TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
KEPERGIANNYA MEMBAWA LUKA


__ADS_3

Pagi ini Ercha kembali ke rumah Aksa. Setelah menghentikan mobilnya di depan rumah, ia segera turun lalu masuk ke dalam. Ia mengerutkan keningnya saat melihat keluarga Wilson sedang berkumpul di ruang keluarga. Tidak biasanya mereka ada di sana pagi pagi begini.


" Pagi semuanya." Sapa Ercha.


" Pagi Ercha, kamu sudah pulang?" Tanya nyonya Alexa menatap Ercha.


" Iya Mi, maaf kemarin aku tidak pamit sama Mami kalau aku menginap di rumah kak Raka. Kemarin bi Ijah mendadak mengabarkan kalau kak Raka sakit jadi aku langsung ke sana saja." Ujar Ercha.


" Tidak apa apa sayang, Aksa sudah memberitahu Mami kok. Terus bagaimana keadaan Raka saat ini? Apa dia sudah mendingan?" Tanya nyonya Alexa.


" Alhamdulillah sudah Mi." Sahut Ercha.


" Maaf kalau boleh tahu kenapa kalian semua berkumpul di sini? Tidak biasanya kalian seperti ini?" Tanya Ercha menatap mereka bergantian.


" Kami sedang membicarakan suamimu, entah kenapa kami merasa ada yang janggal dengan raut wajah suamimu saat pergi semalam." Ujar Aska.


" Pergi? Pergi kemana?" Tanya Ercha mengerutkan keningnya.


Aska dan yang lainnya saling melempar pandangan.


" Aksa pergi ke luar negeri untuk beberapa bulan lamanya."


Jeduarrr.....


Bagai di sambar petir di siang bolong, Ercha benar benar terkejut dengan ucapan Aska. Tubuhnya terhuyung ke belakang, beruntung Ilyas segera menopang tubuhnya. Kalau tidak mungkin Ercha sudah jatuh saat ini.


" Luar negeri? Beberapa bulan? Kenapa dia tidak bilang padaku? Kenapa dia meninggalkan aku seperti ini?" Tanya Ercha panik. Ia merasa Aksa sengaja meninggalkannya karena dia marah padanya.


" Apa dia tidak bilang kepadamu kalau dia mau pergi ke luar negeri?" Tanya Ilyas memastikan.


" Tidak Bang, kami belum kontek kontekan. Semalam aku coba telepon pakai ponselnya kak Raka, mas Aksa tidak menjawabnya." Sahut Ercha lemas.


" Sekarang duduk dulu! Mami akan menjelaskan tentang kepergian Aksa. Kamu jangan salah paham padanya ya." Ujar nyonya Alexa menuntun Ercha duduk di sofa.


" Begini Ercha, papanya Aksa terkena kanker otak. Rencananya hari ini dia menjalani operasi, itu sebabnya Aksa langsung berangkat tadi malam. Menurut Mami dia tidak mengabarimu karena dia takut kamu khawatir padanya. Aksa pasti ingin kamu fokus mengurus kakakmu dulu." Ujar nyonya Alexa.


" Tidak Mi, Mas Aksa sengaja tidak memberitahuku karena dia sedang marah. Hanya saja kalian semua tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kami. Ini semua salahku, aku yang membuat mas Aksa salah paham kepadaku. Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskan semua ini dengan baik. Aku berpikir mas Aksa lebih sabar menghadapiku, tapi aku salah. Dia pergi dengan membawa kesalahpahaman ini. Aku harus segera meneleponnya dan menjelaskan semuanya." Ujar Ercha dalam hati.


" Aku ke kamar dulu Mi." Ucap Ercha beranjak.


Ercha menaiki tangga dengan pelan menuju kamarnya. Ia masuk ke dalam lalu mencari ponselnya yang ternyata tergeletak di atas nakas. Ercha mengambil ponselnya lalu mencoba menelepon nomer Aksa. Sial... Nomer Aksa justru tidak aktif.

__ADS_1


" Kenapa kau lakukan ini padaku Mas? Apa benar kamu sudah tidak mau melihat wajahku lagi? Apa sebenci dan semarah itu kamu padaku sehingga kamu tidak memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya? Hiks... Tujuan awalku ke klinik itu bukan untuk melenyapkannya, tapi ingin memastikan jika aku benar benar hamil. Awalnya memang aku berpikir seperti itu, tapi aku memikirkan semua ucapanmu."


" Kau benar dia anakku, anak kita. Anak yang harus aku lindungi dan aku jaga dengan segenap jiwa dan ragaku, anak yang harus aku sayangi seumur hidupku. Aku menyadari kesalahanku karena sempat menolak kehadirannya Mas. Tapi asal kau tahu, sebelum sampai di klinik itu aku sudah melupakan niatan burukku itu. Aku bertekad untuk mempertahankan anak ini, aku berniat untuk mengandung dan melahirkan anak kita Mas. Maafkan aku hiks.... Saat kau bertanya aku hanya bisa menjawab iya, saking senangnya aku bisa melihat calon anakku untuk pertama kalinya aku tidak bisa bicara apa apa. Maafkan aku yang telah menyebabkan kesalahpahaman ini. Hiksss." Isak Ercha telungkup di atas kasur.


Tok tok...


Pintu di ketuk dari luar.


" Ercha, Mami masuk ya." Ucap nyonya Alexa dari luar.


Mendengar suara ibu mertuabya, Ercha segera mengusap air matanya.


" Iya Mi." Sahut Ercha.


Ceklek...


Nyonya Alexa masuk ke dalam menghampiri Ercha yang duduk di tepi ranjang.


