
Rega baru saja sampai di sekolah, ia berjalan memasuki gerbang menuju kelasnya. Ia menatap aneh kepada teman teman yang ia lalui, mereka nampak sedang mencibir Rega.
" Ingin hidup mewah sampai rela menggoda kekasih orang."
" Kalau miskin, miskin aja kali nggak usah sok sok an ingin kaya. Ujung ujungnya menggoda pacar orang dan membuatnya sakit hati. Benci banget gue sama wanita seperti itu."
Rega menghentikan langkahnya, ia membalikkan badan mendekati teman temannya.
" Siapa yang kalian maksud? Kenapa kalian menatap gue seperti itu? Apa gue membuat kesalahan?" Tanya Rega.
" Iya lo membuat kesalahan dengan menggoda pak Aska dari bu Mawar." Ucap teman satu sekolah Rega yang bernama Raya. .
Rega melongo menatap Raya. Ia tersenyum sinis ke arah Raya.
" Emang lo lihat gue menggoda pak Aska?" Tanya Rega melipat kedua tangan di depan dadanya.
Mereka saling melempar pandangan.
" Memangnya lo tahu kalau bu Mawar dan pak Aska memiliki hubungan? Kalian tidak buta kan? Bukankah selama ini yang menggoda pak Aska adalah bu Mawar? Apa pernah kalian melihat pak Aska meladeni bu Mawar dengan baik?" Tanya Rega menatap teman temannya.
" Tidak kan? Jadi jangan sok tahu! Dan ya ingat satu hal, gue nggak pernah menggoda siapapun termasuk pak Aska. Kecuali kalau pak Aska sendiri yang tertarik padaku, gue bisa apa?" Ucap Rega meninggalkan mereka dalam keterkejutannya.
Aska yang melihatnya dari lorong yang tak jauh dari sana tersenyum lebar. Ia tidak menyangka jika calon istrinya mampu menghadapi lawannya dengan baik.
Sreg...
Aska menarik tangan Rega menuju gudang. Mereka masuk ke dalam lalu mengunci pintunya.
" Mas apa apaan sih? Gimana kalau ada yang lihat? Semuanya akan semakin kacau." Ujar Rega.
" Mas kangen sama kamu." Ucap Aska.
" Gombal, belum juga berpisah lama udah bilang kangen." Ujar Rega mengalungkan tangannya ke leher Aska.
" Kau menggoda Mas sayang." Aska menarik pinggang Rega mengikis jarak keduanya.
Keduanya saling melempar pandangannya sampai Aska memajukan wajahnya sambil menatap bibir Rega. Tiba tiba...
Pluk...
Rega menepuk pelan pipi Aska lalu mendorong wajah Aska.
" Nggak boleh! Belum halal." Ucap Rega.
Aska tersenyum lebar ke arahnya.
" Iya Maaf!" Ucap Aska.
" Sepertinya Mas harus belajar mengendalikan diri supaya tidak main nyosor begini." Ujar Rega membuat Aska terkekeh.
" Akan Mas lakukan." Sahut Aska.
" Ya udah aku mau ke kelas dulu Mas, nanti takut kedua temanku mencariku. Kalau mereka menemukan kita di sini bisa berabe jadinya." Ujar Rega.
__ADS_1
" Baiklah." Sahut Aska.
Aska membuka pintunya, ia menengok ke kanan dan ke kiri melihat keadaan sekitar. Setelah aman ia lebih dulu keluar meninggalkan Rega. Rega keluar dari gudang, saat ia menutup pintu ada Mawar yang menghampirinya.
" Wow berani juga kamu menggoda Aska di lingkungan sekolah. Apa cibiran teman teman kamu tidak membuatmu malu?" Mawar tersenyum remeh menatap Rega.
" Kenapa? Kenapa aku harus malu? Aku tunangan pak Aska dan aku tidak pernah menggodanya. Semua orang tahu siapa yang suka menggoda dan mendekati pak Aska selama ini. Bukan aku tapi kau." Sahut Rega tanpa takut.
" Kau akan melihat apa yang bisa aku lakukan untuk mempermalukanmu di sekolah ini. kita lihat dan tunggu saja sampai saatnya tiba." Ucap Mawar.
" Dan jika sampai itu terjadi, aku yakin pak Aska tidak akan melepaskanmu bu Mawar. Dia akan membuat perhitungan yang tidak akan terlupakan oleh bu Mawar. Kalau tidak percaya, kita lihat saja." Sahut Rega berlalu dari sana.
Mawar mengepalkan erat tangannya menatap kepergian Rega.
" Aku tidak boleh kalah sama bocil. Aku harus melakukan sesuatu untuk menyingkirkan gadis itu." Gumam Mawar.
Bel pulang sekolah berbunyi. Rega keluar dari kelasnya saat kelasnya sudah sepi, kedua sahabatnya sudah lebih dulu pulang. Tapi masih ada beberapa anak anak yang berada yang mengikuti extra kulikuler.
Saat Rega melewati lorong sepi, tiba tiba ia di tarik oleh seseorang dan di bawa ke kamar mandi.
" Lepaskan!" Rega menghentakkan tangannya kasar.
Rega menatap orang yang menariknya dan betapa terkejutnya ia saat melihat Niko berdiri di depannya.
" Ni.. Niko." Rega mundur hingga punggungnya menabrak tembok.
" Jangan takut Rega sayang, aku hanya ingin sedikit bermain main denganmu." Ucap Niko mengelus pipi Rega.
