
Hari ini adalah hari pernikahan Aksa dengan Ercha dan Aska dengan Rega. Di dalam sebuah ballroom hotel ternama dengan tamu undangan seribu orang membuat suasana menjadi meriah dan mewah di lengkapi dengan dekorasi yang super wah, apalagi di tambah menu hidangan vvip membuat pesta pernikahan kali ini benar benar sangat berbeda dari pernikahan yang lainnya.
Kedua pasangan yang baru saja melangsungkan ijab qobul kini di pajang sebagai raja dan ratu sehari di depan pelaminan. Aksa dan Aska mengucap janji suci dengan waktu yang bersamaan dan dengan penghulu yang berbeda tentunya.
Mereka berdiri di pelaminan menyalami beberapa tamu yang saling bergantian mengucap selamat dan memberikan doa terbaik untuk keduanya. Setelah itu mereka kembali duduk di kursinya.
" Akhirnya kita sah menjadi pasangan suami istri sayang. Aku yakin jika ibu melihat semua ini, ibu pasti bahagia." Ucap Aska menggenggam tangan Rega.
" Iya Mas, terima kasih sudah menepati janjimu pada ibuku." Sahut Rega.
" Aku menikahimu bukan karena janji itu, tapi karena cintaku padamu." Ujar Aska.
" Aku percaya itu, terima kasih sekali lagi." Sahut Rega.
" Aku bahagia sayang." Ucap Aska mencium punggung tangan Rega membuat Rega nampak malu malu.
" Aku juga Mas." Sahut Rega.
Sedangkan kedua pasangan di sebelahnya hanya diam saja. Aksa tidak tahu harus memulai obrolan darimana, ia memang terkesan lebih pendiam daripada Aska. Pada dasarnya ia juga merasa gugup berdekatan dengan Ercha dengan status berbeda.
" Mas kok dari tadi diam saja? Ngobrol apa gitu biar aku nggak bosen duduk berdiam diri di sini. Apa kamu nervous memikirkan soal nanti malam? Malam pertama kita?"
Aksa melongo mendengar pertanyaan Ercha. Bisa bisanya Ercha membicarakan ke arah sana tanpa ragu.
" Eng... Enggak. Kenapa harus nervous tinggal jalani saja sesuai naluri kita." Sahut Aksa.
" Sebentar! Emangnya kamu mau melakukan itu nanti malam?" Tanya Ercha memastikan.
" Iya." Sahut Aksa asal.
" Ah nggak mau!" Ucap Ercha cepat.
Aska dan Rega menoleh ke arahnya, Ercha hanya nyengir kuda saja.
" Lhoh kenapa tidak mau? Bukankah wajar kalau pengantin baru melakukan itu di malam pertama? Mereka berdua juga pasti akan melakukannya." Ujar Aksa.
" Pokoknya aku nggak mau, aku belum siap melakukan itu. Awas aja kalau sampai kamu memaksaku Mas akan aku tonjok wajah kamu yang tampan itu." Ujar Ercha mengacungkan genggaman tangannya ke arah Aksa.
" Ya Tuhan galak amat jadi istri, itu sudah menjadi kewajiban istri untuk melayani suaminya Ercha, mau tidak mau siap tidak siap kami harus melakukannya." Ucap Aksa.
" Ti.. Dak." Ucap Ercha penuh penekanan.
Aksa menghela nafasnya pelan. Bukannya ingin memaksa Ercha namun ia sengaja menggodanya.
" Rega, bagaimana kalau nanti kita tukeran tempat?" Tawar Ercha membuat mereka melongo.
" Tukeran tempat gimana maksudmu?" Tanya Rega.
" Kita berdua tidur di kamarku, biar mereka berdua tidur di kamarmu." Ucap Ercha.
" Nggak bisa! Enak aja... Ini malam pertama kami jadi kami harus tidur berdua dan melakukan hal hal yang indah untuk pertama kalinya." Sahut Aska.
" Lo juga harus melakukan itu sama Aksa." Sambung Ercha.
" Nggak! Gue lagi dapet dan gue sumpahin semoga Rega juga dapet tamu bulanannya." Ucap Ercha.
" Sialan lo! Adik ipar nggak ada akhlak." Umpat Aska.
" Biarin." Ucap Ercha menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
Aksa dan Rega hanya bisa menggelengkan kepala.
Nampak dari kejauhan Samuel berjalan menghampiri Ercha. Ercha dan Aksa segera berdiri.
" Selamat Cha, semoga kau bahagia." Ucap Samuel.
" Aku pasti bahagia karena aku berada di tangan yang tepat." Sahut Ercha.
" Aku minta maaf." Ucap Samuel.
" Aku tidak akan memaafkanmu, terima kasih sudah datang dan memberikan doa restumu untukku. Kau bisa menikmati pestanya dengan baik." Ucap Ercha ketus.
" Aku mau langsung pulang, satu jam lagi penerbanganku ke negara xx." Ujar Samuel.
" Itu lebih baik karena aku tidak mau berlama lama melihat wajahmu." Sahut Ercha.
" Cha... " Aksa menggenggam tangan Ercha.