" Apa kamu sudah menghubungi Aksa?" Tanya nyonya Alexa duduk di samping Ercha.


" Sudah Mi, tapi nomernya tidak aktif." Sahut Ercha.


" Mungkin Aksa ada di dalam ruangan ICU atau kehabisan daya ponselnya." Ujar nyonya Alexa.


" Ercha, entah mengapa Mami merasa jika kalian berdua sedang ada masalah. Kalau boleh Mami tahu, masalah apa yang sedang kalian hadapi Nak? Mami akan mencoba membantu kalian." Ujar nyonya Alexa menangkup wajah Ercha.


" Tidak ada Mi." Dusta Ercha.


" Kamu menangis, itu tandanya kamu sedang bersedih saat ini. Kamu tidak bisa menyembunyikan kesedihanmu dari Mami. Perlu kamu tahu jika Mami merupakan detektif yang handal dalam segala hal. Semua masalah bisa Mami tangani sendiri. Mami ini Mamimu, ibumu, kepada siapa kamu mau mengadukan semua masalahmu jika bukan kepada ibumu ini hah? Apa kamu tidak menganggapku sebagai ibu?" Ucap nyonya Alexa menatap Ercha.


Tiba tiba. .


Grep...


" Hiks... Mami." Isak Ercha dalam pelukan ibu mertuanya.


" Menangislah jika itu bisa membuatmu lega Nak! Mami tidak akan melarangnya!" Ucap nyonya Alexa mengelus punggung Ercha.


" Hiks.. Hiks.. " Ercha menangis mengeluarkan semua sesak di dadanya. Nyonya Alexa dengan sabar menunggu keadaan Ercha membaik.


Setelah hampir lima belas menit menangis, kini Ercha sudah terlihat lebih tenang. Ia melepas pelukannya lalu menatap ibu mertuanya.

__ADS_1


" Katakan pada Mami! Mami pasti akan membantumu. Setiap pernikahan pasti memiliki masalahnya sendiri. Jadi jangan malu ataupun sungkan kepada Mami. Katakan apa yang membuat putri cantik Mami ini bersedih hmm!" Ujar nyonya Alexa.


" Mami tahu kalau aku belum mau hamil." Ucap Ercha.


" Ya Mami tahu itu, dan Mami memakluminya. Kamu bisa menundanya dengan minum pil penunda kehamilan." Ujar nyonya Alexa.


" Tidak Mi, aku tidak meminum pil itu karena selama ini mas Aksa hanya menyentuhku sekali. Itupun di waktu malam pertama kita." Ucap Ercha tanpa ragu. Ia merasa sedang berbicara dengan ibunya sendiri saat ini.


" Lalu?" Tanya nyonya Alexa.


" Saat ini aku sedang hamil."


Jeduarrr....


Kebahagiaan membuncah di dalam hati nyonya Alexa. Ia tidak menyangka Tuhan memberikan nikmat secepat ini.


" Mami tidak tahu harus bahagia atau sedih. Mami bahagia karena Tuhan telah memberikan rezeki dan menitipkan amanah kepadamu, tapi Mami juga bersedih karena Mami tahu ini sangat berat bagimu. Apalagi kamu belum siap untuk hal ini." Ujar nyonya Alexa.


" Aku melakukan kesalahan Mi." Ucap Ercha.


" Kesalahan? Kesalahan apa yang kamu lakukan? Apa ini ada hubungannya dengan masalah kalian?" Tanya nyonya Alexa.


" Iya Mi... Aku... "


Akhirnya Ercha menceritakan semuanya kepada ibu mertuanya dari awal hingga akhir. Nyonya Alexa nampak mengangguk anggukkan kepalanya. Ia paham dengan masalah yang di hadapi menantunya sekarang.


" Aku sedih Mi... Mas Aksa meninggalkan aku karena dia marah padaku. Dia sangat terluka setelah mendengar keputusanku untuk melenyapkan anak ini. Dia pasti sangat membenciku karena merasa aku telah melenyapkan calon anak kami. Hiks... Aku harus bagaimana Mi? Aku ingin menjelaskan tapi nomer mas Aksa tidak aktif. Aku harus bagaimana Mi?" Tanya Ercha merasa bingung sendiri.


" Tenanglah sayang! Kamu memang salah dalam hal ini, tapi Aksa juga lebih salah sayang. Dia langsung memutuskan kontak denganmu begitu saja tanpa memberikan kamu kesempatan berbicara. Kita berdoa saja semoga besok ataupun nanti Aksa bisa di hubungi kembali. Kita akan menjelaskan kesalahpahaman ini kepada Aksa. Sekarang lebih baik kamu tenang dulu! Tidak baik untuk wanita hamil jika stress begini, itu akan berakibat buruk untuk janinmu. Mami akan menemanimu sampai keadaanmu membaik. Sekarang istirahatlah!" Ucap nyonya Alexa.


Nyonya Alexa membantu Ercha berbaring di atas ranjangnya. Ia duduk serong menghadap Ercha sambil mengelus kepalanya.


" Kamu tidak perlu berpikir hal buruk tentang hubungan kalian, yakinlah semuanya pasti akan baik baik saja. Ada kami di sini, kami semua pasti akan mendukungmu." Ucap nyonya Alexa.


" Mami, bagaimana jika mas Aksa tidak bisa di hubungi selama dia di sana?"


Bagaimana hayooo??? Apa kita susul saja ke negeri singa? Yang mau ikut ayo... ha ha ha...


Jangan lupa berikan like koment vote dan 🌹yang banyak buat Ercha, biar Ercha semangat menunggu Aksa pulang...


Terima kasih...

__ADS_1


Miss U all....


TBC....


__ADS_2