TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
SALAH KAMU


__ADS_3

Maysa dan nyonya Alexa membawa jus dan camilan dengan nampan. Mereka meletakkannya di meja yang tersedia di sana.


" Istirahat dulu!" Ucap nyonya Alexa.


Aska, Aksa, Kavin dan tuan Frans mendekat, begitupun dengan Ilyas.


" Mommy tim Kavin menang, daddy payah nggak bisa merebut bola dari om papi. Kasihan opa harus berusaha keras untuk mencetak angka." Ujar Kavin duduk di samping Maysa.


" Mungkin daddy memang tidak jago bermain sayang, itu sebabnya daddy kalah." Ucap Maysa.


" Iya Mommy benar, daddy hanya jago di kantor saja. Tidak seperti om papi sama om Aksa. Lain kali Kavin mau belajar sama om papi sama om Aksa saja." Ujar Kavin.


" Daddy bukannya tidak jago sayang tapi... " Ilyas menjeda ucapannya.


" Karena apa Dad?" Tanya Kavin menatap Ilyas.


" Karena daddy tidak fokus setelah melihat kulit mulus mommymu." Kawan Ilyas dalam hati.


" Kenapa Dad?" Tanya Kavin lagi.


" Karena Daddy lagi malas aja." Sahut Ilyas.


" Daddy kamu tidak fokus gara gara mommy kamu Kavin." Ucap Aska.


" Kok gara gara aku sih Kak? Emangnya aku salah apa?" Tanya Maysa tidak terima.


" Bang Ilyas tidak fokus karena melihat perut kamu tadi, pikirannya jadi melayang kemana mana. Mungkin ingat kejadian semalam kali."


Uhuk uhuk uhuk...


Ilyas tersedak minumannya sendiri. Maysa segera memberikan jusnya lalu menepuk punggung Ilyas.


Bugh.. Bugh...


" Uhuk uhuk... Sayang pelan pelan donk!" Ucap Ilyas.


" Biarin, mumpung ada kesempatan mukul Mas. Biar nggak kena pasal kdrt." Sahut Maysa kesal karena mengingat Ilyas bersama sekretaris barunya.


" Kalau Mas nanti mati gimana?" Ujar Ilyas.


" Ya cari lagi lah, gitu aja repot. Kak Aska juga siap menggantikan Mas menjadi suamiku, ya nggak Kak?" Tanya Maysa menatap Aska.


" Tentu donk! Itu yang aku tunggu tunggu selama ini." Sahut Aska.


Ilyas menatap tajam ke arah Maysa dan Aska bergantian.


" Benar benar adik dan istri nggak ada akhlak, bisa bisanya kalian punya rencana seperti itu." Gerutu Ilyas.


" Lha mau gimana lagi? Kan Mas sendiri yang nanya ya aku jawab lah. Lagian lemah amat jadi laki laki, cuma di pukul dikit aja mau mati. Baru juga punya satu anak udah mau koid aja." Ujar Maysa.


" Mas bilang begitu supaya kamu bersikap lembut pada Mas sayang, terus pura pura sedih, pura pura nggak mau kehilangan. Basa basi dikit kenapa sih! Ini malah jujurnya kebangetan." Ujar Ilyas.

__ADS_1


" Aku nggak suka kebohongan ya Mas, Mas kan tahu sendiri soal itu. Dan jangan sampai Mas melupakannya seperti waktu itu atau aku akan meninggalkanmu selamanya." Ketus Maysa. Ia kesal jika mengingat kejadian dimana Ilyas memihak pada Maurene.


" Iya sayang Mas minta maaf. Mas akan selalu mengingatnya. Mas tidak akan mengulangi kesalahan seperti itu lagi, janji." Ucap Ilyas mengacungkan dia jarinya.


" Kemarin sama sekretaris Mas apa?" Ujar Maysa.


" Mas tidak ada hubungan apa apa dengannya sayang, kemarin hanya pure membicarakan pekerjaan saja. Dia masih baru jadi dia butuh pengarahan dari Mas. Sekalian kami makan siang daripada kelaparan." Terang Ilyas.


" Halah alasan Mas aja, padahal Mas sangat menikmati kencan pertama Mas dengannya." Sahut Maysa.


" Tidak sayang, sumpah Mas tidak begitu. Mas hanya mencintai kamu tidak ada yang lainnya. Percaya deh sama Mas." Ucap Ilyas meneguk jusnya.


" Stop Mommy, Daddy! Kavin tidak mau kalian bertengkar. Nanti kalau Mommy meninggalkan kita lagi gimana? Daddy pasti sakit lagi seperti waktu itu." Ucap Kavin.


" Maaf." Ucap Ilyas dan Maysa bersamaan.


Aska dan yang lain tersenyum melihat keduanya. Mereka memang sering berdebat tapi hal itu membuat keduanya terlihat romantis dan saling membutuhkan satu sama lain.


