TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
KEPERGIAN MAYSA


__ADS_3

Pagi ini kedua orang Maysa menjemput Maysa di rumah sakit. Sebelum sampai di ruangan, Ilyas sudah lebih dulu menghadang mereka. Ilyas menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam rumah tangganya. Kedua orang tua Maysa memahami Ilyas namun mereka juga menyayangkan perbuatan Ilyas yang menyakiti hati putrinya.


" Aku minta maaf Pa, Ma. Aku titip Maysa kepada kalian berdua, setelah kondisi Maysa membaik aku akan menjemputnya. Aku harap saat itu Maysa sudah memaafkan aku." Ucap Ilyas.


" Mama yakin Maysa pasti akan memaafkanmu, dia hanya membutuhkan waktu saja. Dan Mama berharap semoga hal ini tidak akan pernah terjadi lagi ke depannya. Jadikan semua ini pelajaran berharga untukmu Ilyas karena kami tidak bisa banyak membantu jika Maysa telah mengambil keputusan." Ujar nyonya Melodi.


" Baik Ma, terima kasih telah memaafkan dan memahami diriku." Ucap Ilyas.


" Papa tidak bisa bicara apa apa, situasinya di sini terlalu rumit. Tapi seandainya kamu benar benar punya hubungan dengan Karina, maka lebih baik kamu tinggalkan Maysa." Ucap tuan David.


" Tidak Pa, aku tidak ada hubungan apa apa dengan Karina. Percayalah Pa! Aku tidak akan berbohong kali ini." Sahut Ilyas di balas anggukkan kepala oleh tuan David.


" Ya sudah kami harus segera ke ruangan Maysa, dia sudah lama menunggu." Ujar nyonya Melodi.


" Iya Ma silahkan." Sahut Ilyas.


Kedua orang tua Maysa berjalan menuju ruang vvip nomer satu. Sampai di sana mereka segera masuk menghampiri Maysa yang sedang duduk bersandar di atas ranjang.


" Pagi sayang." Sapa nyonya Melodi.


" Mama, Papa." Ucap Maysa senang.


" Mama aku kangen banget sama Mama." Ucap Maysa memeluk mamanya.


" Mama juga kangen banget sama kamu, semenjak menikah kamu jarang sekali main ke rumah Mama." Ujar nyonya Melodi.


" Aku tidak ada waktu Ma." Sahut Maysa.


Ilyas yang mendengarnya dari luar merasa bersalah, karena dia Maysa kehilangan banyak waktunya.


" Sudah siap pulang ke rumah?" Tanya tuan David.


" Sudah donk Pa." Sahut Maysa semangat.


" Apa kamu tidak mau pamitan sama Ilyas? Dia ada di luar sayang." Ucap nyonya Melodi.


Maysa nampak terdiam.


" Sayang bagaimanapun Ilyas adalah suami kamu, Allah tidak akan meridhoi kepergianmu tanpa ridho darinya. Jika seandainya kamu kenapa napa di jalan, kamu tidak bisa mendapatkan surgyaNya sayang." Tutur nyonya Melodi.


" Apa jika aku meminta izin darinya, dia akan mengijinkan aku pulang ke rumah Papa? Dia pasti akan menahanku dan merengek meminta maaf kepadaku Ma. Aku terlalu malas menghadapi sifatnya." Sahut Maysa.

__ADS_1


" Dia pasti akan mengijinkanmu karena memang dia harus memberikan waktu kepadamu." Ujar nyonya Melodi.


" Mama akan panggilkan dia." Sambung nyonya Melodi berjalan menuju pintu.


Tak lama Ilyas masuk ke dalam, Maysa memutar bolanya malas saat melihat Ilyas sedang berjalan mendekatinya.


" Sayang aku minta maaf, kali ini aku tidak akan menjelaskan apapun padamu karena aku tahu kamu sedang tidak ingin mendengar apapun dari Mas. Tapi Mas mohon, jangan pernah berpikir Mas mengkhianati cintamu ataupun menduakanmu." Ucap Ilyas.


" Mas memberimu ijin tinggal di rumah Papa untuk sementara waktu. Mas akan mengunjungimu setiap hari bersama Kavin. Kau memang marah pada Mas, tapi Mas harap kamu tidak membenci Kavin. Biarkan kami menemuimu dan berinterkasi dengan bayi di dalam kandunganmu. Sekali lagi Mas minta maaf." Ucap Ilyas menatap Maysa.


" Ayo Pa kita pergi!" Ucap Maysa tanpa membalas ucapan Ilyas.


" Baiklah ayo!" Sahut tuan David.


" Biar Mas yang menggendongmu, kasihan papa jika papa harus menggendongmu sampai mobil." Ucap Ilyas.


