TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
PENJELASAN KARINA


__ADS_3

Hari ini Ilyas membawa Karina ke rumahnya. Ia ingin Karina menjelaskan permasalahan yang terjadi di antara keduanya kepada Maysa agar semuanya cepat beres. Ia tidak tahan melihat Maysa yang semakin hari semakin menjauh darinya.


" Silahkan duduk Nona Karina, saya akan panggilkan istri saya dulu." Ujar Ilyas


" Baik Tuan." Sahut Karina duduk di sofa ruang tamu.


Ilyas berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Ceklek....


Ilyas membuka pintu lalu masuk ke dalam.


" Sayang." Ucap Ilyas mencari Maysa.


Sayup sayup Ilyas mendengar Maysa sedang berbicara entah dengan siapa di balkon kamarnya. Ia segera menghampirinya dengan langkah pelan.


" Kamu bisa aja Sat."


Deg...


" Satya." Gumam Ilyas.


Ilyas berdiri di balik pintu mendengarkan percakapan Maysa dengan Satya di telepon.


" Iya Satya sayang, lain kali aku pasti mau di ajak jalan sama kamu asal tidak ketahuan mas Ilyas saja."


Ilyas nampak terkejut dengan ucapan Maysa, ia membulatkan matanya sempurna dengan mulut menganga.


" Oke kamu atur saja waktunya, yang penting jangan Weekend karena kalau Weekend mas Ilyas sama Kavin di rumah." Ujar Maysa.


" Iya oke aku akan dandan yang cantik untukmu, aku mencintai...


Tiba tiba...


Brak...


Ilyas menghantam pintu membuat Maysa menoleh ke belakang.


" Mas Ilyas." Ucap Maysa.


Ilyas segera menghampiri Maysa lalu merebut ponsel Maysa lalu menempelkan ke telinganya.

__ADS_1


" Jangan pernah ganggu istriku lagi! Atau kau akan menerima akibatnya." Ucap Ilyas dengan nada tinggi.


Tidak ada sahutan dari sebrang sana, Ilyas menatap layar ponsel Maysa yang mati. Ilyas menyalakan ponsel Maysa lalu mengecek riwayat panggilan namun tidak ada. Ia menatap Maysa yang saat ini sedang menatapnya sambil melipat kedua tangan di depan dadanya.


" Kamu tidak sedang melakukan panggilan telepon?" Tanya Ilyas memastikan.


" Tidak." Sahut Maysa menggelengkan kepala. Lagi lagi Ilyas terkejut, ia tidak menyangka jika Maysa telah membodohinya.


" Kenapa?" Tanya Maysa.


" Bagaimana rasanya melihat istrimu berkata mesra dengan pria lain? Apa hatimu terasa sakit Mas Ilyas?" Tanya Maysa tersenyum sinis.


" Kau sengaja membalas sakit hatimu kepada Mas sekarang, tidak apa apa Mas terima asalkan membuat hatimu lega." Sahut Ilyas.


" Di bawah ada Nona Karina ingin bertemu denganmu, temui dia sekarang karena dia tidak punya banyak waktu." Ucap Ilyas dengan nada kesal.


" Kalau tidak ada waktu ngapain kemari? Mending Mas suruh pulang aja. Lagian aku mau istirahat sudah siang." Ujar Maysa.


" Maysa.. Mas mohon jangan keras kepala! Mas ingin masalah ini selesai sampai di sini. Mas ingin kamu bersikap normal lagi sama Mas, Mas tidak mau kamu mendiamkan Mas lagi. Sudah cukup Mas membiarkannya beberapa hari ini. Sekarang ayo kita temui dia." Ucap Ilyas menarik tangan Maysa.


Mereka berdua berjalan menuju ruang tamu. Sampai di ruang tamu, Karina segera berdiri menyambut sang tuan rumah.


" Selamat siang Nona, kenalkan saya Karina." Ucap Karina menyodorkan tangannya.


" Silahkan duduk Nona Karina!" Ucap Maysa mempersilahkan.


" Terima kasih Nona." Sahut Karina kembali duduk di tempat semula.


" Ada perlu apa anda datang kemari Nona Karina?" Tanya Maysa menatap Karina.


" Begini Nona Maysa, sebelumnya saya ingin meminta maaf karena telah lancang memanfaatkan tuan Ilyas untuk membantu urusan pribadi saya."


" Waktu itu saya....


Karina menceritakan apa yang terjadi dari awal hinggahingga akhir seperti yang Ilyas ceritakan kepada Maysa sebelumnya.


