatkan perusahaan dan para karyawan yang bergantung pada Mas. Itu sebabnya Mas setuju untuk membantunya. Tapi Mas tidak mengira jika kejadian di cafe kemarin malah menyakiti hatimu. Maafkan Mas sayang." Sambung Ilyas membuat semua orang lega.
" Kemarin Mas tidak bisa menemuimu karena Fendi terus memojokkan Mas agar Mas mengakui jika hubungan ini adalah kebohongan, dengan usaha keras kami bisa membuatnya percaya dengan sandiwara yang kami lakukan di depannya." Ujar Ilyas.
" Apa kalian bersandiwara sebagai sepasang kekasih di depan Fendi?" Tanya Maysa menatap Ilyas.
" Iya sayang." Sahut Ilyas menganggukkan kepala.
" Apa kalian juga beradegan seperti layaknya sepasang kekasih di depan Fendi?"
Glek...
Ilyas menelan kasar salivanya karena memang ia melakukannya. Lebih tepatnya Karina menciumnya di depan Fendi waktu itu.
" Kenapa kamu hanya diam saja Mas? Apa kalian sampai beradegan ciuman di depan Fendi sampai dia percaya jika kalian memang menjalin hubungan?" Tanya Maysa sekali lagi.
Semua orang menatap Ilyas sambil menanti. jawaban darinya. Mereka semua nampak tegang dengan jawaban yang akan di berikan oleh Ilyas.
" I... Iya." Lirih Ilyas membuat semua orang menghembuskan nafasnya kasar.
Plak...
Maysa menepis tangan Ilyas hingga genggamannya terlepas begitu saja. Ia turun dari gazebo lalu berdiri di depan Ilyas.
" Maafkan Mas sayang, kemarin Karina tiba tiba mencium Mas. Mas tidak bisa menghindarinya sayang, maafkan Mas!" Ucap Ilyas panik.
" Itu sama saja kau menjual harga dirimu Mas." Bentak Maysa membuat semua orang terkejut.
" Maafkan aku! Aku tidak akan mengulanginya lagi setelah ini. Urusanku dengan Karina sudah berakhir, kami hanya sebatas teman kerja saja saat ini." Ucap Ilyas lagi.
" Aku tidak peduli sama seperti kau tidak peduli padaku. Mulai malam ini jangan lagi tidur denganku ataupun mendekatiku. Aku membencimu."
Jeduarrrr....
Nah loh kapok nggak tuh? Jangan bosan untuk selalu memberikan like, koment vote dan 🌹nya buat author ya...
Terima kasihh...
Miss U All...
Jangan lupa juga mampir di karya baru author.... Author tunggu dukungannya di sana juga ya...
__ADS_1
TBC...