" Ma, minta suster membawakan kursi roda." Ucap Maysa mengabaikan Ilyas.


" Ilyas akan menggendongmu." Ucap nyonya Melodi.


Ilyas membopong Maysa dengan hati hati, Maysa mengalungkan tangannya ke leher Ilyas namun ia sama sekali tidak mau menatap Ilyas.


" Hati hati." Ucap Ilyas menatap Maysa yang malah memalingkan wajahnya.


Cup...


Maysa membulatkan matanya saat Ilyas mencuri ciuman di pipi kirinya. Ingin sekali ia memakai Ilyas namun ia menahannya. Ia tahu jika Ilyas sengaja melakukannya supaya Maysa mau berbicara padanya.


" Kami pulang dulu Nak Ilyas, bawa Kavin ke rumah sesering mungkin biar Maysa tidak kesepian di rumah kami." Ucap nyonya Melodi.


" Tentu Ma." Sahut Ilyas.


Ilyas menatap Maysa sebelum menutup pintunya. Ia menghela nafasnya menatap mobil yang mertuanya mulai berjalan meninggalkannya.


" Maafkan aku sayang!" Ucap Ilyas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dua hari Maysa tinggal di rumah orang tuanya, keadaannya mulai membaik seperti semula. Namun ia masih tidak bisa melakukan aktifitas dengan bebas, bahkan makan saja di kamarnya. Seperti saat ini, Maysa hanya bisa duduk bersandar di atas ranjang sambil memainkan ponselnya. Ia terlalu takut untuk sekedar berjalan keluar kamarnya.


" Sayang ada tamu yang ingin bertemu denganmu." Ucap nyonya Melodi masuk ke kamar Maysa.

__ADS_1


" Siapa Ma?" Tanya Maysa.


Nyonya Melodi nampak mempersilahkan tamunya masuk. Kedua orang yang di sebut sebagai tamu masuk ke kamar Maysa membuat Maysa terkejut.


" Karina." Gumam Maysa.


Karina dan papanya menghampiri Maysa.


" Maaf jika kedatangan kami mengganggumu Nona Anggara." Ucap papanya Karina.


" Kenalkan saya Burhan, ayahnya Karina." Ucap tuan Burhan.


Maysa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menghormati tuan Burhan sebagai orang yang lebih tua darinya.


" Saya ke sini untuk meminta maaf padamu Nona karena tanpa sengaja saya membuat kondisi anda menjadi seperti ini."


" Saya tidak tahu jika Karina dan tuan Ilyas hanya melakukan sandiwara saja dengan hubungan mereka. Saya terlalu antusias melaksanakan pernikahan untuk putri saya. Bagaimanapun kebahagiaan tersebsar seorang ayah adalah saat dimana dia menjadi wali nikah untuk anaknya, apalagi usia saya sudah tidak lagi muda. Hanya tinggal menunggu kapan Tuhan memanggil saja."


" Kalaupun seandainya mereka punya hubungan, saya tidak akan merestuinya apalagi tuan Ilyas sudah memiliki istri. Saya tidak akan membiarkan putri saya menjadi perusak rumah tangga orang lain. Sekali lagi saya minta maaf Nona karena telah memicu kesalahpahaman antara hubungan anda dengan tuan Ilyas. Saya menyesal Nona." Ucap tuan Burhan tulus.


" Iya Nona Maysa, kemarin yang anda lihat karena saya dan tuan Ilyas baru saja bertemu dan belum menjelaskan yang sebenarnya kepada papa saya. Saya mohon maaf karena lagi lagi menyeret tuan Ilyas dalam hal ini. Tapi sekarang tidak lagi, papa saya sudah tahu yang sebenarnya dan saya berjanji tidak akan meminta bantuan kepada tuan Ilyas lagi. Kami hanya berhubungan masalah bisnis saja, tidak ada yang lain." Ucap Karina.


" Apa kau bisa menepati janjimu?" Tanya Maysa menatap Karina.


" Bisa Nona karena setelah ini saya akan kembali ke luar negeri." Sahut Karina.


" Baiklah aku memaafkanmu." Ucap Maysa membuat Karina lega.


" Dan untuk anda tuan Burhan, anda tidak bersalah dalam hal ini. Saya memahami anda sebagai seorang ayah." Sambung Maysa menatap tuan Burhan.


" Terima kasih Nona, ternyata anda baik sekali." Ucap tuan Burhan.


" Baiklah kalau begitu kami permisi." Ucap Karina.


" Silahkan!" Sahut Maysa.


Mereka berdua meninggalkan kamar Maysa.


" Mama bangga padamu Maysa." Ucap nyonya Melodi tersenyum keluar dari kamar Maysa.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2