TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
MALAM PERTAMA YANG TERTUNDA


__ADS_3

Malam ini setelah makan malam Maysa membawa Kavin ke kamarnya.


" Gosok gigi dulu sayang." Ucap Maysa.


" Oke Mom." Sahut Kavin masuk ke kamar mandi.


Maysa menata tempat tidur. Ia naik ke atas ranjang menunggu Kavin. Setelah selesai menggosok giginya, Kavin menghampiri Maysa di atas ranjang.


" Mommy Kavin ingin di bacakan cerita sebelum tidur." Ucap Kavin berbaring di samping Maysa.


" Baiklah, Mommy akan membacakan cerita tentang kisah tujuh kurcaci dan putri tidur." Ujar Maysa. Kavin menganggukkan kepalanya.


" Sambil di puk puk ya Mom." Ucap Kavin.


" Oke." Sahut Maysa.


Maysa mengambil buku cerita di atas nakas. Ia mulai membacakan cerita untuk Kavin.


" Pada zaman dahulu...


Maysa membaca cerita sambil menepuk pelan dada Kavin. Hingga cerita selesai Kavin belum juga tidur.


" Kenapa belum tidur? Apa cerita Mommy sangat menarik sehingga membuatmu tidak bisa tidur?" Tanya Maysa.


Kavin menggelengkan kepala.


" Lalu?" Tanya Maysa menatap Kavin.


" Kavin ingin mendengar cerita yang lain Mom." Sahut Kavin. Maysa mengerutkan keningnya.


" Kavin ingin mendengar cerita bagaimana Mommy dan daddy bisa saling mencintai." Ujar Kavin membuat Maysa melongo.


" Hah??"


" Kenapa Kavin ingin tahu soal itu? Itu hanya boleh di ketahui oleh orang dewasa sayang. Biarkan itu menjadi rahasia Mommy dan daddy." Ujar Maysa.


" Karena Kavin lebih tertarik dengan cerita itu Mom, ayo ceritakan sekarang! Kavin penasaran kenapa Mommy yang masih muda bisa mencintai daddy yang sudah tua itu." Ujar Kavin.


" Bagaimana gue bisa cerita kapan kami saling jatuh cinta? Gue juga tidak tahu kapan tepatnya. Hah ada ada aja nih bocil gue, lagian gue nikah sama daddynya kan karena dia juga." Batin Maysa.


Ceklek...


Ilyas membuka pintu lalu masuk ke dalam.


" Lhoh Kavin belum tidur? Ini udah malam sayang. Biasanya jam segini Kavin sudah tidur." Ujar Ilyas duduk di tepi ranjang.


" Kavin mau di bacakan cerita tentang bagaimana kita bisa saling jatuh cinta Mas." Sahut Maysa membuat Ilyas terkejut.


" Kavin mau tahu itu?" Tanya Ilyas menatap Kavin.


" Iya Dad." Sahut Kavin antusias.


" Kami jatuh cinta sejak pertama kali bertemu." Ucap Ilyas.


Maysa membulatkan matanya mendengar ucapan Kavin.


" Salah.. Bukan saat itu, bahkan saat kita menikah aku belum mencintai Mas." Sahut Maysa mengelak

__ADS_1


" Terus kapan kamu mulai jatuh cinta sama Mas?" Tanya Ilyas menatap Maysa penuh cinta.


" Sial." Gumam Maysa. Ia merasa terjebak dengan pertanyaan Ilyas.


" Tahu ah." Sahut Maysa.


" Kavin kamu ingin cepat cepat punya adik kan?" Tanya Ilyas membuat Maysa terkejut. Ia menatap Ilyas dengan tatapan menyelidik.


" Iya Dad, apa Daddy akan segera memberikannya?" Tanya Kavin menatap Ilyas.


" Tentu saja. Tapi saat ini biarkan Daddy membawa Mommymu kembali ke kamar untuk tidur bersama Daddy. Daddy akan membuat... "


Hup...


Maysa membungkam mulut Ilyas dengan tangannya. Ia melotot menatap Ilyas, Ilyas menggugut telapak tangan Maysa.


" Awh." Maysa menjauhkan tangannya.


" Kurang apa tadi makannya sampai sampai tangan istri sendiri di gigit." Ujar Maysa.


" Enggak! Cuma gemes aja." Sahut Ilyas.


" Sekarang Kavin bobok ya, Mommy akan memelukmu. Minta daddymu kembali ke kamarnya." Ujar Maysa.


" Kavin tidur sendiri aja Mom, Mommy temenin daddy buat dedek bayi buat Kavin. Sana Dad bawa Mommy ke kamar!"


Mata Maysa membola mendengar ucapan Kavin. Ia kira Kavin akan berpihak padanya namun nyatanya tidak. Ia justru memihak ayahnya. Berbanding terbalik dengan Ilyas, ia malah tersenyum lebar menatap Maysa.


" Cepat dana Dad!" Ujar Kavin.


" Mas apa apaan sih, lepasin ih." Ucap Maysa menepis tangan Ilyas.


Ilyas membawa Maysa masuk ke kamarnya, ia mengunci kamarnya lalu membuang kuncinya ke sembarang arah.


" Yah kok di buang sih, nanti gimana kita mau keluar kalau kuncinya hilang." Ucap Maysa.


" Biar kamu tidak bisa kabur, kita tidak usah keluar, kita akan menghabiskan waktu di dalam kamar sepanjang malam." Sahut Ilyas.


Glek...


