
Hari ini seluruh staf dan guru guru di sekolah berkumpul di aula sekolah. Tak lupa semua murid dari kelas sepuluh sampai kelas dua belas juga berada di sana membuat aula sekolah terasa sesak. Ya.. Ilyas sengaja mengumpulkan mereka semua untuk menindaklanjuti kejahatan Mawar terhadap Rega dan untuk mengklarifikasi hubungan Rega dan Aska.
Ilyas berdiri di depan sambil memegang micnya. Ia mengedarkan pandangannya menatap semua yang ada di sana bergantian.
" Selamat pagi semuanya." Sapa Ilyas tanpa basa basi.
" Pagi Pak... " Sahut anak anak.
" Mohon m
" Saya selaku pemilik yayasan sekolah ini berdiri di sini karena satu hal. Dan saya yakin kalian semua sudah mendengar desas desus tentang Regata Arinda." Ucap Ilyas. Nampak murid murid saling berbisik satu sama lain.
" Untuk menghindari fitnah maupun bullying terhadap Rega, saya akan memberitahu kalian semua tentang rahasia hubungan Aska dan Rega yang selama ini kami simpan rapat rapat. Regata Arinda adalah tunangan dari Aska Wilson yang tak lain adik saya."
Ucapan Ilyas membuat semua orang terkejut, mereka yang semula menatap Rega dengan tatapan remeh kini mereka menatap Rega dengan penuh hormat. Para staf saling melempar pandangan sambil melongo tak percaya. Ilyas menggenggam tangan Rega seolah memberi kekuatan di sana.
" Saya rasa kalian juga sudah mendengar tentang kejadian kemarin yang di alami oleh Rega dan Nikolas. Semua yang terjadi kepada Rega merupakan sebuah musibah yang di rencanakan oleh bu Mawar dan Niko sendiri." Ucap Ilyas menatap Mawar. Begitupun dengan semua orang yang berada dari sana.
" Bu Mawar Rosalia sengaja menyuruh Niko untuk menjebak Rega dengan harapan agar Aska meninggalkan Rega ataupun sebaliknya."
" Huuuuu" Sorak murid murid.
" Pelakor teriak pelakor."
" Jadi guru minim akhlak."
" Bu Mawar nggak pantas jadi guru kami."
" Pecat saja Pak!" Teriak salah satu murid bergantian membuat suasana gaduh.
" Tenanglah! Tenang anak anak! Saya sudah membuat keputusan untuk bu Mawar dan Nikolas." Ucap Ilyas membuat mereka tenang kembali.
" Untuk Nikolas saya menghargai kejujurannya, atas pertimbangan kepala sekolah Niko hanya di skors selama satu bulan. Dia bisa datang lagi kemari saat ujian nanti. Sedangkan untuk bu Mawar, dengan tidak hormat anda saya pecat!" Ucap Ilyas tegas.
Mawar mengepalkan erat tangannya, ia tidak menyangka niatnya mempermalukan Rega justru berbalik kepadanya.
" Dan akan saya pastikan jika anda tidak akan di Terima bekerja dimanapun setelah ini karena anda berani mempermalukan calon adik ipar saya. Saya harap setelah ini anda segera berkemas dan meninggalkan sekolah ini tanpa meninggalkan apapun. Gaji anda bulan ini sudah ada di meja anda." Ucap Ilyas tersenyum sinis.
Mawar menghentakkan kakinya lalu meninggalkan tempatnya.
" Anda mau kemana bu Mawar? Semua ini belum selesai. Setelah merugikan murid anda, kini anda akan pergi begitu saja? Tidak bisa bu Mawar. Lakukan seperti apa yang saya minta!"
Mawar menghentikan langkahnya, ia membalikkan badan menatap Ilyas.
__ADS_1
" Anda harus mengakui kesalahan anda dan meminta maaf kepada Rega di depan mereka semua. Saya tidak mau anda meninggalkan cap buruk pada adik ipar saya." Ucap Ilyas.
Lagi lagi Mawar hanya bisa mengepalkan erat tangannya karena ia tahu keluarga Lambyyan bukan tandingannya. Dengan menahan rasa kesal dan malu, Mawar berjalan menuju tempat Ilyas berdiri saat ini.
Ilyas memberikan micnya kepada Mawar. Dengan tangan gemetar Mawar menerimanya.
" Katakan sesuatu bu Mawar! Anda harus berani seperti anda berani menjatuhkan adik saya." Ucap Ilyas penuh penekanan.
Mawar mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru aula. Lalu ia menundukkan kepalanya.
" Saya minta maaf!" Ucap Mawar.
Satu detik dua detik sampai satu menit Mawar nampak diam saja.
" Apa hanya itu yang bisa anda katakan bu Mawar? Dimana keberanian anda selama ini?" Tanya Ilyas.
" Katakan apa alasannya anda menjebak Rega!" Ucap Ilyas.