Seharian Kavin dan Ilyas bermain bersama Aska dan Aksa. Sedangkan Maysa belajar memasak dengan nyonya Alexa. Mereka nampak bahagia bisa bersama di kesempatan ini.


Setelah hari menjelang sore, Kavin, Maysa dan Ilyas pamit pulang. Mereka masuk ke dalam rumah.


" Sayang kita mandi dulu ya, setelah itu kita istirahat." Ucap Maysa.


" Oke Mom." Sahut Kavin masuk ke kamarnya di ikuti Maysa.


" Mommy ayo kita mainan air!" Ajak Kavin menggandeng Maysa ke kamar mandi.


" Big no! Kavin maunya sekarang." Ujar Kavin.


" Baiklah, tapi sebentar saja ya." Ucap Maysa mengalah.


" Oke Mom." Sahut Kavin.


Kavin dan Maysa mengisi bath up hingga penuh. Mereka menuangkan sabun cair lalu memainkan air hingga berbusa. Mereka berdua nampak asyik meniup busa busa itu. Sesekali Kavin mencipratkan air ke badan Maysa membuat Maysa basah.


Pyur...


Kavin mengguyur badan Maysa dengan air.


" Nakal kamu ya." Ujar Maysa memcubit pelan hidung Kavin.


Tak mau tinggal diam, Maysa pun membalasnya. Mereka bermain air dengan senang. Ilyas masuk ke dalam menghampiri mereka di pintu.


" Sudah main airnya, nanti kamu masuk angin sayang. Terutama kamu Kavin, kamu tidak pernah bermain air sebelumnya. Daddy khawatir kamu sakit." Ujar Ilyas.


" Daddy tenang saja, Kavin tidak bakal sakit kok." Sahut Kavin kembali bermain air.


" Maysa, hentikan semua ini! Kavin akan sakit jika kelamaan terkena air. Mas tidak mau sampai Kavin kenapa napa." Ucap Ilyas menatap Maysa.


" Iya Mas bentar lagi." Sahut Maysa.

__ADS_1


Melihat mereka tidak mendengarkan ucapannya, Ilyas kembali ke kamarnya.


Hingga adzan maghrib berkumandang, Maysa dan Kavin baru berhenti bermain. Maysa memandikan Kavin lebih dulu lalu memakaikan baju, lalu ia kembali ke kamarnya untuk mandi. Ilyas yang melihatnya terkejut karena yang di bilang Maysa sebentar buktinya membutuhkan waktu satu setengah jam lamanya.


" Astaga sayang, kamu baru berhenti main air sedari tadi?" Tanya Ilyas menatap Maysa.


Maysa hanya nyengir kuda, ia masuk ke dalam kamar mandi karena merasa kedinginan. Selesai mandi seperti biasa ia menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim secara berjamaah bersama Ilyas.


" Kavin tidak ikut?" Tanya Ilyas.


" Sepertinya tidak Mas, kita duluan saja keburu waktunya habis." Sahut Maysa.


Ilyas memulai shalatnya, setelah selesai ia kembali berkutat dengan laptopnya.


" Mas aku ke kamar Kavin dulu, setelah itu akan aku siapkan makan malam." Ujar Maysa di balas anggukkan kepala oleh Ilyas.


Maysa ke kamar Kavin.


" Kavin sayang, ayo kita ke bawah makan malam." Ucap Maysa menghampiri Kavin yang membungkus tubuhnya dengan selimut.


Maysa menarik selimut Kavin.


Deg...


Jantungnya berdetak sangat kencang saat melihat wajah Kavin yang nampak pucat, bibirnya bahkan berwarna kebiru biruan.


" Astaga Kavin." Ucap Maysa.


Maysa naik ke atas ranjang.


" Kavin bangun sayang!" Maysa menepuk pipi Kavin berharap Kavin membuka matanya namun tidak berhasil.


" Ya Tuhan badannya demam, panas sekali. Aku harus panggil Mas Ilyas." Gumam Maysa.


" Mas... Mas Ilyas.." Teriak Maysa.


Ilyas yang mendengarnya langsung berlari ke kamar Kavin.


" Sayang ada apa? Kenapa kamu berteriak?" Tanya Ilyas menghampiri Maysa.


" Kavin Mas hiks... " Isak Maysa.


" Kavin kenapa Maysa?" Tanya Ilyas memastikan.


" Aku tidak tahu Mas, badan Kavin panas dan dia tidak sadarkan diri Mas. Hiks... Aku takut Kavin kenapa napa." Isak Maysa memangku Kavin.


" Ini semua salahmu, Mas sudah bilang kan jangan bermain air terlalu lama. Tapi kau tidak menghiraukannya." Bentak Ilyas tanpa sadar. Ia panik, ia takut Kavin kenapa napa.


Maysa mematung mendapat bentakan dari Ilyas. Ilyas menggendong Kavin lalu menatap Maysa.


" Jika sampai Kavin kenapa napa, Mas tidak akan memaafkanmu." Ucap Ilyas meninggalkan Maysa yang terbengong di tempatnya.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2