
" Kenalin Tante, aku Ercha." Ucap Ercha.
" Pacarnya Mas Aksa."
Jeduarrrrr......
Tidak hanya nyonya Alexa yang terkejut, Aksa juga sama terkejutnya dengan maminya. Ia ridak menyangka jika gadis yang baru ia kenal bisa mengatakan hal yang akan menyulitkan mereka berdua. Nyonya Alexa pasti akan mendesak Aksa untuk segera melamarnya.
Nyonya Alexa menatap tajam ke arah Aksa. Aksa menggelengkan kepalanya, tak lama nyonya Alexa tersenyum ke arah Ercha.
" Oh calon menantuku, kenapa tidak mengabari Mami kalau kamu mau datang kemari?" Nyonya Alexa duduk di sebelah Ercha.
Ercha melongo melihat reaksi nyonya Alexa yang luar ekspektasinya. Ia mengira kalau nyonya Alexa akan memarahi Aksa karena membawa seorang wanita ke rumahnya. Ercha menatap Aksa yang saat ini sedang menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir kuda ke arahnya.
" Dimana rumahmu sayang?" Tanya nyonya Alexa menatap Ercha.
" Eh aku... Aku baru saja tiba dari luar negeri Tante, kalau rumah kakakku ada di kawasan bougenvile residence nomer satu Tante." Sahut Ercha.
" Ternyata kau dari kalangan atas, siapa nama kakakmu?" Tanya nyonya Alexa lagi.
" Raka Wijaya Tante, keturunan dari keluarga Ramon Wijaya." Sahut Ercha.
Nyonya Alexa menganggukkan kepalanya, siapa yang tidak mengenal keluarga Ramon Wijaya. Kekayaan mereka setara dengan keluarga Lambyyan.
" Sejak kapan kau mengenal Aksa? Kenapa Aksa tidak pernah bercerira tentangmu kepada Mami?" Tanya nyonya Alexa menatap Ercha.
" E.. I.. Itu.. " Ercha menjeda ucapannya, ia melirik ke arah Aksa yang saat ini sedang menatapnya sambil tersenyum.
" Mampus gue, mau jawab apa gue. Aksa... Bantuin gue donk! " Batin Ercha.
" Rasain lo... Emang enak, salah sendiri main ngaku ngaku pacar gue segala. Mami tidak akan melepaskan lo begitu saja." Ujar Aksa dalam hati.
" Tidak perlu malu malu, katakan saja pada Mami!" Ujar nyonya Alexa.
" Satu tahun." Ucap Ercha asal.
Nyonya Alexa melongo menatap Ercha, ia beralih menatap Aksa.
" Bagaimana bisa kalian sudah saling mengenal selama satu tahun?" Tanya nyonya Alexa mengerutkan keningnya.
" Begini Mi." Ucap Aksa duduk di depan maminya.
" Aku dan Ercha sudah menjalin hubungan sejak lama. Tapi satu tahun terakhir ini Ercha meninggalkan aku karena harus menuntut ilmu di luar negeri. Karena merasa kesepian aku sering bermain ke kafe tempat Rega bekerja. Dan aku mulai nyaman dengan kebersamaanku dan Rega sehingga hatiku condong kepadanya. Aku pikir Ercha tidak akan kembali lagi ke sini, tapi ternyata dia kembali dan menemuiku di sini." Terang Aksa membuat Ercha melongo.
" Kalau begitu lamar Ercha secepatnya."
__ADS_1
" Apa???" Pekik Ercha menatap nyonya Alexa.
" Iya, kenapa? Mami tidak mau sampai kamu meninggalkan Aksa lagi. Mami akan melamarmu malam ini juga, katakan pada kakakmu untuk membuat persiapan acara lamarannya. Tidak perlu mewah mewah, kita lakukan secara sederhana saja. Nanti kalau acara tukar cincinnya baru kita rayakan di hotel bintang lima." Ucap nyonya Alexa.
" Maaf Tante, sebenarnya aku..
" Mami ada urusan yang lain. Mami permisi." Ucap nyonya Alexa meninggalkan mereka berdua.
Ercha menatap tajam ke arah Aksa sambil menghembuskan nafasnya kasar.
" Kenapa lo malah mengarang cerita kalau kita punya hubungan hah? Jadi begini kan jadinya." Gerutu Ercha.
" Kamu mengatakan pada mami kalau kamu pacarku, untuk menyakinkan mami jika kita memang punya hubungan ya terpaksa aku berbohong. Lalu dimana letak kesalahanku?" Tanya Aksa menaik turunkan alisnya.
" Lo balas dendam sama gue?" Selidik Ercha.
" Enggak cuma kebetulan aja." Sahut Aksa.
" Cuma kebetulan karena ada kesempatan maksud lo?" Ercha bertanya lagi.
" Hmm." Gumam Aksa.
" Apa sebenarnya memang lo tertarik buat nikahin gue gitu?"
" Bisa jadi." Sahut Aksa.