" Saya membenci Rega saat saya tahu jika Rega adalah tunangan pak Aska. Saya yang lebih dulu ada di dekat pak Aska, saya yang lebih dulu menyukai pak Aska. Lalu kenapa Rega yang pak Aska pilih sebagai tunangannya? Kenapa bukan saya?" Ujar Mawar tidak tahu malu.
Aksa memberikan mic lain kepada Aska.
" Karena saya mencintai Rega." Ucap Aska lantang.
" Kalau itu alasan anda bu Mawar, itu berarti hanya kita berdua yang punya masalah. Masalahnya anda menyukai saya tapi saya tidak menyukai anda. Lalu kenapa anda melibatkan Rega yang tidak tahu apa apa di sini?" Tanya Aska membuat Mawar mati kutu.
" Seharusnya anda tahu jika saya tidak punya rasa kepada anda bu Mawar. Setiap kali anda mencoba mendekati tke atah saya, saya selalu berusaha menjauh dan menolaknya. Tapi anda orang yang keras kepala, jadi anda tidak pernah memperhatikan semuanya."
" Tapi tenang saja, saya punya kejutan untuk anda." Ucap Aska membuat Mawar terkejut.
" Silahkan masuk Pak!" Ucap Aska.
Mereka semua menoleh ke arah pintu masuk, nampak tiga orang pria berpakaian polisi menghampiri Aska.
" Tangkap wanita itu! Saya tidak terima karena dia telah mencemarkan nama baik calon istri saya." Ucap Aska.
" Siap Pak." Sahut salah satu polisi.
Tubuh Mawar terasa kaku tidak bisa di gerakkan saat kedua polisi mendekatinya. Mereka membawa Mawar keluar menuju mobil polisi di depan gerbang. Semua murid bersorak-sorai sambil menatap Mawar dengan tatapan meremehkan.
" Terima kasih untuk waktunya, saya minta maaf karena kalian semua harus melihat hal buruk seperti ini. Saya berharap untuk ke depannya tidak akan ada yang bertindak seperti bu Mawar. Karena saya tidak akan mentolerir orang sepertinya. Saya tidak peduli dengan reputasi sekolah ini tapi saya peduli dengan reputasi kalian semua. Saya berbuat seperti ini semata mata untuk melindungi kalian semua. Saya harap kalian bisa mengerti." Ucap Ilyas.
" Iya Pak." Sahut para siswa.
__ADS_1
" Silahkan kembali ke kelas dan lanjutkan pembelajarannya." Ucap Ilyas.
Para siswa dan staf sekolah membubarkan diri menuju ruangan masing masing. Rega menghampiri Ilyas lalu berdiri di depannya.
" Pak Ilyas saya ucapkan banyak banyak terima kasih karena Bapak telah membantu saya. Bapak membantu mengembalikan nama baik saya di sekolah ini. Dan saya juga minta maaf yang sebesar besarnya karena saya Pak Ilyas dan keluarga harus mengalami hal seperti ini karena saya. Saya minta maaf Pak!" Ucap Rega.
" Tidak masalah Rega, saya akan melakukan apapun untuk murid yang tertindas seperti dirimu. Saya tidak mau sekolah ini memiliki guru seperti bu Mawar yang telah merugikan muridnya. Kalau begitu saya pulang dulu." Ucap Ilyas.
" Sampaikan salam untuk Maysa Pak." Ucap Rega.
" Akan saya sampaikan nanti." Ucap Ilyas.
" Terima kasih Bang." Ucap Aska.
" Tidak perlu berterima kasih, ini sudah menjadi kewajiban Abang." Ucap Ilyas.
" Aksa tolong nanti sepulang sekolah kamu jemput anaknya pak Beno di Bandara. Pak Beno tidak punya waktu untuk menjemput anaknya karena ada urusan di luar sama Abang." Ujar Ilyas menatap Aksa.
" Iya Bang, katakan saja siapa namanya dan kirimkan fotonya." Sahut Aksa.
" Namanya Ercha, kalau fotonya Abang tidak punya. Bisa bisa kakakmu marah kalau Abang menyimpan foto wanita lain. Yang jelas dia tinggi dan berkulit putih. Tentunya cantik, tapi tidak secantik kakak iparmu." Ucap Ilyas terkekeh.
" Baik Bang." Sahut Aksa.
" Abang pulang dulu." Ucap Ilyas meninggalkan mereka semua.
Aska menggenggam tangan Rega.
" Sekarang kamu bisa belajar dengan tenang, ayo kita ke kelas. Kebetulan ini jam pelajaran Mas kan." Aska menggandeng tangan Rega menuju ruang kelasnya.
" Lepas Mas! Jangan memberi contoh yang tidak baik kepada murid muridmu." Ucap Rega menarik tangannya.
" Baiklah." Sahut Ilyas.
TBC...
Next part pertemuan Aksa sama calon jodohnya ya...
Tapi jangan lupa tekan like koment vote dan 🌹nya buat author..
Terima kasih...
Miss U all...
__ADS_1