TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
PENYESALAN ILYAS


__ADS_3

" Ceraikan Maysa sekarang juga."


Jeduarrrr.....


Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Ilyas mendadak kaku tidak bisa di gerakkan. Ia menatap maminya yang nampak sangat marah kepadanya.


" Tidak Mi, aku tidak akan berpisah dengan Maysa." Ucap Ilyas tegas.


" Bukankah kau mau menikah dengan Karina?" Tanya nyonya Alexa.


" Ceraikan Maysa lalu menikahlah dengan Karina. Biarkan Maysa bahagia bersama yang lainnya. Setelah itu jangan lagi kau muncul di hadapanku, lebih baik aku tidak punya putra sepertimu." Ucap nyonya Alexa menohok hati Ilyas.


" Aku mohon jangan siksa aku seperti ini Mi, ini semua hanya salah paham. Memang papanya Karina memintaku untuk menikahi putrinya karena sandiwara yang kami mainkan. Tapi kami belum menjelaskan yang sebenarnya kepada papanya Karina Mi. Aku yakin kalau kami menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, papanya Karina pasti mau mengerti. Dia tidak mungkin menjadikan putrinya sebagai perusak rumah tangga orang." Ujar Ilyas menatap maminya.


" Mami tidak peduli apapun alasanmu. Yang jelas karena kebodohanmu membuat putri dan calon cucu Mami dalam bahaya. Kau harus bertanggung jawab atas semuanya." Ucap nyonya Alexa.


Ilyas menyugar kasar rambutnya, ia merasa frustasi dengan keadaan yang menimpanya sekarang.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka, Dokter Sinta keluar dari sana.


" Keluarga nona Maysa Anggara." Ucap dokter Sinta.


" Saya suaminya Dok, bagaimana keadaan istri dan bayi yang ada di dalam kandungannya?" Tanya Ilyas menghampiri dokter Sinta.


" Beruntung anda tidak terlambat membawanya kemari Tuan Ilyas, kandungan nona Maysa saat ini sangat lemah tapi kami berhasil menyelamatkan janinnya. Kami telah memberikan obat penguat kandungan yang harus di minum setiap hari. Keadaan nona Maysa baik baik saja, namun beliau harus istirahat total dan tidak boleh melakukan aktifitas apapun termasuk berjalan terlalu jauh. Saat ini nona Maysa sudah kami pindahkan ke ruangan rawat vvip nomer satu, kalian bisa menjenguknya di sana, namun beliau berpesan agar anda tidak menganggunya ataupun sekedar menemuinya karena beliau tidak mau bertemu anda saat ini." Terang dokter Sinta.


Deg...


Jantung Ilyas terasa berhenti berdetak, tubuhnya mundur ke belakang. Aska segera menopang tubuh Ilyas, ia membantu Ilyas untuk duduk.


" Terima kasih Dok." Ucap nyonya Alexa.


" Sama sama Nyonya, kalau begitu saya permisi." Dokter Sinta meninggalkan mereka semua.


" Alhamdulillah keduanya selamat Ga." Ucap Ercha menatap Rega senang.

__ADS_1


" Iya Cha, alhamdulillah kak Maysa dan bayinya selamat." Sahut Rega. Mereka saling berpelukan sambil lompat lompat seolah baru memenangkan jackpot.


Aska dan Aksa yang melihatnya hanya menggelengkan kepala.


" Sayang sudah lompat lompatnya, ingat kamu juga sedang hamil saat ini." Ujar Aksa.


" Ah iya Mas, maaf." Sahut Ercha.


" Mi ayo kita ke ruangan kak Maysa! Aku ingin melihat keadaan kak Maysa." Ucap Ercha menatap ibu mertuanya.


" Baiklah ayo!" Sahut nyonya Alexa.


Mereka berenam menuju ruangan Maysa, ruangan vvip nomer satu meninggalkan Ilyas sendiri. Tak mau kehilangan kesempatan, Ilyas segera mengikuti mereka dari belakang.


Sampai di ruangan Maysa, para wanita masuk ke dalam. Aska dan Aksa menatap Ilyas yang nampak sedih karena tidak bisa masuk. Aska dan Aksa saling berhimpitan menutupi Ilyas agar tidak terlihat oleh Maysa.


" Masuklah Bang! Kami akan menutupi tubuhmu." Ujar Aksa.


Ilyas tersenyum menatap kedua adiknya.


" Terima kasih." Ucap Ilyas.


Mereka bertiga berjalan beriringan masuk ke dalam menghampiri Maysa yang terbaring lemah di atas ranjang.


