TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
LAMARAN ASKA 2


__ADS_3

Blugh...


" Aska!!!" Teriak semua orang.


Srek...


Aksa langsung mencekal tangan Aska agar Aska tidak jatuh ke bawah. Aska terpeleset membuat tubuhnya terperosok ke bawah. Saat ini ia bergelantung di pagar pembatas.


" Ya Tuhan Aska, Ya Tuhan tolong selamatkan putraku!" Ucap nyonya Alexa tidak kuasa melihat tubuh Aska bergelantungan seperti itu. Jika Aksa melepas tangannya sudah di pastikan Aska pasti akan jatuh.


Aska melihat ke bawah membuatnya jantungnya berdebar kencang.


" Ya Tuhan aku tidak mau mati, tolong maafkan aku dan selamatkan aku." Gumam Aska.


" Jangan melihat ke bawah! Lihat gue saja Bang." Ucap Aksa mencoba menarik tangan Aska.


Tuan Gavin dan tuan Leon segera membantu Aksa. Mereka bertiga memegang tangan Aska lalu menariknya ke atas.


Para wanita hanya bisa menutup mata dan mulutnya sambil terus berdoa. Mereka tidak berani melihat ke arah Aska. Perlahan tubuh Aska mulai naik ke atas. Sampai ia berhasil naik ke pagar pembatas.


Brugh...


Aksa melompat ke dalam. Semua orang bernafas lega sambil mengucap syukur. Rega menatap Aska lalu ia langsung memeluknya.


" Hiks.. Hiks.. Bapak bermain main dengan kematian, dan Bapak hampir saja celaka karena itu. Aku tidak bisa membayangkan jika tadi kak Aksa terlambat menahan tanganmu, aku.. Aku.. Hiks.. Aku pasti tidak akan memaafkan diriku sendiri. Hiks... Kamu jahat Pak! Kamu selalu mempermainkan perasaan dan detakan jantungku." Isak Rega.


" Maafkan aku sayang! Aku tidak tahu jika kejadiannya akan seperti ini. Maafkan aku telah membuatmu khawatir bahkan sampai kamu menangis seperti ini. Maafkan aku!" Ucap Aska mengelus punggung Rega.


Rega melepas pelukannya, ia menatap Aska sambil mengusap air matanya.


" Jangan melakukan hal bodoh seperti ini lagi! Aku tidak mau kehilanganmu." Ucap Rega.


" Benarkah?" Tanya Aska tersenyum lebar.


Rega menganggukkan kepalanya.


" Aku juga tidak mau kehilanganmu." Ucap Aska menarik Rega ke dalam pelukannya.


Aska merasa sangat bahagia akhirnya Rega mau memaafkannya meskipun jantungnya hampir copot karena kejadian tadi. Aska merasa Tuhan telah memperingatkannya agar tidak bermain main dengan kematian lagi.


" Sudahi pelukannya! Sekarang ayo kita makan! Nanti di lanjut acara tukar cincinnya." Ucap nyonya Alexa.


" Iya Mi." Sahut Aska.

__ADS_1


Aska menggandeng tangan Rega menuju mejanya. Ia menarik kursi untuk Rega duduk, Rega tersenyum mendapat perhatian kecil dari Aska.


" Makan yang banyak biar badanmu terlihat lebih berisi." Ujar Aska mengambilkan makanan untuk Rega.


" Jadi maksud Bapak badanku kurus begitu." Ucap Rega.


" Bukan kurus tapi langsing, jika sedikit berisi kamu pasti akan terlihat seksi."


Plak..


Rega menepuk lengan Aska dengan keras membuat keluarga Aska menoleh ke arah mereka.


" He he maaf tadi ada nyamuk di lengan pak Aska." Ucap Rega membuat semua orang tersenyum.


" Iya Pi, Mi, ada nyamuk nyasar di tanganku. Kalian lanjutkan makan saja, aku sudah tidak sabar memasangkan cincin di jari manis calon istriku ini." Ujar Aska.


Mereka melanjutkan makannya.


" Aku tidak menyangka kalau Bapak orangnya sereceh ini. Perasaan kalau di sekolah jutek banget." Ujar Rega sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


" Emang iya? Enggak ah. Aku selalu bersikap friendly di sekolah." Sahut Aska.


" Friendly apanya? Jutek gitu." Ujar Rega.


" Mas? Kaya'nya terlalu tua deh kalau di panggil Mas. Gimana kalau om saja?" Ucap Rega menaik turunkan alisnya.