Maysa menelan kasar salivanya.


" Siapa yang mau kabur? Orang aku..


" Kamu sengaja tidur di kamar Kavin karena menghindari Mas kan? Mas sudah tahu akal licikmu itu." Sahut Ilyas memotong ucapan Maysa.


" Kamu mau lepas dari kewajibanmu sebagai seorang istri malam ini, Mas sudah menunggumu dari tadi malah kamu mau tidur sama Kavin. Tidak bisa! Sekarang siapkan dirimu untuk memberikan hak Mas malam ini. Pakai gaun yang ada di papper bag di kamar mandi." Ucap Ilyas.


" Mas.. Apa kau benar benar ingin meminta hakmu malam ini? Kenapa tidak besok saja? Atau mungkin lusa? Atau kita buat rencana untuk bukan madu kita gimana? Kita bisa melakukan itu di sana." Ujar Maysa mencoba mengulur waktu. Ia masih merasa takut untuk melakukan hal itu.


" Mas tidak mau, Mas maunya sekarang titik, udah buruan sana bersih bersih terus pakai gaun itu. Mas menunggumu di sini." Ucap Ilyas.


" Tapi Mas...


" Apa perlu Mas yang mengganti bajumu dengan gaun itu?" Tawar Ilyas.


" Hah baiklah." Sahut Maysa masuk ke kamar mandi

__ADS_1


Maysa mengambil baju yang ada di papper bag itu.


" Apa ini?" Maysa menjereng baju itu di depan wajahnya.


" Ya Tuhan kain apa ini? Kenapa seperti jala ikan? Apa ini yang di maksud dengan lingerie? Aku memang sering mendengar namanya tapi aku tidak menyangka jika wujudnya seperti ini. Benar benar mengerikan." Ujar Maysa menatap lingerie berwarna hitam itu.


" Tapi Mas Ilyas memintaku untuk memakainya, apa tidak memalukan jika aku memakainya sekarang? Kalau tidak aku pakai pasti dia marah. Bukankah aku ingin memperbaiki hubungan kami? Mungkin ini jalan satu satunya. Aku tidak boleh malu, apalagi di depan suamiku sendiri." Ujar Maysa.


Maysa segera membersihkan wajah dan menggosok giginya. Lalu ia mengganti bajunya dengan lingerie itu. Ia memutar mutar tubuhnya di depan cermin. Ingin keluar tapi ia malu.


" YaTuhan apa aku harus keluar sekarang? Tapi aku malu dengan memakai pakaian kutang bahan ini." Gumam Maysa mondar mandir di balik pintu.


" Sayang apa kau sudah selesai?" Tanya Ilyas dari luar.


" Ya ampun gue harus gimana ini? Apa Mas Ilyas akan benar benar melakukannya? Aku searching di goglo pengalaman pertama akan terasa sakit. Gimana kalau nanti gue nggak bisa berjalan?" Berbagai pikiran buruk berkecamuk di kepala Maysa.


" Sayang cepat keluarlah! Jangan takut! Ini normal di lakukan oleh sepasang suami istri sayang." Ujar Ilyas.


Maysa menghirup nafas dalam dalam lalu menghembuskannya lewat mulut.


" Tenang Maysa! Jangan tegang! Relax.. " Ucap Maysa menenangkan dirinya sendiri.


Ceklek...


Maysa membuka pintu, ia berdiri di depan Ilyas. Ilyas tercengang melihat penampilan Maysa.


Glek...


Ilyas menelan kasar salivanya. Ada sesuatu yang berdiri tegak di bawah sana. Bagaimana tidak? Tubuh mulus Maysa terekspos begitu saja di matanya walau tertutup dengan kain yang lebih mirip jala ikan namun, Ilyas bisa melihat semuanya.


Maysa segera berlalu menuju ranjang, ia menarik selimut lalu menutupi tubuhnya dengan selimut tersebut.


" Sayang kenapa di tutupi seperti itu? Mas jadi nggak lihat." Ucap Ilyas mendekati Maysa.


" Aku... Aku... Aku gugup Mas. Aku juga takut." Ujar Maysa.


" Tidak perlu takut, Mas akan melakukannya dengan lembut." Ucap Ilyas menangkup wajah Maysa.


Keduanya saling melempar pandangan. Ilyas memajukan wajahnya lalu mencium. bibir Maysa. Maysa memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir Ilyas.


Ilyas menyusupkan tangannya ke leher belakang Maysa. Ia mencecap bibir Maysa dengan lembut. Suara decapan memenuhi kamar mereka. Maysa mengalungkan tangannya ke leher Ilyas membuat selimutnya melorot. Ia tidak peduli dengan selimutnya, ia terlena dengan sentuhan yang Ilyas berikan padanya.


Tanpa melepas pagutannya, Ilyas mendorong tubuh Maysa ke atas ranjang. Tangan satunya mulai bergerilya kemana mana. Ciuman yang semula lembut kini semakin menuntut.


Ciuman Ilyas turun ke leher, ia membuat beberapa kissmark di sana membuat Maysa mendesih tanpa sadar


" Shhh Mas." Desis Maysa membuat jiwa kelakian Ilyas semakin memuncak. Sesuatu yang sesak di bawah sana minta segera di lepaskan.


Ilyas menurunkan lingerie yang di pakai Maysa lalu ia....


Gantung ya 😄...


*Berikan like koment mawar dan votenya dulu biar author makin semangat ngetiknya.


Terima kasih*...


TBC...

__ADS_1


__ADS_2