" Saya mohon maaf jika sikap saya menyakiti hati anda Nona Maysa. Tapi percayalah, saya tidak bermaksud apa apa, saya tidak bermaksud buruk terhadap hubungan kalian berdua. Justru saya mau berterima kasih karena tuan Ilyas mau membantu saya. Dan pada akhirnya saya bisa terlepas dari perjodohan itu." Ujar Karina.


" Saya merasa ada yang janggal di sini Nona Karina. Bagaimana bisa kekasih anda percaya jika anda memiliki hubungan dengan pria lain, lalu dia pergi meninggalkan anda begitu saja? Seharusnya dia tidak melakukan itu kan?" Ujar Maysa menatap Karina yang di balas senyuman.


" Anda benar Nona, seharusnya Fendi tidak percaya begitu saja. Seharusnya Fendi tidak akan meninggalkan saya dengan mudah seperti ini." Ujar Karina.

__ADS_1


" Itu pasti akan terjadi jika Fendi menginginkan saya Nona." Sambung Karina.


Maysa mengernyitkan dahinya.


" Jadi begini Nona, ternyata Fendi sudah punya wanita sendiri. Dia tidak berani mengatakan kepada orang tuanya karena orang tuanya mengancam jika Fendi tidak mau menikah dengan saya maka dia akan di keluarkan dari keluarga Wijaya. Dan itu artinya Fendi akan hidup dalam kemiskinan sebagai gelandangan, dan dia tidak mau sampai itu terjadi. Itu sebabnya dia memastikan kalau saya benar benar punya hubungan dengan tuan Ilyas. Dengan begitu dia bisa bebas dari perjodohan ini." Terang Karina.


" Lalu bagaimana dengan orang tua anda Nona Karina? Bagaimana kalau mereka menuntut suami saya untuk menikahi anda suatu hari nanti?" Tanya Maysa.


Ilyas dan Karina saling melempar pandangan. Mereka berdua tidak berpikir sampai ke sana.


" Kenapa anda diam saja Nona Karina? Apa anda tidak memikirkan hal ini?" Tanya Maysa memastikan.


" Maafkan saya Nona, saya memang tidak berpikir sampai sana. Yang saya pikirkan hanya bagaimana caranya meyakinkan Fendi jika saya sudah punya kekasih." Sahut Karina.


" Tapi anda tenang saja! Saya akan membujuk kedua orang tua saya jika sampai itu terjadi. Saya pastikan jika tuan Ilyas tidak akan terlihat dalam masalah ini lagi. Saya akan meminta bantuan Fendi untuk mengatasinya." Sambung Karina.


" Kalau begitu bantuan suamiku hanya sia sia saja. Jika and bisa menyelesaikan masalah ini berdua dengan Fendi, lalu kenapa anda menyeret suami saya untuk terlihat di dalamnya?" Ujar Maysa membuat Ilyas terbuka pikirannya.


" Saya minta maaf Nona, awalnya saya tidak tahu jika Fendi juga tidak menginginkan perjodohan ini." Ucap Karina.


" Hah baiklah terserah kalian saja. Jika sampai suatu hari nanti perbuatan kalian membawa masalah dalam hidup saya, maka akan saya pastikan kalian berdua akan hancur." Ancam Maysa.


" Hancur sehancurnya." Sambung Maysa meninggalkan mereka berdua.


" Sayang." Panggil Ilyas beranjak.


" Maaf Tuan Ilyas saya harus segera pergi, saya harus menyelesaikan masalah ini dengan kedua orang tua saya sebelum kekhawatiran Nona Maysa menjadi kenyataan. Saya permisi." Ucap Karina berlalu dari sana.


" Argh.. Kenapa masalahnya jadi rumit gini sih." Ucap Ilyas menarik kasar rambutnya.


Ilyas segera menyusul Maysa ke kamarnya.


" Sayang." Ilyas menghampiri Maysa yang sedang duduk di atas ranjang.


" Mas mohon jangan memikirkan hal yang belum tentu terjadi, biarlah masalah orang tua Karina menjadi masalah Karina sendiri. Mas tidak akan terlihat lebih jauh lagi. Kasihan anak kita nanti kalau kamu banyak pikiran. Mas minta maaf! Mas tidak akan mengulangi kesalahan ini. Mas minta maaf." Ucap Ilyas menggenggam tangan Maysa.


" Sudah lah Mas tidak perlu di bahas lagi, aku terlalu malas untuk menghadapinya." Ujar Maysa.


" Kamu benar Mas, aku tidak perlu memikirkan hal yang belum tentu terjadi, itu hanya akan membuang buang waktu, tenaga dan pikiranku saja. Jikalau itu terjadi, kau sendiri yang harus bertanggung jawab." Ucap Maysa.


" Mas akan selalu berdoa, semoga apa yang kamu takutkan tidak akan terjadi." Ucap Ilyas menarik Maysa ke dalam pelukannya.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2