" Om? Emang kamu pikir aku om om? Umurku baru dua puluh tiga tahunan kok mau di panggil om om. Pokoknya panggil Mas." Ucap Ilyas.


" Kalau aku nggak mau gimana?" Goda Rega.


" Akan Mas cium." Ucap Aska lantang.


Rega langsung menutup mulut Aska karena mereka kembali menjadi perhatian. Rega dan Aska menatap yang lainnya, mereka semua menggelengkan kepala melihat tingkah kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara.


" Aku bahagia melihat bang Aska bahagia, mereka saling mencintai. Memang seharusnya aku tidak berada di tengah tengah mereka. Semoga Tuhan menurunkan jodoh yang baik kepadaku suatu hari nanti." Ujar Aksa dalam hatinya.


Sampai...


" Awh." Pekik Rega saat Aska menggigit salah satu jarinya.


" Ih pak Aska mah nakal." Ucap Rega.


" He he maaf sayang sengaja. Habisan kamu gemesin deh." Sahut Aska.

__ADS_1


" Udah ah makan dulu, lapar aku karena lari lari sampai sini. Bapak benar benar keterlaluan membuat aku kelimpungan. Suatu saat pasti aku balas." Ucap Rega kembali memakan makanannya.


" Iya iya maaf." Ucap Aska.


" Di maafin." Sahut Rega.


Selesai makan Aska menggandeng tangan Rega menuju tengah tengah. Seluruh keluarga Aska mengelilingi mereka. Aska berlutut di depan Rega sambil menyodorkan sebuket bunga mawar merah.


" Rega, jujur sejak awal bertemu denganmu hatiku merasa tertarik padamu. Entah mengapa hatiku ingin mengenalmu lebih jauh. Dan Tuhan memudahkan jalan itu dengan mengirimkan aku untuk membantu ibumu. Kedekatan kita selama ini membuat perasaan di hatiku semakin jelas. Ya.. Aku mencintaimu. Aku ingin memilikimu selamanya, aku ingin menikahimu karena keinginanku sendiri. Maafkan aku jika sebelum ini aku membuatku marah, kesal, kecewa bahkan sakit hati. Tapi aku berjanji untuk ke depannya aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Aku akan menjaga dan melindungimu serta mencintaimu dengan sepenuh hatiku."


" Regata Arinda, maukah kau menikah denganku? Maukah kau menjadi istri sekaligus teman yang akan selalu mendampingiku di saat aku susah dan senang? Maukah kau menjadi ibu dari anak anakku? Maukah kau kau menghabiskan waktu bersamaku? Jika kau mau ambillah bunga ini! Jika tidak, segera tinggalkan tempat ini!" Ucap Aska mengungkapkan seluruh isi hatinya.


" Bolehkah aku menolaknya?"


Deg...


Jantung Aska berdetak dua kali lebih cepat.


" Kenapa kau menolakku? Bukankah tadi kau bilang menerima lamaranku?" Tanya Aska menatap Rega.


" Kalau sudah tahu kenapa bertanya?" Ujar Rega.


" Ya Tuhan sayang... Kau menghancurkan suasana romantis saja. Aku sedang mencoba bersikap romantis padamu, kenapa malah kau mengacaukannya seperti ini." Gerutu Aska.


" Aku tidak membutuhkan hal hal manis ataupun romantis Mas. Yang aku butuhkan hanya cinta dan kesetiaanmu saja. Jadikan aku satu satunya wanita yang ada di dalam hatimu setelah ibumu. Itu sudah cukup bagiku. Dan kau tidak perlu memperlakukan aku seperti ratu, tapi perlakukan aku sebagai temanmu, sebagai sahabatmu. Karena sahabat tidak akan membiarkan sahabatnya terluka." Ucap Rega mengambil buket mawar di tangan Aska.


Aska beranjak lalu berdiri menatap Rega


" Aku berjanji akan menjadikanmu satu satunya wanita dalam hatiku. Terima kasih telah menerimaku dengan segala kekuranganku. Aku mencintaimu sayang." Ucap Aska mencium kening Rega.


Rega menutup wajahnya dengan buket mawar, tiba tiba..


" Hathcin... Hathcin.." Rega bersin bersin sambil menutup mulutnya.


" Sayang kamu kenapa?" Tanya Aska menyentuh kedua bahu Rega.


" Ah iya aku lupa Kak." Ucap Maysa mendekati Rega.


" Rega alergi bunga mawar." Sambung Maysa merebut bunga mawar di tangan Rega.


Semua orang menepuk jidatnya.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2