Nikolas Rahardian, teman satu kelas Rega yang menyukai Rega sejak kelas sepuluh. Ia selalu mengejar Rega namun Rega selalu menolaknya karena tidak mencintainya. Namun sudah beberapa bulan ini Niko tidak lagi mengganggu Rega, Rega berpikir Niko sudah melupakannya. Namun ia tidak menyangka jika Niko berani berbuat nekat seperti sekarang ini.
" Kenapa? Apa karena kau lebih suka dengan pria dewasa daripada pria seumuran denganku?" Tanya Niko.
" Apa maksudmu Niko?" Rega balik bertanya.
" Jangan sok alim Rega. Aku melihatmu bersama pak Aska tadi pagi di gudang, kalian melakukan apa? Aku yakin kalian pasti berciuman. Atau malah melakukan hal yang lebih dari itu? Aku juga akan melakukannya padamu." Ucap Niko.
" Jika kau melihatku harusnya kau tahu kalau aku tidak melakukan apa apa. Sekarang minggirlah! Aku mau pulang." Ucap Rega.
Niko menekan tubuh Rega pada dinding, lalu ia hendak mencium Rega namun Rega mencoba menghindarinya.
" Lepaskan aku!!" Teriak Rega mendorong Niko namun tidak membuat Niko bergerak.
" Mpttt." Niko mencium bibir Rega dengan paksa. Rega memukul mukul dada Niko, air mata menetes begitu saja di pipinya. Tanpa Rega sadari Niko membuka kancing seragamnya.
" Mas Aska tolong aku!" Jerit Rega dalam hati.
Tiba tiba...
Brakk...
Pintu di dobrak dari luar, kepala sekolah, security, dan tiga orang guru lainnya menatap mereka dengan tatapan tajam.
" Apa yang kalian lakukan hah!!!" Bentak pak Beno, sang kepala sekolah.
__ADS_1
Rega dan Niko menoleh ke arah mereka bertepatan dengan Aska dan Aksa yang baru saja tiba.
" Pa.. Pak Aska." Gumam Rega menatap Aska.
Aska masuk ke dalam menarik tangan Rega. Ia membuka jaketnya lalu memakainya pada Rega dengan posisi terbalik sehingga menutupi seragam Rega yang terbuka.
" Mas.. Di.. Dia. Hiks.. " Isak Rega.
" Tenanglah sayang!" Aska menarik Rega ke dalam pelukannya membuat guru lainnya merasa heran.
" Kalian berdua ikut saya ke ruangan saya." Titah pak Beno.
Mereka semua bubar menuju ruangan kepala sekolah.
" Mas aku tidak melakukan apapun, dia menciumku dengan paksa." Lirih Rega di sela sela tangisnya.
" Tidak apa apa sayang, tenanglah! Ada Mas di sini." Ucap Aska.
" Ayo!"
Aska merangkul pundak Rega, mereka berjalan menuju ruangan kepala sekolah. Sampai di sana Rega dan Niko di sidang di depan para guru oleh kepala sekolah.
" Jelaskan apa yang kalian lakukan di dalam sana!" Titah kepala sekolah.
" Maafkan kami Pak! Kami anak muda yang sedang di mabuk asmara, jadi maklumi saja apa yang kami lakukan tadi." Ucap Niko.
Rega membulatkan matanya mendengar ucapan Niko. Seolah olah Niko mengatakan jika mereka melakukannya atas dasar suka sama suka.
" Tidak begitu Pak! Saat saya mau pulang dia menarik saya ke kamar mandi, lalu dia melecehkan saya di sana." Sahut Rega.
" Melecehkan bagaimana? Jelas jelas kita melakukannya atas dasar suka sama suka. Bukankah kau melakukannya tidak hanya denganku saja? Kau juga melakukannya dengan pak Aska."
" Nikolas!!!" Bentak Aska tidak terima Rega di rendahkan begitu saja.
" Kenapa Pak? Bapak takut ketahuan kalau Bapak juga melecehkan muridnya? Saya tadi pagi melihat pak Aska dan Rega masuk ke dalam gudang. Jika kalian tidak melakukan hal terlarang, mau apa lagi kalian berada di sana?" Ucap Niko.
" Tutup mulutmu Niko!" Ucap Aska penuh penekanan.
" Biarkan dia bicara pak Aska, andalah yang seharusnya diam." Ucap pak Beno.
Bu Mawar tersenyum smirk melihat adegan yang sedang berlangsung di depannya.
" Regata, apa benar kamu tadi pagi berada di gudang bersama pak Aska?" Selidik pak Beno.
" I.. Iya Pak, tapi kami tidak melakukan apa apa." Sahut Rega.
" Siapa yang bisa menjamin kalian tidak melakukan apa apa?" Sela Mawar mendekati Rega.
" Kamu mengotori nama sekolah dengan meladeni para pria Rega. Ini sikap yang sangat memalukan." Ucap Mawar
" Mohon maaf Pak kepala sekolah, kalau dia di biarkan sekolah di sini, dia bisa membawa citra buruk sekolahan ini Pak. Apalagi selama ini tidak pernah ada kejadian memalukan seperti ini. Saya harap Bapak bisa mempertimbangkan keputusan apa yang akan Bapak ambil untuk mereka berdua. Kalau boleh memberi saran, lebih baik mereka di keluarkan dari sekolah ini. Kalau perlu nikahkan juga mereka."
Jeduarrrr....
__ADS_1
TBC....