" Apa Masku sayang?" Tanya Ercha manja.
Samuel mengepalkan erat tangannya. Ia beralih menatap Aksa.
" Selamat Bro! Aku minta jaga Ercha untukku. Dan jangan pernah melakukan kesalahan seperti apa yang aku lakukan selama ini. Aku titip Ercha, semoga kalian bahagia." Ucap Samuel menepuk baju Aksa.
" Terima kasih, aku pasti akan menjaga Ercha untuk diriku sendiri." Sahut Aksa sambil tersenyum.
Samuel segera berlalu dari sana dengan perasaan pedih. Ia menyesali semua perbuatannya kepada Ercha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Acara resepsi baru selesai jam delapan malam. Kedua pasangan masuk ke dalam kamar masing masing untuk istirahat karena hari ini terasa begitu melelahkan. Aksa duduk di tepi ranjang yang nampak sangat indah karena di rias sebagaimana ranjang pengantin pada umumnya. Sedangkan Ercha malah sibuk memindai ruangan tersebut.
" Aku tidak tahu Cha, mungkin mereka mengira kalau kita akan melakukannya malam ini. Itu sebabnya mereka menghias kamar ini seindah mungkin." Sahut Aksa.
" Tapi aku suka, apalagi kalau kita bisa melewatkan malam ini dengan sesuatu yang indah. Itu pasti akan menyenangkan." Ujar Aksa.
" Apa sih, nggak mau ah." Sahut Ercha masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tak lama Ercha membuka pintu kamar mandi, ia menongolkan kepalanya menatap Aksa.
" Mas." Panggil Ercha.
" Ya, kenapa?" Tanya Aksa menatap Ercha.
" Kemana baju gantiku? Kenapa pihak hotel tidak menyiapkan piyama tidur untukku?" Tanya Ercha.
" Masa' sih? Sepertinya semuanya sudah di siapkan Cha. Sebentar aku cari!" Aksa pun mencari papper bagian yang tadi ia lihat di bawa oleh pelayan hotel.
" Nah ini!" Aksa memberikan sebuah papper bagian yang terletak di atas meja rias.
" Terima kasih." Sahut Ercha kembali menutup pintunya.
Ercha mengambil baju yang ada di dalam papper bagian tersebut. Matanya membulat sempurna saat melihat baju yang ada di dalamnya.
" Lingerie lucknut!!" Umpat Ercha.
" Bagaimana bisa pihak hotel menyiapkan pakaian kurang bahan seperti ini untukku? Aku harus meminta kak Raka untuk memecat mereka." Gumam Ercha.
" Cha... " Aksa mengetuk pintunya.
__ADS_1
" Ya bentar." Ercha membuka pintunya.
Glek....
Aksa menelan kasar salivanya saat melihat Ercha yang hanya memakai handuk saja.
" Kenapa belum ganti baju? Nanti kamu keinginan lhoh." Ucap Aksa.
" Bagaimana aku mau ganti kalau bajunya aja mirip saringan tahu gini." Sahut Ercha menunjukkan lingerie itu pada Aksa.
" Astaga!!!" Aksa melemparnya ke sembarang arah.
" Terus aku gimana?" Tanya Ercha menatap Aksa.
" Adanya itu mau gimana lagi? Kamu pakai aja terus kamu langsung pakai selimut, beres kan?" Ujar Aksa.
" Janji ya nggak akan menerkamku." Ucap Ercha mengacungkan jarinya.
" Iya." Sahut Aksa.
Ercha mengambil lingerie itu lalu kembali menutup pintunya. Terpaksa malam ini ia tidur dengan menggunakan lingerie saja.
Ceklek...
" Tutup mata kamu Mas! Jangan sampai kamu melihatku!" Ucap Ercha.
" Baiklah." Sahut Aksa menutup matanya menggunakan bantal.
Dengan langkah cepat Ercha menuju ranjangnya. Ia naik ke atas ranjang lalu menyelimuti seluruh tubuhnya.
" Udah Mas." Ucap Ercha.
Aksa membuka matanya, sekarang giliran ia yang mandi.
Selesai mandi Aksa menyusul Ercha ke ranjangnya. Sebelum itu ia menghabiskan air putih yang ada di atas nakas.
" Mau tidur apa mau bercerita nih?" Tawar Aksa.
" Kamu kalau mau tidur, tidur aja Mas. Aku mau nonton drakor favoritku." Sahut Ercha fokus pada layar ponselnya.
" Ya sudah aku tidur dulu, kalau nonton drama aku nggak suka. Lagian badanku rasanya capek." Ucap Aksa.
" Oke." Sahut Ercha.
Aksa pun tidur lebih dulu. Tak lama tiba tiba tidur Aksa nampak gelisah. Keringat dingin mengucur deras di dahinya.
" Mas kamu kenapa?" Ercha mengguncang bahu Aksa.
" Mas bangun!" Ucap Ercha.
Aksa membuka matanya, ia menatap Ercha dengan tatapan intens.
" Kamu kenapa Mas?"
Kenapa hayo.....
Jangan lupa berikan dukungan kalian untuk novel author recehan ini.....
Terima kasih....
__ADS_1
TBC..