" Gue yakin ini pasti rencana lo buat dapatin pasangan. Lo nggak laku kan selama ini? Nggak ada gadis yang mau sama lo? Itu sebabnya umur setua lo belum juga mendapat pasangan." Tebak Ercha.
Kali ini Aksa yang melongo mendengar ucapan Ercha. Ia merasa ucapan Ercha melukai harga dirinya. Tapi entah mengapa ia malah menyukai sikap Ercha yang seperti ini.
" Tua? Kamu bilang aku tua? Emangnya aku setua apa?" Tanya Aksa.
" Setua om gue." Sahut Ercha.
" Hah?" Aksa menggaruk kepalanya.
" Benarkah gue setua om om seperti katanya? Perasaan gue masih cakep, gokil, keren dan terlihat lebih tampan dari usiaku. Apa dia yang rabun ya." Batin Aksa.
" Enggak sih, sebenarnya lo tampan mirip artis thailand. Cuma gue gengsi aja mau ngakuin kalau lo tampan. Yang ada lo entar kegeeran lagi." Batin Ercha.
" Begini ya, lebih baik sekarang kita jelasin ke mami lo kalau kita tidak punya hubungan apa apa. Jangankan hubungan, kenal saja tidak." Ujar Ercha.
" Nggak bisa gitu." Sahut Aksa.
" Kenapa?" Tanya Ercha menatap Aksa.
__ADS_1
" Kamu udah melamarku dan menjadikan aku sebagai pacarmu. Aku tidak mau kamu buang aku begitu saja. Emangnya aku kau anggap apaan? Setelah di pungut main sembarangan di buang gitu aja." Ujar Aksa.
" Terus mau lo gimana?" Ercha bertanya lagi.
" Sesuai rencana mami."
" Maksud lo, lo mau melamar gue terus nikahin gue gitu?" Selidik Ercha.
" Ya." Sahut Aksa.
" Tuan Aksa jangan gila! Gue belum mau menikah, apalagi menikahi pria tua seperti lo yang ada hidup gue menderita karena hidup di bawah tekanan lo. Yang ada lo pasti ngatur ngatur gue. Pagi siapin sarapan, baju kantor, air buat mandi. Terus suruh gue buat bersih bersih rumah, kalau malam lo suruh gue pijitin kaki sama punggung. Terus saat tidur lo bakal peluk peluk gue. Ih.. Nggak banget deh." Ucap Ercha bergidik ngeri.
Aksa tersenyum mendengar ocehan Ercha.
" Kamu harus bertanggung jawab dengan ucapan dan perilakumu. Kalau masalah kehidupan setelah menikah, kita pikirkan nanti saja. Lagian aku tidak semiskin itu sehingga aku tidak bisa menyewa jasa art untuk mengurus rumah kita." Sahut Aksa.
" Tuan Aksa, gue itu nggak bisa ngapa ngapain. Gue nggak bisa masak, nggak bisa mencuci, nggak bisa menyetrika. Pokoknya semua pekerjaan ibu rumah tangga nggak bisa gue lakuin. Lo akan nyesel kalau menikah sama gue. So... Stop it!" Ucap Ercha.
" Kamu tenang saja! Biarkan aku yang melakukan semuanya." Ucap Aksa.
" Benar benar gila!" Cibir Ercha.
" Gue akan menjelaskan kepada mami lo kalau semua ini hanya salah paham. Gue akan minta maaf sama mami lo sekarang juga karena gue telah berbohong padanya, titik." Ucap Ercha beranjak dari tempat duduknya.
Ercha melangkah ke dalam hendak mencari nyonya Alexa namun ucapan Aksa menghentikan langkahnya.
" Mami punya penyakit jantung." Ucap Aksa.
Ercha membalikkan badannya menatap Aksa.
" Penyakit jantung mami pasti kambuh kalau kamu memberitahu yang sebenarnya kepada mami. Jika sampai itu terjadi, aku dan kedua abangku tidak akan melepaskanmu. Kami akan menuntutmu hingga kamu akan menghabiskan sisa umurmu di dalam penjara. Keputusan ada di tanganmu." Ucap Aksa sedikit mengancam.
Mendengar itu Ercha kembali menghampiri Aksa. Ia duduk di depan Aksa sambil menghela nafasnya. Aksa tersenyum melihat itu.
" Walaupun bar bar tapi tetap kelihatan manis. Aku yakin dia gadis yang baik, buktinya dia mengurungkan niatnya karena memikirkan kesehatan mami. Maafkan aku mi, aku berbohong atas kondisi mami. Entah mengapa aku tidak mau melepas gadis ini begitu saja. Aku tertarik untuk tetap bersamanya." Ujar Aksa dalam hati.
" Bagaimana? Apa keputusanmu?" Tanya Aksa menatap Ercha.
" Aku... Aku...
Apa ya????? Author juga bingung hhhh..
Jangan lupa tekan like koment vote dan 🌹yang banyak bair Ercha dan Aksa makin semangat...
Terima kasih...
__ADS_1
Miss U All...
TBC....