" Alhamdulillah Kak aku senang kalian bisa selamat." Ucap Rega.


" Terima kasih." Lirih Maysa.


" Kak Maysa harus banyak istirahat dan tidak boleh banyak bergerak." Ujar Ercha di balas anggukkan kepala oleh Maysa.


" Maafkan Mami yang tidak bisa menjagamu dengan baik Nak." Ucap nyonya Alexa mengelus kepala Maysa.


" Bukan salah Mami, ini semua karena musibah Mi. Dan aku ikhlas menerimanya." Sahut Maysa mendongak menatap ibu mertuanya.


" Cepat pulih ya sayang biar kita bisa berkumpul kembali." Ucap nyonya Alexa.


" Maaf aku tidak bisa Mi."

__ADS_1


Deg...


Lagi lagi jantung Ilyas terasa berhenti berdetak.


" Apa maksudmu tidak bisa sayang?" Tanya nyonya Alexa menatap Maysa.


" Setelah ini aku akan pulang ke rumah Papa. Aku tidak mau lagi tinggal bersama Mas Ilyas ataupun kalian semua." Ucap Maysa membuat semua orang terkejut.


Ilyas hendak mendekati Maysa namun Aksa mencegahnya dan membiarkan Ilyas tetap berada di belakangnya.


" Sayang Mami tahu apa yang sedang kamu alami saat ini. Tapi apa tidak bisa kamu memikirkan lagi keputusanmu? Bagaimana dengan Kavin kalau kamu pergi dari rumah Nak? Dia pasti akan sangat sedih kehilangan kamu dan calon adiknya." Ujar nyonya Alexa.


" Kalau kamu tidak mau tinggal bersama Ilyas, setidaknya kamu bisa tinggal bersama kami. Kami akan melindungimu dari Ilyas, dan Mami mohon selesaikan masalah kalian dengan baik. Mami yakin ada kesalahpahaman di sini." Sambung nyonya Alexa.


" Aku sudah tidak peduli Mi, selama ini aku sudah berusaha mengalah, mengerti dan selalu memahami sikap Mas Ilyas. Bahkan aku selalu memaafkan semua kesalahannya. Tapi kali ini tidak lagi, aku tidak bisa terus berada di sampingnya atau aku akan mati dengan perlahan." Ujar Maysa.


Ilyas memejamkam matanya menahan pedih di hatinya.


" Sebesar itulah rasa sakit yang selama ini kau alami sayang? Maafkan Mas yang terlalu bodoh sehingga Mas tidak bisa memahami penderitaanmu." Ujar Ilyas dalam hati.


Nyonya Alexa menatap tuan Frans yang di balas anggukkan kepala olehnya.


" Baiklah Mami tidak akan memaksa, kamu butuh waktu untuk sendiri. Yang jelas kamu tidak boleh terbebani oleh apapun saat ini. Jangan terlalu stress memikirkan hubunganmu dengan Ilyas. Gunakan waktumu untuk menenangkan diri sebaik mungkin. Mami akan mendukung semua keputusanmu." Ucap nyonya Alexa tersenyum.


" Aku minta maaf pada kalian semua jika selama ini aku banyak berbuat salah. Mungkin selama ini aku tidak bisa menjadi menantu dan saudara yang baik untuk kalian semua. Tapi percayalah aku sudah berusaha sebaik mungkin." Ucap Maysa.


" Jangan berkata seperti itu kakak ipar, aku merasa seolah olah kita tidak akan pernah bertemu lagi. Kau hanya pulang ke rumah orang tuamu kan tidak berencana meninggalkn kami untuk selamanya? Jadi jangan pernah mengatakan itu. Aku dan Mas Aksa akan sering sering mengunjungimu." Ucap Ercha.


" Terima kasih." Ucap Maysa.


" Aku dan Mas Aska juga akan mengunjungimu Kak Maysa, kami akan membawakan makanan kesukaanmu. Atau kalau kau ingin sesuatu tinggal bilang saja, kami pasti akan membawakannya untukmu." Ucap Rega memeluk Maysa.


" Terima kasih adik adikku. Aku menyayangi kalian semua." Ucap Maysa.


Ilyas mengusap air mata yang tanpa permisi mengalir di pipinya begitu saja. Saat Maysa tidak fokus ke depan, ia menyelinap keluar meninggalkan ruangan Maysa. Ia tidak kuasa menahan dirinya untuk tidak mencegah Maysa.


" Hiks... Hiks.... Maafkan aku sayang, tolong jangan tinggalkan aku! Aku tidak bisa hidup tanpamu. Maafkan aku hikss. "

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2